FYI


Komnas PA : Aksi 'One More Night' Bukan Penistaan Agama
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Kamis, 25 April 2013 | 08:23 WIB 
:
TERKAIT:
        * Hidayat Sudah Tonton Parodi "One More Night" Siswi Tolitoli
        * Tanggapan MUI soal Parodi "One More Night" Siswi Tolitoli
        * Google Sudah Disurati untuk "Drop" Video Parodi Tolitoli
        * Parodi Tolitoli, Bukan Semata Kesalahan Para Pelaku Lho..
        * Kasus Parodi Tolitoli, "Darah Muda" Berujung Kehilangan Kesempatan 
Ujian Nasional
JAKARTA, KOMPAS.com - 
Parodi 'One More Night' yang dilakukan siswi SMA 2 Toli-toli, Sulawesi 
Tengah di situs video Youtube, disebut bukan bentuk penistaan agama. 
Anak-anak pelaku parodi itu masih butuh bimbingan.
"Seseorang 
dapat disebut menistakan sesuatu apabila hal itu dilakukan oleh pihak 
yang sudah dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Sementara ini anak," 
ujar Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Perlindungan Anak 
(Komnas PA), Samsul Ridwan, Kamis (25/4/2013). Menurut dia, anak-anak 
adalah pribadi yang seharusnya tak lepas dari bimbingan, pendidikan, dan kasih 
sayang orang dewasa di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun 
instansi pendidikan.
Samsul berpendapat sanksi yang baik untuk 
pelanggaran oleh anak-anak bukanlah menghilangkan haknya menjadi siswa 
dan mengikuti ujian nasional. "Melainkan dididik kembali ke arah yang 
lebih baik daripada sebelumnya," ujar dia.
Komnas PA, imbuh 
Samsul, juga menyayangkan penggunaan istilah penistaan agama yang 
digunakan beragam kalangan menyikapi video ini. Menurut dia, label itu 
akan melekat seumur hidup pada anak-anak ini, bahkan bisa mengancam 
tumbuh-kembang mereka. "Untuk anak, mestinya memilih kata yang tepat, 
misalnya penyimpangan perilaku anak atau yang lain. Yang lebih 
mengutamakan anak," ujarnya.
Samsul mengatakan Komnas PA akan 
meninjau kasus tersebut dalam waktu dekat. Rencananya, Komnas PA juga 
akan melakukan advokasi untuk memperjuangkan hak para siswi pembuat 
parodi 'One More Night' tersebut.
Sebelumnya diberitakan, para 
siswi SMA 2 Toli-Toli membuat video yang memadukan gerakan shalat dengan tarian 
modern berlatar lagu Band Eropa, Maroon 5 berjudul 'One More 
Night'. Video itu pun diunggah ke situs video Youtube.
Beberapa 
waktu kemudian video ini menjadi kontroversi di masyarakat dan lembaga 
agama.  Buntutnya, sanksi keras hingga kehilangan kesempatan mengikuti 
ujian nasional menimpa para siswi tersebut. Di sisi lain, Kementerian 
Komunikasi dan Informatika menyatakan telah menyurati Google, perusahaan induk 
yang mengelola  Youtube, untuk menutup video itu. 
Editor :
Palupi Annisa Auliani

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke