Pernah ngejajal ke pijat tuna-netra yang di jalan Pajajaran. Kualitas 
pemijatnya sih tidak masalah, harganyapun murah meriah. Tapi, ada tapinya, 
tingkat higienisnya kurang. Kurang nyaman rasanya kalau mencium bau bekas 
keringat yang cukup menyengat hidung saat dipijat, mana sumber bau sangat dekat 
dengan muka lagi.

Yang kami puas itu pemijat tunanetra yang lewat agen yang di jalan Setiabudi. 
Tinggal ditelpon dan dia datang ke rumah pakai ojeg. Jadi tinggal bayar biaya 
ojegnya saja yang tidak seberapa, hitung-hitung sudah mempekerjakan dua orang.

Wah, itu pijat yang A$ 50 tempatnya sempit banget, letaknya juga di dekat pintu 
keluar stasiun KA di kota. Tanpa ada fasilitas apapun juga, boro-boro ada 
wedang jahenya. Cuma pemijatnya sebelumnya sudah langganan sewaktu dia masih 
kerja di Chatswood sebelumnya. Untungnya, lewat asuransi kesehatan pribadi 
pengeluaran pijat ini masih bisa diklaim sekitar sepertiganya. Jatahnya sih 
sekitar A$ 600 per tahun untuk keperluan pijat. 

BTW, agak dekat Dahapati ada Timlo Solo yang lumayan juga.
Buntut gorengnya Dahapati memang gurih dan nikmat.


--- In [email protected], "johny_indon" <johny_indon@...> wrote:
>
> 
> 
> duluuuuu saya ngga terlalu tertarik dengan pijet2an.
> sampe suatu hari istri saya maksa untuk ikut ke tempat spa 
> langganan dia.
> dan ternyata dipijet itu uenaaak banget.
> akhirnya dialokasikan budget khusus karena acara pijet dibuat 
> agak rutin, tapi ngga serutin istri saya.
> karena istri saya seminggu 3x aerobic, dia lebih sering ke tempat spa.
> kalo saya mah yah "sepegelnya badan" aja.
> 
> dan memang ongkos spa di indonesia, dibandingkan dengan yg A$60 
> (600 rebu perak) per jam itu, jauuh lebih murah.
> 
> kalau di tempat spa, rata2 perjam sekitar 50-100 ribu, sepersepuluh 
> ongkos pijet di ostrali. di tempat2 tertentu udah termasuk minum 
> jahe hangat atau bandrek, sisir baru, dan cd disposable (yg dari kertas itu). 
> untuk konsumen cowok ada yg dikasih cukuran 
> jenggot baru. 
> tapi kalau di tempat pijet tunanetra, apalagi yg panggilan, jelas bisa lebih 
> murah lagi. temen saya bilang, pijet tunanetra yg 
> di jl pajajaran bandung itu murah dan enak. di situ memang ada pusat 
> pelatihan (sekolah?) para tunanetra. saya sih blm pernah coba.
> tempat spa kelas atas yg tarifnya mirip2 kayak di ostrali juga ada.
> namanya llamar, lokasinya di cipaku setiabudi.
> 
> di bandung, tempat pijet yg enak (tempat nyaman, masseur pro, 
> tarif relatif murah) ada beberapa:
> 1. zen di jl sukajadi deket mall pvj/bunderantaman, ini tempat selalu rame. 
> kalo dateng diatas jam 12 siang kemungkinan bakalan masuk waiting list. 
> recommended on trip advisor.
> http://www.zenfamilyspa.com/
> 
> 2. yuyuantang, persis di depan zen, belum pernah coba tapi dari 
> parkirannya keliatan selalu penuh dengan mobil2 premium
> 3. ubud spa di factory outlet bali heaven, perempatan pasirkaliki 
> (sekarang namanya jl hos cokroaminoto) pasteur, nuansa bali banget.
> 4. kekayon, jl surya sumantri deket kampus maranatha. ini tempat 
> favorit my bini, sampe bela2in jadi member karena diskon sekian 
> puluh persen kalo pake kartu kredit bank mandiri. nuansa bali juga.
> http://www.kekayonspa.com/
> 
> pokoknya kalo ke bandung jangan lewatkan 'nyepa' di tempat2 di atas, 
> abis itu baru ke dapur dahapati di cipaganti untuk menyantap sop buntut. 
> total cost pijet+sop buntut ngga bakalan lebih dari A$20 deh.
> 
> welcome to sorga!
> 
> --- In [email protected], "Teddy S." <teddyr@> wrote:
> 
> > Bermain forex memberikan rasa 'stress' yang sangat tinggi. Saya membaca 
> > dari forum bahwa ada seorang pemain yang saya duga dari Eropa Timur yang 
> > sudah wafat didepan komputernya. Itu sebabnya saya perlu menjaga kebugaran 
> > tubuh lewat gym dan pijat. Biaya pijat di Sydney berkisar antara A$ 50 - A$ 
> > 60 per jam. Bisa dibayangkan betapa murahnya pijatan para tuna-netra di 
> > Bandung yang beberapa tahun yang lalu tarifnya hanya Rp. 30.000,- per jam. 
> > 
> > Benar johny, hidup di Bandung bisa serasa hidup di surga. Tentunya selama 
> > kita punya duit yang cukup. Sayangnya, manusia umumnya tidak pernah 
> > mengenal batas berapa itu cukupnya.
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke