Saya tidak pernah menyesal menjadi warga negara indonesia, memang 
saya malu dengan kelakuan goverment R.I dalam memeberikan 
pelayanan/perlakuan  terhadap rakyat banyak yang sangat sering 
merugikan sang rakyat.

--- In [email protected], Harry Adinegara 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Apabila sudah membaca seluruh "cerita horor" dibawah ini ,anda
(mungkin) , seperti saya juga akan mengumpat dan bilang: "saya malu 
dan menyesal jadi warganegara RI"
>    
>   Yang paling mengharukan yalah cara2 ini: bangsa memeras bangsa 
sendiri! 
>    "BERANIKAH SAMPEYAN MENGURUS KEPENTINGAN/URUSAN SAMPEYAN SECARA 
PRIVAT TANPA CALO MENGHADAPI BAPAK2 BIROKRAT?" Aku sangsikan 
tapi,monggo2 saja, setelah "berhasil" tolong ceritakan 
pengalaman "baik" sampeyan disini!
>    
>   Di negara deldel duwel memanglah dipegang teguh2 adanya banyak 
aturan untuk memuluskan jalannya  pemerasan secara "hukum" dan 
mengikuti "aturan"
>    
>   Semua cerita yang bersangkutan untuk cari kerja di LN disertai 
dengan data2 lengkap, jadi ini bukan orang yang mau mencemoohkan atau 
men-jelek2an Indonesia.
>    
>   Harry Adinegara
>   
> 
>   
> PENGALAMAN
> PENGURUSAN REKOM DEPNAKER
> 
> Nama Saya : Rustam Andeskun Bin Yurnalis
> Passport No : M 763721
> Calling Visa No : 032005197658
> 
> Saya mendapat pengalaman cukup menyakitkan terhadap perlakuan 
bangsa saya . Didalam negeri tidak ada lapangan kerja.
> Pergi keluar negeri saya dipersulit dan diperas.
> 
> Beda apa yang saya tahu dinegara Philipina, Pemerintah bersama 
aparat, mereka di Bantu habis-habisan oleh Negara dianggap sebagai 
pahlawan Devisa.
> 
> "SAYA MALU DAN MENYESAL JADI WARGA NEGARA RI"
> 
> Kronologisnya sbb :
> Saya dapat calling visa tgl 09 November 2005 di kirim oleh majikan 
ke Padang
> Berangkat ke JKT naik Bus dan mengurus konfirmasi keberangkatan tgl 
16 November 05 di Gulf Air. untuk berangkat 30 November 2005. Dengan 
modal calling visa dan PTA (paid advance ticket) Gulf Air memberikan 
ticket dan confirm keberangkatan kepada saya.
> 
> Tgl 18 November 05 saya ke Bandara Sukarno Hatta jam 11 malam 
dengan membawa : calling visa, ticket, kartu Depnaker Padang. Bagian 
ticketing tidak mau mengeluarkan boarding pass dan meminta saya untuk 
menghadap ke Depnaker Bandara lantai-II. Sebelumnya saya dipanggil 
oleh SATPAM Bandara dan Polisi, meminta dan melihat passport saya, 
dia menanyakan apakah anda teroris keluar negeri ?. Saya jawab tidak, 
dia lanjut tanya kenapa keluar negeri, saya jawab hidup susah 
dinegeri sendiri. Anda harus memiliki surat bebas teroris. Saya taya 
dimana mengurusnya, urus didaerah masing-masing Pada waktu jumpa saya 
dengan petugas Depnaker Bandara saya dinyatakan tidak bisa berangkat 
dan diminta menghadap ke Depnaker Ciracas Jakarta esok Tgl 19 
November 2005 saya pergi dan menghadap Depnaker Ciracas, nama petugas 
TURIMAN (bgn registrasi). Membeli materai RP 6000, isi formulir 
(surat pernyataan penduduk luar negeri / urus perjanjian kerja 
sendiri) dan menyerahkan kembali kebapak ke
> Turiman.
> Oleh pak Turiman saya diminta mengahadap bapak HARIYANTO NIP : 
160047115 (an. KASUBDIT PENYEDIAAN PENEMPATAN DAN KERJASAMA KAWASAN 
II, KASI PENEMPATAN DAN KERJASAMA). Sebelum menghadap, Satpam marah-
marah dan mencegat saya tidak dibolehkan menghadap pak HARIYANTO. 
Namun saya berusaha masuk dan dan dapat menemui bapak Hariyanto pada 
saat SATPAM lengah sibuk melayani calo-calo PJTKI karena saya 
menyaksikan calo tsb memberikan uang RP 50.000 kepada SATPAM tsb.
> 
> Pada pertemuan bapak Hariyanto beliau minta surat agreement kerja 
dan calling visa dan kartu Depnaker dari Padang. Saya serahkankan 
calling visa saja, selain itu saya tidak punya. Walau saya telah 
mencoba memohon agar Rekom Depnaker diberikan . Tapi pak Hariyanto 
tidak meberikan surat Rekom tsb. Saya diusir keluar untuk mengurus 
kontrak kerja dengan majikan di Qatar dan meminta surat (kartu 
kuning / surat pencari kerja Depnaker dari Padang. Diluar diruang 
informasi saya dipanggil SATPAM (Sugianto, telpon 081585248501) 
bersama para calo-calo sekitar 6 orang, salah satu namanya IRWAN, no 
telpon : 08176712652, katanya kalau mau selesai Rekom bayar RP 
3.000.000 tanpa persyaratan surat REKOM Depnaker bisa keluar.
> Karena saya tidak punya uang, saya tidak mampu membayar.
> 
> Saya kembali lagi ke Padang naik bus selama 4 hari (PP) dan kembali 
ke JKT Tgl 23 November 2005, di Padang saya berhutang sama tetangga 
RP 1.500.000 Kemudian menghadap lagi ke bapak Turiman Depnaker 
Ciracas dengan membawa agreement contrak yang baru saja di fax dari 
Qatar dan kartu Depnaker Padang, membeli lagi materai RP 6000 dan 
mengisi lagi formulir. Oleh pak Turiman saya disuruh menghadap bapak 
Hariyanto lagi. Saya serahkan surat yang diminta sebelumnya, namun 
Rekom Depnaker juga tidak diberikan, diminta lagi agar kontrak kerja 
di legalisir oleh KBRI di Qatar, juga surat kontrak asli yang telah 
dilegalisir oleh KBRI Qatar. Biaya saya telah habis, sedang Rekom 
belum juga keluar. Saya telah benar-banar kesal keinginan membunuh 
dalam hati muncul sambil keluar terus air mata kekesalan saya, dan 
SATPAM (pakai topi haji) mencemooh saya dan berkata serahkan saja RP 
2.000.000 kedia urusan bisa selesai, aman dan lancar. Sedang saya 
tidak punya biaya sebesar yang diminta.
> 
> Tgl 26 November 2005 saya kembali lagi ke Padang untuk mencari uang 
dan sambil menghilangkan rasa kesal, sedih, sakit hari, marah. Di 
Padang saya jual emas orang tua (paun rupiah emas) laku RP 2.550.000. 
Kembali lagi ke JKT kali yang ke III, menghadap lagi pak Hariyanto 
dengan membawa surat copy kontrak kerja yang disahkan oleh Labor Dept 
Qatar, kartu Depnaker Padang, calling visa. Oleh pak Hariyanto juga 
tidak mau mengeluarkan Rekom Depnaker. Lantas saya keluar, nampak 
sama pak Turiman saya dipanggil dan saya disuruh menghadap kantor 
Depnaker Pusat Jln Gatot Subroto lantai-6 menghubungi bapak Triadi. 
Saya kesana ketemu degan bapak Triadi, saya serahkan semua surat yang 
saya miliki. Jam 3.05 sore tgl 26 November 2005. Saya disuruh 
mnghadap kembali pak Triadi besok. Pagi tgl 27 November 05, pak 
Triadi tidak ditempat. Saya menungu diruang tunggu selama 5 jam mulai 
8.00 s/d 12 siang. Jam 12. pak Traidi datang disuruh saya photo copy 
seluruh surat-surat. Saya serahkan
> copy, saya disuruh pulang dan diminta datang lagi besok pagi. Tgl 
28 pagi jam 11 saya tiba dikantor Depnaker pusat jln gatot Subroto 
menghadap lagi bapak Triadi. Saya disuruh menunggu karena surat-surat 
banyak s/d jam 4.00 sore. Saya disuruh pulang dan datang lagi besok 
tgl 29 November 05. Tgl 29 datang lagi jam 9.00 pagi, disuruh 
membayar / stor bank BRI Jln. Ampang sebesar 15 USD. Naik ojeck ke 
jln Ampang, dan bayar 15 USD. Jam 11.00 selesai pembayaran. Kembali 
lagi ke bapak Triadi lantai 6, serahkan surat bukti pembayaran BRI 15 
USD. Saya disuruh pulang karana atasannya yang menanda tangani surat 
syarat-syarat Rekom sedang rapat.
> 
> Tgl 30 November 05 kembali ke Depnaker Gatot Subroto, tiba 10.00 
pagi, jam 1.00 siang baru diberikan berkas surat (dalam amvelop 
tertutup, tidak tahu apa isinya) disuruh bawa ke Depnaker Ciracas 
untuk mendapatkan Rekom tsb. Di kantor Depnaker Gatot Subroto sangat 
terkesan saya petugas acuh tak acuh dan tidak mau melayani urusan 
perorangan, kecuali PJTKI atau calo-calo.
> 
> Tgl 01 Desember 2005 saya kembali Depnaker Ciracas menghapap bapak 
Turiman, isi lagi formulir dan beli lagi materai RP 6000 dan membayar 
Jamsostek 40 USD dan menyerah amvelop tertutup ke pak Turiman. Surat 
formulir baru diserahkan kepada pak Hariyanto dan menunggu s.d jam 
6.00 sore. Pada jam 6.00 sore ini baru saya diberikan surat Rekom 
yang sebenarnya setelah urusan 12 hari pengurusan.
> 
> Tgl 12 Desember 2005 berangkat ke Bandara Sukarno Hatta dengan 
mambawa ticket, passport dan rekom Depanker. Dibandara surat REKOM 
Depnaker sama sekali tidak ditanyakan sampai saya saya tiba di Qatar.
> 
> SAYA MOHON KEPADA PEMERINTAH AGAR :
> 
> MENCABUT SURAT KEBIJAKAN KEHARUSAN REKOM DEPNAKER UNTUK TKI YANG 
AKAN BERANGKAT KELUAR NEGERI.
> 
> 
> 
> 
> 
> Send instant messages to your online friends 
http://au.messenger.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Know an art & music fan? Make a donation in their honor this holiday season!
http://us.click.yahoo.com/.6dcNC/.VHMAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke