Muhammad juga memilih kuil Dewa Shiva agama Hindu yakni Ka’bah (yang
dibangun oleh Raja Vikramaditya bagi sang Dewa Bulan Shiva) sebagai tempat
tersuci dan menuntut semua Muslim sholat dan menyembah ke arahnya. Sebagai
tambahan, dia memilih ibadah Hindu naik haji sebagai bentuk ibadah termulia
dan satu2nya ibadah yang dapat menghapus semua dosa. Dia memilih batu hitam
(Hajar Aswad, yang merupakan simbol lingga (atau alat kelamin), yand dibuat
sebagai bagian dari kuil Shiva Ka’bah oleh Raja Vikramaditya), sebagai batu
paling suci dalam Islam, untuk disentuh dan dicium oleh semua Muslim yang
naik haji.

Naskah Raja Vikramadityan yand ditemukan dalam Ka’bah di Mekah merupakan
bukti yang tidak dapat disangkal bahwa Jazirah Arabia merupakan bagian dari
Kekaisaran India di masa lalu, dan dia yang sangat menjunjung tinggi Dewa
Shiva lalu membangun kuil Shiva yang bernama Ka’bah. Naskah penting
Vikramaditya ditemukan tertulis pada sebuah cawan emas di dalam Ka’bah di
Mekah, dan tulisan ini dicantumkan di halaman 315 dari buku yang berjudul
`Sayar-ul-Okul’ yand disimpan di perpustakaan Makhtab-e-Sultania di
Istanbul, Turki. Inilah tulisan Arabnya dalam huruf latin:

“Itrashaphai Santu Ibikramatul Phahalameen Karimun Yartapheeha Wayosassaru
Bihillahaya Samaini Ela Motakabberen Sihillaha Yuhee Quid min howa
Yapakhara phajjal asari nahone osirom bayjayhalem. Yundan blabin Kajan
blnaya khtoryaha sadunya kanateph netephi bejehalin Atadari bilamasa-
rateen phakef tasabuhu kaunnieja majekaralhada walador. As hmiman
burukankad toluho watastaru hihila Yakajibaymana balay kulk amarena phaneya
jaunabilamary Bikramatum”.
(Page 315 Sayar-ul-okul) .
[Note: The title `Saya-ul-okul' signifies memorable words.]

Terjemahan Bahasa Indonesia-nya adalah:
“Beruntunglah mereka yang lahir dan hidup di masa kekuasaan Raja Vikram.
Dia adalah orang yang berbudi, pemimpin yang murah hati, berbakti pada
kemakmuran rakyatnya. Tapi pada saat itu kami bangsa Arab tidak
mempedulikan Tuhan dan memuaskan kenikmatan berahi. Kejahatan dan
penyiksaan terjadi di mana2. Kekelaman dosa melanda negeri kami. Seperti
domba berjuang mempertahankan nyawa dari cakaran kejam serigala, kami
bangsa Arab terperangkap dalam dosa. Seluruh negeri dibungkus kegelapan
begitu pekat seperti malam bulan baru. Tapi fajar saat ini dan sinar
mentari penuh ajaran yang menyejukkan adalah hasil kebaikan sang Raja mulia
Vikramaditya yang pimpinan bijaksananya tidak melupakan kami – yang adalah
orang2 asing. Dia menyebarkan agamanya yang suci diantara kami dan mengirim
ahli2 yang cemerlang bersinar bagaikan matahari dari negerinya kepada kami.
Para ahli dan pengajar ini datang ke negeri kami untuk berkhotbah tentang
agama mereka dan menyampaikan pendidikan atas nama Raja Vikramaditya.
Mereka menyampaikan bimbingan sehingga kami sadar kembali akan kehadiran
Tuhan, diperkenalkan kepada keberadaanNya yang suci dan ditempatkan di
jalan yang Benar.”


Banyak batu2 bagian dari Ka’bah yang menunjukkan kata2 Sanskrit yand
ditulis di jaman kaum pagan, akan tetapi gorden yang diletakkan di
sekeliling Ka’bah menutupi tulisan2 ini.
Hajar-e-Aswad merupakan batu hitam berbentuk oval, dengan diameter 7 inci,
tinggi 2 kaki 6 inci, dengan bentuk alat kelamin. Mencium dan berdoa pada
batu mewakili doa bagi syahwat dan kesuburan. Ini merupakan tata cara
ibadah Arab pagan yang juga dilakukan Muhammad dengan mencium
Hajar-e-Aswad, dan berdoa pada shakti (kata hindi untuk kekuatan) agar pria
punya kekuatan seksual yang jozzz dan kesuburan wanita yang top pula.

Sahih Bukhari, halaman 396, No. 808
Umar (semoga Allah memberkatinya) datang mendekat ke Batu Hitam dan
menciumnya dan berkata, “Jika aku tidak melihat Rasul Allah menciummu, maka
aku tidak akan menciummu.”

Sudah jadi pengetahuan umum bahwa orang2 Arab pagan yang kaya raya dan
makmur jarang berhasil menghamili istri2nya sekali atau dua kali dalam
hidup mereka. Akibatnya populasi orang kaya ini menurun. Untunglah ada
berkat kesuburan dan daya seks tinggi dari mencium dan menyentuh batu
hitam. Inilah sebabnya mereka diperbolehkan punya sampai empat istri dan
budak2 seks yang tiada batasnya, sehingga mereka bisa beranak pinak
bagaikan kelinci. Tanyakan saja pada orang Perancis kenapa dulu Muslim
jumlahnya sangat kecil dan tiba2 saja dalam waktu 20 tahun jadi sangat
banyak. Jika ini bukan bukti kebudayaan Islam, lalu apa sebabnya dong? (Dr.
Zaheer dan Dr. Ghamdi bisa membahas kenyataan ini dalam debates mereka di
FFI)

Salah satu tradisi Hindu yang dipertahankan nabi besar kita dari kebudayaan
Hindu masa lalunya adalah konsep air suci di masa naik haji gaya Hindu.
Menurut tradisi Hindu, air Gangga itu tidak bisa dipisahkan dari lambang
Shiva yang berupa bulan sabit. Di mana ada lambang Shiva, maka air suci
juga harus ada. Sesuai dengan hal ini, terdapat mata air tak jauh dari
Ka’bah. Airnya, yang disebut air Zam-Zam, dianggap suci karena secara
tradisional dianggap mewakili air sungai Gangga sejak jaman sebelum Islam.

Muslim pelaku ibadah haji yang pergi ke Ka’bah, menganggap air Zam-Zam itu
suci dan memasukkan sebagian air ke dalam botol untuk dibawa pulang. Hal
ini sama dengan yang dilakukan umat Hindu di sungai Gangga kalau lagi
melakukan ibadah keagamaan. Banyak kaum Muslim yang membasahi kain kafan
dengan air Zam-Zam, dan ini sama dengan tradisi agama Hindu kuno yang
membasahi jenazah dengan air Gangga yang suci.

Sang Nabi juga mempertahankan ibadah Hindu yang mengelilingi Ka’bah tujuh
kali pada saat melakukan ibadah haji. Hal ini pun dilakukan kaum pagan Arab
sebagai bagian dari ibadah Hindu sebelum Nabi menaklukkan Mekah. .

Hal lain yang diambil Nabi kita dari Hinduisme adalah konsep mengapus semua
dosa melalui ziarah ke kuil2 Hindu di sungai Gangga dan menyelam di air
Gangga. Sang Nabi berkata Muslim dapat menghapus semua dosa dengan
berziarah ke Ka’bah dan meminum air suci Zam-Zam. Konsep naik haji ini
merupakan win win situation bagi semua yang bersangkutan. Bayangkan saja,
Dewa Shiva akan senang melihat berjuta-juta umat datang, menyembah di
kuilnya, mencium lambang alat kelaminnya. Di lain pihak umat yang naik haji
termasuk para pembunuh, pedofil, pezinah, perampok dan pemerkosa semuanya
bakal senang karena dosa mereka seumur hidup dihapus begitu saja hanya
dengan berjalan tujuh kali mengelilingi Ka’bah. Selain itu, para pedangang
lokal dan Mualim (pemimpin doa) juga turut bahagia karena kebanjiran nafkah
besar.

Nabi Muhammad juga mempertahankan kata Eid yang diambil dari Hinduisme
untuk merayakan terlaksananya ibadah hajid di kuil Shiva Ka’bah. Dalam
bahasa Sanskrit, Eid berarti menyembah. Kata Islam Eid untuk hari raya
ibadah, merupakan kata asli Sanskrit. Kaum Hindu juga sembahyang sepanjang
malam pada dewi bulan Durga (Allah) di malam2 tertentu yang disebut
“Jagratta” dan percaya dengan melakukan doa semalam suntuk maka mereka akan
mendapatkan lebih banyak anugrah. Nabi Muhammad tidak mau Muslim kehilangan
anugrah2 ini sehingga dia mengikutsertakan tiga “Jagratas” dalam Islam,
yakni sholat2 shab-e-Qadar, Shab-e-Barat dan Shab-e-Meraj yang berharga
lebih tinggi dibandingkan sholat2 biasa. Muslim2 takwa sholat bagaikan
orang gila di malam2 suci ini untuk meraih berkat2 extra yang lebih banyak
(kebanyakan mereka tidak bisa berjalan lagi keesokan harinya setelah duduk
tegak sepanjang malam).
Kesimpulannya, Nabi kita mengikutsertakan ibadah dan konsep Hindu agar
Muslim juga diberkati oleh Dewa Shiva dan Dewi Durga (Allah) (juga oleh
Yahweh, Tuhannya Abraham, dan Ahuramazda, Tuhannya Zoroastrian, yang
ibadah2nya juga diambil Muhammad untuk menciptakan agama Al Islam).

-- 
Kuwaiti royal prince Abdullah al-Sabah Islam adalah penyakit kanker ganas
diperadaban dunia modern


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke