Islam telah menjadikan Indonesia sebagai sarang teroris..
-- Kaltim Rentan Aksi Terorisme' Kamis, 25 April 2013, 23:53 WIB Komentar : 0 blogspot.com Terorisme (ilustrasi). A+ | Reset | A- REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Farid Wadjdy mengatakan, Provinsi Kaltim merupakan salah satu daerah di Indonesia yang rawan aksi terorisme. Sebab, menurutnya ada beberapa hal yang memicunya aksi terorisme terjadi. "Di provinsi ini terdapat banyak fasilitas vital, seperti kilang minyak dan bandar udara di Balikpapan, perusahaan LNG, dan perusahaan pupuk di Bontang," ujar Warid Wadjdy yang membacakan sambutan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dalam pelantikan Forum Koordinasi Penanganan Terorisme (FKPT) di Samarinda, Kamis (25/4). Di sisi lain, katanya, Kaltim yang wilayahnya sangat luas dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, bisa menjadi tempat pelarian, penyelundupan senjata, dan sebagai markas pelatihan yang sulit dideteksi aparat. Kaltim juga perlu terus waspada karena ada beberapa eks narapidana kasus Bom Bali telah menjalani hukuman dan ada pula yang telah dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Balikpapan. Selain itu, ada indikasi keberadaan kelompok terorisme di Kabupaten Kutai Barat dan kegiatan eks napi kasus Bom Bali yang terdeteksi tinggal di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Redaktur : Karta Raharja Ucu Sumber : Antara 481 reads Berita Terkait: Ternyata, Pelaku Bom Boston Ditangkap Dalam Keadaan Tak Bersenjata Tamerlan Tsarnaev Sempat Dua Kali Masuk Daftar Pengawasan Kanada Gagalkan Rencana Terorisme FBI Tak Ingin Terburu-Buru Umumkan Tersangka Bom Boston Pengadilan Boston Diancam Bom Hai Bani Israil, ingatlah akan nimat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. (QS. Al-Baqarah [2]:122) FOTO TERKAIT: In Picture: Komnas HAM Tunjukkan Video Penyiksaan Densus 88 Isi Komentar Anda Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
