Ngomong2 mang ucup bisa basa sunda gak? Walaupun kita 'beda', tapi saya seneng dgn artikel blognya, bagus juga buat nambah pengetahuan.
--- In [email protected], "mangucup88" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ketika kami masih kecil ayah saya ditahan oleh Polisi Militer Jepang > (Kempetai), sehingga ibu harus berjuang sendiri mencari nafkah untuk > membesarkan kami anak anaknya. Pada saat tsb sangat sukar sekali > bagi ibu untuk bisa mencarikan dan mendapatkan makanan untuk kami, > sehingga kami sering harus tidur dengan perut lapar. Dan yang paling > menyedihkan ialah dimana saya harus melihat ibu menangis. Demi anak- > anaknya ibu harus sering berpuasa. > > Terkadang nasi satu piring kecil harus di bagikan kepada tiga anak- > anaknya, karena tiap anak hanya kebagian dua hingga tiga sendok > makan saja, maka adik saya yang paling kecil, sering meratap: "Bu > lagi, Bu tambah, saya masih lapar Bu", sedangkan kami yang lebih > besar, masih bisa menahan rasa sakit maupun lapar kami, bahkan > karena saya tidak tega melihat adik saya yang masih lapar, sering > saya berikan bagian saya untuknya, sehingga saya tidak makan sama > sekali. > > Apakah anda bisa membayangkan bagaimana perasaan seorang ibu, yang > harus melihat, dan mendengar jeritan tangis anaknya yang kelaparan, > tetapi tidak ada persediaan nasi maupun makanan yang bisa > diberikannya lagi. Ratapan adik saya tersebut merupakan pukulan bagi > ibu saya, hatinya merasa sedih dan sakit, karena tidak bisa memenuhi > keinginan anaknya yang lagi kelaparan. > > Sambil membelai - belai kepala adik saya, mengalir air matanya > berlinang, ia berkata: "Sabarlah nak, besok akan ibu masakan nasi > lebih banyak lagi" Benar-benar satu pandangan dan pengalaman yang > sangat menyayatkan hati saya dan tak terlupakan. > > Ibu bekerja sebagai pencuci pakaian. Pagi - pagi sebelum matahari > terbit ia sudah harus bangun untuk mencuci pakaian. Satu pekerjaan > yang berat, karena semuanya harus di cuci dengan tangan. Ia bekerja > tujuh hari seminggu dengan tiada mengenal lelah dari pagi sampai > malam. Walaupun kami telah tidur ibu masih tetap bekerja terus, > dibawah remang - remang lampu cempor minyak, karena tidak ada > listrik dirumah kami. Ia harus menggosok pakaian sampai dengan jauh > malam, walaupun ibu harus bekerja berat, ia tidak pernah mengeluh. > > Dari sejak kecil kami anak - anaknya tidak pernah memiliki sepatu > sedangkan kakak saya pada bulan yang akan datang akan merayakan > Natal di sekolahannya. Untuk perayaan Natal tersebut ibu berusaha > ingin membelikan sepasang sepatu untuk kakak saya. Kebenaran > tetangga kami adalah seorang penjual barang rombengan (tukang loak), > melalui dia ibu memesan sepasang sepatu, walaupun sepatu bekas dan > juga agak kebesaran, tetapi daripada tidak punya sepatu sama sekali. > Harganyapun telah ditetapkan, tetapi karena ibu belum punya uang, ia > diberi kesempatan untuk mengumpulkannya terlebih dahulu, setelah > jumlah uangnya lengkap; boleh ia nanti menembus sepatu bekas > tersebut. > > Ibu ingin agar uang itu cepat terkumpul, sehingga ia bekerja lebih > banyak dan lebih berat lagi. Ia harus menggosok pakaian terkadang > hingga jam dua pagi sedangkan jam lima pagi ia sudah harus bangun > lagi untuk mencuci pakaian. Bahkan untuk bisa menabung ini ibu telah > beberapa kali melakukan puasa agar uangnya bisa lebih cepat > terkumpul. > > Akhirnya ibu jatuh sakit, karena pekerjaannya yang terlalu berat dan > juga karena seringnya berpuasa, walaupun ia sakit, ia memaksakan > diri untuk tetap bekerja terus, sehingga pada saat ia menggosok > pakaian, karena kelelahan ia lelap sejenak. Akibatnya sangat fatal > bagi ibu, pakaian langganan yang sedang ia gosok menjadi hangus oleh > strikaan panas. > > Ibu menangis, ia bukan menangis karena sakit, ia bukan menangis > karena harus bekerja berat, ia menangis, karena uang celengan yang > tidak seberapa jumlahnya yang seyogiyanya untuk menebus sepatu > anaknya harus digunakan untuk mengganti pakaian yang hangus kena > strikaan. Sehingga terpaksa, pada saat kakak saya mengikuti perayaan > Natal di sekolah, dimana hampir semua murid memakai pakaian maupun > sepatu baru, hanya kakak saya satu - satunya anak yang tidak memakai > sepatu, bahkan kemeja yang dipakainya pun hanya sekedar kemeja > tambalan yang sudah usang. > > Ketika pulang sekolah kakak saya menangis ia tidak mau pergi ke > sekolah lagi, karena ia telah menjadi cibiran dan ejekan dari kawan - > kawan sekelasnya sebagai satu - satunya anak yang tidak memakai > sepatu. Masih teringat oleh saya wajah ibu, sambil memeluk anaknya > ia membelai kepala kakak saya, mengalir butir air matanya turun > berlinang, tak sepatah katapun yang ia ucapkan, tetapi terbayang > diwajahnya betapa pedih dan betapa sakitnya perasaan Ibu saya pada > saat tersebut. > > Apakah Anda bisa membayangkan berapa banyak orangtua menjelang Natal > maupun Tahun Baru ini yang mungkin mengalami perasaan dan nasib yang > sama seperti ibu saya, karena mereka tidak mampu membelikan pakaian > maupun sepatu untuk anaknya? Dan berapa banyak anak jalanan yang > tidak pernah mampu memiliki sepatu, boro-boro sepatu mungkin uang > untuk makan pun tidak cukup. > > Oleh sebab itulah dalam kesempatan ini mang Ucup ingin mengetuk hati > Anda untuk berbagi kasih dengan anak anak jalanan yang diasuh oleh > Romo Yohanes Gani Sukarsono, berikanlah mereka juga kesempatan di > akhir tahun ini untuk bisa menikmati bagaimana rasanya agar mereka > bisa selalu tidur dengan perut kenyang. > > Sumbangan mohon dikirimkan > ke Rekening BCA 222 001 036 1 > atas nama Robertus Agus Waskito > > Saya akhiri tulisan ini dengan ucapan banyak terima kasih sebelumnya > > Mang Ucup > Email: [EMAIL PROTECTED] > Homepage: www.mangucup.net > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Life without art & music? Keep the arts alive today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/7zgKlB/dnQLAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
