Sebagai orang yang belum lama awal tahun ini terpaksa merogoh kocek untuk 
membeli laptop yang baru, saya selalu penasaran terhadap harga. Sekarang 
rupanya sedang berlangsung Mega Bazaar Computer 2013 di Jakarta. Berdasarkan 
informasi teman seangkatan yang belum lama datang, laptop di Indonesia dijual 
dalam keadaan tanpa ada OS-nya, hingga perbandingan harga dengan laptop di 
Sydney jadinya bukan perbandingan yang sama berhubung di Indonesia orang masih 
bisa pasang OS bajakan atau pakai Linux.

Pertimbangan saya memilih laptop dikarenakan kebutuhan dayanya yang kecil 
karena sekarang biaya listrik naik cukup banyak yang sebagiannya dikarenakan 
Partai Buruh ikut-ikutan orang Eropa mengadakan pajak karbon (carbon tax) 
segala. Pajak ini konon memberikan tambahan beban sekitar A$ 315 per tahunnya. 
Tapi kalau Partai Koalisi menang Pemilu akhir tahun ini tampaknya pajak karbon 
bakalan dihapus. Syukur dah.

Laptop paling hanya membutuhkan daya sekitar 100 Watt untuk beroperasi, 
sementara netbook jauh lebih kecil lagi. Robot saya cukup menggunakan netbook 
yang beroperasi 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu.  Seharusnya cuma 5 hari 
dalam seminggu, tapi saya malas tiap kali harus mensinkronkan sang robot dengan 
server milik broker yang tersebar di Asia dan Eropa pada tiap hari Senin.

Oktober tahun lalu saya membeli Ultrabook saat mereka mengadakan cuci gudang. 
Sang pelayan toko yang orang Bangladesh hanya bisa memberi korting tambahan 
sebesar A$ 5 dari harga khusus yang ada. Untuk Asus Zenbook UX32A-R3002V  Intel 
Core i3 2367M Processor* 4GB RAM* 230GB hard drive 24G SSD dengan OS windows 7 
Home Premium saya membayar sebanyak A$ 625. Sekarang bandingannya dengan MBC 
2013 
http://lipsus.kompas.com/megabazaar2013/read/2013/03/08/14250680/Daftar.Harga.Ultrabook.di.Mega.Bazaar.2013

Pada MBC2013 Asus UX31E yang merupakan produk yang jauh lebih baik dari 
Ultrabook yang yang saya beli dijual seharga Rp 10.779.000. Harga segini saya 
rasa tidak murah untuk sebuah Ultrabook yang bisa dikatakan sudah 'obsolete' 
karena sebuah toko 'online' di Santa Ana (CA) masih menjualnya cuma seharga US$ 
850 sudah termasuk dengan OS-nya. Tapi ongkos kirim dari AS pastilah mahal dan 
jelas bakalan ada tambahan biaya extra lagi kalau masuk Indonesia.

Saat Asus Ultrabook ini saya pasang indikator pada aplikasi MetaTrader-nya, 
saya baru menyadari bahwa prosesor i3 tidak mampu menampilkan 8 layar pasangan 
mata-uang sekaligus. Sekarang Ultrabook ini berfungsi sempurna dengan hanya 
menampilkan 2 layar pasangan mata-uang saja. Jadi saya membutuhkan sebuah 
laptop yang prosesornya mendekati 3 GHz dengan harga semurah mungkin. Pilihan 
akhirnya cuma tertinggal pada lagi-lagi produk cuci gudang yang dijadikan 
'factory scoop' sang penjual berupa 
http://www.jbhifionline.com.au/computers-laptops/laptops/acer-aspire-v3-571g-15-6-notebook-srp-999-factory-scoop/678025

Sekarang perbandingan dengan MBC 2013:
http://lipsus.kompas.com/megabazaar2013/read/2013/03/08/11301010/Berburu.Laptop.Mulai.Rp.5.Juta.di.Mega.Bazaar.2013
Jika saya bandingkan laptop Acer yang ditawarkan dengan harga laptop di Sydney, 
terlihat harga-harga laptop Acer di MBC 2013  lebih mahal karena di Sydney 
untuk harga yang sama bisa mendapat ukuran layar yang lebih besar (15,6 inci) 
disamping sudah berikut OS Windows 8.

Sekilas saja terlihat harga-harga laptop di Indonesia tidaklah murah. Saat 
tahun 1995 harga komputer di Indonesia jauh lebih murah daripada harga 
barang-barang yang sama di Sydney. Tahun 2001 harganya masih jauh lebih mahal 
daripada harga di Singapura hingga saya pernah blusukan di Sim Lim tower untuk 
mengumpulkan komponen-komponen komputer yang saya rakit sendiri. Semakin 
banyaknya orang-orang Asia yang berdagang komputer di Australia rupanya sudah 
membuat harga semakin kompetitif saja. 

Sekarang saya tidak perlu lagi lewat eBay semuanya membeli macam-macam dari AS 
atau Inggris yang ongkos kirimnya jauh lebih murah ketimbang dari AS. Tapi 
tahun saya masih bisa membeli cukup murah Logitech Couch Mouse dari eBay US 
saat harganya masih mahal di sini. 

Dengan hancurnya nilai tukar sterling (GBP) akhir-akhir ini kemungkinan 
berbelanja di eBay UK merupakan suatu alternatif yang lebih murah. Bagi pembeli 
yang penting kualitas terbaik dengan harga semurah mungkin.

BTW, Italia yang ekonominya lagi kedodoran dengan tingkat pengangguran tinggi 
barang-barangnya mulai semakin banyak masuk Sydney. Biskuit coklat buatan 
Italia yang berkualitas bisa didapat cuma seharga A$ 1 per kotak yang kalau 
buatan Australia harganya bisa mencapai A$ 2 - A$ 3 per kotak. 




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke