http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=6060

Selasa, 20 Des 2005,

Penggelapan Fiskal Rp 1 Triliun 


SBY Nilai, Penyimpangan Keimigrasian Sangat Serius
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali mengungkap kebobrokan 
Ditjen Imigrasi. Penggelapan dana fiskal, misalnya, dianggap sebagai kebiasaan 
yang jamak. Karena itu, negara dirugikan hingga Rp 1 triliun per tahun. 

Menurut laporan yang diterima presiden, peran, fungsi, dan tugas Imigrasi tidak 
dijalankan dengan baik sehingga terjadi berbagai penyimpangan, seperti fiskal, 
tersebut. Contoh lain adalah pungutan liar terhadap tenaga kerja Indonesia di 
Penang dan Kuala Lumpur. Masing-masing merugikan negara Rp 12 miliar dan Rp 26 
miliar. 

Belum lagi, kasus penerbitan paspor palsu, banyaknya penjahat yang masuk daftar 
cekal tapi bisa kabur ke luar negeri, dan buruknya pelayanan terhadap warga 
negara asing, baik investor maupun wisatawan. 

"Kerugian itu belum termasuk citra jelek Indonesia di luar negeri akibat 
kelambanan pelayanan atau justru dipersulit ketika akan masuk ke Indonesia. 
Padahal, negara-negara lain telah memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya," 
tegas presiden.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan, penyelewengan pungutan 
fiskal terjadi sejak puluhan tahun. Karena itu, pada masa pemerintahan Presiden 
Megawati sempat muncul usul agar pungutan tersebut dihapus. Penghapusan itu 
diberlakukan mulai 2008 melalui amandemen UU Pajak Penghasilan. 

"Pungutan itu kan amanat UU Pajak Penghasilan. Jadi, tidak bisa dicabut dengan 
keputusan menteri atau peraturan pemerintah, harus dengan amandemen UU Pajak 
Penghasilan," jelasnya. 

Pungutan fiskal tersebut Rp 1 juta per penumpang pesawat terbang tujuan 
internasional dan Rp 500 ribu per penumpang kapal laut tujuan luar negeri. 
Setiap tahun, pungutan fiskal menghasilkan penerimaan negara bukan pajak Rp 1,2 
triliun. Itu berarti hanya sedikit lebih besar dari perkiraan kebocoran yang 
diungkapkan presiden. 

Sri Mulyani sendiri mengaku belum memiliki data nasional perkiraan kebocoran 
pungutan fiskal luar negeri. "Saya belum punya waktu untuk menginvestigasi 
semua. Tapi, estimasi untuk Bandara Soekarno-Hatta saja sekitar Rp 200 miliar 
per tahun. Ini perkiraan sementara," ujarnya.

Dia menengarai, ada sejumlah modus operandi yang dipraktikkan petugas Imigrasi. 
Pertama, 50 jenis penumpang yang mendapat pengecualian membayar fiskal tetap 
dipungut dengan jumlah tertentu. Berikutnya, tidak dibukukannya pungutan 
fiskal. Ketiga, dimasukkannya penumpang tujuan internasional tanpa melalui 
pintu fiskal dengan imbalan tertentu.

Presiden yang didampingi Wapres Jusuf Kalla menilai, masalah di jajaran 
Imigrasi sangat fundamental serta membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. 
"Dasarnya adalah banyaknya laporan tentang praktik penyimpangan, baik di dalam 
maupun luar negeri," katanya setelah rapat terbatas di Kantor Kepresidenan 
kemarin.

Pembenahan harus dilakukan karena penyimpangan sudah sangat serius dan 
mempengaruhi citra Indonesia di luar negeri. Untuk itu, pemerintah akan 
melakukan tiga langkah. Yakni, penegakan hukum yang menyeluruh, penataan ulang 
Imigrasi agar menjadi lembaga kredibel, serta peningkatan kapasitas terutama di 
bidang teknologi informasi. 

Presiden membuka kemungkinan untuk mengganti pejabat di seluruh level eselon 
yang terjadi penyimpangan. "Siapa pun yang salah, siapa pun yang lalai, tentu 
harus kita ganti. Kalau terlibat kejahatan, harus kita proses hukum," tegas SBY 
yang banyak mendapatkan laporan penyimpangan Imigrasi ketika berkunjung ke 
Malaysia minggu lalu. 

Presiden mengatakan, penataan perlu dilakukan agar Imigrasi menjadi lembaga 
profesional, kredibel, dan akuntabel. Dengan demikian, Imigrasi dapat mengawasi 
orang yang keluar masuk Indonesia, mengawasi warga negara asing yang tinggal di 
Indonesia, dan mencegah kejahatan transnasional. 

Imigrasi juga harus mampu menangkal terorisme dan koruptor yang hendak 
menyembunyikan hasil kejahatan ke luar negeri, melakukan kebijakan fiskal, 
perlindungan warga negara, serta pengamanan aset negara. 

Untuk mendukung langkah itu, masyarakat diminta berperan aktif. Mereka bisa 
melaporkan setiap penyimpangan keimigrasian ke Kotak Pos 9949 atau SMS 9949. 

Selain menjanjikan pembenahan di jajaran Imigrasi, pemerintah juga akan 
merestrukturisasi jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ditjen Pajak, 
badan usaha milik negara, dan Badan Pertanahan Nasional. Lembaga-lembaga 
tersebut terkait pelayanan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan 
masyarakat.

Mendengar kesewotan presiden tersebut, para pegawai kantor Imigrasi kebakaran 
jenggot. Mereka malah menilai Presiden SBY tidak mengerti kondisi di Ditjen 
Imigrasi. "Pak presiden belum mengerti perubahan pada Ditjen Imigrasi. Kami 
selama ini tidak menerima pajak sehingga penyelewengan fiskal tidak mungkin 
terjadi," kata pegawai Ditjen Imigrasi yang tidak mau disebut namanya. 

Laki-laki berkulit sawo matang itu menjelaskan, pada 1999, Ditjen Imigrasi 
tidak pernah lagi mengurusi masalah pajak sehingga penilapan biaya fiskal tidak 
ada lagi. Justru dia menuding, pegawai pajak yang melakukan penilapan tersebut. 

"Sejak 1999, mereka yang mengurusi biaya fiskal. Kami tidak mengurus lagi. 
Bagaimana kami menilapnya, sedangkan uang tersebut masuk dan diterima orang 
pajak," tegas pria berambut lurus itu.

Lantas, apakah sebelum 1999 pegawai Imigrasi melakukan praktik penilapan 
tersebut? Lelaki itu mengerutkan kening. Lalu, dia berbicara perlahan-lahan. 
"Bisa saja terjadi dan ada oknum Ditjen Pajak yang terlibat," jelasnya. 

Dia mencurigai pegawai yang bergaya hidup mewah, seperti ganti-ganti mobil. 
"Masak pegawai negeri yang gajinya tak seberapa dapat melakukan itu semua," 
tambahnya. 

Ditjen Imigrasi M. Iman Santoso tidak mau berkomentar. Stafnya meminta agar 
wartawan koran ini menemui Kepala Humas Ditjen Imigrasi Asep Supriatna Anwar. 
Namun, Asep juga menolak bertemu wartawan. Alasanya, dia belum siap menjawab 
seputar dugaan penyelewengan fiskal tersebut. (noe/unt)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Know an art & music fan? Make a donation in their honor this holiday season!
http://us.click.yahoo.com/.6dcNC/.VHMAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke