buat tambahan informasi dalam menangani banjir di jakarta..
mungkin bisa di cek link di bawah ini..

http://mariavazphoto.com/curitiba_pages/curitiba_parks.html

http://www.eoearth.org/article/Curitiba,_Brazil

curitiba..
cerita sukses sebuah kota dalam menangani banjir..

idenya datang dari seorang insinyur sipil Nicolau Kluppel..
dimana ide dasar nya adalah mengubah dataran titik titik banjir menjadi taman 
yang dapat di nikmati..
design taman ini bervariasi di sesuaikan dengan proses alami penyebab terjadi 
nya banjir..

nurut saya gagasan DKI2 Ahok yg melakukan tele conference untuk brainstorming..
dengan diaspora indonesia di seluruh dunia sudah tepat..
hanya saja perlu di lakukan dengan melibatkan langsung para ahli di bidang nya..
untuk masalah banjir di DKI..
saran saya adalah melakukan tele conference dengan para mahasiswa indonesia di 
seluruh dunia yg jurusan nya Urban Planning..
biasanya para mahasiswa ini di kelas mendapatkan case2 urban planning yang 
uptodate..
dan mereka kenal dengan topography kota jakarta..



--- In [email protected], Mulyadi Dharmadi Liu <yohanesmulyadiliu@...> 
wrote:
>
> *Ronggo Asmoro *<[email protected]>**
> 
> Panjang amat mas...
> 
> Betul pak. Dalam posting *Dua Kebutuhan Dasar Agar Jakarta Bebas
> Banjir*(17Jan13),
> isinya saja mencapai sampai 4146 kata. Maklum terlalu banyak topik yang
> ingin saya jejalkan dalam  satu judul itu serta beberapa response yang
> sempat saya balas.  Dalam kesibukan mengurus rumah tangga dan hebohnya
> anak-anak, bu Ansye belum pernah sempat selesai ngedit dan apalagi
> membacakan ulang hasil editan. Padahal waktu postingnya sudah terlalu lama
> tertunda. Namun karena feedback pak Ronggo, posting terakhir saya bagi
> dalam 2 judul. Trims untuk perhatian serta feed back pak Ronggo. Salam kami
> untuk keluarga di rumah...
> 
> * *
> 
> *JoHarifin*     TrainersClub@...
> 
> 2 hal apa sih agar Jakarta bisa bebas banjir?
> 
> Apa ilustrasi tanki oli itu efektif utk tanggulangi banjir di kawasan
> PGadung?
> 
> Walau mampu membebaskan Jakarta dari banjir tahunan, itu baru ada artinya
> seandainya saya mendapat (1) *kepercayaan* pak Jokowi dan pak Ahok. Namun
> seandainyapun memang saya dipercayai, itu juga baru bisa efektif seandainya
> saya mendapat (2) *kesempatan* melaksanakan dalam kontrak proyek yang nyata.
> 
> Oya, karyawan saya mengatakan tanki oli bawah tanah yang tercampur cuma 2
> drum (bukan 4). Jadi ke2 tanki itu kini dimanfaatkan sebagai tambahan wadah
> akumulator energi (454 liter udara terkompres/ bertekanan) sebagai extra
> cadangan energi untuk mendorong oli naik bagi 18 tanki lainnya yang tetap
> aktif walau listrik padam.  Sementara belum membuat beberapa tanki tambahan
> di lantai atas, untuk mengatasi kekurangan wadah untuk eceran oli, kami
> memasangkan pompa engkol  langsung dari drum Pertamina/ Shell di halaman
> parkir.  Sementara ini saya masih mengkaji untuk menggunakan pipa O 14" x
> 2,2meter atau O 37cmx 200cm dari bahan PVC tebal (murah, ringan dan anti
> karat). Namun pengalaman menunjukkan oli kemasan can plastik tipis (<2mm),
> dinding luarnya seringkali kotor karena rembesan oli yang terkena debu.  
> Karena
> belum pengalaman penggunaan PVC bagi oli untuk jangka panjang, jika ada
> waktu luang saya akan mengisi oli beberapa merk pipa PVC O 1/2" x 4meter
> (lebih kecil, tipis dan tinggi ) untuk diuji selama 3 bulan atau lebih,
> untuk memperkirakan resiko oli merembes belasan tahun ke depan. Jika
> rembesannya parah, mungkin saya harus menggunakan pipa besi, yang bagian
> luarnya tergalvanis lapisan seng atau dicat meni (lebih mahal, kokoh, tidak
> rembas).
> 
> Seperti lumpur panas yang terkompres di bawah proyek Lapindo di Sidoarjo,
> tanki bertenaga udara bertekanan mampu mengangkat elevasi air dalam tanki
> hingga bisa mencapai beberapa puluh/ ratus meter (setiap penambahan 1
> atmosfir kompresi= menaikan 13,6 meter air). Saat pembuatan tanki pertama
> (prototype), pak Ceknung (tukang las yang dulu bantu saya) selalu
> menggerutu menyatakan kendala-kendala untuk meyakinkan bahwa tanpa pompa
> sentrifugal (=pompa air) bertenaga listrik, oli dalam tanki tidak akan
> mungkin bisa naik. Setelah tanki pertama selesai, saya melakukan percobaan
> pada tanki yang diisi 5 ember air dan udara bertekanan sekitar 2,5 atmosfir.
> Saat ball-valve out-let saya buka, air langsung menyembur sekitar 20 meter
> (melebihi tinggi toko kami), sehingga sempat menghujani ojek-ojek yang
> sopirnya ikutan nonton. Setelah menyaksikan dahsyatnya semburan air artesis
> itu, sambil ikut-ikut ketawa pak Ceknung kembali bilang beberapa kendala
> mengapa air itu bisa naik dan menyembur demikian tingginya.
> (A-d-a-d-a-j-y... )
> 
> Tanki bertenaga udara terkompres itu mampu mengangkat elevasi air hingga
> puluhan bahkan ratusan meter serta juga bisa menggantikan karburator
> ataupun pompa bensin bagi mobil/ kendaraan. Namun untuk mengatasi banjir di
> kawasan Pulo Gadung, saya kira ada metode sederhana yang lebih murah.
> 
> Trims buat perhatian pak Jo.
> 
> 
> 
> *Affandi Tirtaraharja* [email protected]
> 
> Kalo aku baca email-email anda, aku punya kesan anda adalah Don Kisot,
> pahlawan kesiangan. Tidak semua ide anda pantas untuk diterapkan. Apalagi
> anda belum tentu termasuk orang yang memilih Jokowi-Ahok pada pilkada yang
> lalu. Apalagi anda menyebut-nyebut masalah penawaran. Sepertinya anda
> mengharapkan uang proyek untuk penawaran yang kita tidak jelas apa yang
> ditawarkan. Atau anda cari popularitas untuk keuntungan anda sendiri.
> Hehehe...
> 
> Ahh, pak Affandi bisa aja... Tapi bukan hanya bapak koq. Ketika di FT Unpar
> sebelum memasuki perawatan RSJ, saya kadang berpikir apa jangan-jangan saya
> itu seperti Don Kisot, penghayal yang menghidupkan hayalan dalam kehidupan
> nyata. Namun belakangan saya sadari bahwa Don Kisot dan saya adalah sangat
> berbeda. Don Kisot adalah tokoh fiktif yang dengan tombak dan baju besi
> kemana-mana naik kuda, menghidupkan hayalan dalam dunianya sehingga tampak
> aneh. Bagaikan mimpi di atas mimpi, seandainyapun Don Quichotte mampu
> mewujudkan hayalan, itu hanya akan terjadi masih dalam dunia fiktif
> karangan Miguel de Cervantes. Mulyadi Dharmadi adalah pribadi nyata yang
> juga berusaha mewujudkan hayalan sambil mengelola toko onderdil sambil
> menjalani hidup bersahaja (yang sejak 25Desember2007 bersama keluarga).
> Jadi untuk menjadikan hayalan pak Mul terwujud dalam dunia nyata, cuma
> tinggal satu langkah lagi, khan? Walau tidak semua ide pantas diterapkan,
> sesuai uji teknis dan jika konsepnya memang baik, efektif dan efisien,
> tentunya akan bermanfaat sekali jika kita terapkan. Mengenai penawaran,
> baiklah kita percayakan kepada kajian yang dilakukan pak Jokowi atau pak
> Ahok, sesuai kapasitas beliau berdua.
> 
> Saya tentu tidak memilih Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI, karena pemegang KTP
> kabupaten Bogor berhak untuk mengikuti Pilkada Jabar. Walau demikian, dalam
> mendukung Jokowi-Ahok saya bersama teman-teman berhasil mencegah Foke
> menggunakan joki bagi 1,3 juta (23%) pemilih (fiktif). Dengan mengabaikan
> protes 5 kontestan non-incumbant, 2Juni2012 dengan dukungan Foke, KPU
> menetap DPT=6.983.692, padahal pemilik e-KTP DKI legitimasi Mendagri
> 1Mei2012 hanya 5.660.660 orang). Ibarat 100km racing, sebelum bendera lomba
> dikibarkan, kendaraan Foke sudah berada pada jarak 23 km di depan garis
> start, sehingga jarak tempuhnya hanya tinggal 77km sebelum finish.
> Seandainya 1,3 juta `suara siluman' itu jadi digunakan untuk menambah suara
> Foke, pasangan Kontestan Incubant akan `mer-aih' 2,8 juta (=56%) suara pada
> Pilkada-1, sedang 44% suara sisanya akan dibagi untuk 5 pasang Kontestan
> Baru. Terbongkarnya rencana strategi curang, kewaspadaan warga DKI serta
> ancaman kemenangan yang bisa digugurkan pak Mahfud/ MK), Foke tidak berani
> menggunakan joki suara. Hambatan penerapan strategi `andalan' itu
> menyebabkan Foke gagal menguasai putaran pertama, sehingga pada putaran
> kedua tanpa hambatan `siluman', tim Mission Impossible bebas melesat dan
> merebut DKI-1 dan DKI-2.
> 
> Tahun 2005 kepada teman2 LP-62/AsiaWorksTrainings dan kepada
> BlueMountains2010peegroups, saya mendeklarasikan akan berkontribusi bagi
> masyarakat lewat milis minimal sebulan sekali. Setelah 8 tahun
> mengkontribusi posting, saya dikenal ribuan teman milis, mungkin
> adalah  konsekwensi
> yang lazim saja. Namun berkat feed-back teman-teman, saya menyadari adanya
> keraguan ataupun praduga niat tidak jujur. Bahkan juga berkat feed back pak
> Affandi, saya merevisi seandainya kontrak disepakati namun setelah diukur
> ternyata efektifitas produk dibawah standar, saya akan mengembalikan uang
> yang sudah diterima sehingga hanya tinggal 5% dari nilai kontrak (termasuk
> pajak dan akomodasi yang menjadi kewajiban saya).
> 
> Anyway, thank you for your honest feed back, pak Affandi...
> 
> 
> 
> *Ir. Kristanto Veiko* 12Feb13 [email protected],
> [email protected]
> 
> Semoga jalan selalu terbuka bagi kita semua. Amin.
> 
> Trims untuk dukungan pak Kris...
> 
> 
> 
> *Ir. Ardhiyanto Budirachman* 12Feb2013 SMA FonsVitae
> [email protected]
> 
> Mantap, Mul. Gua ada rencana mau ketemu nih...
> 
> Trims, Ardhiyanto. Nti klo ada kabar dari pak Ahok ato pak Jokowi, ay
> kontek yu deh...
> 
> * *
> 
> *Ronggo Asmoro                *15Maret2013     [email protected]
> 
> Semoga saya keliru....., Tapi setelah baca email ini kok pikiran saya
> teringat beberapa investasi bodong, bahkan inget dulu ada yg bilang bisa
> menghentikan semburan lumpur lapindo dalam hitungan minggu......
> TGTBT (To Good To Be True). Atau karena pengetahuan saya terlalu dangkal
> ya...?? Mohon pencerahan.... Matur nuwun
> 
> Wah baru mau posting balasan feedback, ada tambahan yang baru lagi.  Tapi
> klo nanti feed back soal solusi banjir, saya balas sekalian sesudah ada
> kabar baru dari PemdaDKI  ya...
> 
> Beberapa tahun yang lalu, saat tertidur saya bermimpi berjalan bersama
> seseorang (lupa) di pesawahan kering/ kebun singkong yang biasa kami lewati
> bersama ayah di dekat setu (danau) Gunung Putri.  Pada sawah/ ladang yang
> kering disitu ada lubang bekas sumur bor. Kemudian saya masukkan pipa PVC
> 4" , saya pasangkan tutup dop dan sambungkan dengan  keran ½", sehingga
> saya bisa mencuci tangan disitu. Keesokannya, saat terbangun, saya melihat
> saham BUMI milik pak Bakri yang saya miliki turun secara tajam. Kemudian
> (atau beberapa hari kemudian) saya telpon sdri. Risda (Kim Eng Securities),
> yang memberitahukan tidak terkendalinya semburan lumpur PT Lapindo (anak
> perusahaan BUMI Resources). Sejak saat itu, walau belum pernah menyaksikan
> gambar/ tayanagan mengenai dahsyatnya semburan di  Porong, saya selalu
> membayangkan bahwa menyumbat semburan itu semudah memasangkan selongsong
> pipa 4" dan keran ½".  Saya beberapa kali mencari relasi untuk kesempatan
> boleh ikutan mengatasinya, namun tidak berhasil. Padahal justru beberapa
> tahun setelah kejadian, ketika Metro TV menayangkan hebat serta luasnya
> semburan itu saya baru bisa mendapat gambaran yang jelas mengenai
> dahsyatnya tragedi itu. Namun kagetnya cuma beberapa jam saja, karena
> kemudian saya sudah mengetahui solusinya, sebagai pengganti metode
> mencelupkan pipa PVC 4".
> 
> Kebanyakan dokter tidak bisa mengobati pasien, bukan karena tidak tahu obat
> penyakit pasien, tetapi justru karena tidak mampu mendiagnosa masalah/
> penyakit pasiennya. Diagnosa secara tepat dan akurat bisa dianggap 85% inti
> pekerjaan dokter internis.Sedangkan untuk menentukan obat, resep,
> menyuntik, anggaplah 15% nya... (ya, klo salah bisa dimaklumlah karena saya
> bukan dokter... :~).  Saya sangat memahami kasus teknis Lapindo sebagai
> semburan air panas sumber artesis (=Geyser) yang bercampur lumpur. Menjawab
> pertanyaan, saya pernah menjamin Gunawan (teman sekelas di SMA FV), bahwa
> saya bisa menjelaskan dalam 60 detik sehingga ia (dan teman2 lulusan SMA
> IPA) akan mengerti teknik penyumbatannya.
> 
> Berbeda dengan pemahaman metode yang demikian sederhana (60 detik
> pemahaman), untuk menyumbat semburan itu memerlukan persiapan sekitar 3
> bulan atau lebih. Namun untuk pelaksanaan penyumbatan hingga `keran
> ditutup' (semburan terkendali), saya perlu waktu beberapa minggu.
> 
> Jika tahu caranya, menyumbat semburan Lapindo itu TETBT (Too Easy To Be
> True). Yang terpenting adalah dimulai oleh niat yang sungguh-sungguh. Dalam
> LeadershipPrograms/AsiaWorksTrainings, kami dilatih untuk memiliki
> mind-set: 100% INTENTION creates 100% RESULT (because MECHANISM will
> follow). Namun jika tidak berniat, seseorang tidak akan bisa melakukan
> bukan karena tidak mampu, tetapi karena memang sebenarnya ia memang tidak
> mau melakukannya.
> 
> Trims teman2 u feedback mengenai proposal solusi banjir. Untuk feedback
> yang baru/ belum terjawab/ belum tuntas, akan saya tampung dulu. Mudah2an
> setelah ada jawaban pak Ahok/ pak Jokowi, saya sempat membalasnya.
> 
> 
> 
> Salam KONSTRUKTIF,
> 
> Mulyadi Dharmadi
> 
> Anggota DEMOKRAT
> 
> *shared with everyone in the world ~ inspiration for goodness*
> *YohanesMulyadiLiu <https://sites.google.com/site/yohanesmulyadiliu/>*
> 
> https://sites.google.com/site/yohanesmulyadiliu/arsip-dokumen
> 
> *To:*
> 
> *[email protected] <to:%[email protected]>**, **
> [email protected]* <[email protected]>
> *,** **[email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]*<[email protected],[email protected],[email protected],[email protected]>
> *,**[email protected]* <[email protected]>*,**
> [email protected]* <[email protected]>*,**
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*,*
> 
> *[email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>* , **
> [email protected]* <[email protected]>
> 
> *[email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*,**
> [email protected]* <[email protected]>*,
> **[email protected]* <[email protected]>
> 
> *[email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, , *
> *[email protected],
> [email protected]*<[email protected],%20%[email protected]>
> *, 
> **[email protected]*<[email protected]>
> *, **[email protected]* <[email protected]>*
> , **[email protected]* <[email protected]>*
> * <[email protected]>
> 
> *[email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]*<[email protected]>
> *, **[email protected]* <[email protected]>*,* *
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*,**
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*,
> **[email protected]*<[email protected]>
> *, 
> **[email protected]*<[email protected]>
> *
> * <[email protected]>
> 
> *[email protected]* <[email protected]>*,
> **[email protected]*<[email protected]>
> *, **[email protected]* <[email protected]>*, ,P**
> [email protected]* <[email protected]>*,**
> [email protected]* <[email protected]>*
> * <redaksi@...>
> 
> *redaksi@...* <redaksi@...>*, **redaksi@...
> * <redaksi@...>*, **newsroom@...*<newsroom@...>
> *,**redaksi@...*
> <redaksi@...>*,**redaksi@...*<redaksi@...>
> *, **kirimanpembaca@...*<kirimanpembaca@...>
> *, **koran@...* <koran@...>*,**
> **john@...*<john@...>
> *,** **info@...* <info@...>*,**
> info@...* <info@...>*,
> **sekred@...*<sekred@...>
> *,*
> 
> *LEADERSHIP62**
> <**[email protected]*<[email protected]>
> *>, **[email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*,
> , *
> 
> *[email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*,
> **[email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*,**
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*,*
> 
> *[email protected]* <[email protected]>*,
> **[email protected]*<[email protected]>
> *, **[email protected]*<[email protected]>
> *, **[email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]*<[email protected]>
> *, **[email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, *
> *[email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> IES** 
> <**[email protected]*<[email protected]>
> *>*
> 
> *UNPAR** 
> <**[email protected]*<[email protected]>
> *>, **[email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, **
> [email protected]* <[email protected]>*, ,**
> Mulyadi.Lau@...* <Mulyadi.Lau@...>*,**
> **koh@...*<koh@...>
> *, **Basuki Tjahaja Purnama** **<**ahokbtp@...* <ahokbtp@...>*>,
> *
> 
> Ars'79 <Sinar_Tanudjaja@...>, Ars'79 LiemBunHong <Fugui_Liem@...>,
> SimSuparmanG <IdeKreasi@...>,
> Lau <Leoni_Sur@...>, Jia-Xiang Sabria <Samocha@...>,
> UKMaranatha SugiriKusteja <ibcindon@...>,  SNAFS-PRANA <
> Herman_Holidei@...>, SNAFS <Gunadi_W@...>, DKI.SunnyTanuwidjaja
> < stanuwid@... >
> 
> 
> Salam_Indonesia@..., [email protected],
> "Persaudaraan" <[email protected]>,
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke