Hmmm... tampaknya ada indikasi gotong royong antar mayoritas versus ane yg
atu-atunya... Keliatannya bukan mayoritas ngadapin minoritas but yg banyak
diskusi ame ane yg satu-satunya.. heheheee.. kok mau-maunya neh ngeroyok gue yg
gak ada papanya....
Tapi emang diakui Si itu bertentangan dgn konstitusi kita yaitu Pancasila,
hanya kita perlu ingat TIDAK ADA SATUPUN YG ABADI DI DUNIA INI.. Segala sesuatu
berobah termasuk konstitusi yg hanyalah sebuah konsep pemikiran yg belum final
dijabarkan dan ditafsirkan ...
Pancasila dibentuk dalam kondisi yg terburu-buru yaitu 29juni hingga 18
Agustus 1945, tapi saya termasuk pendukung setia Pancasila, tidak akan pernah
saya mengusulkan supaya Pancasila diganti dgn SI .. Tetapi Pamcasila bisa
dimodifikasi untuk mengarah kepada aspek religi sesuai dgn Keyakinan
masing-masing .. dan disinilah ada peluang SI moderat diterapkan tanpa
berbenturan dgn Pancasila... artinya Si berdasar kemanusiaan, keadilan,
kerakyatan dan sosial...
Saya sebetulnya bukan menjadikan Si sebagai nostalgia kembali kemasa lalu
sebagaimana Ottoman Turki, Abbassiyah ataupun Cordoba atau al andalus yg
terlihat nilai-nilai Islam begitu dominan ... Tetapi SI bukanlah mimpi yg kita
harus bangun untuk berteriak bahwa SI tidak lagi relevan dimasa sekarang
tersebab problema zaman sekarang emang beda dgn situasi masa lalu.. Ada seorang
ahli filosof Pengetahuan yaitu Thomas Kuhn menyatakan bahwa nilai dan tata
dunia lama tidak lagi relevan dimasa sekarang, TETAPI tata nilai yg sekarang
berikut peradabannya juga tidak menjadikan manusia lebih berkemanusiaan..
artinya pola global yg sekarang terlihat tidak menjanjikan bagi umat manusia....
Peradaban masa lalu, termasuk Era Kepausan, era kekhalifahan, era kerajaan,
masa industri barangkali juga Komunisme dan termasuk yg sekarang Neoliberalist
Kapitalisme berbaju Demokrasi sekuler Plural terlihat dimata si Filosof ini
tidak mampu menjadikan dunia lebih baik dan lebih baik. mungkin dunia lebih
maju secara materi, tekhnologi, kemakmuran dan termasuk imformasi.. tetapi
dunia tidak labih baik dalam hal etika, morality, keadilan, kesejahteraan
bersama, kedamaian dan juga persaudaraan....
Era Prancis egalite-fraternite-liberte malahan memunculkan perang dahsyat di
eropa semasa Napoleon.. Era Demokrasi yg sekarang memunculkan ketidak adilan
global dan tekanan Politik terhadap yg berseberangan... Demokrasi berupaya
menekan Komunis dan termasuk agama.. Era Demokrasi malahan memunculkan Perang
dunia 1 dan II, Perang antara Demokrasi VS Komunis, Demokrasi VS Totaliter
Nazisme.. Sekarang karena tidak ada lawan maka Demokrasi Liberal Kapitalisme
cari saingan baru dan terlihatlah ada kebangkitan ISlam dimana-mana dan inilah
sasaran berikutnya yaitu upaya meruntuhkan Peradaban ISlam yg mulai naik
daun... Salah satunya adalah dgn serbuan doktrin bahwa ajran Islam tidak
berdasar HAM, Keras, Diskriminatif terhadap perempuan dan suka perang.... Lalu
serbuan Militer dgn gaya pre emptive strike serbu terlebih dulu sebelum umat
ISlam menguat disebuah Negara Islam... Maka Irak diserang, Afghanistan diserbu
dan nanti barangkali Iran si pembangkang dgn Ahmadinejad si garis keras
sebagi kepala Negara... Padahal Iran adalah Icon peradaban Islam yg paling
dipandang di dunia Islam saat ini... Saya menilai Iran bukanlah Negara Keliru
dan salah mazhab, tetapi hanyalah Negara yg secara Ideologi, secara Budaya dan
secara agama berbeda dgn Barat dan antek-antek negara pengekornya termasuk
Jepang, Australia dan Kanada... Iran adalah sebuah kebangkitan Baru bagi umat
Islam.. Tetapi karena Media dunia baik CNN, CBS, NBC, Reuters adalah milik
Barat maka jargon-jargon pelanggaran HAM, diskriminasi,termasuk bahaya Nuklir
Iran segera menjadi santapan umat sedunia. Maka perspektif umum cenderung
membenarkan pihak Barat yg sekuler Liberal... Padahal ini hanyalah permainan
Media Massa yg penuh dgn rekayasa, kamuflase dan pembenaran sepihak...
Artinya Peradaban Islam memang tidak diinginkan untuk bangkit... Baik karena
secara logis ini bertentangan dgn nilai yg dikembangkan Barat, juga karena
Barat tidak menginginkan saingan termasuk tidak ingin kembali kemasa lalu
dimana Barat teramat sangat lelah meladeni umat Islam semasa Perang Crusade
diabad pertengahan... Maka segala cara diterapkan termasuk dgn
menjelek-jelekkan nilai-nilai Islam..
Mungkin ada nilai-nilai Islam yg perlu didekonstruksi termasuk permasalahan,
potong tangan, poligami, hukum pancung, Murtad, beda agama, dll.. tetapi maaf
JIka Sholat, puasa, Zakat, Haji dirombak , ini sama artinya dgn meruntuhkan
sendi dasar spirituil Islam...
Sekarang mari kita lihat kemana peradaban yg sekarang akan menuju, kemana
evolusi sekuler Liberal akan bergerak... Era Millenium ini adalah era yg
berbahaya bagi planet ini, telihat polusi dimana-mana, Eksploitasi tidak kenal
batas dan termasuk pembebasan segala nilai berdasar freewill.. Saya melihat
Peradaban akan menuju kepada:
1. Tata Dunia Baru( Novus Ordo Seklorum) dgn Kekuatan utama adalah
Kapitalisme dgn kekuatan invisible Hand yg terselubung tapi penuh pengendalian
atas sumber-sumber produksi, sumber alam dan Media... artinya dunia akan
dikuasai oleh sebuah kekuatan yg menjadikan kita hanyalah mainan konsumtif demi
hasrat keuntungan tidak kenal batas.. Penyatuan dunia dalam a global Village
atau desa dunia dgn kontrol dari manusia-manusia Homo ekonomicus berjiwa
Kehendak berkuasa...
2. Pembinatangan Manusia.. terlihat bahwa keyakinan kita diarahkan untuk
percaya bahwa kita hanyalah binatang yg terus berevolusi , binatang yg
bergerak, berfikir dan berbicara atinya kita hanyalah homo sapiens modern dgn
moyang kita adalah Kera berdiri tegak.. maka sah-sah saja untuk berperilaku sep
Binatang . telanjang, rakus, bebas dan termasuk bergerak kemanapun juga sesuai
dgn naluri binatang. inilah salah satu dasar dari Investasi bebas dan
perdagangan bebas dalam rangka kebebasan bergerak kemanapun dimuka bumi...
termasuk evolusi ketahap kebinatangan sebagai pola berkeluarga dimana Bapak
bebas berkeliaran sementara Ibu menjadi single Parents yg mengurus anak
biologis hasil pergaulan bebas dan perceraian... Banyak hal terkait dgn Evolusi
sayang tidak dapat dipanjagn lebarkan.
3. Kematian Agama.. Filosof dunia mulai dari Niesche, Marx, Freud, termasuk
emile Durkheim menilai agama mesti ditumpas habis sebab hanyalah penghalang
bagi era rasional atau irasional, hanyalah candu dan sugesti yg menina bobokan
membikin umat sakit jiwa dan maka perlu ditumpas diantaranya dgn kemakmuran
Ekonomi. artinya Jika secara ekonomi berkecukupan, maka manusia tidak perlu
lagi meratap-ratap, berdoa dan meminta pada Yang Maha , sebab semua kebutuhan
sudah tersedia didunia ini. dan dunia adalah segalanya, Akherat itu abstrak dan
tidak masuk akal ..lahirlah Sekuler dimana agama dipisahkan dari Negara dan
kalau bisa masyarakat negara tsb.... Kristen telah jadi korban dan malahan
menyatu dgn kerusakan dunia, sekarang dunia Islam terus menerus digempur dgn
jargon-jargon sekuler bergaya Liberal demi pemuasan hasrat kebinatangan ... Dan
HIndu malahan tidak mampu sebagai penanding, sementara Buddhisme tidak mampu
keluar dari tekanan Komunisme di China, Myanmar, Vietnam termasuk
Tibet..
Maka ISlam adalah yg paling keras bersuara menentang 3 kecendrungan ini,
dimana baik secara ideologi, secara agama, secara intelektuil termasuk secara
budaya maka Islam menyediakan segala perangkat untuk menumbangkan upaya-upaya
itu... Konsep Jihad memang keras, tetapi barangkali Jihad akbar dalam rangka
meluruskan arah peradaban global yg salah Kaprah adalah SAH.. Dan itu berarti
SI atau Syariah Islam masih relevan dimasa sekarang... Hanya saja SI apakah yg
mampu membawa dunia kearah yg lebih baik . ini perlu pemikiran yg amat rumit...
Jangan takut bermimpi, semua yg ada di dunia ini adalah impian pada
awalnya.... Imajinasi menguasai dunia kata Benjamin Disraeli
Sang
-------------------------------------------------------------------------------------------
Date: Thu, 15 Dec 2005 04:42:44 -0500 From: "tiwul" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Muzakarah Ulama Sumbar ajak Tegakan Syariat Islam di Ranah
---------------------------------------------------------------------------------
Daripada memaksakan SI, mengapa tidak dimulai saja gerakan para ulama dan
para fanatik Islam untuk memberantas korupsi yang sudah begitu gila-gilaan
dilakukan di setiap lapisan masyarakat di mana saja? Mengapa harus mulai dari
mengubah hukum yg sudah jelas aturannya?
-------------------------------------------------------------------------------------
Sang: Padahal umat Islam pada era keemasan dgn SI walau semasa Ummayah,
Abbaasiah dan Ottoman Turki malahan dgn Syariah Islam mendapat kemajuan baik
dari segi pengetahuan, Ekonomi juga Politik termasuk juga kesejahteraan
Sosial... Bahkan Cordoba di Spanyol adalah Centre of Exellence di Eropa di
abad pertengahan... Ini artinya SI bisa sukses diterapkan dn membawa kejayaan
bagi umat
... * * * * * * Tiwul: Yang menjadi masalah terbesar dari para ulama
fanatik dan fundamentalis ekstrim, bukan karena persepsi umum atau propaganda
Barat. Dengan mencari kambing hitam Barat, kristen, jelas terlihat fanatisme
ide pemaksaan SI tersebut. Selalu menganggap musuh ada dimana-mana. Padahal
inti masalah adalah para fanatik dan fundamentalis ekstrim ingin memaksakan
konsep ttg manusia, konsep tentang warganegara, konsep ttg masyarakat dan
hukum yg tidak mengikuti perkembangan ilmu-ilmu universal. Tragisnya konsep
ttg manusia, tentang warganegara dan konsep tentang masyarakat dan hukum itu
hanya menyontek saja dari jaman abad ke: 7. Bayangkanlah, apa mungkin
mengatur masyarakat Indonesia sekarang ini dengan aturan-aturan dari jaman
Majapahit. Jelas nggak mungkin kan? Mengapa kode Hammurabi yg menjadi cikal
bakal prinsip hak-hak azasi manusia sekarang ini tidak dilihat dan diadopsi
pada jaman itu? Yang menyedihkan, dengan terus menerus
mempropagandakan anti Barat, para fanatik dan fundamentalis ekstrim ini lupa
pada ilmu-ilmu yg diajarkan ketika menerima pendidikan umum dari SD s/d
perguruan tinggi. Terutama ilmu sejarah, dan ilmu sosial lainnya. Itu ilmu
sudah tidak ada lagi Barat Timur, ilmu universal. Saya khawatir para ulama yg
ingin memaksakan SI, jangan-jangan memang tidak pernah mengenyam pendidikan
umum. Sibuk saja dengan "kitab putih" bahkan bukan "kitab kuning." Malahan
membuat mayoritas umat Islam yg sudah mengerti ilmu kemasyarakatan menjadi
serba salah. Bingung. Mari kita lihat contoh yg diberikan Sang, tentang
kehebatan Ottoman Turki. Yang dilihat cuma kulit luarnya saja. Ini mungkin
spt para pendukung mantan pres Suharto, yang melihat jaman keemasan RI tanpa
melihat segala kebobrokan dan jutaan korban yg telah berjatuhan. Ottoman
Turki mempunyai ciri toleransi yg terbatas. Pada saat itu orang-orang Yahudi
harus lari ke Spanyol dan Belanda utk menghindar dari diskrimasi
Ottoman. Lalu bagaimana dengan orang-orang kristen Turki? Lebih tragis lagi.
Anak-anak kristen dipaksa utk masuk wajib militer yg disebut Janissary
army, sebagai konsekwensi dari hukum jiziah (the devshirme system).
Akibatnya, kalau tidak jadi Islam ya anak-anak itu mati di medan perang.
Jaman keemasan Ottoman ini ditandai dengan kenang-kenangan yang hebat tak
terlupakan sepanjang sejarah: pembunuhan, genocide, kelaparan 1.5 juta
manusia bangsa Armenia dan Yunani. Belum lagi usaha-usaha sistematis utk
menghapuskan orang-orang Kristen Syria dan Yezidi di Irak yg dikuasai
Ottoman. Th 1033: 6000 orang Yahudi dibantai (bayangkan pedang-pedang,
tombak yg menghunjam) di Fez Maroko ratusan disembelih diantara th 1010-1013
di dekat Kordoba dan daerah sekitarnya. Th 1066: sekitar 4000 dibantai di
Granada ketika orang-orang Islam ngamuk. Th 1232: sekali lagi orang-orang
Yahudi kepalanya bergelimpangan terpisah badan di Marakesh. Janganlah
dibayangkan
jaman-jaman keemasan Umayah, Abasyah, Ottoman itu seperti garnizun anak-anak
manis. Perang pada jaman itu mengerikan sekali bung Sang. Lihat saja film
Alexander utk sedikit memberi gambaran bagaimana sebenarnya buasnya para
pemimpin kafilah dan raja-raja non muslim pada jaman itu. Pada umumnya ribuan
tentara dari dua belah pihak berhadapan, mereka bersenjata pedang, tombak,
panah. Ketika tiba saat perang ribuan orang saling maju, dan mulailah
pembantaian itu. Darah mengalir dimana-mana, amis, mengerikan. Setelah perang
usai, tergantung model raja atau panglima angkatan bersenjatanya. Kalau raja
atau panglima itu kejam, maka setiap tentara yang menang boleh melakukan
sweeping dan penjarahan selama 3 hari. Artinya, setiap lelaki dewasa pihak
lawan tinggal disabet pedang, ditusuk tombak. Segala harta benda dari rumah
ke rumah boleh dijarah. Istri dan anak-anak pihak lawan boleh diangkut sesuka
hati mana yg berkenan. Saya sungguh tidak mengerti, mengapa
aturan-aturan dari jaman perang brutal itu masih dianggap cocok dengan
situasi damai sekarang ini. Kecuali yah, dengan mulai menciptakan seolah-olah
ada perang dulu mungkin. Perang melawan Barat, perang melawan kristen, perang
melawan materialisme, hedonisme. * * * * * * * * * * * * Sang:
Syariah Islam dalam konteks sekarang jika dibandingkan dgn abad ke 6M hingga
ke 16M, emang tidak bisa lagi diterapkan secara kaffah atau secara penuh..
perlu dilakukan kaji ulang, termasuk menaggalkan beberapa nilai yg kurang
bisa diterapkan dijaman sekarang, termasuk apa yg dikatakan KEBENARAN TUNGGAL
HANYA BAGI UMAT ISLAM... Dan kebenaran adalah pedoman, bukan Islamnya tetapi
kebenaran yg berkemanusiaan, bukan yg berkebinatangan penuh syahwat konsumtif
yg mencelakakan... Sementara sistem sekarang yg evolusi adalah acuan bisa
menyesatkan dan menjauhkan kita dari kemanusiaan, kita telah disejajarkan dgn
binatang dan ini terlihat dari kepercayaan bukan
kerasionalan bahwa kita berawal dari binatang monyet... maka agama adalah
penanding yg paling tangguh nantinya bagi upaya pembinatangan manusia termasuk
Islam yg paling keras bersuara .. * * * * * * * * * * * Tiwul: Hmm...
Syariah perlu dikaji ulang dan menanggalkan beberapa nilai. Mari kita lihat
apa saja yg harus ditanggalkan karena sudah tidak cocok dengan jaman modern,
tehnologi tinggi, demokratis ini: Kebenaran tunggal hanya bagi umat Islam
saja -- Tanggalkan, pasti banyak ulama yg protes Istri empat - ketidak
setaraan gender - wanita dianggap lebih rendah -- Tanggalkan melanggar
prinsip emansipasi Kewajiban pakai jilbab tanpa lihat situasi -- Tanggalkan
krn melanggar prinsip emansipasi Hukum penggal kepala, potong tangan --
Tanggalkan krn biadab Salat 5 waktu tidak sesuai dgn ritme hidup modern --
Tanggalkan atau dikurangi Konsep sorga dengan 7 bidadari cantik semok --
Tanggalkan krn jelas ini termasuk pornografi. Kalau semua
yang tidak sesuai dengan konteks jaman ini ditanggalkan apa yang tersisa
dari Syariah Islam? Yang tersisa adalah hukum yg menghormati individu dan
hukum sipil dan pluralisme, hukum syariah demokratis. Hukum sipil yg ditaati
dan manusiawi itulah yg akhirnya menjamin kebenaran berkemanusiaan. Akhirnya
Syariah tidak lagi bisa dipaksakan seperti dalam mimpi indah surgawi. Syariah
tidak diperlukan lagi kecuali bagi yg secara bebas mau mengikutinya. Karena
sudah ada hukum-hukum, konsep kewarganegaraan, hak azasi manusia, demokrasi
yg sudah berkembang ratusan tahun dan selalu dievaluasi, disempurnakan.
Itulah konsep universal yg paling menjamin kesetaraan, kesejahteraan,
keadilan warga apapun agamanya. Bisakah para ulama konservatif menerima
kenyataan ini? * * * teewoel
Date: Thu, 15 Dec 2005 12:09:37 +0000 (GMT) From: Nathanael <[EMAIL
PROTECTED]> Subject: Re: Re: Muzakarah Ulama Sumbar ajak Tegakan Syariat Islam
di Ranah Anda bilang SI di Iran sedang mencari bentuk, Anda mengatakan
bahwa negara Islam dengan pemimpin yang rasialis seperti itu masih mencari
bentuk SI yang tepat? Buka mata Anda lebar2, lihat betapa rasialisnya si
Ahmadinejad. Dan saya katakan, itulah SI yang Anda inginkan. Bung Sang,
sadarlah, tidak ada satu pun sistem berdsar agama di dunia ini yang
demokratis. Tidak Vatikan, tidak Arab, apalagi Iran. Dan saya tidak ingin
Indonesia menjadi rusak hanya karena orang2 desperate terhadap kesulitan hidup
sehingga memalingkan wajahnya terhadap hukum agama yang sudah pasti akan
sangat tidak demokratis. salam pluralisme, Nathanael
--- In [EMAIL PROTECTED], "paulerantausr" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kita wajib berterima kasih kpd Uda Sang krn kegigihan upaya dia
mempertahankan penerapan SI-nya (meskipun dg modifikasi2 sesuai dg
keinginan dan kepentingan zaman) sehingga apakabarians bisa melihat
dg jelas bhw SI sebenarnya belongs to the dim past and has no
relevance to the modern times. Lebih2 klo kita brani mempelajari apa
yg terjadi di masa silam yg terkait dg SI ato brutal repressive laws,
maka SI dan yg sejenis sebetulnya even in the past belonged to the
rubbish bin of human cilization.
Semua yg memimpikan SI apakah di masa golden era of Islam atopun di
abad ini, sebenarnya kelompok orang yg masih tidur lelap dan bermimpi
indah. Ketika mrk benar2 terbangun maka akan sadarlah bhw kesemuanya
hanyalah mimpi, nothing more.
Sayang sekali para ulama Sumbar dan orang2 of the same ilk tidak dpt
menikmati 'discussions' yg telah berlangsung di Apakabar dan
memperoleh manfaatnya. CONSPICUOUS by their absence adalah members
dari Apakabar yg sebenarnya adalah closetted pendukung SI.
Sekali lagi 'Ma kasih segudang, Uda Sang - you don't know how much
you have unwitingly contributed to the rejection of SI.
Gabriela
========
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Know an art & music fan? Make a donation in their honor this holiday season!
http://us.click.yahoo.com/.6dcNC/.VHMAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/