Perhatikan pula betapa rata-rata wartawan Indonesia yang juga ikut-ikut ketakutan untuk melakukan tugasnya buat menjelaskan bahwa berdasarkan bukti yang ada para pelaku serangan itu adalah anggota Kopassus...
Rata-rata wartawan lebih sering pakai istilah semacam "gerombolan bersenjata laras panjang"... --- In [email protected], Harry Adinegara <sans_culotte_30@...> wrote: > > > > > Subject: ..."where do I seek help, Dad'? > > > > Dasar anak muda yang terperanjat melihat bapak-nya yang sedang ter-menung2 > melihat > berita + gambar2 kekejaman soal adu kekerasan antar institusi pemerintah, > antara polisi dan tentara. > > ..."what are you staring at....at that disgusting pictures" ........,gambar2 > orang meninggal ,di-mana korban di-tusuk, di cacah2, darah ke mana2..... > > Aku sedang membaca dan melihat soal perseteruan antara personil polisi dan > tentara di Sleman. > Ngak tahunya anak-ku lewat dibelakang ku sewaktu membuka berita ini. Aku > jelaskan bahwa berita ini adalah soal polisi dan tentara yang sedang > bunuh-membunuh. Kedua belah pihak, baik polisi dan tentara menyalahkan pihak > lain dalam konflik ini, belum ada penjelasan bagaimana duduk perkaranya dan > siapa2 yang salah. Aku jelaskan panjang lebar soal kurang atau hampir tidak > adanya penegak-an hukum di Indonesia. > > Lantas dia(anak-ku) ini nyeletuk......"what I'm going to do....where do I > seek help Dad, say.... > if I got in trouble in Indonesia"......"solving the problems without > respecting the law?"..."why do they kill each other when they actually should > give an example,....to respect the law" > Aku nambahin, ini bukan satu individu melawan individu lain, tapi sudah jadi > ...amuk antar institusi, antara polisi dan tentara. Aku tersentuh, boso > jowo-ne ...bisa aku katakan aku dalam keadaan ...ke-mek-mek.....ngak bisa > jawab untuk sekian lamanya... Aku jawab .."ya hindari, dan hati2 bertingkah > laku kalau di Indonesia....Tapi pabila kecemplung dalam kesukaran, pabila > perlu bantuan hukum ya.....celaka 13 lah....karena di negara ini, apalagi > pabila kamu ini orang awam...jangan harap dapat perlindungan hukum.......ya > ..last resort...ya...pray to God aja-lah. Anak-ku ngeloyor pergi, entah apa > yang dipikirkan melihat gambar2 kejadian pembunuhan kejam ini. Pikirku > tentunya dia menghadapi jalan buntu, karena dia hidup dimana semisal ada > kejadian yang ngak bisa dihindari masih ada otoritas yang bisa ,atau paling > sedikit memberikan jalan keluarnya, atau hukum masih bisa diketengahkan untuk > membereskan problim yang dihadapinya. > > Sehubungan dengan ini, teringat aku sewaktu aku masih duduk di SMP di > Indonesia. Sering sekali aku dan aku demen sekali dengerin cerita2 wayang, > dari ibu konco baik-ku ,aku sapa beliau uwak T. Suatu waktu aku ke konco-ku > dan mendapati uwak T sedang diluar pagar dan ngomong2 sama tetangga-nya. > Sempat aku dengar kalau tetangganya itu ke-malingan, kemasukan pencuri. > Obrolan-ku dengan uwak T achirnya sampai ke soal polisi. Ya maklum waktu itu > aku masih bisa dibilang bocah cilik. Aku bilang : apa tetangga uwak sudah > ngelapor ke polisi? Sehubungan dengan ini pikiranku ngelantur ke berita > konflik antar ...so called defender of the people and justice...tentara > melawan polisi, uwak T bilang....."percuma ngelapor polisi, ujung2nya malahan > yang kecurian malahan jadi di-peras. > > Jadi selama lebih dari 6 dasa warsa republik ini masih belum bisa membenahin > perkara2 yang membutuhkan keadilan dan hukum. Berapa lama kita masih di > "harus"kan hidup dalam hukum rimba? Minta ampun deh...negara koq bisa di > delduwel-kan kayak begini ya! > > Harry Adinegara (hanya bisa ngelus dodo-boso jowo ini..artinya menghadapi > jalan buntu) > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
