--- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Refleksi: Pantas kaum garis keras Indonesia bilang bahwa mereka menentang terorisme. > > > http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=129453 > > MILITER > > Kopassus Jajaki Latihan Bersama Pasukan AS > >
Waaah... inilah berita baru atau baru berita !!! Aku dengar, banyak kopassus beragama Kristen dan Hindu, hal ini sengaja disaring, karena pernah diuji coba di medan Timor Timur, banyak pasukan yang beragama Islam terjerumus mati konyol di Granat di-sumber air sewaktu ambil air wudhu. Ribuan tentara beragama Islam mati konyol kena ranjau yang dipasang gerilyawan diseluruh sumber2 air yang dekat dengan pasukan. Akhirnya, pemerintah RI mengerahkan pasukan khusus yang beragama Kristen yang bisa tidak mandi seminggu, tidak sikat gigi sebulan, sehingga tak cukup waktu 3 bulan, seluruh daerah yang telah meranjau pasukan2 yang mayoritas Islam itu berhasil ditaklukan oleh Kopassus yang Kristen dan Hindu ini. Sangat beda mental Islam dan mental Kristen/Hindu, perbedaannya ini bukan terletak dari orangnya melainkan latar belakang kepercayaannya. Islam mewajibkan shalat 5 waktu, waktu latihan tentara di Bandung atau di Magelang, mereka dilatih tidak shalat seharian karena sang pelatih bilang, shalat itu tak perlu pakai sajadah, cukup dalam hati saja sambil lari. Memang demikianlah tentara yang dilatih ini khan baru masuk, kalo engga lulus langsung out, padahal mereka itu untuk bisa masuk tentara saja harus nyogok lebih dari 10 juta rupiah, jadi bisa dibayangin deh, kebiasaan Shalat 5x ini masih lah bisa ditahan hingga diterima jadi prajurit tetap dulu. Demikianlah, setelah lulus, mereka jadi prajurit kebanggaan keluarga yang mampu menggertak ketua RT hingga kelurahan. Namun begitu masuk kemedan tempur di TimTim, hati mereka waswas, pikirannya cuma takut mati aja. Padahal waktu nyogok ingin jadi tentara, engga kepikir harus adu nyawa, mereka cuma berpikir bisa memeras tukang beca dan tukang bajai serta masuk restoran makan engga bayar. Demikianlah, akibat ketakutan ini, mereka perlu penenang yaitu shalat. Seharusnya shalat itu cukup 5x saja, tapi karena stress ketakutan, shalatnya bisa 12x sehari, karena sehabis shalat mereka merasa se-olah2 shalatnya engga syah, sehingga diulangi lagi diulangi lagi. Bisa dibayangin, kalo diJawa engga pernah shalat saja waktunya sempit, apalagi dimedan tempur yang harus waspada 24 jam. Kebanyakan Shalat yang tujuannya minta dilindungi Allah agar selamat, malah sebaliknya jadi celaka, akibat Shalat melulu, matanya ngantuk, musuh cukup 3 orang menyelundup bawa granat 3 peti seorang. Cukup 10 orang jumlah Granat jadi berjumlah ratusan bahkan ribuan banyaknya, semua ditanam disekitar barak orang2 yang sedang sibuk shalat ini. Dan mampuslah mereka semuanya, sekali meledak bisa 50-100 orang yang mati diterima Allah. Shalat minta selamat dapatnya Celaka. Entah siapa yang sialan disini, apakah Allah-nya atau umatnya yang salah menafsirkan lagi. Yang jelas Gerilyawan ini benar2 murni engga dibacking Allah atau God, karena mereka banyak yang animisme, namun kalo masuk kekota memang banyak yang katolik. Demikian juga dengan kebiasaan umat Islam mengenai kebersihan yang selalu dibanggakan, kebiasaan gosok gigi pakai odol, padahal AlQuran melarang pakai odol (haram), tapi demi kebersihan ayatnya dihapus sehingga odol laris dibeli kebanyakan Muslim. Wudhu itu cukup kumur2, sekarang pakai gosok gigi dan odol. Baunya enak engga bau jengkol kedoyanan orang jawa dan sunda. Tapi begitu terjun kemedan perang di-hutan2, musuh yang hidungnya cuma buat nafas dan menghirup udara segar dari alam, tiba2 dari jarak 3 km bisa mampu menciup bau odol atau sabun lux, mereka langsung bikin jebakan, celaka lagi muhajidin kita dengan sia2 atau konyol. Beda dengan Kopasus, kebanyakan beragama Kristen/Hindu, mereka tak perlu mandi, tak cuci baju, benar2 joroknya pengemis di blok M. Dalam hal ini harus diakui, Kristen dan Hindu menang kalo adu jorok2an, namun kalo di Jakarta mereka akan marah kalo dikatakan jorok, namun sewaktu dimedan perang, ceritanya sama sekali beda, yang jorok2 beginilah yang menyebabkan NKRI tetap berdiri, sedangkan para mujahidin yang rajin sikat gigi pakai odol dan mandi pakai sabun lux, hanyalah jadi bulan2an mati konyol. Yang mengherankan, mana ada AlQuran mengajarkan resep bikin odol dan sabun Lux, bahkan semua pabrik odol dan pabrik sabun Lux sekalipun pemiliknya orang2 kafir. Begitulah kenyataannya ajaran Islam bisa muter sana sini, namun sama2 cara shalatnya dan sama2 waktu shalatnya, bahkan juga sama2 pakai odol dan sabun Lux. Agar anda bisa bayangin, hutan rawa yang bau busuk, kemasukan tentara Islam dari Jawa, langsung hutannya jadi berbau sabun Lux campur odol. Bagaimana mungkin cara2 begini bisa menangkap gerilyawan Fretilin yang dikomandoi oleh Xanana itu ???? Dua jempol untuk Xanana, dia kalah cuma karena sakit, padahal yang namanya ABRI itu cuma jagonya dijalan raya dalam memeras sopir bis, sopir bajaj, dan sopir angkot saja. Begitu menghadapi kerjaan yang seharusnya professi mereka, waaaah...... benar2 memalukan, namun ditutup rahasianya rapat2 agar jangan memalukan Islam, dan lebih daripada itu jangan memalukan ABRI. Demikianlah, anjuran saya janganlah Kopassus yang diajak latihan bersama dengan pasukan AS, tapi pasukan2 islam itu yang dilatih untuk tidak boleh shalat, tak boleh gosok gigi, dan tak boleh mandi apalagi pakai sabun Lux. Memang pahalanya turun diakhirat nantinya, namun kalo shalatnya banyak sekalipun tapi matinya cepat, maka telat juga ngumpulin pahala untuk bisa diterima disorga. Apalagi kena ranjau orang2 kafir sehingga tubuhnya hancur luluh, mana mungkin diterima di Sorga. Tapi kalo memang yang dilatih itu Kopassus, kemungkinannya adalah melatih senjata2 modern yang terbaru untuk meringkus teroris. Dalam hal ini, tentu merupakan berita buruk untuk para terorist dan pendukung2nya. Kalo mereka biasanya membom dengan sasaran tukang kerupuk, tukang bakso dan tukang rokok yang mangkal didepan kedutaan, sekarang mereka akan dihadapi pasukan Khusus yang kejamnya engga ketulungan. Allah juga ngeri, apalagi umatnya !!!! Selamat saya ucapkan kepada Kopassus dan Komandan-nya, Saya yakin anda pasti sukses membasmi teror2 pengecut yang berusaha menunjukkan keberanian ala Samurai dan jibaku dari Jepang. Tapi karena sasarannya orang2 sipil yang tak tahu apa2, makanya tak bisa dianggap pasukan berani mati, melainkan pasukan takut mati. Seharusnya mereka membomb markas militer, saking ketakutannya, akhirnya mereka lempar ketukang rokok saja. Ny.Muslim binti Muskitawati. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Life without art & music? Keep the arts alive today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/7zgKlB/dnQLAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
