Yang mau lu omongin di sini apanya plik, 
ulilnya, hukumnya, kumpul-kumpulnya, apa mental 
keoknya? 

Cobalah kasih kejutan sesekali. 


--- "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote:

> Teman akrab saya Liem SL mengirim link ini:
> 
> http://news.fimadani.com/read/2013/03/23/ulil-abshar-abdala-hukum-islam-kadaluarsa-tak-perlu-dipakai-lagi/
> 
> Ulil Abshar Abdala: Hukum Islam Kadaluarsa, Tak Perlu Dipakai Lagi
> 
> March 23, 2013 5:51 pm | Nasional
>  
> Ulil Abshar Abdala: Hukum Islam Kadaluarsa, Tak Perlu Dipakai Lagi
> tempo.co
> 
> Di antara pro kontra soal `Pasal Santet' dan `Kumpul Kebo' dalam 
> RUU KUHP, politisi Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdalla, 
> koordinator Jaringan Islam Liberal, menuding beberapa pasal dalam 
> hukum Islam memang sudah kedaluwarsa dan tidak sesuai dengan zaman.
> 
> Melalui akun Twitter @ulil, aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) 
> itu menegaskan bahwa hukum Islam yang sudah tidak sesuai dengan 
> zaman, tidak perlu dipakai lagi. "Beberapa pasal dalam hukum Islam 
> memang  sudah kedaluwarsa dan tak sesuai dengan zaman. Jadi ndak 
> perlu dipakai lagi."
> 
> Menurut Ulil, umat Islam tidak perlu malu untuk mengakui dan 
> belajar dengan dunia Barat, karena saat ini dunia Islam terpuruk. 
> "Dulu dunia Islam maju, Barat terpuruk. Sekarang terbalik. Ndak 
> usah malu mengakui dan belajar," tulis @ulil.
> 
> Ulil juga menyebut sejumlah keburukan dunia Islam sehingga 
> mengakibatkan mundurnya dunia Islam. "Contoh jelek dari dunia 
> Islam: Syiah-Sunni bunuh-bunuhan gara-gara saling anggap sesat," 
> tulis @ulil.
> 
> Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz 
> Bachtiar Nasir menilai komentar Aktivis JIL Ulil Abshar Abdalla 
> terkait tudingan bahwa pasal dalam hukum Islam sudah kadaluwarsa 
> dan tidak sesuai zaman dalam kicauannya di twitter sebagai statemen 
> manusia yang bermental pecundang.
> 
> "Kicauan Ulil Abshar itu adalah perkataan orang yang bermental 
> kalah. Lidahnya dibimbing oleh otak dusta," kata Da'i yang juga 
> Pembina Ar-Rahman Qur'anic Learning (AQL) di depan sejumlah 
> jurnalis Muslim, di kantornya Jakarta, Kamis (21/3/2013).
> 
> Alumnus Universitas Madinah ini menceritakan, Hirohito, setelah 
> Hirosima dan Nagasaki dibom oleh Amerika, berkata, bahwa kedua bom 
> itu tidak terlalu besar bagi dia. Senjata terbesar adalah perkataan 
> mereka, `Wahai Jepang, menyerahlah!'
> 
> Kata Ustadz Bachtiar, kalau Jepang sampai mendengarkan kata-kata 
> itu, berarti Jepang betul-betul kalah. "Nah, perkataan Ulil seperti 
> itu, ini tidak akan pernah bisa membangun peradaban Indonesia. Dan 
> dari perkataan orang seperti ini selamanya kita tidak akan pernah 
> bisa besar dan selalu bermental kalah," tandasnya, pada Ar Rahmah 
> Media.
> 
> Redaktur: Shabra Syatila
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke