HARIAN ANALISA Edisi Sabtu, 17 Desember 2005
CLDS: Indonesia Alami Ledakan Pengangguran dan Kemiskinan Jakarta, (Analisa) Indonesia mengalami ledakan pengangguran dan kemiskinan pada akhir 2005 dan akan terus berlangsung hingga awal 2006 jika pemerintah tak memberi perhatian serius pada masalah ini. Direktur Center for Labor dan Development Studies (CLDS) Dr Bomer Pasaribu di Jakarta, Jumat, mengatakan pemerintah harus serius menangani pengembangan usaha mikro, pertanian, nelayan dan pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya untuk mencegah dampak sosial dari ledakan pengangguran. Bomer yang sedang mempersiapkan evaluasi akhir tahun 2005 dan proyeksi 2006 mengatakan angka pengangguran Indonesia saat ini mencapai 40,1 juta. Artinya, terdapat 40,1 juta angkatan kerja yang sama sekali tak bekerja, setengah menganggur dan pengangguran terselubung. Setengah menganggur adalah mereka yang bekerja kurang dari 40 jam dalam seminggu, sementara pengangguran terselubung adalah mereka yang mengeroyok suatu bidang pekerjaan yang seharusnya dilakukan beberapa orang saja. Jumlah mereka yang sama sekali tak bekerja saat ini (2005) diperkirakan sekitar 11,6-11,9 juta jiwa. Bomer memperkirakan jika tak ditangani dengan baik maka jumlah mereka akan menjadi 12,5-12,6 juta jiwa pada 2006. Selama 2005 saja, kata mantan Menaker itu, terjadi penambahan pengangguran 1,5-1,8 juta jiwa. "Itu angka moderat setelah terjadi kenaikan harga BBM dan inflasi yang mencapai 18 persen," katanya. Sebenarnya, kata peraih gelar Doktor dari IPB itu, jika tak terjadi kenaikan harga BBM angka pengangguran Indonesia pada semester pertama 2005 sudah mencapai 600.000. Artinya, jika dalam setahun angka itu akan menjadi 1,2 juta selama 2005. Karena itu pula, Bomer tertawa ketika Depnakertrans, seperti dikutip sebuah media massa mengatakan penambahan pengangguran hanya 109.000 jiwa. "Setelah otonomi daerah sistem pelaporan di pemerintah daerah hingga ke pusat amburadul. Untuk sistem laporan dari Pemerintah Kabupaten/Kota ke Provinsi saja sudah amburadul apa lagi ke Pusat," kata Bomer. Bomer menilai angka dari Badan Pusat Statistik lebih mendekati kenyataan daripada angka dari bekas kantornya tersebut. Ketika ditanya dampak dari tingginya angka pengangguran dengan tingkat kriminalitas, Bomer mengatakan, dampaknya tak hanya langsung terasa pada peningkatan angka kriminalitas tetapi juga pada penyakit sosial lainnya, seperti meningkatnya jumlah pengemis, jumlah penduduk miskin yang kini angkanya terus meningkat karena semakin banyak penduduk yang tak malu lagi mengaku miskin karena adanya bantuan langsung tunai (BLT) yang akan dibagikan lagi untuk tahap kedua pada Januari 2006. Dia juga mencatat semakin banyaknya praktik ekonomi tinggi seperti, pemalakan di jalanan, di pos-pos tertentu, pungutan liar baik oleh preman maupun aparat, aksi demo dan penyakit sosial lainnya, termasuk meningkatnya pelacuran, serta eksploitasi sumber daya alam liar, seperti pasir, illegal logging dan pertambangan liar. Kondisi ini menurut Bomer jika tak segera ditangani serius, seperti pemberian perhatian kepada usaha mikro, perbaikan sistem pertanian, pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya maka pengangguran dan kemiskinan akan menjadi problema sosial yang sangat serius di tahun 2006. (Ant) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Know an art & music fan? Make a donation in their honor this holiday season! http://us.click.yahoo.com/.6dcNC/.VHMAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
