Psikopata berat bertabiat lonte arra_s yang berotak cebol, by a manner of speaking, cuman sekecil ITILnya yang sudah rusak dan jadi busuk, nista lagi menjijikkan ternyata belum juga pergi berobat ke psikiater.
Omongannnya masih tetap kaco aja. --- In [email protected], "arra_s" <arra_s@...> wrote: > > > > tenang saja Plik.. > kamu kan pingin hidup 3000 thn lagi.. > > kamu masih banyak kesempatan membuat negara2 Islam di dunia.. > menjadi sekularisme, pluralisme dan liberalisme.. > > coba dong corong kamu arahkan ke negara2 arab sono.. > harus langsung ke akar nya dong.. > berani ngga? > > kalo mau target nya indonesia doang.. > nah coba coba aja langsung ke website nya FPI.. > berani ngga? > he3x.. > > di milis ini mah kliatan nya hanya ada 2 tipe manusia.. > yg satu depresi yg satu nya lagi bahagia.. > jadi ngga kena klo mau kaing2 disini.. > cuman ngefek sama yg kelompok depresi doang.. > > > > --- In [email protected], Bukan Pedanda <bukan.pedanda@> wrote: > > > > > > > > Islam itu sungguh biadab... > > > > Mengerikan.. > > > > Main buaru aja... > > > > .. > > -- > > > > > > > > MUI Dukung FPI Buru Pemeran Video Pelecehan Gerakan Salat > > > > ________________________________ > > > > > > ________________________________ > > > > JAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) akan turun tangan mencari pemeran video > > pelecehan gerakan salat yang kini beredar di situs Youtube. > > Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang > > Seni > > Budaya A Cholil Ridwan menyetujui tindakan FPI asalkan sesuai aturan. > > "Selama tidak anarkis, tidak dengan kekerasan fisik, saya setuju. Misalnya > > mereka bawa kasus ini ke kepolisian atau ke pengadilan, itu tidak > > masalah selama tidak main hakim sendiri," ujar Cholil saat dihubungi > > Okezone, Kamis (18/4/2013). > > Dikatakan Cholil, jika aparat yang > > berwenang, yakni Polisi tidak mengambil tindakan CEPAT terhadap kelima > > siswi SMA tersebut, maka sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk > > turut campur mendesak pelaku untuk segera dihukum. > > "Jika aparat tidak cepat bergerak, tidak hanya FPI, setiap muslim berhak > > membela Islam, mereka sudah menistakan agama," ucapnya. > > Lanjut Cholil, jika Kelima siswi berseragam olahraga bertuliskan "SMA > > Negeri 2 Toli-Toli" itu terbukti dengan sengaja melakukan gerakan pelecehan > > salat, maka kelimanya dapat disangkakan Pasal 156a sebagaimana > > diundangkan dalam Undang-Undang Nomor 5/PNPS/1969 tentang Pencegahan > > Penyalahgunaan dan Penodaan Agama. > > "Itu harus diinvestigasi dulu, > > harus dipanggil, ditanyakan kenapa mereka melakukan itu. Tidak bisa > > mereka mempermainkan salat, mereka bisa dihukum pidana dengan dijerat > > Undang-Undang penistaan agama," tegasnya. > > Sekedar diketahui, video yang diunggah oleh Muhammad Fadil menggambarkan > > lima siswi berbaris > > layaknya akan melakukan ibadah salat berjamaah. > > Salah seorang > > siswi yang menjadi imam kemudian membacakan surat Alfatihah. Namun di > > tengah membaca surat tersebut, terdengar musik dari Marron 5 berjudul > > One More Night. > > Bukannya meneruskan bacaan salat, sang imam justru bergoyang dan ikuti oleh > > siswi di belakangan. Saat musik berhenti, imam dan jamaah salat ini kembali > > ke barisan dan kembali meneruskan bacaan > > salat. > > Aksi ini berlangsung hingga salat tersebut selesai. puluhan ribu pengunjung > > Youtube telah melihat video tersebut. Komentar beragam > > pun diberikan pengunjung laman itu. > > Berita Lainnya > > * FPI Akan Buru Siswi SMA Pemeran Video Pelecehan Salat > > * Siswi SMA Pemeran Video Pelecehan Salat Terancam Penjara 5 Tahun > > * Polri Akan Tindak Pelaku Pemeran Video Pelecehan Salat > > * Video Lecehkan Gerakan Salat Beredar di Youtube > > * "Eyang Subur Salat di Kamar, Gak Pernah Berjamaah" > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
