http://www.sinarharapan.co.id/berita/0512/17/opi05.html


Berkat di Balik Ancaman terhadap Gereja
Oleh
Valentino

Deru sepeda motor bergema di pastori gereja. Kulihat jam dinding, masih jam 9 
pagi. Biasanya petugas Pos yang datang pada jam seperti ini. Dengan bergegas 
aku menuju kotak surat di depan. Benar juga. 
Ada tiga pucuk surat yang datang. Salah satunya dari Sinode Gereja. Dengan 
segera jari tanganku merobek amplop dan membuka isinya. 
Hatiku tergetar membaca isinya. Sinode menginformasikan masalah yang dialami 
oleh gereja cabang di perumahan Bukit Asri. Setelah beberapa bulan gereja 
tersebut diancam akan ditutup oleh massa tak dikenal, sekarang keadaaan telah 
berangsur-angsur pulih. Berkat dukungan warga sekitar, khususnya para tukang 
ojek dan becak, maka keberadaan gereja tersebut tidak lagi dipermasalahkan 
(Baca SH Sabtu, 1/10). 

Yang membuat aku terkejut adalah selembar kertas lampiran. Sinode melaporkan 
bahwa selama "masa pergumulan dan doa puasa" bagi gereja di Bukit Asri, ada 
dukungan yang diberikan oleh gereja-gereja dan para simpatisan. Dalam laporan 
itu disebutkan terkumpul sumbangan dana yang cukup besar. Jumlahnya lebih dari 
cukup untuk membuat lapisan peredam suara di dalam ruangan gereja. 
***


"Pak Theo, saya sudah terima surat Sinode," sapaku seraya menjabat tangan 
Teophilus, rekan rohaniwan di gereja Bukit Asri.
"Puji Tuhan, Pak Valen. Itu semua karena Tuhan menjawab doa-doa kita. Tuhan 
menyediakan berkat besar di balik masalah ini," Theopilus menyambutku di depan 
pintu gereja Bukit Asri.
"Wah, lapisan peredam sudah selesai dipasang. Tentu suara ibadah tidak lagi 
terdengar dari luar gereja." 


"Iya, pak. Sekarang tidak ada warga yang protes akibat terganggu suara ibadah." 
"Lho, apa saya nggak salah lihat? Sejak kapan ada AC di gereja ini?" 
"Oh, itu baru dua minggu. Ada donatur yang menyumbang AC untuk gereja." 
"Luar biasa. Selamat, ya pak. Pasti jemaat tidak ada yang kepanasan lagi saat 
beribadah." 
Theopilus menceritakan bahwa selama terjadi ancaman terhadap gereja, banyak 
orang yang bersimpati dan memberikan sumbangan. Ada yang menyumbang AC, bahan 
material, dan uang. 


Ternyata Tuhan menyediakan berkat besar di balik masalah yang diijinkan-Nya 
menimpa gereja Bukit Asri. Berita tentang ancaman terhadap gereja, seakan jadi 
lonceng yang bergema ke berbagai tempat dan mendatangkan berkat melimpah. 


Setelah memasang lapisan peredam, majelis gereja menyepakati penggunaan 
sebagian uang untuk memperbaiki jalan di perumahan. Yang berlubang-lubang 
ditutup rata. Jalan akses utama ke gereja diplester sehingga lebih nyaman untuk 
dilalui.

Banyak warga perumahan yang semakin senang dan bersyukur dengan kehadiran dan 
peran gereja. Mereka merasa ikut menikmati berkat dengan hadirnya gereja di 
lingkungan perumahan. Mereka melihat bahwa warga gereja mau bergaul dan 
berinteraksi dengan berbagai kegiatan di perumahan. 
Setiap ada kerja bakti membersihkan lingkungan, para warga gereja pasti ikut 
berpartisipasi. Meskipun diadakan pada hari Minggu, tidak menjadi halangan 
karena sesudah ibadah pagi kerja bakti bisa dilakukan.


Setiap ada tugas siskamling, para pemuda gereja tidak pernah absen. Mereka 
mengerjakan tugas menjaga keamanan dengan senang hati, apalagi ketika ada acara 
peringatan kemerdekaan RI. Banyak warga gereja yang menjadi panitia pelaksana.


Dalam rapat atau pertemuan RT, rohaniwan dan penatua gereja selalu berusaha 
untuk hadir. Meski banyak kesibukan sehubungan dengan tugasnya sebagai 
rohaniwan, Theopilus selalu menyempatkan diri untuk datang dalam pertemuan RT. 


Ini penting karena dari pertemuan itu ada banyak informasi yang bisa diketahui 
dan diantisipasi oleh gereja. Selain itu, menjadi ajang kepedulian dan rasa 
kebersamaan di antara warga perumahan.
Dalam hal-hal seperti inilah, Gereja dipanggil untuk melaksanakan tugasnya 
sebagai garam dan terang dunia. Gereja tidak boleh bersikap eksklusif, apalagi 
menutup diri terhadap lingkungan sekitarnya. Alangkah indah jika keberadaan 
Gereja bisa dirasakan sebagai saluran berkat Tuhan untuk warga gereja secara 
internal, maupun masyarakat secara eksternal. 


"Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat 
perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga; Usahakanlah 
kesejahteraan kota ... dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab 
kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. " (Mat 5:16; Yer 29:7).n

Penulis adalah rohaniwan, tinggal di Bogor 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Know an art & music fan? Make a donation in their honor this holiday season!
http://us.click.yahoo.com/.6dcNC/.VHMAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke