Sebaiknya pembaca memahami masalahnya secara lengkap dulu sehingga bisa menyimpulkannya sendiri.
Bahwa UN adalah lembaga arbitrase untuk mendamaikan semua pihak yang konflik agar tidak pecah perang. Jadi sebelum pecah perang, pihak2 yang konflik akan dipertemukan oleh UN untuk berkompromi barulah setelah konflik harus diselesaikan dengan perang, maka semua pihak yang akan terlibat dalam perang diharuskan mengumumkan kepada rakyat masing2 dan mengosongkan wilayah perang memberi waktu kepada rakyat yang mau mengungsi. Pengumuman harus disiarkan melalui radio dan pamflet dalam waktu sebulan. Demikianlah ketentuan UN yang sudah diketahui oleh semua negara. Namun pada tahun 1967, negara2 Islam yang tergabung dalam konspirasi persatuan Arab telah secara pengecut melanggar aturan melakukan serangan mendadak dari berbagai arah kepada negara Israel tanpa pemberitahuan, tanpa perundingan, tanpa maklumat perang dan semuanya melanggar kesepakatan yang diatur dalam UN. Naas, serangan pengecut Arab Islam ternyata gagal dan dalam 6 hari semua negara2 Arab takluk dan diduduki oleh pasukan Israel, ratusan ribu tentara musuh dibunuh pasukan Israel. Kemudian melalui perjanjian di UN, Israel bersedia mundur menarik diri dari semua negara2 Arab yang dikalahkannya, tapi bagian2 yang paling strategis untuk pertahanan Israel akan tetap diduduki Israel selamanya dan tidak akan pernah dikembalikan lagi dan ini adalah konsekuensi perang, dan bagi Israel tidak ada kompromi bagi keamanan negaranya. Demikianlah, tapal batas 1967 yang dituntut Abbas sebagai batas negara Palestina tidak akan pernah menjadi kenyataan, karena UN pun tidak bisa menegosiasi untuk kesalahan fatal yang dilakukan negara2 Arab yang melanggar ketentuan UN dalam serangan tsb. Jadi masalah tapal batas 1967 sangat jelas bagi semua pihak, tidak bisa dikompromikan karena keamanan Israel tidak bisa dikompromikan. Baik UN, Amerika, Inggris, dan sekarang Palestina Abbas bersedia menerima kenyataan ini. Itulah yang pernah saya tulis, bahwa "janganlah memulai perang" karena yang kalah akan kehilangan segalanya. Perang dalam menuntut hak masih bisa dikompromikan, tapi perang dalam merebut hak milik bangsa lain tidak akan ada lagi komprominya. Sekarang, semuanya, Liga Arab, Abbas, UN. Amerika, Inggris, dan Eropah seluruhnya bisa menerima hal ini dan pasrah kepada kesediaan Israel sejauh mana kompromi itu mau ditawarkannya. Oleh karena itu negara Palestina masih ada harapan untuk eksis dengan parameter yang ditetapkan oleh Israel dan tidak bisa ditawar oleh yang lain. Ibaratnya, daripada tidak kebagian pisang, kulitnya pun oke lah !!! Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
