Di tengah hubungan diplomatik yang buruk, Amerika Serikat (AS) tetap
menyampaikan rasa duka cita mendalam atas gempa di Iran yang menewaskan 37
orang. Bahkan, AS menyampaikan niatnya untuk membantu Iran yang tengah
dalam pemulihan pasca gempa mematikan tersebut.

Gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) ini juga melukai 850 orang di
sejumlah wilayah Iran. Dilaporkan, ratusan rumah warga hancur dan dua buah
desa setempat luluh lantak akibat gempa yang melanda pada Selasa (9/4) sore.

Melalui juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Caitlin Hayden,
AS menyampaikan rasa bela sungkawa kepada seluruh rakyat Iran.

"Kami sangat sedih atas hilangnya nyawa dan kehancuran yang ditimbulkan
bencana ini, dan kami bersiap membantu rakyat Iran pada masa-masa seperti
ini," ujar Caitlin Hayden seperti dilansir *Reuters*, Kamis (11/4/2013).

Pernyataan AS tersebut cukup menarik perhatian mengingat selama ini, kedua
negara dalam tingkat hubungan yang tidak harmonis akibat isu senjata nuklir
yang diyakini AS, tengah dikembangkan oleh Iran. Berulang kali Iran
membantah tudingan tersebut dan bersikeras bahwa pengembangan nuklir yang
dilakukannya bertujuan damai.

Namun AS tetap saja meyakini bahwa pengembangan nuklir Iran akan digunakan
untuk tujuan militer. Dalam kunjungan kenegaraannya ke Israel bulan lalu,
Presiden Barack Obama menegaskan, AS tidak akan mengizinkan Iran untuk
mengembangkan senjata nuklir.

Di sisi lain, pernyataan AS ini serupa saat gempa bumi di Bam, Iran pada
tahun 2003 lalu, yang menewaskan lebih dari 26 ribu orang. Saat itu, Iran
menerima tawaran bantuan AS, yang berdampak pada melunaknya hubungan
diplomatik kedua negara, yang sempat terputus pasca revolusi Islam pada
tahun 1979 silam.

Akankah kali ini Iran kembali menerima tawaran bantuan AS?
______________________________________________________________________________________________________________________
Kuwaiti royal prince Abdullah al-Sabah Islam adalah penyakit kanker ganas
diperadaban dunia modern.

Kita jangan membenci Muslim, sebab mereka cuma korban. Mereka begitu karena
nabinya. Mereka bejat dan jahat juga karena nabinya. Kita seharusnya merasa
iba dan kasihan kepada Muslim.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke