Tidaklah mungkin disangkal, dizaman teknologi informasi sekarang ini 
terjadi banyak ketimpangan2 dalam berbagai kelompok masyarakat 
terutama masyarakat beragama yang disatu pihak berusaha 
mempertahankan kepercayaannya tetapi dilain pihak diharuskan 
mengorbankan ajaran2nya itu sendiri.

Contoh yang paling menonjol, umat Islam cepat atau lambat pasti harus 
menanggalkan ajaran2 jihad, ajaran2 membasmi mereka yang menolak 
menyembah Allah, ajaran2 yang memusuhi kafir, yahudi, penyembah 
berhala, dll.  Meskipun sekarang ini mereka masih berusaha 
menafsirkan arti "Jihad" dengan berbagai cara yang bukan berarti 
kekerasan, namun tetap tidak applicable karena kalo memang tidak 
punya niat untuk melakukan kekerasan tentu tak perlu ada istilah 
ini.  Semua dakwah yang tidak dilakukan dengan kekerasan tidak perlu 
dinamakan "jihad" cukup dinamakan "dakwah".  Begitu banyak kata2 yang 
bisa anda gunakan sekedar untuk melakukan aktivitas atau kegiatan 
yang jauh dari kekerasan sehingga kata2 "jihad" boleh dihapus tak 
perlu digunakan lagi.

Begitu banyak umat dan ulama2 Islam yang berusaha membuat bermacam 
tulisan se-mata2 untuk mempertahankan keaslian ajaran2 yang 
sebenarnya sudah tidak mungkin dilaksanakan dizaman modern ini.  
Namun tidak ada satupun tulisan yang mampu mengupas secara tajam pada 
fokus yang dituju-nya.  Apalagi kemampuan mereka dalam membuat 
tulisan demikian rendahnya dimana mereka berusaha meyakinkan 
masyarakat diluar mereka dengan mencomot istilah2 yang scientifik 
yang tidak mereka mengerti sehingga tulisan2 itu jadi sia2 tanpa bisa 
disimpulkan sebagaimana mestinya.

Semua tulisan2 yang bertujuan untuk menyampaikan statement2 yang pro 
& con harus disusun secara ringkas, jelas, dan menggunakan bahasa 
yang tidak ambiquity (tidak berarti ganda).  Kemudian statement itu 
harus disupport dengan salah satu dari ketiga cara yang valid, antara 
lain dengan menggunakan: referensi, argumentasi logis, ataupun data2 
langsung.  Dengan demikian statement dengan supportnya ini akan valid 
untuk dianggap sebagai fakta.  Sementara itu statement tanpa fakta 
kita sebut "Opini".  Namun opini yang di support dengan cara2 yang 
valid (referensi, argumentasi logis, atau data2) kita namakan "fact" 
atau fakta.

YANG PALING MEMPRIHATINKAN JUSTRU SEMUA UMAT YANG BERAGAMA SUDAH 
DIBIASAKAN DENGAN STYLE PENULISAN KITAB2 SUCI YANG SAMA SEKALI TIDAK 
MEMILIKI CARA2 VALID DALAM MENGEMUKAKAN ARGUMENTASI, REFERENSI, 
MAUPUN DATA2.  Contohnya, arti kiasan itu merupakan kalimat ataupun 
kata2 yang paling invalid karena penuh arti ganda yang tidak punya 
standard yang konsistent dalam membedakan mana yang kiasan dan mana 
yang bukan.  Adakalanya dalam suatu perdebatan, mereka menganggapnya 
sebagai arti kiasan, namun dalam perdebatan lainnya, mereka 
mengartikan secara literal tergantung posisinya saja pada waktu itu.

Dan yang lebih tidak masuk akal dalam pendebat umat beragama, mereka 
menganggap arena debat bukanlah untuk menemukan kebenaran, melainkan 
untuk mempertahankan agamanya.  Sebelum berdebat mereka sudah 
memastikan kebenarannya sendiri dan menyalahkan lawannya, akibatnya 
sewaktu mereka tak mampu mempertahankan kebenaran agamanya, maka 
mereka melakukan langkah2 debat kusir untuk memudarkan fokus yang 
dipermasalahkannya.  Disusul juga dengan caci maki dan ancaman2 
maupun kutukan2 yang sama sekali diluar topik pembicaraan.

Penggunaan Referensi:
ADALAH YANG PALING BANYAK MENYESATKAN UMAT BERAGAMA KARENA MEREKA 
MENGANGGAP BAHWA REFERENSI ITU ADALAH SEGALA HAL YANG MEMBERI 
DUKUNGAN KEPADA KEPERCAYAAN MEREKA.  Padahal penggunaan referensi 
bukan se-mata2 hal2 yang bisa diterima mereka saja, namun haruslah 
lebih luas yaitu REFERENSI ITU MERUPAKAN KENYATAAN YANG HARUS 
DITERIMA UMUM ATAU OLEH SEMUA PIHAK.  Artinya, AlQuran, Bible, dan 
semua kitab2 suci agama2 lainnya bukanlah referensi karena hanya 
diterima oleh mereka yang percaya.  Padahal referensi itu tidaklah 
boleh terikat kepercayaan yang artinya hanya kalo percaya saja terasa 
benar dan kalo tak percaya maka tak terasa kebenarannya.

Contohnya:

Alam semesta ini diciptakan oleh Allah, dan referensinya adalah 
AlQuran ayat.....bla, bla, bla.  Yang begini tidak bisa dijadikan 
referensi dan pernyataan ini sama sekali INVALID.

Alam semseta ini tercipta melalu suatu proses yang sangat 
multicomplex yang saling berkaitan dengan proses2 lainnya dimana hal 
ini merupakan kesimpulan akhir dari observasi gabungan para ahli 
physics seluruh dunia yang dibiayai oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan 
Amerika bulan Agustus 2005.  Pernyataan ini menggunakan referensi 
yang valid karena bisa diterima oleh semua pihak karena gabungan para 
ahli itu bisa dimintakan pertanggungan jawabnya oleh Lembaga Ilmu 
Pengetahuan Amerika.

Juga dalam penggunaan argumentasi logis yang rasional, belum pernah 
satupun umat beragama diberbagai millist bisa memahami penggunaan 
argumentasi logis yang rasional ini, bahkan kecenderungannya malah 
lebih parah lagi, mereka sama sekali tidak mengerti apa 
arti "argumentasi logis rasional" itu sendiri.

Semua bentuk argumentasi logis yang rasional, selalu merupakan 
susunan proposisi (yaitu kalimat yang valid, jelas yang tidak 
ambiquity) dimana proposisi1 berkaitan secara valid dengan proposisi2 
yang harus menghasilkan kesimpulan yang valid.  Kalo salah satu 
proposisinya tidak valid, maka meskipun hubungannya benar dan 
berkaitan, tetap akan menghasilkan kesimpulan atau konklusi yang 
invalid.

contohnya:
Semua yang ada, harus ada penciptanya.
Tuhan tidak ada penciptanya,
Kesimpulannya: TUHAN TIDAK ADA.

Naah... contoh diatas ini adalah bentuk ARGUMENTASI LOGIS RASIONAL 
yang valid YANG TIDAK MUNGKIN BISA DIGOYAHKAN OLEH APAPUN KEPERCAYAAN 
ANDA.  MAU MENYANGKAL ATAUPUN MENOLAK ARGUMENTASI INI TENTU AKAN SIA2 
KARENA SETIAP PROPOSISINYA TIDAK DIBANTAH OLEH UMAT BERAGAMA, NAMUN 
MEREKA MENOLAK KONKLUSINYA, DAN INILAH YANG KITA NAMAKAN SIA2 UNTUK 
MENOLAK ATAU MENYANGKALNYA !!!  Karena kalo proposisinya sudah 
dinyatakan benar, dan kaitannya benar, bagaimana mungkin 
kesimpulannya bisa salah ?????

Namun kalo kita mau menyelami dunia science lebih mendalam, proposisi 
pertama adalah Invalid, KARENA KENYATAAN SCIENCE BISA MEMBUKTIKAN 
BAHWA SEMUA YANG ADA TIDAK SELALU ADA PENCIPTANYA SEHINGGA SECARA 
KESELURUHAN ARGUMENTASI DIATAS ADALAH INVALID.  NAMUN KENYATAAN 
SCIENCE YANG MEMBUKTIKAN BAHWA SESUATU BISA ADA TANPA PERLU ADA 
PENCIPTANYA TENTU SUDAH MENYANGKAL KEBERADAAN TUHAN ITU SENDIRI.  
KARENA AGAMA MENGANGGAP HANYA TUHAN YANG TIDAK DICIPTAKAN PADAHAL 
SCIENCE MENGANGGAP MANUSIAPUN TIDAK PERLU DICIPTAKAN, BAHKAN ALAM 
SEMESTA INI TERBUKTI TIDAK DICIPTAKAN MELAINKAN MELALUI RANGKAIAN 
PROSES RUMIT YANG BERLANGSUNG MILYARDAN TAHUN HINGGA DETIK INIPUN 
PROSES PENCIPTAAN ITU BELUM BERAKHIR.  Dengan demikian, saya serahkan 
kepada masing2 umat saja untuk mendebatnya, karena kemanapun anda 
berpikir untuk di-belok2in, TETAP KESIMPULANNYA AGAMA SALAH DAN TUHAN 
ITU CUMA ANGAN2.  Engga pernah anda akan bisa menyimpulkan bahwa 
Tuhan itu ada dengan cara apapun anda menipunya.

contoh lagi:
Semua yang ada, harus ada penciptanya.
Tuhan tidak ada penciptanya, karena dia tak ada permulaan/akhir.
Kesimpulannya: TUHAN ITU ADA.

Naaah... contoh yang ini adalah BENTUK INVALID YANG SAMA SEKALI TIDAK 
LOGIS, TIDAK RASIONAL DAN TAK MUNGKIN DIJADIKAN FAKTA YANG MUNGKIN 
BISA DITERIMA SIAPAPUN JUGA.  Yang beginipun cuma debat kusir yang 
sering dilancarkan umat beragama dimana sudah jelas kesimpulannya 
salah, namun tetap dipaksakan harus benar.  Bahkan, mereka ber-sorak2 
menyatakan menang berdebat dimuka umatnya dengan cara2 memalukan 
seperti ini.

Pembuktian dengan Data2:
Dalam hal data, saya kira tidak perlu kita panjang lebar 
membicarakannya, karena memang kitab suci bukanlah data sejarah, 
bukan juga data yang dikumpulkan para ahli, artinya tidak ada kitab 
suci yang bisa dianggap sebagai data karena yang dinamakan data harus 
merupakan realitas yang bisa dipersepsi.  Bagaimana mungkin 
kepercayaan kepada kitab suci bisa dianggap data ???  Padahal data 
adalah realitas sedangkan kepercayaan/ iman adalah angan2.

KESIMPULAN:
Dengan cara apapun yang anda pilih untuk membuktikan kebenaran agama 
anda, pada akhirnya TETAP SAJA AGAMA ANDA BISA DIBUKTIKAN TIDAK 
BENAR, TUHAN ANDA BISA DIBUKTIKAN TIDAK BENAR, DAN ALLAH ANDA BENAR2 
MERUPAKAN ANGAN2.

Kalo menggunakan data, referensi, maupun argumentasi logis dan 
rasional tak mungkin bisa membuktikan kebenaran kepercayaan ataupun 
Agama apapun juga. 

Sebaliknya, kalo kita menggunakan permisalan dimana proposisi yang 
invalid tetapi karena dipercaya kebenarannya oleh umat Islam, maka 
yang invalid ini kita perkosa saja untuk menganggapnya valid, maka 
hasilnya juga tetap invalid.

Contohnya:

Khadijah memberi mahar untuk melamar Muhammad menjadi suaminya.
System Keluarga dimana Wanita melamar laki2 dinamakan Matriachart.
Kesimpulannya:
System Keluarga Muhammad adalah system Matriachart.

Susunan proposisi 1 dan 2 jelas saling berkaitan dan kaitannya hingga 
kesimpulannya benar.  Oleh karena itu, KALO MEMANG DIDUNIA INI PERNAH 
ADA ORANG YANG BERNAMA KHADIJAH DAN MUHAMMAD YANG MENIKAH DENGAN 
CARA2 DIATAS, MAKA KESIMPULANNYA TENTU BENAR DAN KESELURUHANNYA 
MERUPAKAN ARGUMENTASI YANG LOGIS RASIONAL YANG VALID.

Namun kenyataannya, proposisi 1 dan 2 sesungguhnya kita tidak tahu 
kebenarannya, kita hanya mengambilnya dari AlQuran dan menganggapnya 
sebagai benar, maka hasil kesimpulannya tentu valid dan tak mungkin 
dibantah.  Namun umat Islam bisa percaya proposisi 1 dan 2 sebagai 
benar, namun menyangkal kesimpulannya sebagai tidak benar.  AKIBATNYA 
AMBLASLAH KESELURUHANNYA DIHANCURKANNYA SENDIRI SEHINGGA TIDAK ADA 
YANG BISA DIPERCAYA, DAN TIDAK ADA YANG BISA DIANGGAP BENAR, DAN 
LEBIH DARIPADA ITU, TIDAK ADA YANG BISA DIANGGAP ADA.

Konsekuensi daripada system kekeluargaan Muhammad yang Matriachart 
ini akanlah sangat luas, apalagi mengingat bahwa Muhammad hidup 
secara monogami dengan isterinya hingga Muhammad berumur 54 tahun 
sewaktu Khadijah wafat.  Umat Islam akan menyangkal kalo Islam 
merupakan ajaran Matriachart meskipun mereka percaya Islam sebagai 
ajaran Muhammad.  Untuk memastikannya, kembali kita membutuhkan 
referensi2 yang dipercaya oleh umat Islam itu sendiri, yaitu bahwa 
paman Khadijah yang bernama Waraqa adalah beragama Kristen, dan 
sewaktu Muhammad didatangi Jibril di Gua Hira, manusia pertama 
didunia ini yang menganggap Muhammad adalah Nabi adalah Waraqa itu 
sendiri disusul oleh isterinya.  Dan juga perlu kita tegaskan disini, 
bahwa usaha Muhammad untuk bertapa di Gua Hira sebenarnya adalah atas 
dorongan isterinya Khadijah.  JADI LAHIRNYA ISLAM KEDUNIA INI 
DIMOTORI OLEH DUA ORANG, YAITU SITI KHADIJAH DAN WARAQA, BAHKAN 
MUHAMMAD SENDIRI SAMA SEKALI TIDAK TAHU MENAHU.

Sekarang kita sorot Waraqa, benarkah dia beragama Kristen ???  
Seluruh ahli2 agama Kristen maupun ahli2 agama Islam sama2 
sependapat, dizaman hidupnya Muhammad belum dikenal agama Kristen 
yang kita kenal sekarang.  Namun kepercayaan umat bahwa Muhammad 
belajar agama Kristen dari Waraqa, namun dari penelitian yang 
mendalam tentang isi Alquran oleh ahli2 agama Kristen membuktikan 
bahwa pengetahuan Muhammad tentang agama Kristen sama sekali 
menyesatkan.  Namun karena para ahli agama Islam tetap memaksakan 
bahwa Muhammad mengetahui ajaran Kristen, maka di-cari2lah 
kemungkinan2 lain yang sebenarnya engga mungkin.  Akhirnya jauh 
disana dalam perjalanan ber-tahun2, ditemukan Gereja Koptik yang 
sebetulnya bukan Gereja Kristen namun dianggap Kristen meskipun 
ajaran2nya jauh dari mirip2 dengan agama Kristen.  Demikianlah 
akhirnya para akhli2 agama dipaksa mencapai kesepakatan yang tidak 
disepakati sebelumnya, yaitu Muhammad pernah mempelajari agama 
Kristen Koptik.  Namun kesepakatan ini sangatlah rapuh, apakah Waraqa 
itu adalah Kristen Koptik ????  pasti bukan, karena Muhammad kalo mau 
dianggap mengenal dan mengetahui Kristen Koptik tentunya bukan dari 
Waraqa melainkan dari Gereja Koptik yang jaraknya sangat jauh itu 
yang kemungkinan disinggahinya sewaktu membawa dagangan milik 
Khadijah bersama pamannya waktu ia masih kecil.  Disinilah timbul 
kontradiksi yang tidak masuk akal kalo anda mau menganggap waraqa itu 
beragama Kristen.  TIDAK ADA YANG LEBIH MASUK AKAL DARIPADA 
MENYIMPULKAN BAHWA WARAQA ADALAH ORANG YAHUDI ASELI SEBAGAI SEORANG 
RABBI YAHUDI.  Apalagi hal ini disokong dengan kenyataan2 bahwa 
memang diwilayah Mekah, Madinah memang banyak sekali pedagang2 
Yahudi, bahkan lebih banyak dari orang2 Arab itu sendiri.  Bahkan 
dalam hal ini tidak disangkal oleh AlQuran dimana semua sengketa 
selalu menampilkan orang Yahudi bukan orang2 Kristen.  Hal ini juga 
diperkuat dengan data sejarah, bahwa nama ARAB artinya NOMAD.  Orang2 
Arab sebelum Islam memang Nomaaden berpindah selalu dari satu tempat 
ketempat lain sambil berdagang.  Satu hal yang tidak bisa 
dikesampingkan yaitu keterangan2 dari AlQuran yang menyatakan bahwa 
Nabi Muhammad memang berdagang ikut pamannya berjalan jauh ber-bulan2 
ke-negara2 lainnya membawa dagangan milik Khadijah.

Disini kita bisa memastikan, Khadijah itu bukan orang Arab karena dia 
bukan keturunan yang Nomaaden.  Hanya orang2 Yahudi saja yang tidak 
Nomaad sedangkan semua orang Arab adalah Nomaad.  Namun kalo kita 
simpulkan bahwa Khadijah ini orang Yahudi, selain akan ditentang oleh 
umat Islam, juga tidak disupport oleh keterangan2 dalam AlQuran.  
Oleh karena itu, dengan bukti2 yang kuat ini kita tak perlu harus 
menentang AlQuran, artinya tak perlu memaksakan bahwa Khadijah adalah 
orang Yahudi, namun sangat bijaksana kalo kita menyimpulkan bahwa 
KHADIJAH KETURUNAN CAMPURAN ANTARA ARAB DAN YAHUDI.  Namun hal inipun 
akan kontradiksi kalo mengingat budaya Arab yang Paternalistik maupun 
ajaran2 di AlQuran yang sangat Patriachart, padahal model keluarga 
pasangan Muhammad Khadijah dipastikan sebagai model Matriachart.

Dengan data2 Arkeologis, dengan mudah kita ketemukan begitu banyaknya 
budaya Matriachart dalam budaya Arab sebelumnya dimulai dari Mesir 
hingga ke Libanon.  Di Mesir kita mengenal Ratu Cleopatra beserta 
banyak lagi ratu2 yang data2nya dihancurkan oleh Islam dizaman 
Muhammad yang memusuhi penyembah2 berhala diwaktu itu.  Hingga di 
Libanon, kita kembali menemukan ratu2 Arab seperti ratu Sheba yang 
begitu terkenal dan besar sekali kerajaannya.  Ratu Sheba pernah 
melamar Raja Sulaiman untuk menjadi suaminya dengan memberi begitu 
banyak mahar kepada Raja Sulaiman.  Ratu Sheba adalah orang Arab, 
sedangkan Raja Sulaiman adalah orang Yahudi.  Begitu bertemu dengan 
raja Sulaiman, Ratu Sheba tercengang karena ternyata Raja Sulaiman 
mempunyai begitu banyak selir2nya yang berupa harem.  Akhirnya Ratu 
Sheba menuntut Raja Sulaiman untuk menceraikan semua isteri2nya itu 
sebelum Ratu Sheba bersedia menikahinya.  Namun Raja Sulaiman 
menolaknya, dan pernikahan dibatalkan, Ratu Sheba balik ke 
Kerajaannya, selanjut nya tidak jelas kejadian2 yang terjadi, namun 
pada akhirnya kita menemukan bahwa kerajaan Sulaiman ini dihancurkan, 
entah oleh Ratu Sheba atau oleh kerajaan lainnya.

Demikianlah, dari kenyataan2 ini, tidak diragukan lagi, bahwa memang 
Siti Khadijah turun temurun merupakan keluarga yang matriachart 
sehingga tidaklah mengherankan kalo Khadijah ini kaya raya yang 
mewarisi kekayaan ayah ibunya sehingga juga berhasil melamar Muhammad 
yang menjadi pegawainya.

Terlalu banyak bukti2 kuat yang tidak mungkin saya tulis kesemuanya 
disini, namun singkatnya disimpulkan bahwa kenabian Muhammad diback-
up kuat oleh Khadijah maupun Waraqa dimana system Matriachart 
merupakan hal baru untuk masyarakat Arab diwaktu itu.  Wajar kalo 
ajaran2 Muhammad yang sangat bertentangan dengan masyarakat 
Patriachart ini mendapat tentangan pada mulanya.  Kalo pada akhirnya 
kita mendapatkan ajaran2 islam yang merupakan ajaran2 yang sudah ada 
jauh sebelum Muhammad dilahirkan, maka perlu dipertanyakan, apa yang 
diajarkan Muhammad sebagai utusan Allah kalo ternyata ajaran2nya 
sudah dilakukan masyarakat Arab sebelum diajarkan Muhammad ???  
Padahal kita tahu, Muhammad adalah Pembaharu, dimana masa lampau Arab 
dinamakannya sebagai jahiliah sehingga Muhammad bertekad memutuskan 
masa lalu budaya bangsa Arab dizaman kehidupannya.

Lalu timbul teka teki baru, kerajaan Champa yang matriachart dan 
Islam berdiri diVietNam Selatan kemudian mereka tergusur ke Sumatera 
sebagai bangsa Minang yang juga matriachart dan Islam, APAKAH 
SEMUANYA INI TIDAK ADA KAITANNYA????  TENTU ADA.  Mereka inilah 
keluarga dan pengikut2 Muhammad yang berhasil menyelamatkan diri dari 
pembunuhan2 massal pada saat2 akhir kehidupan Muhammad.  Sisa 
pertikaian diwariskan kepada umat Syiah dan Sunny.  Ditambah lagi 
begitu banyak data2 tulisan diatas kulit kambing ditemukan diwilayah 
India, Sumatera, Malaysia, VietNam, bahkan hingga ke Jawa.  Kontro 
versi terjadi sewaktu Salman Rusdhie membuat tulisan2 yang 
diungkapkannya dari warisan tulisan dikulit kambing itu,  Hasilnya 
Salman Rusdhie diancam pembunuhan oleh Khomeini.

KITA BERPIKIR, BELAJAR, DAN MENELITI UNTUK BISA BERDIRI DIPIHAK YANG 
BENAR SEHINGGA TAK MUNGKIN KEPERCAYAAN YANG TERNYATA CUMA ANGAN2 
HARUS KITA BELA, APALAGI TERBUKTI KEPERCAYAAN ATAU ANGAN2 INI SALAH 
DAN SAMA SEKALI MENYESATKAN SEHINGGA JATUH BANYAK KORBAN2.

KITA TAK BOLEH MEMBELA ATAU BERDIRI DIPIHAK YANG JELAS2 SALAH KARENA 
HAL ITU HANYA MENGAKIBATKAN JATUHNYA KORBAN YANG SIA2 DAN SEPANJANG 
SEJARAH TIDAK MUNGKIN YANG SALAH BISA DISELAMATKAN.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Know an art & music fan? Make a donation in their honor this holiday season!
http://us.click.yahoo.com/.6dcNC/.VHMAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke