Jadi kepercayaan kepada Allah dipertahankan melalui cara2 pemaksaan, cara2
teror, dan cara2 brainwash yang kesemuanya hanyalah timbul akibat dari
kepercayaan yang memang tidak ada dasarnya untuk bisa dipertahankan.  Jadi
untuk mempertahankannya itulah digunakan cara2 pemaksaan, teror dan
brainwash terutama dalam agama Islam.

__________________________________________________________________________________
Kuwaiti royal prince Abdullah al-Sabah Islam adalah penyakit kanker ganas
diperadaban dunia modern.

Kita jangan membenci Muslim, sebab mereka cuma korban. Mereka begitu karena
nabinya. Mereka bejat dan jahat juga karena nabinya. Kita seharusnya merasa
iba dan kasihan kepada Muslim.


---------- Forwarded message ----------
From: Muskitawati <[email protected]>
Date: 2013/4/23
Subject: [zamanku] Radikalisasi Islam Hanyalah Reaksi Dari Makin Lemahnya
Kepercayaan
To: [email protected], [email protected],
[email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected]


**


Jumlah umat yang makin banyak bukanlah berarti kepercayaan yang makin kuat.
 Karena kepercayaan yang diimani umat yang bisa kita saksikan hanyalah
semu, sama semunya dengan sikap umat dalam ber-basa basi.


Kalo kita bertandang kerumah orang, biasanya disuguhi minum atau penganan,
tapi sebagai tamu kita akan bilang "udahlah enggak usah repot2" dan ini
merupakan apa yang kita sebut etika basa basi.


Demikianlah kepercayaan tidak lebih daripada sikap basa basi daripada
kepercayaan yang betul2 sebagai keimanan.  Dan kepercayaan dalam rangka
etika basa basi ini kita sebut sebagai budaya.


Jadi kepercayaan umat yang kita lihat se-olah2 makin banyak jumlahnya
bukanlah berarti kepercayaan yang diimaninya yang makin banyak jumlahnya,
mereka berkepercayaan hanya sebatas etika basa basi yang menjadi obsesi
masyarakat yang mempertahankan budayanya.


Tapi individu2 yang memang mengimani kepercayaan itu bukan sekedar budaya
basa basi akan bereaksi menyalahkan sikap mereka yang dianggapnya sebagai
murtad atau sebagai Islam KTP.  Tergantung posisi si individu tsb dalam
masyarakat, dia bisa memaksa, dia bisa menteror, dan dia bisa membrainwash
sebagai reaksi terhadap kepercayaan yang dianggapnya makin melemah ini.


Jadi Demokrasi dan kebebasan berpendapat itu memberi peluang kepada semua
orang untuk lebih berani jujur, untuk lebih berani menunjukkan sikap dalam
meletakkan kepercayaan hanya sebagai figuran budaya basa basi saja.  Dalam
kejadian ini si individu yang beriman akan bereaksi untuk menjadi lebih
radikal,  Sementara di-negara2 Syariah sikap radikal ini se-olah2 bisa
direm oleh radikalisasi Syariah itu sendiri, namun radikal dilawan radikal
malah jadi konflik fisik massal seperti yang terjadi di Suriah yang kita
sebut sebagai perang.  Karena yang bereaksi radikal itu masing2 yang
berkuasa yang berbeda pandangan dalam radikalisasinya tsb.


Jadi sama konflik mereka yang radikal mempercayai bahwa sang pencipta itu
adalah Dewa Zeus, dan yang lawannya menjadi radikal karena mempercayai sang
pencipta itu adalah Allah bukan Dewa Zeus.

Jadi di negara2 Demokrasi yang menjamin kebebasan berbicara dan
berpendapat, maka pemaksaan, teror, dan brainwash tidak bisa dipraktekkan
dan mereka yang masih mencoba mempraktekkan akan hancur dan lenyap dengan
sendirinya tergulung oleh hukum yang menjamin kebebasan itu sendiri.

Sebaliknya, di negara2 Syariah Islam pun radikalisasi terjadi dalam arti
yang berbeda, radikalisasinya itu merupakan reaksi menentang paham aliran
yang dianut pemerintahnya dimana mereka juga akan musnah bukan dengan
sendirinya tapi ditumpas oleh kekuatan yang lebih kuat atau yang lebih
berkuasa yang akibatnya korban2 berjatuhan secara massal, sementara di
negara Demokratis korban yang jatuh itu hanyalah si individu yang menjadi
radikal saja.

Jadi radikalisasi itu adalah sikap yang menentang pemikiran, kepercayaan,
maupun kebiasaan lingkungan yang lebih banyak yang kalo dinegara demokrasi
dijamin dan dilindungi, kecuali kalo dilakukan cara2 pemaksaan atau teror
maka akan ditumpas tapi dinegara Syariah ditumpas.habis meskipun
radikalisasi itu tidak menggunakan cara2 pemaksaan ataupun teror, baru
pemikiran dan pendapat saja sudah akan menjadi korban.


> "dimaswur" <dimaswur@...> wrote:
> Menurut keyaakinan orang Yang
> beriman ALLAH itu malah mampu
> menghaancurkan seluruh Alam
> Semesta dan segala isinya !


Lalu apa bedanya orang Yunani kuno dulu juga yakin bahwa Dewa Zeus si
pencipta alam semesta ini mampu menghancurkan alam semesta ini.


Lalu mana yang benar ???  Dewa Zeus atau Allah yang lebih benar ???  Siapa
yang bisa membuktikan Allah lebih benar dari Dewa Zeus ???


Perjalanan waktu menunjukkan akhirnya kepercayaan kepada dewa Zeus pun
luntur, sama tidak berbeda bahwa kepercayaan bahwa Allah itu sang pencipta
yang bisa menghancurkan alam semesta itu juga luntur.


Jadi jangan lihat kenyataan yang benar itu ke lingkungan mereka yang masih
percaya, karena kalo ada yang mulai luntur kepercayaannya dituduh murtad
dan bisa dibunuh sehingga kepercayaan kepada Allah yang makin luntur inipun
tidak bisa kelihatan nyata namun tetap berlangsung.


Memang kelihatannya jumlah umat itu bertambah, tapi pertambahannya itu semu
cuma namanya saja seperti di Indonesia disebut sebagai Islam KTP.  Coba
kalo masyarakat Islam di-mana2 diberi kebebasan, maka akan terlihat nyata
bahwa kepercayaan kepada Allah itu sama sekali semu.


Jadi kepercayaan kepada Allah tidak bedanya kepada kepercayaan kepada Dewa
Zeus, ke-dua2nya sama2 kepercayaan yang tidak ada dasarnya, dan kepercayaan
ke-dua2nya makin keropos dengan berjalannya waktu.


Tapi bukan cuma Allah dan Dewa Zeus, masih banyak lagi kepercayaan2 yang
mustahil seperti keduanya, seperti dewa Brahma, dewa Syiwa dll yang
kesemuanya tidak lebih absurd daripada kepercayaan kepada Allah.


Jadi kepercayaan kepada Allah dipertahankan melalui cara2 pemaksaan, cara2
teror, dan cara2 brainwash yang kesemuanya hanyalah timbul akibat dari
kepercayaan yang memang tidak ada dasarnya untuk bisa dipertahankan.  Jadi
untuk mempertahankannya itulah digunakan cara2 pemaksaan, teror dan
brainwash terutama dalam agama Islam.


Ny. Muslim binti Muskitawati.

 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke