--- samiaji <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> mBak Muskitawati yth,
> Sudah lebih 3 hari saya tak menjumpai tulisannya di zamanku.
> Saya berharap mBak Mus tetap menulis buat melayani lawan-lawan
> mBak Mus yang sudah pada gedodoran. Mereka datang
> tidak dengan fakta dan analisa dan argumentasi, tapi dengan sumpah
> serapah cemooh dan hujatan.
> Mereka tak mampu perang argumentasi. ....
> Saya mengikuti tulisan mBak Mus dengan cermat.
> Setiap kali membaca, saya selalu merasa bertambah pengetahuan baru.
> Saya berharap agar mBak Mus tampil kembali.
> 
> Dengan salam,
> Samiaji.



Terima kasih atas penghargaan anda, saya hanyalah menulis diwaktu 
luang, kalo sedang sibuk tentunya tidak mungkin saya menulis.  Justru 
besar harapannya kalo memang anda bisa memahami apa yang saya tulis, 
sebaiknya juga anda mengembangkan tulisan2 saya sesuai dengan pikiran 
anda.

Tujuan saya se-mata2 menyadarkan semua umat beragama, bahwa inti dari 
kepercayaan agama se-mata2 untuk mem-bahagiakan diri kita pribadi.  
Namun kalopun ada kepercayaan yang diorganisir dalam bentuk agama, 
juga seharusnya digunakan untuk menikmati kebahagiaan ber-sama2 
dengan mengikut sertakan atau membagi juga kebahagiaan anda kepada 
mereka yang tidak percaya cukup sebatas realitas yang bisa dipersepsi 
tanpa harus membawa mereka kedalam angan2 yang diseragamkan dalam 
bentuk kepercayaan2.

Bukankah anda merasa bahagia bila sendirian nonton filem2 Video 
dikamar anda ????  Tentu kebahagiaannya akan berbeda apa bila anda 
nonton bersama teman ataupun pacar di Bioskop bersama dengan penonton 
lainnya.  Demikianlah agama yang sifatnya pribadi, namun memang ada 
kalanya bisa diorganisir secara massal.  Sangat berbahaya kalo 
diorganisir secara massal karena bisa terjadi kerusuhan yang membawa 
malapetaka bagi semua penontonnya dan juga bagi yang tidak nonton.  
Demikianlah adanya agama.

Beragama tidak harus percaya, anda boleh ke Gereja bersembahyang 
kepada Yesus tanpa harus percaya Yesus.  Tak bedanya, anda boleh 
sembahyang jum'at memohon pahala kepada Allah, dan tanpa perlu 
percaya allah tentunya.

Sama sajalah seperti anda nonton filem, meskipun anda sadar bahwa 
cerita filem itu bohong, namun waktu menikmati tontonan filem ini, 
anda harus mencurahkan perasaan dan kepercayaan anda untuk ikut 
terlibat dalam jalan cerita filem yang disajikan.  Kalo selama 
menonton setiap saat anda menyangkalnya sebagai bohong, bohong, 
bohong, dan realitasnya memang bohong,.........namun cara2 begini 
meskipun benar mana mungkin anda bisa menikmati hiburan yang 
disajikan filem ini untuk membahagiakan diri anda ???  Cukup waktu 
nonton, anda boleh percaya, tapi selesai nonton, buanglah semua 
kepercayaan itu karena kepercayaan itu se-mata2 cuma angan2 dalam 
menghibur diri.  Kepercayaan yang tetap mengikat kehidupan anda 
didunia realitas hanyalah menimbulkan malapetaka bukan kebahagiaan.

Ny.Muslim binti Muskitawati.












------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Know an art & music fan? Make a donation in their honor this holiday season!
http://us.click.yahoo.com/.6dcNC/.VHMAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke