Wah masa yang investigasi dan menemukan fakta bahwa perusahaan itu 
fiktif malah wartawan/ masyarakat. Pihak jaksa malah tidak melakukan 
investigasi atau menindak-lanjuti temuan masyarakat/ wartawan/ media 
massatersebut. Sehingga bisa diduga, kemungkinan dengan berbagai alasan 
kejaksaan akan menghentikan kasus ini.

Pertanyaannya adalah, 
mengapa awalnya kejaksaan jember mengumumkan menemukan bukti dugaan 
korupsi dana laboratorium farmasi di Universitas Jember, lalu tiba2 
tidak ada tindak lanjut?
Jika kejaksaan negeri Jember dan atasannya tidak mengusut tuntas hal ini, maka 
masyarakat bisa saja menganggap terjadi "sesuatu" antara para koruptor & 
kejaksaan jember.

Atau tetap memakai jurus lama? yakni.. biarlah masyarakat mengonggong, karena 
akulah yang maha kuasa menentukan hukum
Koran mau teriak2 biarin aja, mungkin nanti disuap dikit sudah diem
masyarakat mau teriak2 biarin saja, masyarakat toh gak berdaya
Emang Gue Pikirin
Negeri mau hancur biarin aja, toh setiap bulan yang penting dapat gaji dll

pergerakan_mahasiswa@..... send in chatroom
http://jurnal-korupsi.blogspot.com/2013/04/pelakunya-perusahaan-fiktif-korupsi.html
Pelakunya Perusahaan Fiktif: Korupsi Dana Laboratorium Farmasi Universitas 
Jember

Setelah ditelusuri oleh media massa, ternyata perusahaan yang mendapat 
kucuran dana dari proyek pengadaan alat laboratorium Farmasi Universitas
 Jember senilai 30 milyar diduga adalah perusahaan fiktif.

Selain 
kenyataan di lapangan seperti itu, pejabat pembuat komitmen proyek 
tersebut menyatakan bahwa saat mencairkan anggaran kepada perusahaan 
itu, mengakui bahwa posisinya dalam situasi dilematis.

Dan dikaitkan
 dengan berita berbagai media massa sebelumnya, diketemukan bahwa alat 
laboratorium yang disuplai adalah tidak sesuai spesifikasi yang 
ditentukan (rendah kualitasnya), bahkan banyak yang dikirim sudah dalam 
keadaan rusak
 (kemungkinan alat2 bekas?) sehingga diduga dengan itu tidak sesuai 
dengan dana yang telah dibayarkan

Dengan berbagai kenyataan ini, 
jika pengusutan dugaan
 korupsi ini akan tidak ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri Jember 
atau Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, tentunya akan menimbulkan pertanyaan 
bagi masyarakat.

Pergerakan Mahasiswa Jember
______________________________
Koran Tempo, Rabu 27 Maret 2013
http://koran.tempo.co/2013/03/27
Korupsi Dana Laboratorium Farmasi Terus Diusut


JEMBER - Kejaksaan Negeri Jember hingga kemarin terus 
mendalami kasus korupsi dana proyek pengadaan alat laboratorium Fakultas
 Farmasi Universitas Jember (Unej). "Karena kasusnya mendapat perhatian 
yang luas, tim Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Kejaksaan Agung juga 
melakukan penyelidikan," kata sumber Tempo kemarin. 


Namun Rektor Unej Mohamad Hasan menyatakan tidak tahu-menahu soal
 kasus korupsi senilai Rp 29,9 miliar yang dananya bersumber dari 
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tersebut. "Kasus itu terjadi 
sebelum saya jadi rektor," ujarnya, pekan lalu. Hasan menyerahkan 
penanganan kasus tersebut kepada kejaksaan. Sejumlah dosen dan karyawan 
Unej sudah diperiksa penyidik kejaksaan. 


Pejabat pembuat komitmen proyek tersebut, Jani Januar, 
menjelaskan bahwa pihaknya telah memenuhi prosedur yang berlaku. Namun, 
diakuinya, ia berada dalam situasi dilematis ketika harus mencairkan 
anggaran Rp 29,9 miliar itu kepada CV Garuda Sakti. Mantan Pembantu Rek -
 tor II Unej, Jani Januar, juga mengaku belum tahu ten tang kemungkinan 
dirinya ditetapkan sebagai tersangka, meski telah dua kali diperiksa 
sebagai saksi. 


Berdasarkan penelusuran Tempo, CV Garuda Sakti, yang disebut 
sebagai perusahaan pengadaan alat farmasi, diduga fiktif. Bangunan di 
Jalan Bhakti Husada I No. 22, Surabaya, yang menjadi alamatnya, hanya 
berupa sebuah rumah kosong dua lantai dengan lebar sekitar 5 meter. Di 
atas pintu rumah terpasang papan nama: Sekretariat Pimpinan Daerah XIII 
Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) Jawa Timur. MAHBUB DJUNAIDY | 
KUKUH S WIBOWO___________________________
http://koran.tempo.co/2013/03/20
Jaksa Temukan Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Lab di Farmasi senilai Rp 30 Milyar 
di Universitas Jember

JEMBER - Kejaksaan Negeri Jember Jawa Timur menemukan adanya dugaan 
korupsi proyek pengadaan peralatan laboratorium Fakultas Farmasi 
Universitas Jember. Aries Surya, Kepala Kejaksaan Negeri Jember, segera 
membentuk tim penyidik pembelanjaan yang memakan Anggaran Pendapatan dan
 Belanja Negara 2011 senilai Rp 30 miliar itu. "Penyelidikannya sudah 
tuntas dan sekarang naik ke proses penyidikan," kata Aries kemarin.

Aries belum mau mengungkapkan identitas tersangka. Yang pasti, kata 
dia, Kejaksaan sudah meminta keterangan sejumlah pejabat Universitas 
Jember, termasuk rekanan CV Garuda Sakti yang beralamat di jalan Bhakti 
Husada I No. 22 Surabaya, panitia lelang, panitia penerima barang. 
Mereka diperiksa maraton dalam dua pekan terakhir.

Ia tak 
membantah kemungkinan kasus ini akan melebar hingga ke perusahaan milik 
mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin seperti kasus serupa
 di Laboratorium Universitas Negeri Malang dan Universitas Airlangga. 
Sayang Aries menolak menjelaskan lebih lanjut. "Saya tidak mau 
berspekulasi," kata dia.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan 
Negeri Jember, Muhamad Hambaliyanto, menambahkan dugaan korupsi proyek 
itu terendus saat rekanan terlambat mengirimkan barang. "Mestinya sampai
 di tempat paling lambat tanggal 29 Desember 2011, tapi ternyata baru 
dikirim," katanya.

Tim Kejaksaan, kata dia, belakangan 
menemukan sejumlah alat laboratorium yang sama sekali berbeda dengan 
yang tertuang dalam kontrak, mulai dari merek hingga spesifikasi barang.
 Sejumlah barang bahkan sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi.

Mantan Pembantu Rektor II Bidang Keuangan Universitas Jember, Jani 
Januar, mengakui beberapa alat tidak berfungsi. Namun ia menilai hal itu
 sebagai hal wajar dan tidak perlu dianggap melanggar hukum. "Saya kira 
proses tendernya sudah sesuai prosedur," kata Jani. MAHBUB DJUNAIDY

baca juga :

Siapakah dokter gigi david?: Jaksa Temukan Dugaan Korupsi di Universitas Jember 
==> 
http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2013/03/medianusantara-siapakah-dokter-gigi.html

Karyawan dan Dosen Universitas Jember Diperiksa Kejaksaan ==> 
http://regional.kompas.com/read/2013/03/21/19015383/Karyawan.dan.Dosen.Unej.Diperiksa.Kejaksaan

Jaksa Sidik Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Lab di Farmasi Universitas Jember  
==> 
http://surabaya.tribunnews.com/2013/03/20/jaksa-sidik-dugaan-korupsi-pengadaan-alat-lab-di-farmasi#sthash.Qkp8IrO1.dpbs

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke