http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/20/utama/2303788.htm

 
Pengungsi Maluku Tengah Tagih Dana BBR 




Ambon, Kompas - Puluhan pengungsi yang mewakili lebih dari 200 keluarga 
pengungsi di Dusun Ujung Batu dan Batu Naga, Desa Wai, Kabupaten Maluku Tengah, 
Senin (19/12), berunjuk rasa di Gedung DPRD dan Kantor Gubernur Maluku.

Unjuk rasa itu dilakukan karena sejak mengungsi tahun 1999 hingga kini mereka 
belum mendapatkan uang bantuan biaya rumah (BBR). Padahal, batas waktu yang 
diberikan pemerintah kepada para pengungsi untuk segera kembali dan 
meninggalkan barak pengungsian sudah semakin dekat.

Di DPRD Maluku para pengungsi berdialog dengan Ketua Panitia Khusus Pengungsi 
yang juga anggota Komisi A, M Saleh Watihelu.

Di Kantor Gubernur Maluku para pengungsi diterima di halaman kantor oleh Kepala 
Infokom yang juga Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Maluku Lies Uluhayanan.

Dalam pertemuan dengan para pengungsi di Gedung DPRD terungkap, sebelumnya 
memang banyak data fiktif atau ganda menyangkut para pengungsi. Diduga 
pendataan fiktif itulah yang di antaranya menyebabkan para pengungsi tidak 
mendapatkan dana BBR hingga kini.

Tak hanya di Batu Naga dan Ujung Batu, sejumlah besar pengungsi yang saat ini 
tersebar di beberapa lokasi pengungsian di Ambon juga belum mendapatkan dana 
BBR.

Menurut wakil para pengungsi, M Ali Wabula, mereka yang berada di Batu Naga dan 
Ujung Batu mengungsi sejak tahun 1999. Saat kerusuhan terjadi, mereka sempat 
pulang ke Buton, Sulawesi Tenggara. Saat kembali, mereka beberapa kali 
memasukkan data ke pemerintah provinsi.

"Sejak era gubernur sebelumnya hingga gubernur sekarang, mulai dari pendataan 
berdasarkan keluarga hingga sekarang pendataan berdasarkan jumlah rumah yang 
hancur sudah kami masukkan. Hingga kini kami belum pernah diberi dana apa pun. 
Padahal, pengungsi yang berada di dusun lain yang bersebelahan dengan dusun 
kami sudah dapat semua," kata Ali.

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dan Wakil Gubernur MA Latuconsina yang 
ditanya wartawan mengatakan, mereka sudah mendapatkan dana dan sudah pernah 
didata. Namun, soal kacaunya data pengungsi dan banyaknya pengungsi yang sudah 
terdata, tetapi tidak mendapatkan dana, Latuconsina mengatakan, "Kalau ada 
kesalahan data, pasti nanti akan terbukti."

Berbeda dengan gubernur dan wakil gubernur, AR Uluputty, mantan Kepala Dinas 
Sosial Maluku, mengakui sebagian pengungsi memang belum terdata dan sama sekali 
belum mendapatkan dana. (REN)





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Know an art & music fan? Make a donation in their honor this holiday season!
http://us.click.yahoo.com/.6dcNC/.VHMAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke