Ali adalah sepupu dan juga menantu nabi Muhammad.  Hal ini jelas terjadi karena 
sebelumnya Abu Bakar meminang Fatima anak perempuan nabi tapi ditolak oleh 
nabi.  Kemudian Umar juga meminang Fatima, lagi2 ditolak nabi karena keduanya 
adalah penentang ajaran Islam.

Nabi Muhammad akhirnya menjodohkan Fatima dengan sepupunya sendiri yaitu Ali 
bin Muthalib karena Ali adalah pengikut yang setia ajaran Islam sejak pertama 
wahyunya diturunkan Allah.

Meskipun tidak disebutkan dalam AlQuran, namun bisa dipastikan, nabi Muhammad 
dibunuh oleh konspirasi Abu Bakar-Umar dan Usman.  Karena setelah wafatnya nabi 
Muhammad ternyata Ali bin Muthalib sekeluarganya juga di-kejar2 dan akhirnya 
dibunuh dipadang Karbala secara rahasia, namun rahasianya bocor karena ada 
pengikut Ali yang menjadi saksi mata selamat.  Sebaliknya pembunuhan nabi 
Muhammad rahasianya tidak banyak bocornya karena tidak ada saksi mata.

Sudah menjadi system budaya kekuasaan dimasa lalu, seorang raja atau penguasa 
mewariskan tahtanya kepada anak sulung, anak laki2, saudara sedarah yang 
terdekat atau kepada orang yang ditunjuknya sebagai pengganti.

Ali adalah pewaris ajaran Islam, sedangkan Abu Bakar hanyalah pewaris kekuasaan 
yang direbutnya dari nabi Muhammad melalui konspirasi pembunuhan.

Jadi disini ada dua hal yang perlu dipahami, yaitu mewarisi ajaran atau 
ideology, dan mewarisi kekuasaan dengan menentang, mengubah ideology sebelumnya.

Demikianlah bisa disimpulkan, sebagai muslimin anda boleh memilih mau mengikuti 
Ali yang mewarisi ajaran nabi Muhammad yang aseli, ATAU mau mengikuti Abu Bakar 
yang mewarisi kekuasaan nabi Muhammad dengan cara2 makar konspirasi dengan Umar 
dan Usman.

Itulah sebabnya, konspirasi Abu Bakar, Umar dan Usman akhirnya pecah, masing2 
menuntut bagian dari kekuasaan yang akibatnya Abu bakar dibunuh Umar dan Umar 
mengangkat diri Caliph jadi penggantinya.

Umar juga berkonspirasi dengan Usman dalam segala pembunuhan2 yang 
dilakukannya, tentu saja Usman akhhirnya menuntut bagian dari kekuasaan Umar, 
dan berakhir Umar pun dibunuh Usman dan Usman menjadi Caliph penggantinya.  
Demikianlah seterusnya, semua yang mengaku sebagai caliph pengganti nabi 
semuanya mati dibunuh.

Penguasa caliph atau raja atau emperor kesemuanya merupakan kekuasaan mutlak, 
tidak ada masa jabatannya karena dijabat seumur hidup dan diwariskan kepada 
keturunannya sebagai penggantinya.  Oleh karena itu kalo mau mengganti caliph, 
raja atau emperor bukanlah melalui pemilu melainkan melalui pembunuhan.  
Membunuh caliph, raja atau emperor adalah satu2nya jalan untuk mengangkat diri 
jadi penggantinya.

Sekarang kita mengenal Demokrasi dimana pemimpin hanya memilik jabatan 5 tahun 
dan pengangkatannya harus melalui pemilu bukan ditunjuk sebagai pewaris atau 
warisan.  Dan falsafah pemimpin kekuasaannya juga berbeda, kalo caliph, raja, 
dan emperor dulunya kaya raya dari memeras rakyatnya dengan pajak2, maka 
pemimpin sekarang sebaliknya harus mensejahterakan rakyatnya atau tidak 
terpilih lagi.

Dulu, rakyat berkewajiban mensejahterakan caliph-nya, raja-nya dan 
emperor-nyaSekarang, pemimpin berkewajiban mensejahterakan rakyatnya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke