arra_s jelas belum pergi berobat ke psikiater..

Ngomongnya masih asal ngaco kayak dibawah ini.


--- In [email protected], "arra_s" <arra_s@...> wrote:
>
> 
> 
> mang nya anggota DPR ngga nelfon untuk nanya2 ke Uplik?
> 
> Uplik punya lelepon kan?
> kayak nya anggota DPR nya ngga tahu deh..
> 
> 
> --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> wrote:
> >
> > 
> > 
> > Adakah anggota DPR yang bertanya-tanya kenapa ada kelambatan keluarnya izin 
> > itu dan apakah izin itu memang ada gunanya?
> > 
> > --- In [email protected], Syam Hadi <t_sejati@> wrote:
> > >
> > > http://wargatumpat.blogspot.com/2013/03/pesisir-permainan-monopoli-komoditi.html
> > > Permainan & Monopoli Komoditi (Kasus Bawang Putih Hanya Sebagai Salah 
> > > Satu Contoh) Yang Bisa Menghancurkan RI
> > > 
> > > Hasil
> > >  penelusuran wartawan, ternyata kenaikan harga bawang putih saat ini 
> > > (sampai tembus rp. 85 rb/kg) karena ribuan ton bawang impor yang saat 
> > > ini tertahan di pelabuhan2 di Indonesia. Karena surat RPIH (Rekomendasi 
> > > Produk Impor Hortikultura) dari Menteri Pertanian tidak segera 
> > > ditandatangani. Sebab untuk dapat keluar dari bea cukai pelabuhan tiap 
> > > cargo bawang� itu harus sudah mendapat RPIH. Akibatnya barang menjadi 
> > > langka dan harga naik...
> > > 
> > > Tapi pada saat petani bawang putih lokal
> > >  sedang panen raya, izin RPIH malah dipermudah, sehingga saat di 
> > > Indonesia panen raya, malah dibanjiri barang impor sehingga harga 
> > > menjadi hancur, petani rugi. Sedangkan saat kita sedang tidak panen, 
> > > malah izin dipersulit sehingga barang menjadi
> > >  langka, harga melangit, konsumen menjerit.
> > > 
> > > Selain produk bawang 
> > > putih, ternyata perijinan semacam RPIH ini juga berlaku bagi produk 
> > > gula, kedele, sapi dll, dimana hanya pengusaha tertentu saja yang boleh 
> > > mendapat ijin impor dari menteri pertanian. Akibatnya aroma monopoli 
> > > tercium disana. 
> > > 
> > > Seharusnya untuk segala produk impor dimana 
> > > negara kita belum mampu memenuhi kebutuhan, seharusnya semua orang boleh
> > >  melakukan impor, tidak boleh ada pembatasan, sehingga masyarakat tidak 
> > > dipermainkan oleh para pedagang yang mendapat fasilitas dari pejabat 
> > > untuk melakukan monopoli.
> > > 
> > > Jika memang benar untuk melindungi 
> > > produk lokal, sebaiknya dibuat saja peraturan yang mudah saja, yakni 
> > > dengan melakukan pengenaan bea masuk bagi produk tertentu, sehingga 
> > > produk kita bisa terlindungi. Bukannya dengan alasan melindungi, tapi 
> > > malah melakukan monopoli yang malah sering menghancurkan produk lokal 
> > > dan mempermainkan konsumen.
> > > 
> > > Himbauan kami pada para
> > >  menteri dan pejabat lain, bahwa RI Ini negara anda sendiri, bukan 
> > > negara yang sedang anda perangi, sehingga korupsi, kolusi dan pemerasan 
> > > pada warga negara jangan dibuatkan pembenaran dengan alasan bahwa ini 
> > > adalah hasil pampasan perang, bagi hasil dll alasan untuk membuat label 
> > > halal bagi harta hasil korupsi, monopoli dll.. memangnya negara ini mau 
> > > anda robohkan dan anda rebut, dan hanya anggota anda yang boleh hidup 
> > > disini sebagai manusia, sedangkan warga yang lain anda anggap sebagai 
> > > tawanan atau warga kelas dua.
> > > 
> > > Apapun pembenaran yang dikemukakan,
> > >  ingatlah, bahwa permainan seperti ini selain menghancurkan NKRI, juga 
> > > menghancurkan masyarakat kita dalam segala bidang
> > > 
> > > Perkumpulan Persaudaraan Nusantara
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke