http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/03/17/mjt7q7-situs-sejarah-islam-di-makkah-punah

Islam itu barbar...

Peningggalan sejarah dihancurkan.

Dulu patung Budha di Bamiyan (Afghanistan) yagn dihancurkanorang Islam.

Lalu manuskrrip dan bangunan bersejarah di Timbuktu...

Lalu bangunan bersejarah di Syria...

Sekarang peninggalan sejaerah di Makkah sendiri yang dihancurkan.


REPUBLIKA.CO.ID, MEKKAH -- Beberapa situs paling suci bagi umat Islam, Mekkah, 
di Arab Saudi terancam punah. Pemerintah Kerajaan di Riyadh setuju dengan 
pembangunan Masjidil Haram menjadi kawasan megapolitan. Akibatnya, beberapa 
peninggalan sejarah Rasul Muhammad saw dinyatakan hilang.

The Independent baru-baru ini mengatakan upaya penyulapan kawasan Masjidil 
Haram menjadi kawasan elitis telah berlangsung sejak sepekan lalu.

Sebuah dokumentasi yang dilansir beberapa media internasional menunjukkan 
aktivitas pengerukan tanah di sebalah timur Ka'bah. Jejeran eskavator melubangi 
lahan dan membumihanguskan beberapa situs-situs bersejarah umat Islam.

Dikatakan, situs yang telah hancur adalah tempat Rasul Muhammad mengawali 
perjalanan Isra' Mi'raj (620 M). Situs lain yang ikut dihancurkan adalah kolom 
peninggalan Dinasti Ottoman dan Dinasti Abbasiyah.

Di tempat-tempat tersebut, dikatakan menyimpan segudang peninggalan kejayaan 
Islam berupa dokumentasi kaligrafi (seni menulis ayat-ayat suci Al-quran) 
tertua di dunia. Tempat-tempat yang babak belur itu juga mengandung sejarah 
bagi masa Khulafaur Rasyidin (632 - 661 M).

Press Television mengatakan, Kerajaan Saudi mengklaim penghancuran situs-situs 
tersebut adalah bagian dari rencana pembangunan multi-miliar dolar. Pembangunan 
dikatakan untuk peningkatan kapasitas peziarah yang singgah ke Masjidil Haram.

Raja Saudi Abdullah juga menunjuk ulama Wahabi dan Imam Masjidil Haram, Abdul 
Rahman al-Sudais sebagai penanggungjawab pembangunan kali ini. Tercatat dalam 
kesepakatan, konsorsium bernama Binladin Group adalah sebagai pemenang tender 
pembangunan tersebut.

Binladin Group adalah salah satu anggota utama dalam lingkaran ekonomi terbesar 
di Arab Saudi. Konsorsium itu dikatakan menjadi pintu lebar bagi investor asing 
yang hendak menanamkan modalnya di Tanah Arab.

Binladen Group juga menjadi kontraktor utama perluasan kompleks Masjid Nabawi 
di Madinah pada 2012 lalu. Pemerintah Kerajaan Saudi memang gemar meremajakan 
kompleks Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah.

Saban tahunnya, miliaran dolar digelontorkan untuk ekspansi dan perluasan. 
Kerajaan berdalih ekspansi tersebut adalah untuk peningkatan layanan dan daya 
tampung peziarah.

Memang, saban tahunnya jutaan umat muslim melangsungkan ritual keagamaan wajib 
di Makkah dan Madinah. Perluasan diperlukan lantaran semakin membludaknya 
jumlah jemaah.

Tahun lalu, pembangunan dan perluasan di Masjid Nabawi, sempat mendapat kecaman 
luas dari kelompok muslim dunia. Sebab konsorsium ini menyulap rumah Rasul 
Muhammad di kompleks masjid sebagai toilet umum.

Makam manusia tersuci bagi Umat Islam itu juga pernah terancam akan dibongkar 
untuk tujuan serupa. Bagi keluarga kerajaan dan Wahabi, situs-situs relijius 
tersebut berpotensi melunturkan nilai-nilai keagamaan, dan mendekati 
kemusyrikan.

Direktur Islamic Heritage Research Foundation,  Irfan al-Alawi, mengatakan 
Kerajaan Saudi melakukan kecerobohan dalam pembangunan Masjidil Haram dan 
Masjid Nabawi. Perluasan kawasan semestinya tidak menjadikan situs-situs 
sejarah tersebut sebagai objek penghancuran.

Kata dia, penghancuran tiga situs penting Umat Islam kali ini adalah langkah 
signifikan menuju penghancuran situs-situs Islam berikutnya. Al-Alawi menuding 
Kerajaan Saudi sedang menghapus catatan sejarah Umat Muslim.

Kritikus sejarah peradaban islam lainnya mengatakan, penghancuran situs-situs 
Islam adalah penghinaan. Press Television menggolongkan aktivitas penghancuran 
tersebut sebagai bagian dari agenda terselubung untuk menghilangkan rekam 
sejarah agama samawi terbesar ini.

 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke