Gua dituduh mosting hal yg ga berguna, sekarang gua kasih posting yg
menyehatkan unt orang Islam kalo dipraktekkan dgn benar.  Jadi posting
gua ini sangat berguna, bukan?

Posting di bawah ini bertanggal 16th February 2013, 20:40, diambil dr
forum.detik.com/kebenaran-hadits-sayap-lalat-scr-sains-t632092.html.
Jadi masih baru.

Hari gini masih ada aja orang Islam tolol yg ga mau minum air wudhu
lalat spy sehat, padahal itu adalah obat dari auloh dan nabi. Betul2
tolol.

Apa ada orang Islam yg mau bilang posting di bawah ttg obat dari nabi
ini ga berguna? Bakalan dilaknatin auloh dan segala yg bisa ngelaknat
tuh krn bilang obat mujarab dr auloh.nabi ga berguna.


Kebenaran hadits sayap lalat scr sains

Khalid bin Makhlid menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Bilal
Menceritakan kepada kami, beliau berkata : ’Utsbah bin Muslim
bercerita kepadaku bahwa beliau berkata : ’Ubaid bin Hunain
mengabarkan kepadaku Bahwa beliau berkata : Aku mendengar Abu Hurairoh
Radhiyallâhu ’anhu Berkata : Rasūlullah Shallallahu ’alaihi wa Sallam
bersabda :

”Apabila seekor lalat jatuh ke dalam gelas salah seorang dari kalian,
maka celupkanlah lalat itu lalu angkatlah (buanglah) karena pada salah
satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap satunya terdapat obat.”

Banyak yang menolak dan mengingkari hadits ini dengan alasan menyalahi
realitas dan bahkan ilmu kedokteran. Benarkah demikian?

Ulama Islam membolehkan meminum air itu dengan syarat lalat yang jatuh
harus dibenamkan lebih dahulu. Jika ingin mMengharuskan agar air itu
dibuang saja sebenarnya tidak masalah bagi orang yang kelebihan air,
mudah saja membuangnya tapi bagi yang kesulitan air, tentu
membingungkan. Sayapun jika memang air banyak ngapain minum air yg
sudah dihinggapi lalat. Tapi kalau air sedikit, alhamdulillah
Rasulullah memberi solusi terbaik bagi umatnya.


Kepada para penolak hadîts lalat ini, berikut sebuah bukti bagaimana
benarnya Nabiullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, dan
bagaimana mukjizat beliau akhirnya terkuak oleh sains dan pengetahuan
modern.

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Tim Departemen
Mikrobiologi Medis, Fakultas Sains, Universitas Qâshim, Kerajaan Arab
Saudi, beberapa peneliti muda yang terdiri dari :
1. Sâmi Ibrâhîm at-Tailî
2.’ dil ‘Abdurrahmân al-Misnid
3. Khâlid Dza’âr al-Utaibî
Yang dibimbing oleh Dr. Jamâl Hâmid, dan dikoordinasi oleh DR. Shâlih
ash- Shâlih (seorang da’i terkenal di Eropa), melakukan penelitian
tentang analisa mikrobiologi tentang sayap lalat. Laporan ini mereka
presentasikan ke acara ”Student Research Seminar” di Universitas
Qâshim, KSA.

Metode yang mereka gunakan cukup sederhana, yaitu mengkultivasi
(menumbuhkan) air steril yang telah dicelupkan lalat ke media Agar
[media yang berasal dari musilaginosa kering yang diekstrak dari
ganggang mereh, yang mencari pada suhu 100°C dan memadat pada suhu
40°C yang tidak dapat dicerna oleh mikroba,] kemudian mengidentifikasi
mikroba yang tumbuh.

Lalat yang digunakan ada beberapa spesies, dan sample yang digunakan
untuk tiap spesies terdiri dari dua sample, yaitu

sample air steril dimana lalat dimasukkan sedemikian rupa sehingga
hanya pada bagian sayap lalat saja, dan
sample air steril yang dimasukkan lalat yang dicelup seluruh tubuhnya.
Semua ini dilakukan secara aseptis (bebas mikroba) di ruangan khusus,
untuk menghindarkan terjadinya kontaminasi luar yang akan membuat
hasil penelitian menjadi bias.

Setelah itu, sampel air tadi dikultivasi ke media Agar dan diinkubasi
selama beberapa harisehingga kultur (biakan) mikroba tumbuh dan tampak
secara jelas. Hasil kultur mikroba tersebut diidentifikasi untuk
mengetahui jenis mikroba tersebut. Berikut ini adalah hasilnya :


Spesies Lalat A
Cawan Petri 1 :
sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air
steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya
terbenam).

Cawan Petri 2 :
sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air
steril yang dijatuhkan seekor lalat ke dalamnya tanpa
membenamkannya.

Hasil Penelitian :
Pada cawan petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi
oleh koloni bakteri patogen tipe E. Coli, yang merupakan penyebab
berbagai macam penyakit. Adapun pada cawan 1, pada awal mulanya tampak
tumbuh koloni kecil tipe E. Coli, namun pertumbuhannya terhambat oleh
mikororganisme yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri
Actinomyces yang dapat memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya
menghasilkan antibiotik yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan
actinomycin yang berfungsi melisiskan bakteri dan bersifat antibakteri
dan antifungi.





Spesies Lalat B

Cawan Petri 1 :
sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air
steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya
terbenam).

Cawan Petri 2 :
sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air
steril yang dijatuhkan seekor lalat ke dalamnya tanpa membenamkannya

Hasil :
Pada cawan petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi
oleh koloni bakteri patogen tipe Coynobacterium dephteroid, yang
merupakan penyebab berbagai macam penyakit. Adapun pada cawan 1,
tumbuh mikororganisme yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri
Actinomyces yang memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya
menghasilkan antibiotic yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan
actinomycin yang berfungsi melisiskan bakteri dan bersifat antibakteri
dan antifungi.


Spesies Lalat C
Cawan Petri 1 :
sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air
steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya
terbenam).

Cawan Petri 2 :
sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air
steril yang dijatuhkan seekor lalat ke dalamnya tanpa membenamkannya

Hasil :
Pada cawan petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi
oleh koloni bakteri patogen tipe Staphylococcus sp., yang merupakan
penyebab berbagai macam penyakit. Adapun pada cawan 1, tumbuh
mikroorganisme yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri
Actinomyces yang memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya
menghasilkan antibiotik yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan
actinomycin yang berfungsi melisiskan bakteri dan bersifat antibakteri
dan antifungi. Hasil yang serupa diperoleh untuk jenis lalat lain yang
banyak mengandung bakteri patogen Salmonella sp. dan Proteus sp., yang
terhambat oleh pertumbuhan Actinomyces.



Rasulullah tidak berkata dengan sekehendak hati tetapi diwahyukan oleh
Allah. Sebagaimana dikatakan dalam Al-Quran pada Surat An Najm ayat 3
yang artinya :
“Dan tidaklah ia (Nabi Muhammad saw) berbicara menurut hawa nafsu,
melainkan (dari) wahyu yang telah diwahyukan kepadanya” (QS. An Najm:
3 )

Dan sesungguhnya semua akan terjawab seiiring dengan berkembangnya
ilmu pengetahuan yang membuktikan kebenaran hadits ini. Sebab Allah
hanya member kita ilmu pengetahuan yang sedikit dan Allah Maha
Mengetahui terhadap sesuatu. Sebagaimana disampaikan dalam Al-Quran:



Seiring berjalannya waktu penelitian tentang lalat telah banyak
dilakukan. Selain penelitian yang saya jelaskan di atas, telah
ditemukan sebuah penemuan baru dalam bidang kedokteran di dalam hadits
ini dan majalah at-Tauhid di Mesir edisi 5 tahun 1397 H/1977M telah
mempublikasikan hasil penelitian Prof. Dr. Amin Ridha (dosen bedah
tulang di universitas Iskandariyah), yang menjelaskan bahwa dalam satu
waktu yang bersamaan lalat membawa kuman-kuman yang menyebabkan
penyakit, dan juga membawa bakteri “Faaj” yang melawan kuman-kuman
tersebut. Bakteri “Faaj” adalah bakteri pemangsa atau penerkam
kuman-kuman. Selain itu Prof. Dr. Amin Rodha juga menjelaskan bahwa
dunia kedokteran pernah menggunakan lalat sebagai obat untuk
menyembuhkan penyakit borok menahun dan paru (frambosia tropica). Ini
terjadi pada tahun 1930-an sebelum ditemukan struktur kimia sulfa.

Dalam penelitian lainnya yang telah dilakukan oleh team Departemen
Mikrobiologi Medis Fakultas Sains, Universitas Qoshim, Arab Saudi
menunjukkan bahwa di dalam lalat terdapat Actinomycetes yang dapat 4
berpotensi sebagai antibiotik terhadap bekteri yang juga terdapat pada
lalat tersebut.

Pada penelitian ini menggunakan dua sampel. Sampel pertama lalat
dicelupkan seluruh tubuhnya dan sampel kedua lalat hanya dicelupkan
sebagian saja. Hasilnya pada sampel pertama terdapat pertumbuhan
bakteri Escherichia coli yang dihambat oleh bakteri lainnya yaitu
Actinomyces. Pada sampel kedua bakteri Escherichia coli dapat tumbuh
bebas tanpa penghambat.

Selain itu sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Colorado di
Amerika menunjukkan bahwa lalat tidak hanya berperan sebagai karier
patogen (penyebab penyakit) saja, tetapi juga membawa mikrobiota yang
dapat bermanfaat.

Mikrobiota di dalam tubuh lalat ini berupa sel berbentuk longitudinal
yang hidup sebagai parasit di daerah abdomen (perut) mereka. Untuk
melengkapi siklus hidup mereka, sel ini berpindah ke tubulus-tubulus
respiratori dari lalat. Jika lalat dicelupkan ke dalam cairan, maka
sel-sel tadi akan ke luar dari tubulus ke cairan tersebut. Mikrobiota
ini adalah suatu bakteriofag yang tak lain adalah virus yang menyerang
virus lain serta bakteri. Virus ini dapat dibiakkan untuk menyerang
organisme lain. Bakteriofag sendiri saat ini sedang dikembangkan
sebagai terapi (pengobatan) bakteri terbaru.

Penelitian lainnya dilakukan oleh perusahaan farmasi Glaxo Smith-Kline
yang tengah mensponsori penelitian Dr. Joanna Clarke dari Universitas
Maquarie Australia. Pada mulanya penelitian menunjukkan bahwa pada
satu sayap pada bakterinya, sedangkan sayap yang lain ada proteinnya.
Kemudian Clarke dalam penelitian selanjutnya berusaha membuktikan
bahwa lalat mempunyai kemampuan untuk menghasilkan antibiotik.

Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan para ahli
tentang lalat dapat disimpulkan bahwa pada lalat tidak hanya terdapat
mikroorganisme pathogen, tetapi juga terdapat mikroorganisme yang
mampu menghambat dan memfagosit mikroorganisme yang meyebabkan
penyakit tersebut. Dan hadits Rasulullah yang telah disampaikan empat
belas abad yang lalu telah mampu dibuktikan oleh ilmu kedokteran
sekarang ini. Hal ini membuktikan betapa Allah Maha Mengetahui yang
telah memberikan kita sedikit ilmu pengetahuan.


------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke