Omongan seperti sujud sebenernya wajar saja terjadi pada para
penderita sindom rendah diri, inferiority, ataupun minority complex. 
Pola pikirnya sudah terbentuk dan terprogram untuk menjadi babu,
kacung atau anjing inlander akibat gak bisa melepaskan diri dari
warisan penjajahan belanda. Sensitifitas model omongan si sujud adalah 
sensifitas ngawur karena tidak memahami manusia dengan beragam
potensinya.  Seorang manusia bisa jahat bisa baik tergantung bagaimana
dia memberdayakan hati nuraninya, apapun agama yg dipeluknya, apapun
nasionalitasnya.  Karena secara fitrah - hati nurani dipunyai oleh
setiap manusia tanpa kecuali. Sindrom yang sama juga diderita oleh si
mus, yang begitu silau dengan image amerika sebagai pahlawan penegak
HAM.  Dengan kesilauannya tsb, si mus melihat taik hangat seolah
melihat bolu hangat bikinan om sur (kapan neh om sur bagi2 bolunya?),
maka tanpa ragu doski melahap hidangan HAM amerika tsb tanpa peduli
kalau si amerika sebenarnya cuman peduli pada kepentingan politiknya
dibanding esensi penegakkan HAM itu sendiri.  Padahal orang eropa
sudah lama sadar kalo amerika mempunyai borok2 pelanggaran HAM, gak
patut dijadiin model.  Sebagai contoh perlakuan amerika thd tersangka
terorisme; baru-baru ini amerika dinyatakan bersalah melalui
pengadilan eropa karena melakukan pelanggaran HAM dengan menculik para
tersangka tsb dan menyalahkannya karena melakukan penyiksaan thd para
tersangka.  Apalah lagi kalo kasus pembunuhan 500.000 jiwa anak2 di
Irak di gugat ulang, sudah sepantasnya omongan macam madam 'Mad'elin
Albright diganjar dengan hukuman gantung, dan amerika sudah epantasnya
tidak mengaku-aku lagi sebagai penegak HAM.  Dan bagaimana juga dengan
serbuan amerika thd sebuah negara sah, Irak, yg notabene sudah
dilucuti?  Apakah serbuan itu merupakan tindakan fair mengingat juga
tidak ditemukannya WMD yg jadi sumber permasalahan tsb? Bahkan serbuan
tersebut sudah melanggar putusan PBB bahwa serangan tsb tidak layak,
alias haram.

Sebagai muslim saya sangat beruntung karena Allah SWT telah
mengajarkan saya bagaimana menggauli manusia.  Islam mengajarkan semua
manusia adalah sama di hadapan Allah SWT, yang membedakan adalah kadar
ketaqwaannya (u see mus, ini adalah pilar HAM yg sudah diwariskan
muslim thd bangsa2 eropa).  Gak peduli kulit legam kayak negro, kulit
kuning ataupun bule, bahkan kulit beruk macam kulitnya kimhook, atasan
ataupun bawahan semuanya sama.  Gak perlu kita membungkuk2 dihadapan
seorang bule, karena si bulepun belum tentu memperlakukan kita sebagai
jongosnya. Gak perlu sebagai bawahan nunut manut thd atasan di luar
konteks kerjaan karena toh kita sudah memberi kontribusi berupa
tanggung jawab kita dalam melaksanakan tugas.  Sehingga sikap saya
baik terhadap tukang becak maupun pejabat adalah sama saja, kalau
mereka memperlakukan saya secara baik, saya akan bersikap baik pula
thd mereka, bahkan bisa lebih baik lagi. Kalau saya menghadapi seorang
bajingan, yah beginilah saya memperlakukan sujud, kimhook dan mus,
secuilpun gak ada niat buat naruh hormat.


Kembali dengan diagnosanya thd si sujud; si sujud sangat mungkin juga
adalah penderita psikopat yang sangat parah terhadap islam, bilamana
melihat salah seorang pesakitan yg kebetulan berKTP islam maka
neuronnya mulai berkontraksi seolah melihat taik kucing hangat yg siap
disantap. Yang mempunyai mental macam begini tentunya kalo hidup
bersosialisasi tentu gak bakalan pernah bisa hidup nyaman karena
potensi nalarnya cuman dipake untuk mencari kambing hitam. 
"Kecemburuan" thd agama tsb sangat mungkin terjadi karena beberapa
faktor, salah satunya adalah dia sendiri tidak pe de dengan agamanya
sendiri, bisa juga karena dia merasa ada kekurangan di dalam agamanya
sehingga perlu untuk ditutupi dengan cara menyerang agama lain
terlebih dulu.  Tentu hal ini berbeda dengan para agnostik macam mus;
 kekalutannya karena tidak kunjung menemukan rahasia eksitensi manusia
dan korelasinya dengan Yang Maha Pencipta, menuntunnya ke jalan yg
lebih ngawur dengan meneriaki semua agama sebagai rekaan. Terlebih
lagi sikap mus thd islam, yg memang lebih solid mempertahankan
orisinalitas ajarannya, semua cara dilakukan termasuk membual terhadap
ayat2 al quran dengan menafsirkan maksud ayat2 tesebut sekehendak
congor.  Bedanya dengan agnostik lain di prol macam Zhao, mus gak
jentel mengakui keagnostikannya, doski lebih nyaman berlindung sbg
muslim biar disangkanya orang bisa lebih mudah dikibulin.  Padahal, 

semua bualan bodoh thd al quran cuman mempermalukan kadar intelektual
si mus sendiri yg tidak memahami ayat2 secara utuh.  Apakah titel
profesor (akunya si mus) bisa membuat silau orang.  Tidak. Ki Joko
Bodo yg paranormal aja bisa koq punya titel profesor honoris.  Kalo
titel profesor yg dipunya mus justru karena kemoronannya sih masih
bisa masuk akal dan pantas.

Jadi, gak ada saran yg lebih bijak selain memberi rekomendasi kepada
yg bersangkutan untuk memperbaiki kondisi mentalnya.  Saran serupa
juga teruntuk kimhook; karena terus terang saja melihat konten omongan
sujud sama kimhook sangat sulit dibedakan.  Mungkin acara macam
gathering penderita sindrom serupa bisa menjadi terapi dibanding harus
mengurung diri di kamar sendirian.  Serius neh, saya cuman kasihan
kalian pada kalian pade.:-) Tentu jusfiq jgn dipilih buat yg jadi
mentornya...hehe 



--- In [email protected], "komodo_nyc" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Mang Deden,
> 
> Double standard itu senjata ampuh domba2 sesat,
> 
> spt yg saya bilang gajah di depan mata gak kelihatan, semut disebrang 
> lautan kelihatan.
> 
> Jadi kelihatan banget bodohnya, tapi gak realise2 juga ... mungkin 
> karena kebanyakan di bodohin oleh pendeta2nya ttg teori trinitas, 
> dosa turunan, pengakuan dosa, dll. 
> --- In [email protected], "mangdeden1" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Orang ostrali apa kudu malu juga kalo ada warganya yg ketangkep di
> > indonesia bawa narkoba?
> > Orang amrik apa kudu malu juga kalo ada warganya yg masukin heroin 
> ke
> > indonesia?
> > Orang belanda juga apa kudu malu juga krn ada warganya yg sodomi 
> anak2
> > kecil di bali?
> > 
> > Apa kudu latar belakang agama mereka diselidiki jg?
> > 
> > Saya gak perlu malu sama perbuatan orang perorang yg kebetulan orang
> > INA lantas bikin onar di luar negeri, toh yg namanya manusia punya
> > setannya sendiri2.  Apa perlu juga sikap kasar kamu dimilis, saya
> > tilik juga dari latar belakang agama kamu?
> > Orang sensi seperti kamu memang pantasnya masuk rehab jiwa.
> > 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Know an art & music fan? Make a donation in their honor this holiday season!
http://us.click.yahoo.com/.6dcNC/.VHMAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke