Dunia Islam masih belum mau mengakui bahwa Islam dibalik Bom Boston. Kepada Priatna <[email protected]> pelakunya sudah mengakuinya melakuakna Bom Boston tafsir anda adalah tindakan yang goblok. __________________________________________________________________________________ Kuwaiti royal prince Abdullah al-Sabah Islam adalah penyakit kanker ganas diperadaban dunia modern.
Kita jangan membenci Muslim, sebab mereka cuma korban. Mereka begitu karena nabinya. Mereka bejat dan jahat juga karena nabinya. Kita seharusnya merasa iba dan kasihan kepada Muslim. ---------- Forwarded message ---------- From: Priatna <[email protected]> Date: 2013/4/23 Subject: [mediacare] Re: 10 Tafsir Berita Bom Boston To: [email protected] ** --- In [email protected], Yons Achmad <senjakarta@...> wrote: > > Senin (15/4/2013) siang waktu setempat bom mengguncang lokasi di dekat > garis finish di Boston Marathon Massachusetts, Amerika Serikat. Berita itu > segera beredar dan sampailah kepada kita. Media tanah air sebagian besar > "hanya" menterjemahkan media-media Barat. Berita simpang siur. > Dugaan-dugaan mengemuka. Kita bingung dengan fakta yang sebenarnya. Kalau > sudah begini akankah kita bisa mendapatkan makna dari peristiwa tersebut? > > > Nah, inilah yang sebenarnya kita perlukan. Duduk sejenak merenungkan makna > peristiwa pengeboman tersebut. Hasil pembacaan saya atas beragam berita > yang muncul, ada beberapa tafsir dan catatan sebagai berikut: > > > 1. Pengeboman atau teror semacamnya dalam kondisi damai di tempat > kejadian perkara saya kira semua orang tidak membenarkannya. Hanya saja, > yang namanya pengeboman pasti mempunyai motif dan tujuan tertentu. Dalam > kajian ilmu komunikasi, aktivitas pengeboman tentu saja tidak sekedar > "menghancurkan" tapi pasti ada pesan di dalamnya. Tentang motif, pesan, > tujuan. Hanya pengebom dan Tuhanlah yang tahu. Kita tidak benar-benar bisa > menerkanya. Hanya satu satu hal yang perlu dicatat bahwa pengeboman > tersebut adalah tindakan keliru. > > > 2. Dalam versi FBI, tersangka pengeboman tersebut dua orang. Seorang > berumur 26 tahun, seorang lagi berumur 17 tahun. Satu orang ditembak mati > dalam pengejaran. Sedangkan satunya lagi ditangkap hidup-hidup. Ini apa > artinya? Tidak bisa melakukan konfirmasi tentang motif, alasan dan tujuan > pengeboman kepada tersangka. Ya, memang masih ada tersangka satu lagi > seorang bocah (remaja) umur 17 tahunan. Apakah yang demikian bisa > dilakukan? Apakah bocah tanggung itu punya semacam "motif politik" yang > begitu "berbahaya". Agak meragukan. > > > > 3. Salah satu korban luka peristiwa pengeboman tersebut seorang pria Saudi. > Luka ringan dan harus dirawat di rumah sakit setempat. Dan polisi lokal > langsung mengamankan dan menjaga ketat orang tersebut. Berita demikian > mensyiratkan bagaimana kecurigaan pelaku adalah tak jauh-jauh dari "bau > Islam" masih cukup dominan dalam pikiran aparat lokal negeri itu. > > > > 4. Media-media Amerika yang dikutip media-media kita selalu menyebut bahwa > pelaku pengeboman sebagai keturunan Chechnya. Tentu yang demikian > tendensius. Faktanya tersangka tidak pernah tinggal di Chechnya. Siapapun > akan paham kenapa media-media Amerika selalu memberitakan begitu. Tak lain > tak bukan menyalahkan etnis Chechens (dalam isu terorisme) yang berbau > Islam di dalamnya. > > > > 5. Sebuah media online (Berita Satu) menulis ulang pengakuan Sang Paman > tersangka pengeboman. Sang paman mengaku dia selalu berusaha mendesak dua > keponakannya itu agar tidak terlalu fokus ke Islam dan lebih banyak belajar > di sekolah, dan menasihati mereka supaya "menjadi orang berguna, menyadari > alasan kenapa mereka datang ke Amerika.". Pengakuan sang paman tersebut > entah bagaimana begitu diminati media-media disana. Dikutip media-media > kita pula. Dan kita tahu kemana arahnya. Tentu saja berita pengakuan sang > paman yang disiarkan Berita Satu itu tidak tepat seolah-olah orang yang > fokus ke Islam tidak berguna. Penyesatan-penyesatan opini yang halus > demikian perlu kita waspadai. > > > > 6. Terkait peristiwa pengeboman ini, Amerika pamer teknologi yang > diklaimnya canggih. Mereka berhasil menangkap dan menghabisi tersangka > dengan bantuan alat "infrared" yang dikendalikan dari helikopter sehingga > bisa menemukan lokasi tersangka. Ajang pamer teknologi semacam ini sudah > jelas pesannya. Untuk menunjukkan kekuatan kedikdayaan negeri itu, terutama > alat keamanannya dalam soal pemberantasan apa yang disebut dengan terorisme > sehingga negara-negara lain bisa menjadikannya referensi. Sebuah dimensi > ekonomi politik yang menguntungkan mereka. > > > > 7. Ada jejak intel militer swasta yang berkeliaran di lokasi kejadian. > Mereka semua membawa ransel hitam yang terlihat sangat mirip dengan ransel > yang membawa bom pressure cooke. Media-media arus utama Amerika tidak > melakukan ekspose terhadap keberadaan intel-intel ini. Fakta-fakta demikian > hanya beredar di kalangan jurnalis investigatif. Saya kira fakta-fakta yang > terlupakan ini perlu mendapat perhatian agar kita punya narasi lain yang > bisa menjelaskan dengan gamblang bagaimana fakta sebenarnya kasus bom > Boston tersebut. > > > > 8. Pada peristiwa tersebut, terjadi dua ledakan. Dalam hal ini kita mungkin > tidak pernah bisa menduga sebenarnya ledakan mana yang memakan korban. > Satu bom mungkin ledakan dari tersangka "A", satu lagi mungkin saja > ledakan dari tersangka, maaf, "tersangka" "B". Anda pasti tahu maksud saya. > Hal ini mengingatkan kasus Bom Bali dimana Amrozi Cs juga kaget ledakan bom > yang begitu besar. Statemen ini terkesan konspirasi. Tapi, apa boleh > buat, saya hanya membuka wacana kemungkinan untuk alternatif pewacanaan > agar mendapatkan makna yang sebenarnya. > > > > 9. Pada akhirnya point ke 8 diatas cukup beralasan. Tersangka tidak berdiri > sendiri. Setidaknya komunikasi dengan aparat atau persentuhan dengan aparat > terjadi. Ibu tersangka pada akhirnya yang sendirian membela anaknya. Dalam > pengakuan sang ibu, sang anak dijebak dan dikendalikan FBI. Termasuk upaya > pengejaran keduanya adalah rekayasa aparat setempat. Sang ibunda mengaku > anaknya dikontrol oleh FBI selama 5 tahun. Dikatakanya "Mereka tahu apa > yang putra saya lakukan, mereka tahu situs apa saya yang dibukanya di > internet" > > > 10. Nah terakhir yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana kita mesti > kritis dalam membaca media. Ada kecenderungan, tendensi yang ingin > menyudutkan Islam dan mengkait-kaitkan segala macam yang berbau terror bom > dengan Islam, umat Islam sebagai sosok yang dituduhkan. Tugas kita adalah > meluruskan. Pada akhirnya , kalau kita ikuti dengan seksama dan teliti, > kita nanti akan tahu kemana arah pemberitaan ini. > > > Demikian, setidaknya tafsir atas berita yang berkembang. Mungkin Anda punya > Tafsir lain? Silakan berbagi. (Yons Achmad/wasathon.com) > > > http://wasathon.com/humaniora/read/10__tafsir_berita_bom_boston/ > saya hanya ingin menambahkan aja, dari kasus-kasus peledakan bom di Indonesia (Bom bali II, Ritz Carlton, Kedubes Australia) ada kemiripan dengan aksi peledkan bom di Boston, AS. Mengapa, karena ada cctv yang menangkap pelaku meletakkan tas yang katanya beiris bom. kalau kita melihat kasus di Indonesia, dalam peledakan bom di Hotel Ritz Carlton, pelaku tertangkap kamera sedang masuk ke hotel dan menuju ke tempat sasaran. kemudian bom bali II ada camera yang mengikuti gerak dan langkah pelaku bom bunuh diri dan demikian juga dengan aksi peledakan bom di depan Kedubes Australi, terlihat di CCTV gedung sebarang kedubes merekam mobil boks meledak. dan yang paling anyar adalah kasus perampokaan Bank CIMB di Medan Sumut. seorang juru potret amatir katanya memotret kejadian dan frame demi frame terlihat aksi perampok. seorang teroris yang professional dan tentunya mereka semua professional, akan melakukan abservasi terlebih dahulu di daerah sasaran, mereka akan mengecek pengamanan, keberadaan cctv dan berapa banyak orang yang berada di sasaran tersebut, identitas dan penampilan apa yang cocok. mereka tidak akan membuka jatidiri sebenarnya. mereka akan merubah penampilan mereka. Dalam peledakan di Boston, pelaku secara terang-terangan memeprlihatkan diri di CCTV dan tidak merubah penampilan dan wajah mereka. akhir kata bahwa semua sudah direkayasa dan ujungnya adalah memojokkan Islam. sekian wassalam Priatna [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
