Setelah sarapan, shuttle dari hotel ke bandara datang menjemput jam 11.  Dari 
sejak semalaman sampe siang itu salju turun dengan lebatnya tanpa berhenti.  
Pesawat gw sebenernya jam 3 sore, tapi gw mendingan ke bandara dan menunggu di 
bandara aja.

Setelah sampe di bandara, salju masih turun dengan lebat dan gw udah mulai 
cemas pesawat akan di delay.  Rute penerbangan gw Boston, Philadelphia, lalu 
San Francisco menuju Medford, Oregon.

Kalo pesawat sampe di delay di Boston dan gw sampe misconnecting flight di 
Philadelphia, semuanya akan berantakan karena flight dari SF ke Medford 
merupakan pesawat terakhir jam 11 malam.

Bener juga feeling gw, keberangkatan pesawat di delay karena kondisi cuaca.  

Pesawat di delay 2 jam di Boston dan sampe di Philadelphia jam 6:30, sementara 
pesawat gw jam 6:00 udah berangkat.  Gw pergi ke bagian pelayanan United untuk 
minta penerbangan selanjutnya jam 8:00 malam.

Dia bilang pesawat jam 8 udah penuh dan cuman dikasih voucher hotel utk 
menginap di Philadelphia dengan diskon.  Itung punya itung, walaupun harga 
hotel di diskon tetep aja gw musti bayar 90 dolar per malam.

Gw lalu minta alternatif lain, si item kasih alternatif naik pesawat besok pagi 
jam 8 berangkat ke Salt Lake City, Phoenix, Portland, dan Medford.  
Penerbangannya lebih lama tapi gw bisa sampe di Medford sore hari, instead of 
tengah malam kalo gw masih pake tiket lama.

Gw book untuk jalur baru yang muter2 tersebut tapi gw tetep maksa supaya di 
masukkin ke waiting list stand by untuk next flight ke SF jam 8 malam.

Si item bilang percuma lah karena lo urutan ke 10 dan pesawat udah fully book, 
mendingan lo cari hotel dan ambil penerbangan besok pagi aja.

Gw nggak peduli..., gw bilang ke si item lo sebaiknya do as I say, lo masukkin 
gw ke stand by list for the next flight dan kalo gw nggak dapet kursi, gw 
bakalan balik lagi kesini dan kita ngomong lagi tentang pesawat besok pagi. 

Wong gw cuman sendiri, mosok sih kagak bisa dapet 1 kursi doang.  Udah gitu, 
cuacanya jelek banget, pasti ada lah satu-dua orang yang cancelled karena bad 
weather.

Alhamdulilah, gw berhasil dapet kursi dan pesawat berangkat jam 8 dan tiba di 
SF jam 11 malam dan udah pasti gw musti nginep di SF.  Biarin deh gw nginep 
semalam di SF, paling nggak sampe dulu di SF yang lebih familiar dan udah lebih 
dekat ke tujuan akhir.

Sesampainya di SF gw langsung telpon teman di Oregon dan mengatakan bahwa gw 
batal datang malam ini.  Temen gw bilang dia udah booking kamar untuk gw di 
hotel deket airport, sekitar 5 menit pake shuttle.

Hotelnya bagus, kamarnya besar dan harganya reasonable sudah termasuk breakfast 
pula.  Keesokan paginya, setelah breakfast, gw langsung ke airport walaupun 
pesawat berangkat pada siang hari.

Gw tuh paling males ketika ngelewatin Homeland Security, karena antriannya 
panjang banget.  Sabuk musti dilepas, sepatu musti dicopot, laptop dan ipad 
musti dikeluarin, dompet musti dikeluarin, pokoknya semua pernak-pernik yang 
menempel di tubuh musti dilepas.

Udah gitu kita masuk ke semacam tube untuk memeriksa tubuh kita, setelah keluar 
dari tube itu tangan kita diolesin lagi sesuatu untuk memeriksa residu di 
tangan kita.  Padahal itu kan cuman penerbangan domestik aja.

Amerika bener2 parno berat deh.

Anyway, gw tiba di Medford, Oregon jam 1 siang dijemput sama temen gw dan dari 
airport kita langsung lunch.  Lunch di restoran Cina harganya 10 dolar, all you 
can eat, dan makanannya beragama macam.  Ada steak, seafood, sushi, segala 
macam jenis makanan ada disini.

Murah meriah banget...

Fyi, Medford adalah sebuah kota kecil di Southern Oregon dengan populasi 
sekitar 60,000 orang.  Menurut gw kota ini adalah kota kecil yang populasinya 
lebih kecil dari Garut, tapi ternyata kota ini termasuk 10 kota terbesar di 
Oregon state.

Oregon, Washington, Montana, Idaho, adalah Northwestern states yang dikatakan 
sebagai 'pusat' dari WASP (White Anglo Saxon Protestan), sehingga tidak heran 
ketika gw masuk ke restoran semuanya bule.

Mungkin yang kulit berwarna cuma kita ber 3 beserta pegawai dan pemilik 
restoran itu.  Di kota ini nggak ada orang item, mungkin ada juga item tapi 
sangat sedikit sekali.  Lebih banyak Asian dan Mexican dibandingkan dengan 
item.  

Mexican disini juga bukan Mexican brengsek, anak genk atau drugs dealer seperti 
di LA, tapi Mexican pekerja keras yang kerja di restoran dan tukang taman.  So, 
they are cool.

Asian disini umumnya pemilik restoran Indonesia, Cina, Thai, Vietnam, atau 
pekerja kerah putih.  Orang Indonesia hanya ada sekitar 8 orang, 4 orang 
pemilik restoran, 2 orang suami istri dokter gigi, 2 orang kerja di bank dan 
mortgage.

Gw disini practically doing nothing, seperti sedang retreat aja deh.  Gw 
tinggal di rumah temen gw, lalu gw dipinjemin mobil untuk mobisasi gw kesana 
kemari, dan nonton tivi dengan seabrek channel dan movies dari cable tivi dan 
Apple tv.

Gw males pergi keluar karena disini masih snowing juga walaupun tidak separah 
di Boston.  Temperature tetep aja dingin, sekitar 1-3 C, dan itu sudah sangat 
dingin menurut ukuran gw.  Biasanya gw cuma keluar untuk beli kebutuhan di 
supermarket dan setelah temen gw pulang kantor, kita dinner di luar dengan 
keluarganya.

Hampir setiap malam gw dinner di luar sambil mengunjungi restoran punya temen2 
disana.  Kalo kita datang dinner disana, biasanya sih nggak bayar.  "It's on 
the house.  Duit lo kagak laku disini", katanya.  Lalu, biasanya kita berhitung 
berapa kira2 tagihannya dan kita kasih tip di meja sesuai dengan perkiraan 
tagihan itu.

Makanan Asia bagus juga prospeknya, banyak bule2 yang datang ke restoran Asian 
cuisine.  Ada bermacam macam jenis pelayanan dan harga, untuk 2 potong sate, 
dagingnya besar2 sekitar 200 gr, nasi, dengan peanut sauce, harganya sekitar 6 
dolar.  Konsumennya anak High School, anak kuliah, dan hippy.

Ada juga temen gw yang punya restoran fine dining, harganya diatas 10 dolar per 
plate dengan ukuran daging yang sama, nasi dan peanut sauce juga.  Perbedaannya 
di restoran ini kita duduk dengan nyaman dan dilayani dengan baik, sedangkan 
persamaannya, dua2 nya gw nggak bisa merokok. :((

Ada juga yang punya restoran sushi, lulusan sekolah di NHI.

Dia struggling kabur dari kapal pesiar di Florida, trus pernah kerja menjadi 
chef di Nobu Sushi punya Robert de Niro, setelah itu dia kawin dengan bule 
American.  Sekarang udah citizen dan menjadi part owner dari restoran sushi itu.

Sushinya sih menurut gw nggak terlalu istimewa, tapi untuk ukuran kota kecil 
seperti itu, restoran itu selalu penuh terus.  Gw biasanya makan sushi 
'Tengoku' di Radio Dalam, jadi menurut gw sih 'Tengoku' jauh lebih enak.  

Bedanya di Tengoku gw musti bayar, sementara disini cuman bayar tip doang.
Hehehe...

Gw pernah diajak juga dinner makan steak di Outback Steak House.  Porsinya 
orang Amerika memang besar sekali, steak yang paling kecil ukurannya 8 oz.  
Jadi, gw bukannya pesan dari menu dinner tapi pesan dari menu breakfast.

Pada menu dinner minimun size dagingnya 12 oz up to 23 oz, kalo menu breakfast 
minimum size nya ada yang 8 oz.  Itupun masih dengan segala macam side dish 
seperti salad, mash potato/french fries, tetep aja porsi makanan itu masih 
kebanyakan untuk ukuran gw.

Gw pesen Prime Rib, medium cook, salad dengan Italian dressing, mash potatoe, 
rasanya muantaap banget.  Dagingnya empuk banget dan disamping itu harganya 
sangat murah, dibawah 10 dolar sudah termasuk minum.  Dah gitu, Oregon memang 
tidak ada sales tax jadi kita tinggal tambahin tip aja.

Oregon ini sangat bertolak belakang dengan Boston.  

Segala macam disini sangat murah, seperti contohnya gw beli ipod generasi 5, 32 
GB.  Dimana-mana di seluruh toko yang menjual produk Apple di Amerika harga 
produk Apple udah pasti sama, harga ipod seperti itu 199 dolar dan ditambah tax 
tergantung dari sales tax nya.

Gw beli ipod di toko Fred Meyer di Oregon, harganya 189 dolar lalu gw dikasih 
bonus pula itunes voucher seharga 15 dolar, dan nggak pake tax pula.  Sehingga 
total diskonnya 25 dolar!  Good deal banget tuh...

Anak gw telpon minta ijin mau beli Google Nexus 7 di NY harganya 249 dolar, 
ditambah sales tax jadi sekitar 170 dolar.  Gw bilang nggak usah beli disana, 
beli aja disini nggak ada sales tax.

Jadi, gw udah bilang sama anak gw jangan belanja apa2 di New York, kalo mau 
belanja oleh2 di Oregon aja karena disini murah dan nggak ada sales tax.  Fyi, 
anak gw beserta delegasinya dari Boston ke New York lalu ke Washington DC 
karena diundang Konjen dan sekalian sight seeing disana.

Anyway, karena kota ini kecil jadi kesana kemari nggak sampe 10 menit udah 
sampe.  Kadang2 kalo bosen di rumah, gw pergi ke restoran temen gw, ngobrol2 
'the good old days' pada waktu masa bangor kita di Jakarta dulu.  

Atau gw pergi ke Driving range karena week end akan main golf dengan temen gw 
berhubung cuacanya bagus.  'Ada matahari', istilah orang disana.  "Big Match 
Golf East vs West".  It's not about the game, it's about reputation at stake 
here.  The winner takes it all, the loser gets all the shit.

Hehehe...

Golf disini harganya lebih murah sedikit dibandingkan di Jakarta, gw bayar 
green fee sekitar 30 dolar udah termasuk cart.  Bedanya disini dengan harga 
segitu bisa main seharian penuh, sementara di Jakarta harga green fee hanya 
untuk 18 hole aja.

Gw betah banget tinggal di kota ini, rasanya seperti berlibur.  Analoginya, 
sama deh kalo di Indonesia seperti berlibur di Bukittinggi yang dingin dan 
sejuk, tapi semua infrastrukturnya, tivi, internetnya kayak Amerika.  Asyiik 
banget kan tuh...

Setelah gw hampir 2 minggu disana, anak gw baru lah datang menyusul dan 
bergabung dengan gw disini.  Dia harus datang kesini dan 'pay some respect to 
the elder' dong.

Besoknya setelah anak gw dateng, kita pergi ke Portland dengan menyewa mobil 
dan otw ke Portland ada factory outlet di Woodburn, sekitar 20 menit dari 
Portland, untuk belanja segala macem oleh2.

Anak gw maunya sewa mobil seperti Mustang, atau semacam American muscle car 
lainnya.  Tapi berhubung dia under 25 jadinya cuman dikasih mobil ukuran 
standard.  Gw akhirnya sewa mobil Dodge Avenger, masih baru 'gres' dan 
tenaganya cukup besar juga.

Factory outlet di Woodburn ini besar banget dan hampir semua merek terkenal ada 
disini seperti Nike, Adidas, Under Armor, Bose, Lacoste, Oakley, pokoknya 
segala macem merk terkenal ada disini.  

Harga sepatu Nike dari 120 dolar di diskon 70% off, setelah bayar dikasir, 
ternyata di kasir masih di diskon 30% lagi.  Jadi harga sepatu itu cuman 
sekitar 30 dolar.

Pegimana gw kagak 'panik' belanja dengan harga diskon kayak gitu?

Makanya kagak aneh kalo di Amerika banyak orang punya penyakit yang disebut 
'shopaholic'.  Abisnya, memang keadaannya surga banget untuk belanja sih.  
Semuanya pasti ada diskon dan harganya sangat murah.  

Udah gitu, kalo kita beli barang dan kita pake beberapa saat barang tersebut 
lalu kita merasa nggak cocok dengan barang tersebut, kita bisa langsung balikin 
barang tersebut dan si penjual langsung menerima barang tersebut dan 
mengembalikan uang kita tanpa banyak tanya.

Perlindungan konsumennya sangat kuat sekali di Amerika.

Balik lagi ke Woodburn...

Setelah selesai belanja di Woodburn lalu kita meneruskan perjalanan menuju 
Portland yang jarak tempuhnya sekitar 20 menit.  Perlengkapan dan petunjuk 
disertai Garmin untuk restoran murah dan enak udah dipersiapkan dari sejak 
awal.  

Temen gw udah kasih petunjuk restoran yang enak dan murah di Portland.

Untuk dinner, gw berdua makan di "Spaghetti Factory Restaurant", nggak jauh 
dari downtown tempat hotel menginap.  Restorannya terlihat sangat mewah, gw 
udah pikir pasti harganya mahal.  Ternyata, kita makan dari mulai appetizer, 
main course, sampe dessert, abisnya dibawah 25 dolar berdua.

Besoknya, setelah breakfast kita jalan2 di dowtown Portland.  Portland kotanya 
kecil jika dibandingkan dengan SF atau Seattle.  Kotanya walaupun kecil tapi 
indah, rada mirip2 kota di Eropa dengan trem dan jalanan yang terbuat dari batu.

Gw sih duduk2 aja di Starbuck downtown menikmati kota Portland sambil nungguin 
anak gw keliling muterin downtown Portland sambil keluar masuk toko.  Karena 
downtown Portland memang kecil, so nggak terlalu lama juga gw menunggu dia 
selesai muterin downtown Portland.

Malamnya kita dinner di "Baja Fresh" restoran, nyobain Mexican food.  Gw sih 
suka masakan Mexican, tapi anak gw masih rada asing dengan makanan Mexican.  Gw 
ajakin dia makan Mexican food supaya bisa mencicipi semua aneka makanan 
disamping makanan umum seperti Western food, Chinese food, dan lainnya.

Gw pesenin dia Fajita dengan udang, gw makan Buritos dengan tender steak, dan 
nachos.  Kita berdua makan sebanyak itu dengan minum, bill nya nggak sampe 20 
dolar, sudah termasuk tip.  Enak, murah, value for the money.

Besoknya, setelah breakfast kita balik lagi ke Woodburn factory outlet untuk 
belanja lagi karena tempatnya memang otw pulang juga.  Sama seperti pada waktu 
datang, belanjanya makin banyak karena anak gw WA dengan ibunya, adiknya, 
sepupunya, tantenya, sehingga makin membengkak banyak titipannya.

Gw sih cuman pusing aja mikirin overweight aja.  Soale, airline cuman 
mengijinkan bisa membawa 1 koper seberat 50 lbs, 1 traveler night utk kabin, 
dan 1 ransel.  Well.., mumpung masih di Oregon  memang sebaiknya belanja aja 
sebatas maximum.  Push it to the limit.  Abis memang semuanya murah sih...

Gw udah bilang sama anak gw dan keluarga di Jakarta, nanti di San Francisco 
udah nggak belanja lagi.  Titipan udah nggak terima lagi karena koper sudah 
ditutup, kita cuma pake traveler night dan ransel aja. Sekarang ini waktunya 
belanja yang terakhir.

Perjalanan masih panjang sekitar 4 jam lagi dan diperkirakan sampe di rumah jam 
7 malam.  mobil musti dibalikkin paling telat jam 10 malam, sekalian ambil 
mobil untuk pergi ke San Francisco.  Udah gitu setelah sampe di rumah masih 
juga harus packing lagi karena besok pagi jam 5 subuh udah berangkat ke SF.  

Dua orang temen gw ikut nganterin ke SF karena saat itu week end, dan karena 
bawaan cukup banyak, jadi kita sewa mobil yang agak besar, Grand Cheeroke.  

San Francisco..., here I come!!


---



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke