Artikel berikut saya rasa cukup menggelitik dan memberikan suatu peringatan untuk bersiap diri. http://www.opednews.com/articles/The-Battle-of-Cyprus-The-by-Ellen-Brown-130323-684.html
Jadi dalam hal ini kita harus jeli apakah negara tempat kita bermukim bank-bank-nya sedang kacau dan kurang regulasi karena keadaan yang terjadi di Siprus sudah terdengar beritanya dari dulu dan ini bisa saja menimpa setiap orang pada setiap saat. Mungkin sebagian besar dari kita tidak tahu bahwa jika kita menggunakan jasa bank untuk menyimpan dana yang kita miliki, entah berupa rekening koran maupun deposito, status kita itu adalah sebagai "kreditor" bagi bank. http://www.rbnz.govt.nz/research/bulletin/2007_2011/2011sep74_3HoskinWoolford.pdf Pada bab 3 halaman 6 artikel tersebut yang berjudul "Kebijakan OBR" kita mendapati: --- The reasons for making such a recommendation are prescribed in the Reserve Bank of New Zealand Act and include a bank being insolvent, or being operated in an imprudent manner, or that its circumstances pose a threat to the soundness of the system. Once the decision has been taken to put a bank into statutory management, the primary objectives of OBR are to: Ensure that, as far as possible, any losses are ultimately borne by the bank's shareholders and creditors consistent with the legal obligations they entered into. ... --- Jadi adalah salah kalau kita punya anggapan bahwa menyimpan uang di bank itu aman karena setiap saat kalau bank kesulitan akibat kesalahan mereka sendiri, maka mereka juga bebas untuk merampok dana titipan orang lain yang ada disimpan dalam bank tersebut. Jadi kalau begitu apa yang harus kita lakukan? Sekarang segala sesuatunya kita ketergantungan apada fasilitas yang diberikan oleh bank. Jadi idealnya kita punya akun pada sedikitya dua bank dan tentunya dari dua pemilik bank yang berbeda, misalnya satu akun pada bank nasional dan satu akun lagi pada bank asing. Jadi jika satu bank mulai terlihat bermasalah maka dengan mudah kita bisa memindahkan dana dari bank yang satu ke bank yang lain. Simpanan deposito di Indonesia sekarang dijamin pemerintah hingga tidak perlu banyak khawatir. Sebaiknya juga kita punya simpanan emas yang bisa dijual setiap saat menjadi uang tunai. Batangan emas dijual dalam berbagai satuan berat hingga kita bebas memilih agar bisa mudah dan flexibel saat menjualnya nanti. Sebagai alternatif kita juga bisa punya saham-saham 'blue chips' yang sangat likuid. Dulu saya pernah ditanyai oleh sang 'certified financial planner' dan saya jawab bahwa saya tidak punya deposito dan yang saya punya adalah saham yang bisa setiap saat saya jual kalau perlu dana. Bagi saya ada tambahan alternatif di mana broker saya bisa memberikan kartu debit MasterCard prabayar yang sekarang berasosiasi dengan sebuah bank asing di Amerika Selatan (tadinya berasosisasi dengan sebuah bank di salah satu negara Eropa) yang bisa dipergunakan untuk menarik dana diseluruh dunia. Segala transaksi yang dilakukan pada kartu debit prabayar ini dijamin kerahasiaannya dan tidak akan pernah ada informasi yang diberikan pada otoritas pajak dari negara manapun juga. Jadi sedia payung sebelum hujan. You have been warned!!! ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
