--- In [email protected], "Jusfiq Hadjar" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>> 
>     Tapi kemajuan itu masih jauh dari kesediaan mereka untuk
>     mengakui kenyataan bahwa ajaran islam itu sungguh buas, ganas,
>     kejam, keji lagi biadab dan perlu di manusiawikan... 
>>>>

Kata-kata diatas juga sering muncul dari Yayat dan Aep (alm) teman
maen saat anak-anak sampai remaja. Cuma rada beda sedikit.

Mereka dengan mata merah, sehabis neggak Anggur OT campur tembaga
dan ramuan valium dengan anker beer melabrak masuk mesjid...
saat kita-kita lagi khusyuk senyap berdoa sehabis belajar untuk
test masuk perguruan tinggi. saat bersamaan kakak-kakak kita sedang
ditangkapin oleh intel kodim....sudah 4 hari gak ada kabar berita.

" Islam itu harus adil dan harus melawan, jangan cengeng seperti ini.
keras lawan keras, kejam lawan kejam, keji lawan keji....
ayo bangun... jangan berdoa melulu... ayo kita serang Kodim...!!!".
Tiba-tiba saja teriakan mereka echoing dalam kesenyapan malam...

Tentu saja, aku yang sedang bercucuran airmata minta lulus
terperanjat apalagi mesjid yang gelap tiba-tiba terang... malu aku.

alhamdulillah... aku lulus test, kakak-kakak kita juga bebas dan 
sukses, padahal saat itu aku dan si Ndul gak ikutan jadi islam keras
maksudku gak ikut nyerbu Kodim. Tahun 92 Aep meninggal ditikam anak 
buahnya yang nolak disuruh mijet. Yayat sampai sekarang masih 
sebagai "ahli islam" berdebat agama disetiap pangkalan beca dan juga
masih ahli linting gele.

Tapi memang dunia harus variatif, kalau gak ada Aep dan Yayat
tentu saja aku gak pernah bisa digolongkan sebagai islam moderat
karena Aep bilang, aku terlalu hobby sujud daripada melawan....

He he he he/....

lam-lekom
DjayaWikarta






>     Hanya bila mereka telah bersedia mengakui bahwa ada yang buas,
>     ganas, kejam, keji lagi biadab diajaran Islam itu, maka saya
>     akan bilang bahwa memang telah ada kemajuan besar. 
> 
> 
> On 12 Dec 2005, at 19:50, yoddy hendrawan wrote:
> 
> > 
> >   Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh,
> > 
> > Semakin banyak Ulama yang sepakat akan keharaman bom bunuh diri. 
Berikut kutipannya :
> > 
> > 1. Kitab Fatawa Al-Aimmah Fil An-Nawazil Al-Mudlahimmah : 
> > http://almanhaj.or.id/index.php?
action=more&article_id=1020&bagian=0
> > 2. MUI : 
http://tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/11/18/brk,20051118-
69399,id.html
> > 3. KH Mahmud [Perwakilan 12 kyai pengelola Pondok Pesabtren di 
Jatim] : 
http://tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/11/17/brk,20051117-
69306,id.html
> > 4. PBNU : http://www.republika.co.id/online_detail.asp?
id=221478&kat_id=23
> > 
> > Ditambah dengan :
> > 
> >                         FPI Haramkan Bom Bunuh Diri
> > http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=83696
> >                     JAKARTA--MIOL: Ketua Umum Front Pembela Islam 
(FPI) Habib Rizieq Syihab mengharamkan bom bunuh diri yang dilakukan 
di suatu negara dalam suasana damai seperti di Indonesia karena aksi 
itu merupakan buah dari kemaksiatan dan Islam sama sekali tidak 
mengajarkannya.
> >   "Jihad untuk syahid itu dianjurkan. Sedangkan bom bunuh diri 
diharamkan. Secara syariah, jihad dilarang menggangu anak-anak yang 
tak berdosa, wanita, orang tua, masyarakat sipil tak bersenjata dan 
membumihanguskan tempat secara membabibuta," katanya saat berbicara 
dalam seminar "Pemuda dan 
> Radikalisme" di Jakarta, Jumat.
> >   Rizieq mengatakan bahwa dalam jihad ada etika yang mengacu pada 
pada suatu 'rahmatan' di dalam Islam dan jihad itu bertujuan 
menciptakan kedamaian, bukan kerusakan.
> >   Menurut dia, mati syahid dan bunuh diri dengan menggunakan 
teror bom sangat berbeda.
> >   "Bom syahid dilakukan atas dasar iman, perjuangan dan 
pengorbanan, dan memiliki tujuan syariat yang jelas serta tidak 
mengorbankan orang-orang yang tak berdosa, sedangkan bom bunuh diri, 
berdasarkan hawa nafsu, emosi, dan keputusasaan sehingga ini tidak 
dapat dikatakan sebagai jihad," 
> katanya.
> >   Lebih lanjut dia mengakui bahwa di satu sisi "bom-bom hidup" 
itu merupakan ekspresi perlawanan kaum muda muslim terhadap kezaliman 
Amerika Serikat serta sekutu-sekutunya.
> >   Tetapi juga tidak bisa dipungkiri bahwa bom-bom tersebut 
ternyata justru merenggut korban dari kalangan muslimin sendiri dan 
bahkan "memangsa" anak-anak, wanita, dan orang tua yang tidak 
bersalah.
> >   Untuk menghentikan aksi bom bunuh diri di Indonesia, ia 
berpendapat, pemerintah atau aparat keamanan seharusnya tidak hanya 
menangkap dan menghukum mati para pelaku itu, tetapi juga harus 
menyelesaikan akar persoalannya yaitu ketidakadilan di negara ini.
> >   Di tempat yang sama, pengamat politik UI Arbi Sanit mengatakan, 
persoalan mengapa radikalisme yang mengagungkan kekerasan cenderung 
timbul di jiwa anak-anak muda harus dilihat dari akar masalah yang 
sesungguhnya.
> >   Arbi mengatakan, salah satu penyebab timbulnya semangat 
radikalisasi dalam anak muda itu karena mereka merasakan adanya 
ketidak adilan, baik yang dilihat maupun dirasakannya secara langsung.
> >   Berkaitan dengan kasus bom bunuh diri yang sudah sering terjadi 
di Indonesia dengan eksekutornya yang dominan berasal dari kalangan 
muda yang "rela" meledakkan dirinya, Arbi menilai hal itu dikarenakan 
mereka menjadikan sebuah nilai yang dianutnya sebagai suatu kebenaran 
mutlak.
> >   "Kita harus melihat agama secara sosiologis bukan dengan 
akidah. Jangan menjadikan nilai itu adalah suatu kebenaran," 
tegasnya. (Ant/OL-1)
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > Milis ini milis 3D, selain di Yahoogrousp juga ada Forum Apakabar 
dan homepage Apakabar. Milis ap
> akabar di moderasi - yang tidak mau di moderasi silakan main di 
Forum Apakabar, yaitu: http://forum
> s.apakabar.ws
> >  
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > 
> > 
> >  
> > 
> >
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Know an art & music fan? Make a donation in their honor this holiday season!
http://us.click.yahoo.com/.6dcNC/.VHMAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke