Kongres Partai Demokrat sudah berakhir hari Sabtu kemarin di Nusa Dua, Bali. Seperti sudah diduga SBY menjadi Ketua Umum Partai Demokrat secara musyawarah mufakat, tidak melalui pemilihan voting.
Prosesi pemilihan Ketua Umum partai Demokrat di Bali mirip seperti perkawinan cara adat Jawa. Setelah EE Mangindaan memberikan arahan kepada anggota kongres bahwa SBY merupakan calon tunggal Ketua Umum Partai Demokrat, maka ke 7 anggota Presidium naik ke kamar SBY di lantai atas, dimana SBY menunggu selama kongres, dan mengatakan 'aspirasi peserta kongres untuk memilih SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat'. Dengan SBY menjadi Ketua Umum Partai Demokrat maka sudah jelas SBY memegang full control dari Partai Demokrat karena SBY selain menjadi Ketua Umum Demokrat juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. Untuk menambah makin ngawurnya Partai Demokrat setelah SBY menjabat 3 jabatan penting di partai, jabatan partai strategis penting lainnya Sekretaris Jendral partai juga dipegang oleh putranya sendiri Edhie Baskoro Yudhoyono. Sebagai Ketua Dewan Pembina, SBY menentukan segala keputusan dan policy dari eksekutif harus mendapatkan persetujuan dari Ketua Dewan Pembina. Sebagai Ketua Majelis Tinggi, SBY yang mempunyai keputusan akhir dari pencalonan Partai Demokrat untuk Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota di seluruh Indonesia. Sebagai Ketua Umum, SBY yang menentukan draft list kandidat caleg di DPR, DPRD, dan Capres/Cawapres. Hal ini sesuai dengan aturan KPU bahwa caleg dan capres hanya bisa sah jika ditandatangani oleh Ketua Umum partai. Dengan berbagai jabatan rangkap di partai dan juga merangkap jabatan sebagai Presiden, kayaknya akan sulit bagi SBY untuk fokus berkonsentrasi melakukan pekerjaannya sebagai Presiden karena Partai Demokrat sedang babak belur dan hancur lebur saat ini. Dalam waktu yang sangat dekat, sekitar 2 mingguan, semua partai harus memasukkan draft list caleg untuk Pemilu 2014 dan tentunya akan banyak menyita waktu SBY dan menghambat tugas dan fokus pekerjaannya sebagai Presiden. Jabatan SBY merangkap semua jabatan seperti ala 'Superman' ini bukan saja tidak etis tapi memang tidak ada fenomena seperti hal ini di negara demokratik di dunia. SBY ini memberi contoh buruk kepada demokrasi politik Indonesia. Hal yang paling memalukan adalah SBY menjliat ludah sendiri karena sudah berkali2 SBY mengatakan kepada jajaran menterinya ditahun 20011 dan 2012 untuk tidak merangkap jabatan dengan jabatan partai dan hanya tetap fokus di eksekutif. Sekarang ini SBY memberikan contoh buruk dengan Jero Wacik, EE Mangindaan, Syarief Hasan, yang kesemuanya merangkap jabatan, atau dalam bahasa politiknya, berselingkuh antara jabatan eksekutif dengan jabatan partai. Padahal, DPR saat ini sedang menggodok UU yang melarang dinasti politik di daerah dan nepotisme jabatan eksekutif. Eh.., malahan SBY dan pemerintah pusat memberikan contoh buruk dengan melanggar UU yang sedang digodok DPR. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
