KESAKSIAN MOHAMMED AHMED HEGAZY (MANTAN MUSLIM MESIR)
__________________________________________________________________________________
Kuwaiti royal prince Abdullah al-Sabah Islam adalah penyakit kanker ganas
diperadaban dunia modern.

Kita jangan membenci Muslim, sebab mereka cuma korban. Mereka begitu karena
nabinya. Mereka bejat dan jahat juga karena nabinya. Kita seharusnya merasa
iba dan kasihan kepada Muslim.


---------- Forwarded message ----------
From: Matius Sepuluh <[email protected]>
Date: 2013/4/18
Subject: [sangfajar_a8] KESAKSIAN MOHAMMED AHMED HEGAZY (MANTAN MUSLIM
MESIR)
To:
Cc: [email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected], [email protected],
[email protected], [email protected], [email protected],
[email protected], [email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected]


**



Kesaksian Dan Kisah Nyata Islam Masuk Kristen : “ Kesaksian Mohammed Ahmed
Hegazy ( Mantan Muslim Mesir
)"<http://lukas-trys.blogspot.com/2012/09/kesaksian-dan-kisah-nyata-islam-masuk.html>

http://datahakekat.blogspot.com/2013/04/kesaksian-mohammed-ahmed-hegazy-mantan.html

Download:

https://www.dropbox.com/s/6psyd13wq72wmbk/KESAKSIAN%20MOHAMMED%20AHMED%20HEGAZY%20%28MANTAN%20MUSLIM%20MESIR%29.doc

** **

KESAKSIAN MOHAMMED AHMED HEGAZY (MANTAN MUSLIM MESIR)

Pengacara-pengacara Islam konservatif datang untuk mendukung Pemerintah
Mesir minggu lalu dalam acara pengadilan seorang Muslim yang ingin beralih
memeluk agama Kristen. Murtadin bernama Mohammed Ahmed Hegazy menuntut
Pemerintah Mesir k

e pengadilan dengan tuduhan melarang dirinya mengganti nama agama Islam di
KTP jadi agama Kristen. Tindakannya menghebohkan seluruh negara.
Pengacara-pengacara Islam yang berhubungan erat dengan imam radikal Youssef
al-Badry menghadiri acara dengar kasus di tanggal 2 Oktober 2007 di Kairo
dan secara resmi bergabung membela pihak Pemerintah, demikian dilaporkan
Hegazy pada Compass.

Pengacara Hegazy membenarkan bahwa Magdy al-Anany dan setidaknya tiga
pengacara Muslim fundamentalis mengajukan diri mendukung Pemerintah.
Al-Badry adalah seorang dari beberapa imam di Mesir yang menyatakan pada
media nasional Mesir agar Hegazy dibunuh. Hal ini terjadi setelah Hegazy
mengumumkan kasusnya di awal bulan Agustus. Islamis radikal ini juga
menuntut pengacara Hegazy yang lama, yakni Mamdouh Nakhla, dengan tuduhan
menyebabkan perpecahan. Karena kritik dan ancaman mati dari publik, Nakhla
menarik kembali kasus Hegazy beberapa hari sebelum diumumkan.

Muslim-muslim fanatik mulai mengganggu Hegazy dan istrinya yang lagi hamil,
yang juga merupakan seorang murtadin. Mereka menerima telpon penuh amarah
sehingga keduanya menyembunyikan diri. ‘Hal ini sangatlah sensitif,’ kata
pengacara Hegazy yang baru, Rawda Ahmad, kepada Compass melalui penerjemah.
‘Untuk pertamakalinya Muslim beralih ke Kristen ingin mengubah nama agama
di KTP nya.’

Meskipun hukum Islam tidak melarang peralihan kepercayaan dari Islam ke
Kristen, tapi tidak ada UU yang mengijinkan perubahan nama agama secara
resmi. Muslim yang beralih ke Kristen biasanya menyembunyikan identitas
diri agar tidak disiksa dan dipaksa balik ke Islam lagi oleh sanak
saudaranya sendiri dan polisi.

“Saya sakit hati karena di negaraku sendiri, masyarakat telah jadi begitu
radikal sehingga aku tidak berhak murtad,” kata Hegazy pada Compass minggu
ini.

Hegazy dan istrinya yang bernama Zeinab berharap bahwa anak pertama mereka
yang akan lahir di bulan Januari, akan lahir dengan akte kelahiran beragama
Kristen. Mereka terpaksa menjalani perkawinan dengan cara Islam, karena
status resmi mereka tetap Muslim. Hegazy dan istri tahu bahwa dengan
memiliki KTP Kristen, maka anak mereka dapat mengambil mata pelajaran
Kristen di sekolah, menikah di gereja, dan terang-terangan menghadiri
kebaktian Kristen tanpa takut dijahati. Saat ini, ancaman-ancaman dari
fanatik-fanatik Muslim telah memaksa keduanya untuk tetap bersembunyi, dan
bahkan Hegazy sendiri jadi tidak bisa datang ke pengadilan untuk
mendengarkan kasusnya minggu lalu.

Pasangan murtadin ini mengatakan pada Compass bahwa dia dan istri
sehat-sehat saja, tapi frustasi karena dikurung di rumah. “Rasanya seperti
dipenjara dan tidak ada jalan ke luar,” katanya. Hegazy berkata bahwa dia
tidak percaya polisi tahu di mana dia bersembunyi. Dia berkata pada Compass
bahwa polisi telah menahan beberapa murtadin di dua bulan terakhir,
mengintrogasi mereka untuk tahu di mana Hegazy bersembunyi. Media Islam
mengritik Hegazy di beberapa bulan terakhir, dengan menyatakan dia murtad
gara-gara uang, ancaman, dan tekanan luar negeri untuk mengacaukan Mesir.

‘Media pro Pemerintah sangat menyerang Hegazy,’ demikian dikatakan wakil
Informasi Hak Azasi Manusia Jaringan Arab (HAMI) hari ini. ‘Hal ini
tentunya berakibat buruk pada kasusnya, membuatnya jadi lebih ke keputusan
politik.’ Tapi anehnya, pengadilan dengar kasus minggu lalu tidak disorot
media Mesir. Acara dengar kasus di distrik Kairo bernama al-Doqi berjalan
singkat. Hakim Muhammad Husseini menunda kasus sampai tanggal 13 November,
dan ini memberi waktu bagi pengacara baru untuk mengambil alih kasus dari
pengacara lama. Ahmad dan Gamal Eid dari HAMI harus punya ijin resmi dari
Hegazy untuk mewakili kasusnya atau mengajukan tuntutan baru, demikian
dikatakan juru bicara HAMI. Di bulan April, hakim Husseini menolak 45 kasus
orang-orang Kristen yang jadi mualaf, tapi lalu balik lagi ke Kristen.
Kasus-kasus mereka sekarang masih tertahan di pengadilan. Sejak tahun 2004,
beberapa lusin Kristen Koptik yang beralih jadi mualaf telah menang kasus
pengadilan sehingga bisa balik lagi memeluk agama Kristen. Tapi Hegazy
merupakan Muslim Mesir pertama yang menuntut perubahan hukum.

Diajarkan untuk Membenci Orang-orang Kristen

Sekarang Hegazy berusia 24 tahun. Dia berkata bahwa dia pertama kali
mengambil keputusan untuk jadi Kristen di usia 16 tahun. “Ayahku adalah
Muslim KTP, tapi dia benci banget sama orang-orang Kristen dan Yahudi
karena dia percaya begitulah yang diajarkan oleh Islam,” kata Hegazy dalam
pernyataan di sebuah website. “Sewaktu kecil, aku diajar untuk tidak
mengasihi dan tidak menghormati orang-orang Kristen, tapi malah mengancam
mereka dengan keras karena Tuhan benci mereka.”

Sebagai remaja, Hegazy masuk sekolah tinggi untuk dilatih menjadi Imam
Islam tapi dia tidak suka dengan hukum Islam terhadap wanita dan berbagai
hal. Sewaktu menginjak usia 16 tahun, dia masuk kelas yang memiliki tujuh
murid Kristen. Saat itulah dia mulai berpikir serius tentang agama Kristen.
“Itulah saat pertama kali aku hidup dekat dengan orang-orang Kristen, dan
hidup mereka bagaikan sinar terang bagi diriku,” kata Hegazy. Suatu hari
dia meminjam sebuah buku Kristen dari rekan kelasnya dan membaca pertobatan
Saulus. Kisahnya membangkitkan minat dalam dirinya untuk mengetahui lebih
jauh tentang agama Kristen. Hegazy berkata bahwa dia dengan cepat yakin
akan kebenaran Kristen dan ingin memeluk agama tsb.

“Yesus muncul padaku beberapa kali sewaktu aku membaca Alkitab,” katanya.
‘Ayahku sangat marah ketika mengetahui aku pergi ke gereja dan membaca
buku-buku Kristen.’

Polisi keamanan negara segera menangkapnya dan menyiksanya selama tiga
hari. Mereka bahkan menggunakan seorang pendeta Koptik Ortodoks untuk
membujuknya kembali ke Islam, tapi usaha itu gagal. Akhirnya dia
dikembalikan ke rumahnya, dan ayahnya mengira dia telah kembali jadi
Muslim. Hegazy berkata dia terus aktif dengan iman Kristennya, menulis dan
menerbitkan puisi-pusinya. Polisi kembali menangkapnya di tahun 2002 dan
menahannya selama 10 minggu di kamp konsentrasi di mana dia bertemu para
murtadin lainnya.

Konsekuensi Nyata

Hegazy tahu bahwa perjuangannya akan berat. “Aku letakkan keyakinanku dalam
Tuhan, dan aku merasa aku harus teguh,” kata Hegazy. “Ini adalah
kewajibanku terhadap diriku, keluargaku, semua Muslim yang murtad dan
memeluk Kristen, dan semua Kristen.”.

Tapi meskipun ada kemungkinan kasusnya menang di Mesir, hal ini bisa
mendatangkan akibat buruk bagi masyarakat Kristen Mesir. Untuk membuat
kasus pindah agamanya jadi resmi di mata hukum, maka orang-orang Kristen
harus membuat dokumen gereja di pengadilan. Hal ini berbahaya bagi
orang-orang Kristen yang membantunya jadi murtad.

“Aku hanya bisa berkata bahwa aku punya dokumen-dokumen yang menunjukkan
bahwa aku dan istri telah dibaptis, dan aku bisa menunjukkannya di
pengadilan,” katanya. Dia tidak mau memberitahu di gereja mana dia dibaptis
dan menunjukkan dokumen tersebut. Meskipun tidak ada laporan resmi, jumlah
Koptik Kristen Mesir mencapai 8 sampai 15% dari populasi Mesir. Jumlah yang
murtad ke Kristen tidak diketahui.

** **



xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
 [image: Computer mania Avatars]
<http://www.jokes-24.com/funny-video-picture-game-joke/Avatars_Computer-mania_427.html>









>>Surat-menyurat :   [email protected],

                                   [email protected],

                                   [email protected],

                                   [email protected],

                                   [email protected],

                                   [email protected],



>>Milis Group :         [email protected],


http://groups.yahoo.com/group/hakekatku_00/



                                    [email protected],


http://groups.yahoo.com/group/newhakekatku/





>> Bl o g :                  http://bloghakekatku.blogspot.com

 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke