RADAR TIMIKA

Jumat, 09 Desember 2005  
Bensin Kosong di Timika 

Harga Bensin Eceren Melambung Rp 10.000 per Botol 

TIMIKA - Akibat cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin habis, Stasiun 
Pengisian Bahan Umum (SPBU) yang dikelola PT Astika, mulai sekira pukul 10.00 
kemarin, menghentikan pelayanannya.  

Ratusan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi dari berbagai jenis antri sejak 
pagi di halaman SPBU di pinggir Jalan Cenderawasih, SP II, hingga pertigaan 
jalan menuju SP V - Kuala Kencana, maupun depan kompleks perumahan Pemda. 
Khusus kendaraan roda dua antrian sampai pintu masuk SPBU. 

Kelangkaan bensin (premium) mulai dirasakan Rabu (7/12) sore dan mencapai 
puncaknya Kamis siang. Y. L. Marpaung, Pimpinan Join Bersama (Jober) Pertamina 
di Timika, mengatakan, stok premium yang ada sebesar 30 kiloliter, namun 
kemarin hanya bisa dipasok 10 kiloliter.

 "Diperkirakan bila kondisi cuaca dan laut baik, kapal yang mengangkut BBM dari 
Kaimana baru bisa sandar besok (hari ini) atau hari ini (kemarin)," ujar Y. L. 
Marpaung yang ditemui Radar Timika usai mengikuti rapat pembahasan ketahanan 
kebutuhan pokok di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) 
Kabupaten Mimika "Saya antri dari pukul setengah tujuh pagi," kata Udin, sopir 
taksi. 

Cadangan premium sebanyak 20 kiloliter, menurutnya, akan dipasok bertahap untuk 
mengantisipasi kekosongan sambil menunggu kapal pengangkut BBM tiba.  

"Kami meminta maaf. Pembatasan pengedropan (bensin) ke SPBU dilakukan karena 
kondisinya memang seperti itu. Masyarakat diharapkan bersabar menunggu kapal 
yang mengangkut BBM tiba," pintanya.  

Dari pantauan Radar Timika sejak pagi hingga pukul 13.00 kemarin, ratusan 
kendaraan antri. "Saya antri dari pukul setengah tujuh pagi," ungkap Udin, 
seorang pengemudi taksi kota. Udin mengeluhkan tidak adanya informasi awal dari 
Pertamina atau SPBU soal kondisi terbatasnya premium. Akibatnya, tidak tahu 
kalau stok bensin habis. Udin mengatakan terpaksa membeli bensin eceran di 
Sempan seharga Rp 20.000 untuk dua liter. 

 "Kalau tidak beli dua liter tadi pagi (kemarin) sebelum antri ke sini (SPBU), 
mungkin tidak bisa ke sini. Tapi sampai di sini bensin juga tidak ada. Jadi 
susah, tidak cari penumpang," sesal Udin. "Biasa kalau mau tahun baru memang 
begini," kata Aco, soir angkot jurusan SP-3. 

 Bensin Eceran Rp 10.000

Kurangnya pasokan bensin di SPBU, membuat bensin eceran yang kerap dijual 
pedagang di pinggir-pinggir jalan dengan harga Rp 5000 per botol, ikut kosong. 
Bila ada harganya melambung sampai Rp 10.000 per botol."Saya terpaksa beli satu 
botol, habis besok (hari ini) takut tidak bisa jemput anak sekolah langganan," 
ujar Asri, salah seorang pengendara ojek, kemarin."Sudah tiga hari kami tidak 
menjual bensin eceran," ujar Daeng, penjual bensin eceran di daerah Nawaripi.  

Pengamanan 

Mengantisipasi keadaan agar tetap normal, kemarin polisi melakukan penjagaan di 
SPBU. "Kami menerjunkan tujuh anggota untuk berjaga-jaga," ujar Ipda Agung Tri. 
Selain petugas berseragam lengkap, ada juga petugas intel yang berpakaian 
biasa. 

Mitan dan Solar Cukup

Sementara kondisi bahan bakar jenis minyak tanah dan solar, menurut Y. L. 
Marpaung dalam rapat sebelumnya, masih mencukupi ditambah pasokan yang akan 
segera datang. Dari data diketahui stok minyak tanah mencapai 187 kiloliter dan 
solar sebanyak 193 kiloliter. "Masyarakat tidak perlu khawatir," kata Y.L 
Marpaung .(hny/cr-42)

   


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Life without art & music? Keep the arts alive today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/7zgKlB/dnQLAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke