http://www.suarapembaruan.com/News/2005/12/17/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Survei PwC 

47 Persen Perusahaan Indonesia Korban Kejahatan Ekonomi

Menyangkut reaksi dan tingkat pengembalian kerugian, survei PwC di Indonesia 
menunjukkan, bahwa kemungkinan kerugian dapat dikembalikan, sangat kecil. 
Perusahaan yang menjadi korban, umumnya enggan untuk memasuki proses yang 
panjang dan mahal, sementara tingkat keberhasilannya masih tidak jelas. 

JAKARTA - Maraknya kejahatan ekonomi semakin mengancam perusahaan-perusahaan di 
seluruh dunia. Hal itu melanda pula Indonesia, dan tercatat 47 persen 
perusahaan di Tanah Air menjadi korban penipuan dalam kurun dua tahun terakhir. 

Demikian hasil jajak pendapat mengenai Kejahatan Ekonomi Global 2005, yang 
dilakukan PricewaterhouseCoopers (PwC), yang hasilnya diperoleh Pembaruan, di 
Jakarta, Jumat (16/12). Meskipun jumlah 47 persen tersebut berkurang 4 persen 
dibanding temuan pada 2003, namun lebih tinggi dibanding rata-rata dunia yang 
sebesar 45 persen. 

Jajak pendapat itu sekaligus menunjukkan bahwa korupsi di Indonesia tetap 
menjadi kejahatan ekonomi yang banyak terjadi. Terbukti, dari perusahaan yang 
menjadi korban kejahatan ekonomi, 66 persen di antaranya adalah korban korupsi. 
Angka itu lebih tinggi dibanding rata-rata dunia sebesar 24 persen. 

Secara global, lanjut PwC, jumlah perusahaan yang melaporkan penipuan meningkat 
22 persen menjadi 45 persen, sejak 2003. Sementara nilai rata-rata beban 
kerugian keuangan yang ditanggung perusahaan mencapai US$ 1,7 juta. Khusus di 
Indonesia, rata-rata kerugian mencapai US$ 475.826. Kerugian dimaksud mencakup 
penyalahgunaan aset, pemalsuan, dan penipuan. 

Sebagai catatan, jajak pendapat tersebut melibatkan 3.508 perusahaan dari 34 
negara, dan Indonesia mengikutsertakan 75 perusahaan. Dari 1.227 perusahaan 
yang menjadi korban kejahatan ekonomi, nilai kerugian yang dapat dideteksi 
melebihi US$ 2 miliar dalam kurun dua tahun terakhir. 

Perusahaan-perusahaan tersebut, rata-rata melaporkan delapan penipuan sejak 
2003. Semakin besar skala perusahaan, semakin besar pula kemungkinan mengalami 
dan mengetahui adanya penipuan. Perusahaan besar, rata-rata melaporkan 12 
kejahatan. 

Di Indonesia, PwC mencatat bahwa profil umum pelaku penipuan adalah lelaki 
dewasa berumur 31-40 tahun, dengan tingkat pendidikan tertinggi adalah sarjana 
muda. 

Selanjutnya di luar angka kerugian yang mesti ditanggung, 83 persen responden 
di Indonesia beranggapan bahwa kejahatan keuangan menurunkan motivasi dan moral 
kerja. Sementara menurut 50 persen responden, kejahatan ekonomi merugikan 
hubungan bisnis mereka, dan 21 persen beranggapan telah merusak reputasi merek 
dan nama baik perusahaan. 

Menyangkut reaksi dan tingkat pengembalian kerugian, survei PwC di Indonesia 
menunjukkan, bahwa kemungkinan kerugian dapat dikembalikan, sangat kecil. 
Perusahaan yang menjadi korban, umumnya enggan untuk memasuki proses yang 
panjang dan mahal, sementara tingkat keberhasilannya masih tidak jelas. 

Secara persentase, 70 persen responden di Indonesia menyatakan sama sekali 
tidak mampu mengembalikan kerugian, 5 persen mengaku mampu mengembalikan 
kerugian lebih dari 61 persen, dan 27 persen mengaku telah mengasuransikan 
bisnisnya dari tindak kejahatan ekonomi. 

Hal yang paling ironis, berdasarkan survei PwC, mayoritas perusahaan di 
Indonesia yang menjadi responden lebih memilih menginvestigasi secara internal, 
ketimbang memanfaatkan aparat penegak hukum, penyelidik eksternal, maupun 
akuntan forensik. (A-17) 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 17/12/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Fair play? Video games influencing politics. Click and talk back!
http://us.click.yahoo.com/u8TY5A/tzNLAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke