Aku dan Bapa adalah satu." (Yoh 10:30)
Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yoh 10:34-38)
Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu oknum

---------- Forwarded message ----------
From: <[email protected]>
Date: 2013/5/17
Subject: [Indonesia-Rising] Re: [Mania-anjing] WAHAI AHLI KITAB MARI KITA
SEMBAH ALLAH YANG ESA.
To: [email protected], [email protected]
Cc: "[email protected]" <
[email protected]>, "[email protected]" <
[email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>, "
[email protected]" <[email protected]>, "
[email protected]" <[email protected]>, "
[email protected]" <[email protected]>, "
[email protected]" <[email protected]>, "[email protected]" <
[email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>, "
[email protected]" <[email protected]>, "[email protected]" <
[email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>, "
[email protected]" <[email protected]>, "
g+41x4b0kn000zg3r9rh3400409q5ft0oi000zg470lt9i28...@groups.facebook.com" <
g+41x4b0kn000zg3r9rh3400409q5ft0oi000zg470lt9i28...@groups.facebook.com>, "
[email protected]" <[email protected]>,
"[email protected]" <[email protected]>, "
[email protected]" <[email protected]>, "
[email protected]" <[email protected]>, "
[email protected]" <[email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>, "
[email protected]" <[email protected]>, "[email protected]" <
[email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>, "
[email protected]" <[email protected]>, "[email protected]"
<[email protected]>, "[email protected]" <
[email protected]>, "[email protected]" <
[email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>, "
[email protected]" <[email protected]>, "[email protected]"
<[email protected]>, "[email protected]" <
[email protected]>


**


** Dear Pak Abdul. Yang dikatakan pak Qisn benar... Lebih baik menyembah
Allah dan mengikuti Yesus sebagai teladan , jangan mengikuti Nabi Muhammad.
Ketika bapak percaya dan terima Yesus sebagai Jurus selamat dibabtis
jaminan untuk mencapai ke pada Allah sudah pasti dibandingkan bapak
meningikuti ajaran nabi muhammad dan meneladaninya, sama juga akan di buang
kedalam neraka , karena Allah tidak kenal Nabi Muhammad sebagai teladan
untuk menuju ke Allah.
Orang cerdas tentu pilih Menyebah Allah dengan menjadi murid Yesus dan Dia
sebagai teladan hidup. Tentang keilahian Yesus dan kepastian akan jalan
yang lurus menuju Allah hanya melalui Dia , sudah dijamin 100000% baik
tertulis dalam Alkitab dan Alqur'an.

Jadi pilihlah yang pasti2 saja, buat apa pilih yang tidak pasti alias coba2
atau mudah2an.

salam
MC
------------------------------
*From: * ab rahim abdul hamid <[email protected]>
*Sender: * [email protected]
*Date: *Fri, 17 May 2013 18:19:42 +0800 (SGT)
*To: *<[email protected]>
*ReplyTo: * [email protected]
*Cc: *[email protected]<
[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>;
g+41x4b0kn000zg3r9rh3400409q5ft0oi000zg470lt9i28...@groups.facebook.com<
g+41x4b0kn000zg3r9rh3400409q5ft0oi000zg470lt9i28...@groups.facebook.com>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>; [email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<
[email protected]>; [email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>;
[email protected]<
[email protected]>; Daud Iskak<
[email protected]>; <[email protected]>
*Subject: *[Mania-anjing] WAHAI AHLI KITAB MARI KITA SEMBAH ALLAH YANG ESA.



" Lebih baik pak Abdul memilih menyembah Allah dan Nabi besarnya Yesus,
bukan??"Pak Qibs


Menyembah Allah betul tetapi  jika menyembah Yesus  akan di bakar dalam api
Neraka.

Masih ingat ajaran Nabi Isa kepada Iblis.

(10) Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis:
Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau
berbakti!"

*Ajaran Sesat Paul yang mengajar menyembah Yesus.*


(31) Paulus dan Silas menjawab, "Percayalah kepada Tuhan Yesus! Engkau akan
selamat--engkau dan semua orang yang di rumahmu!"

ALLAH CEMBURUKAN KITA


Tahukah betapa sayangnya Allah kepada kita umat manusia ini. Dia Maha
pengasih Dia Maha Penyayang. Ada sebuah kisah di mana Rasulullah S.A.W dan
sahabat-sahabat baginda sedang melihat seorang ibu yang berlari kesana
kemari tidak tentu arah seperti kehilangan sesuatu. Dan wanita tersebut
sehingga terlupa akan apa yang dia hilang. Dan rupa-rupanya, dia kehilangan
anaknya. Lalu wanita tersebut terjumpa akan anakya itu lalu terus
menyusukan anaknya. Lihat betapa kasih dan sayangnya seorang ibu terhadap
anaknya. Rasulullah lalu bertanya kepada sahabat. “Adakah kamu melihat
itu?”. “YA Rasulullah”. *“KASIH ALLAH KEPADA MANUSIA 70 KALI LEBIH DARIPADA
KASIH SEORANG IBU KEPADA ANAKNYA”.*MasyaAllah! lihatlah betapa sayangnya
Allah S.W.T kepada kita.

*Tahukah kenapa Allah cemburukan kita?*

Dia tidak mahu ada keyakinan lain dalam hati kita. Hanya Allah satu-satunya
yang kita patut cintai. Sama lah juga seperti kita sedang bercinta kan.
Sekiranya kita menduakan pasangan kita dah tentu-tentu pasangan kita akan
cemburu. Masuk akal jugak. Sebab itu lah dosa besar paling utama dalam 70
dosa-dosa besar menurut Ibn Abbas ialah mensyarikatkan Allah, menduakan
Allah, mensyirikkan Allah.

Oleh itu, tunjukkanlah cinta kita kepada Allah dengan melakukan segala
perintahnya. Segala perintah pasangan kita kenapa kita boleh buat sedangkan
perintah Allah buat. Undang-undang negara kenapa kita boleh patuhi dan
takuti sedangkan Allah yang maha kuasa tidak kita takuti.


Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “*Allah subhanahu wa ta’ala
berfirman, “Wahai anak Adam, sepanjang engkau memohon kepada-Ku dan
berharap kepada-Ku akan Aku ampunkan apa yang telah kamu lakukan. Aku tidak
peduli, wahai anak Adam, jika dosa-dosamu setinggi awan di langit kemudian
engkau meminta keampunan kepada-Ku akan Aku ampuni. Wahai anak Adam,
sesungguhnya jika engkau datang membawa kesalahan sebesar dunia, kemudian
engkau datang kepada-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, pasti
Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sebesar itu pula*.”

*(HR. Tirmidzi, ia berkata, ”hadits ini hasan shahih.”)*

*Pengampunan Dosa*

Seberapa pun besar dosa seseorang Allah menjanjikan keampunan jika mahu
beristigfar. Keampunan Allah akan menyebabkan terhapusnya dosa. Terhapusnya
dosa menyebabkan terhindar dari azab dunia dan azab akhirat.

Siapa yang mahu beristigfar ketika berdosa maka dosanya terhapus meskipun
puluhan kali dia lakukan tiap harinya. Dan dia terbebas dari predikat orang
yang terus menerus dalam dosa. Ini semua menunjukkan betapa besar dan
luasnya rahmat Allah pada hamba-Nya. Maka celakalah seorang hamba yang
mengetahui luasnya rahmat Allah namun dia tidak berusaha untuk meraihnya
sehingga terhalang dari rahmat-Nya.

Semoga istigfar menjadi rutin bagi kita sebagaimana rutin Nabi kita. Beliau
dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali beristigfar.

*Meraih Keampunan Allah*

Diterjemahkan Oleh: *Abu Fatah Amrullah* dari Penjelasan Hadits Arba’in No.
42*Syaikh Shalih bin ‘Abdul Aziz Alu Syaikh hafizhahullah*
Perujuk: *Ustadz Abu Ukasyah Aris Munandar*

Dan dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu beliau berkata: Rasulullah
shalallahu ‚alaihi wa sallam bersabda: “*Allah subhanahu wa ta’ala
berfirman: ‘Wahai anak adam, sesungguhnya jika engkau berdoa dan berharap
kepada-Ku, nescaya Aku akan mengampunimu dan Aku tidak akan
memperdulikannya lagi. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu memenuhi
seluruh langit, kemudian engkau memohon ampun padaku, nescaya Aku akan
mengampunimu. Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepadaku dengan
kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau menjumpaiku dalam keadaan tidak
berbuat syirik dengan apapun nescaya aku akan datang kepadamu dengan
pengampunan sepenuh bumi pula*. (HR Tirmidzi, beliau berkata: “hadits ini
hasan”) WAllahu a’lam, semoga selawat tercurah pada nabi Muhammad.

*Penjelasan:*

Dari Anas radhiallahu ‘anhu beliau berkata: Saya mendengar Rasulullah
¬shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: [Allah subhanahu wa ta’ala
berfirman,’ Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau berdoa dan berharap
kepada-Ku, nescaya Aku akan mengampunimu dan Aku tidak akan
memperdulikannya lagi] Yang dimaksud [“Anak Adam”] pada perkataan ini
adalah seorang muslim yang mengikuti risalah rasul yang diutus kepadanya.
Maka orang-orang yang mengikuti risalah nabi Musa ‘alaihi salam pada
zamannya, maka dia termasuk orang yang diseru dengan panggilan ini.
Orang-orang yang mengikuti risalah nabi Isa ‘alaihi salam pada zamannya,
maka dia juga termasuk orang yang diseru dengan panggilan ini. Adapun
setelah diutusnya Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, orang-orang yang
mendapatkan balasan dan keutamaan seperti yang disebutkan dalam hadits ini
adalah mereka yang mengikuti Al Musthafa (Nabi Muhammad) shalallahu ‘alaihi
wa sallam, beriman bahwa risalah yang beliau bawa adalah penutup risalah
para nabi, mengakui kenabian dan risalah yang beliau bawa dan mengikuti
petunjuk beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah jalla wa ‘ala berfirman pada hadits ini: [*Wahai anak Adam,
sesungguhnya jika engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, nescaya Aku akan
mengampunimu dan Aku tidak akan memperdulikannya lagi*] Kalimat ini
memiliki makna yang serupa dengan firman Allah jalla wa ‘ala:

قُلْ يَاعِبَادِي الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لاَتَقْنَطُوا مِن
رَّحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“*Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka
sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah
mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang*” (QS Az Zumar: 53)

Jika seorang hamba melakukan perbuatan dosa kemudian segera bertaubat,
berdoa kepada Allah jalla wa ‘ala agar Ia mengampuninya serta mengharapkan
ampunan-Nya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya selama dia bertaubat
kerana “Taubat itu menghapus dosa-dosa sebelumnya”.

Kemudian Allah jalla wa ‘ala berfirman pada hadits ini: “s*esungguhnya jika
engkau berdoa dan berharap kepada-Ku*”. Kalimat ini menjelaskan bahawa doa
disertai dengan harapan akan menyebabkan Allah mengabulkan permohonan
keampunan. Ada sebagian orang yang berdoa pada Rabb-Nya dengan harapan yang
lemah dan tidak bersangka baik pada Rabb-Nya padahal Rasulullah shalallahu
‘alaihi wa sallam telah bersabda,

”*Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ‘Aku sesuai dengan persangkaan
hamba-Ku pada-Ku maka hendaklah berprasangka pada-Ku sebagaimana dia
kehendaki*”.

Jika seorang hamba berdoa untuk memohon ampun atas segala dosa-dosanya maka
hendaknya dia berdoa untuk memohon ampun pada Allah dengan berkeyakinan
bahawa Allah memiliki kemurahan yang sangat besar dan dia berharap bahawa
Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Orang yang melakukan hal ini, nescaya
Allah akan mengampuni dosa-dosanya.

Maka jika seseorang telah memiliki rasa harap yang sangat besar pada Allah
dan yakin bahawa Allah akan mengampuninya nescaya dia akan mendapatkan apa
yang ia cari. Hal tersebut dikeranakan besarnya rasa harap dan prasangka
yang baik pada Allah. Banyak ibadah-ibadah hati (ibadah qalbiyyah) yang
harus dilakukan oleh seorang pelaku dosa ketika memohon ampun dan
bertaubat. Banyak ibadah-ibadah hati yang harus dilakukan agar perbuatan
dosa diampuni sebagai kurnia dan kemuliaan dari Allah jalla wa ‘ala.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “*nescaya Aku akan
mengampunimu*”. Pengampunan (المغفرة) memiliki makna menutup bekas-bekas
dosa di dunia dan akhirat. Pengampunan tidak sama dengan menerima taubat,
karena pengampunan memiliki makna menutup (ستر). Mengampuni sesuatu (غفر
الشيء) memiliki makna menutup sesuatu (ستره). Menutup dosa-dosa memiliki
makna bahawa Allah jalla wa ‘ala akan menutup timbunan dosa di dunia dan
akhirat. timbunan dosa di dunia adalah balasan atas perbuatan dosa tersebut
di dunia, sedangkan timbunan dosa di akhirat adalah balasan atas perbuatan
dosa tersebut di akhirat. Barang siapa yang memohon keampunan kepada Allah
jalla wa ‘ala maka dia akan diampuni oleh Allah. Barang siapa yang meminta
pada Allah agar Ia menutupi timbunan dosanya di dunia dan akhirat maka
Allah akan menutupinya. Allah akan menutup timbunan dosa-dosanya dengan
tidak memberikan balasan atas dosanya di dunia dan akhirat.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

[*Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu memenuhi seluruh langit*]. Dosa
tersebut memenuhi langit (awan yang tinggi) kerana jumlahnya yang banyak
dan bertimbun-timbun.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: [*kemudian engkau memohon
ampun pada-Ku, nescaya Aku akan mengampunimu*]. Perbuatan ini adalah
perbuatan seorang hamba yang bertaubat dan mencintai Rabbnya dengan
kecintaan yang mendalam. Kerana Allah -Yang Maha Agung, Yang Memiliki nama
dan sifat yang mulia, indah dan sempurna, yang menguasai seluruh kerajaan,
Dialah yang menguasai dan melindungi segala sesuatu, yang memiliki berbagai
macam nama dan sifat yang agung dan mulia- akan mencintai hambanya dengan
kecintaan seperti ini. Maka tidak diragukan lagi, hal ini akan membuat hati
mencintai Rabbnya, merasa hina di hadapan-Nya dan mendahulukan
keredhaan-Nya daripada keredhaan selain-Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: [*Wahai anak Adam, seandainya
dosa-dosamu memenuhi seluruh langit kemudian engkau memohon ampun padaku,
niscaya Aku akan mengampunimu*]. Dalam kalimat ini terdapat dorongan untuk
senantiasa memohon ampunan. Jika engkau berbuat dosa maka beristigfarlah
kerana sesungguhnya tidak cukup istigfar kita walaupun dilakukan sebanyak
70 kali dalam setiap hari seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits.
Dengan beristigfar dan menyesal maka Allah akan mengampuni segala dosa.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: "*Wahai anak Adam, seandainya
engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau
menjumpaiku dalam keadaan tidak berbuat syirik dengan apapun nescaya aku
akan datang kepadamu dengan pengampunan sepenuh bumi pula*". Jika anak Adam
datang dengan dosa sepenuh bumi, kemudian menjumpai Allah dalam keadaan
memurnikan ibadah hanya untuk-Nya dan tidak berbuat syirik kepada-Nya baik
syirik besar, syirik kecil maupun syirik yang tersembunyi, hatinya ikhlas
hanya kepada Allah, tidak ada pada hatinya kecuali Allah dan tidak merasa
cemas kecuali hanya kepada-Nya, tidak berharap kecuali hanya kepada-Nya,
tidak berbuat syirik dalam bentuk apapun pada-Nya, nescaya Allah jalla wa
‘ala akan mengampuni seluruh dosa-dosanya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “*kemudian engkau menjumpaiku dalam
keadaan tidak berbuat syirik dengan apapun niscaya aku akan datang kepadamu
dengan pengampunan sepenuh bumi pula*”. Hal ini menunjukkan kebaikan dan
besarnya rahmat Allah pada para hamba-Nya.

Ya Allah segala puji bagi-Mu atas nama-nama dan sifat-Mu. Ya Allah segala
puji bagi-Mu atas nikmat syariat Islam yang engkau berikan pada kami. Ya
Allah segala puji bagi-Mu atas nikmat diutusnya nabi-Mu Muhammad ‘alaihi
shalatu wa sallam yang engkau berikan pada kami. Ya Allah segala puji
bagi-Mu atas anugerah yang engkau berikan pada kami untuk mengikuti jalan
para salafushalih. Ya Allah segala puji bagi-Mu atas anugerah-Mu pada kami
berupa ampunan untuk segala dosa, menunjukkan pada perbuatan baik, dan
mengampuni segala kesalahan. Ya Allah segala puji bagi-Mu atas nikmat-Mu
yang Agung. Ya Allah segala puji bagi-Mu dan engkaulah yang paling berhak
untuk mendapatkan seluruh pujian.

--- On *Thu, 16/5/13, Tawangalun <[email protected]>* wrote:


From: Tawangalun <[email protected]>
Subject: Re: Bls: [hakekatku_00] WAHAI AHLI KITAB MARI KITA SEMBAH ALLAH
YANG ESA.
To: [email protected]
Date: Thursday, 16 May, 2013, 3:52 PM



Dan orang Islam itu sudah njalani 31 item Syariatnya Yesus:

1.Tdk Allah lain dihatimu.Kristen malah bilang Trinity.
2.Tdk majang patung.
3.Sunat,pantang babi miras darah.
4.Puasanya Yesus 40 hari ,Islam 30 hari Ramadaan plus 6 hari Syawal plus
,la mirip kan.Tur Rojo Yoyakim puasanya pas bulan ke-9 = Ramadan.
5.Berkain kafan.
6.Ibune Yesus berbaju brukut kayak muslimah sekarang,bukan udel look kayak
Agnes Monica.
7.Mengarahkan ke Bait Allah.Ada di Mazmur.
8.Ngucap Insya Allah.Ada di Yacobus.Wong Kristenmalah berani ngucap pasti
masuk surga.
9.Dll masih banyak lagi.

Tawangalun.

--- In 
[email protected]<http://mc/compose?to=hakekatku_00%40yahoogroups.com>,
Qibs Sn <qibs_sn@...> wrote:
>
> Pak Abdul kalau hanya ttg Tauhid, kita ini gak butuh Muhammad...karena
setelah jaman Yesus pun sudah ada agama yang menyembah Allah dengan nabi
besarnya adalah Yesus. Berbedanya agama ini disebarkan tidak seperti
penyebarkan agama islam yang penuh dengan perang. Pak Abdul agama ini tetap
ada sampai sekarang.
>
> Kenapa tidak butuh Muhammad, karena sudah pasti beliau ini punya dosa,
kalau berdosa berarti orang tersebut betul betul tidak mengenal Allah.
> Bandingkan dengan nabi Yesus, karena tidak ada dosa beliau sehingga
diangkat ke Surga berarti Yesus betul betul mengenal Allah.
> Lebih baik pak Abdul memilih menyembah Allah dan Nabi besarnya Yesus,
bukan??...
>
>
> ________________________________
> Dari: ab rahim abdul hamid <arah1958@...>

> Dikirim: Kamis, 16 Mei 2013 17:10
> Judul: [hakekatku_00] WAHAI AHLI KITAB MARI KITA SEMBAH ALLAH YANG ESA.
>
>
>
>
> Sesungguhnya manusia yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang
yang menurutkan dia dan Nabi ini dan orang-orang yang beriman. Dan Allah
adalah pembela dari orang-orang yang beriman.
>
> Setelah pendirian tentang lahirnya Nabi Isa diterangkan sebagai tersebut
pada ayat-ayat di atas tadi, sampai Rasulullah s.a.w bersedia mengadakan
mubahalah, tetapi pihak yang ditantang tidak bersedia menerima, maka
datanglah lanjutan ayat mengandung seruan, bukan mencari pertentangan:
Tuhan memerintahkan kepada RasulNya supaya dia seru ahlul-kitab itu.
>
> Sabda Tuhan:
>
> قُل�' يا أَه�'لَ ال�'كِتابِ تَعالَو�'ا إِلى‏ كَلِمَةٍ سَواءٍ بَي�'نَنا وَ
بَي�'نَكُم�'
>
> " Wahai ahlul-kitab! Marilah kemari! Kepada kalimah yang sama di antara
kami dan di antara kamu.” (pangkal ayat 64).
>
> Artinya, betapapun pada kulitnya kelihatan kita ada perbedaan, ada
Yahudi, ada Nasrani dan ada Islam, namun pada kita ketiganya terdapat satu
kalimat yang sama, satu kata yang menjadi titik pertemuan kita. Kalau
sekiranya saudara-saudara sudi kembali kepada satu kalimat itu niscaya
tidak akan ada selisih kita lagi:
>
> أَلاَ�` نَع�'بُدَ إِلاَ�` اللهَ وَلا نُش�'رِكَ بِهِ شَي�'ئاً وَلا
يَتَ�`خِذَ بَع�'ضُنا بَع�'ضاً أَر�'باباً مِن�' دُونِ اللهِ َ
>
> " Yaitu bahwa janganlah klta menyembah melainkan kepada Allah, dan jangan
kita menyekutukan sesuatu dengan Dia, dan jangan menjadikan sebahagian dari
kita akan yang sebahagian menjadi Tuhan-tuhan selain dari Allah."
>
> Mari kita bersama kembali kepada pokok ajaran itu, satu kalimat tidak
berbilang, satu Allah tidak bersekutu dengan yang lain, satu derajat
manusia di
> bawah kekuasaan Ilahi, tidak ada perantaraan. Dalam hal ini tidak ada
selisih pokok kita. Ini sumber kekuatan kami dan ini pula sumber kekuatan
kamu.
>
> Kepada mereka yang menegakkan Syariat Musa, yang menamai diri mereka
Yahudi kamu scrukan, marilah kemari, kita kembali kepada dasar ajaran yang
ditinggalkan Musa sendiri, yang ada dalam catatan kamu, dalam Kitab yang
kamu namai Taurat. Di dalam apa yang kamu namai: Hukum Sepuluh ada
termaktub:
>
> Janganlah padamu ada Allah lain di hadapan hadiratku. Janganlah diperbuat
olehmu akan patung ukiran atau akan barang peta dari barang yang dalam
langit di atas, atau barang yang di atas bumi di bawah, atau dari barang
yang di dalam air di bawah bumi.Jangan kamu menyembah sujud atau berbuat
bakti kepadanya, karena Akulah Tuhan, Allahmu, Allah yang cemburu adanya.
(Keluaran Pasal 20, ayat 3 sampai 5).
>
> Kepada orang Nasranipun diserukan, marilah kemari kepada kalimat yang
satu diantara kita, yang
> sama sekali tidak ada perbedaan kita dalam pokok kalimat itu, sebagai
sabda dari Nabi Isa Almasih sendiri, seperti yang dinukilkan oleh Yahya
(Yohannes) di dalam Injil karangannya:
>
> Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal engkau, Allah Yang
Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu. (Injil
karangan Yahya (Yohannes), fasal 17 ayat 3).
>
> Nabi Muhammad saw. sendiri tidaklah tahu isi kitab itu dan tidaklah dia
tahu persis di mana letak ayat-ayat itu. Tetapi wahyu telah menerangkan
kepadanya bahwa inti kalimat persatuan itu ada, dan tidak sampai terhilang
meskipun naskahnya telah banyak dari salin ke salin. Kita yang datang di
belakang inilah yang telah bertemu kembali pokok itu, setelah kedua
"Perjanjian Lama" dan "Perjanjian Baru" beredar pula di tangan kita.
>
> Alangkah tepatnya apa yang dikatakan Rasul itu: renungkanlah apa yang
tersebut di dalam ayat tentang Kalimatin sawa-in bainana atau "kata-kata
> yang sama di antara kita" itu, bandingkanlah ayat al-Qur'an dengan bunyi
isi Kitab Keluaran itu, akan terdapatlah bahwa itulah pegangan kita kaum
Muslimin. Dan itulah pokok asal pegangan orang Yahudi.
>
> Dan bunyi catatan Yahya (Yohannes) dalam Injilnya itupun tepat; itu
pulalah pendirian kami. Kehidupan yang kekal ialah bila ada kepercayaan
terhadap Allah Yang Maha Esa adanya, tidak bersekutu Dia dengan yang lain,
tercapailah hidup yang kekal.
>
> Kepercayaan seperti ini adalah pokok pegangan hidup. Dengan memegang
kepercayaan ini kita tidak mengenal maut , maut hanyalah gerbang kecil dan
sesaat pendek buat pindah dari hidup yang fana (lenyap) kepada hidup yang
baqa (kekal). Dan kebenaran sejati dan mutlak hanya Dia; tiada yang lain.
Di ujung sabda itu Isa Almasih atau Yesus Kristus mengakui keadaan dirinya
yang sebenarnya, yaitu bahwa dia hanya semata-mata disuruh oleh Al­lah ke
dunia ini, dia semata-mata pesuruh atau Rasul, atau Utusan
> membawa perintah. Sebab itu dia bukan Tuhan ��" Tuhan hanya Esa, hanya
satu.
>
> Mari kita berjabat tangan, karena kita telah mula bertemu. Kami orang
Islampun mengakui bahwa Yesus Kristus adalah pesuruh atau Utusan Allah.
Seperti juga Musa adalah pesuruh atau Utusan Allah. Dan yang mengutusnya
itu adalah Allah Yang Maha Esa dan Benar, tidak bersekutu yang lain dengan
Dia. Dan
>
> Muhammad pun adalah pesuruh atau Utusan Allah, yaitu Allah Yang Maha Esa.
Kalau saudara-saudaraku kembali kepada Kalimatin sawa��`in bainana kata
yang sama di antara kita ini, dengan sendirinya kita telah bertemu. Segala
perselisihan dengan sendirinya hilang.
>
> Kalau saudaraku belum mau masuk Islam sekarang itu terserah. Namun titik
> pertemuan telah terlukis di dalam kitab tuan sendiri. Kemudian
diterangkan pula, janganlah hendaknya kita menjadikan sebahagian dari kita
menjadi tuhan-tuhan pula selain dan Allah. Yaitu, meskipun tidak diakui
dengan mulut bahwa mereka yang lain itu adalah tuhan, tetapi kalau
perintahnya atau ketentuannya telah disamakan dengan ketentuan dan perintah
Allah Yang Tunggal, samalah itu dengan menuhankan.
>
> Menurut suatu riwayat, seorang Nasrani yang besar, yaitu Adiy bin Hatim,
putra dari Hatim Thayy yang masyhur karena dermawannya , seketika akan
masuk Islam, telah datang kepada Rasulullah saw. memakai sebuah dokoh salib
emas tergantung pada lehernya. Lalu panjanglah Rasulullah saw. memberikan
keterangan tentang tauhid sebagai pokok ajaran agama Allah dan disebut
beliau pula tentang ahlul kitab menuhankan sesama manusia itu.
>
> Ady bin Hatim yang belum paham apa maksudnya, mengatakan bahwa di dalam
agama Nasrani tidaklah ada menuhankan
> manusia-manusia itu. Lalu Rasulullah s.a.w. menyatakan bahwa dalam agarna
Nasrani segala peraturan halal dan haram yang ditentukan oleh pendeta,
wajib diterima sebagai menerima peraturan dari Allah sendiri. Waktu itu
barulah Ady bin Hatim paham dan mengakui bahwa dalam agama Nasrani memang
ketentuan pendeta itu dianggap sebagai hukum Tuhan. Ady bin Hatim sesudah
mendengar keterangan itu menjadi seorang Islam dan sahabat Rasulullah yang
baik.
>
> Akidah menuhankan peraturan pendeta itulah yang kemudiannya menimbulkan
pertentangan hebat di antara pemeluk Kristen Katolik dengan Kristen
Protestan yang dipimpin oleh Martin Luther dan Calvin. Sampai-sampai Paus,
sebagai kepala gereja Kristen dapat mengampuni sendiri dosa orang yang
berdosa, dan surat ampunan itu dapat diperjual-belikan, dan dapat tawar
­menawar.
>
> Sampai terjadi pemerasan harta-benda orang, sampai harta-benda raja-raja
sekalipun. Sampai gereja mempunyai kekayaan sendiri
> dan tanah sendiri di bawah kuasanya, yang membawa himpitan dan tindasan
kepada rakyat kecil. Inilah salah satu sebab yang menimbulkan Revolusi
Perancis yang terkenal itu.
>
> Dan inilah yang diperingatkan Allah, dengan perantaraan RasulNya, di
dalam ayat ini. Yang pertama mengajak mari kita kemari kepada pokok ajaran
agama yang menjadi pegangan kita bersama, yaitu bahwa Allah adalah Esa.
Kedua marilah kita bebaskan diri daripada menuhankan sesama manusia, yaitu
penguasa-penguasa agama. Kemudian lanjutan Sabda Tuhan:
>
> فَإِن�' تَوَلَ�`و�'ا
>
>
> "Maka jika mereka berpaling."
>
> Artinya tidak mau menerima ajakan kembali kepada pokok kata itu, dan
masih tetap pada pendirian yang demikian, mempersekutukan Tuhan, menganggap
Almasih Anak Allah. Atau Yahudi yang lebih mementingkan Talmud yaitu kitab
kedua sesudah Taurat, yang disusun dari sabda-sabda pendeta mereka,
sehingga Taurat sendiri jadi ketinggalan. Maka kalau mereka berpaling,
tegasnya membuang muka seketika diajak kembali ke pangkalan yang asal itu;
>
>  فَقُولُوا اش�'هَدُوا بِأَنَ�`ا مُس�'لِمُون
>
>
> "Hendaklah kamu katakan: saksikan olehmu, bahwasanya kami ini adalah
orang-orang yang Islam." (ujung ayat 64).
>
> Inilah suatu penegasan, yaitu bahwa pendirian kami ialah menyerahkan diri
kepada Allah saja, tidak mempersekutukan dia dengan yang lain, tidak
menuhankan manusia, baik Nabi ataupun pemuka-pemuka agama. Dalam pendirian
ini tidaklah kami membuat-buat yang baru, bahkan ada dalam kitab
saudara-saudara kembali saja kepada pokok ajaran Taurat Musa dan Injil Isa.
>
> Kalau saudara tidak
> mau, maka kami akan jalan terus. Dan saksikanlah olehmu bahwa kami adalah
orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allah. Yang di dalam kata ringkas
disebut orang Islam. Kami telah ajak kamu kembali kepada kata yang sama
diantara kita, kamu tidak mau, tidaklah kami akan merubah pendirian kami.
Kami tetap percaya kepada isi kitab yang kamu pegang itu. Kami penjunjung
tinggi keaslian ajaran kedua kitab itu dan kami percaya bahwa Musa adalah
Pesuruh Allah, dan kami menghormatinya sebagaimana menghormati Nabi-nabi
yang lain juga. Dan kamipun setuju sepenuhnya dengan Sabda Isa Almasih atau
Yesus Kristus itu, bahwa dia adalah semata-mata Pesuruh Allah datang ke
dunia ini.
>
> Inilah pendirian yang telah digariskan Rasul s.a.w. Tetapi karena zaman
beredar juga dan waktu berjalan, haruslah kita ummat Muslimin mengakui
bahwa kadang-kadang kita dengan tidak sadar telah terlampau dipantang pula.
Ada orang yang lebih mengutamakan kata ulama daripada kata
> Tuhan, sehingga satu waktu al-Qur'an tidak lagi buat difahamkan dan buat
digali sumbernya, melainkan buat dibaca-baca saja, sedang dalam hal hukum
halal dan haram, taqlid saja kepada ulama.
>
> Lama-lama orang yang mengajak kembali kepada al-Qur'an dan Sunnah Rasul
menjadi celaan orang. Syukurlah dalam Islam tidak ada peraturan
kependetaan, seperti dalam Yahudi dan Nasrani itu, sehingga fatwa ulama
sebahagian, dapat dibendung oleh fatwa yang lain.
>
> Dan syukurlah al-Qur'an masih tetap terpelihara dalam keasliannya, untuk
tempat kembali orang yang tersesat. Bagi ummat Islam yang hidup di zaman
pergolakan segala agama ini sehingga ada fikiran-fikiran hendak
mempersatukan segala agama, ayat ini adalah pokok da'wah yang utama. Da'i
dan muballigh Islam hendaklah sanggup membawa manusia kepada kesatuan
pegangan agama dengan mengemukakan ayat ini. Inilah ayat da'wah yang wajib
dijadikan pokok, yang membawa kepada titik-titik pertemuan.
>
> Surat Rasulullah kepada Heraclius
>
>
> Oleh sebab itu ayat ini pulalah yang dijadikan Rasulullah s.a.w, menjadi
alasan surat beliau, seketika beliau berkirim surat menyeru (Da'wah) kepada
Heraclius Raja Romawi di Syam, supaya dia sudi memeluk Islam. Surat itu
berbunyi:
>
> Bismillahir-Rahmanir-Rahim.
>
>
> Dari Muhammad abdillahi wa rasulihi (hamba Allah dan utusanNya) kepada
Heraclius orang agung bangsa Romawi. Selamatlah atas barang siapa yang sudi
mengikuti kebenaran. Amma ba'du; maka dengan ini aku mengajak engkau dengan
membawa seruan Islam.Islamlah supaya engkau selamat, dan Allah akan
memberikan pahalaNya atas engkau dua kali. Tetapi jika engkau palingkan
muka engkau, maka dosa seluruh penduduk Erisiyin tertanggung atas pundak
engkau.
>
> "Wahai Ahlul Kitab, marilah kemari, kepada kalimat yang di antara kami
dan di antara kamu (yaitu) bahwa tidak kita menyembah melainkan kepada
Allah, bahwa tidak kita mempersekutukan dengan dia sesuatupun." (Sampai
kepada akhir surat kiriman itu).
>
> يا أَه�'لَ ال�'كِتابِ لِمَ تُحَاجُ�`ونَ في‏ إِب�'راهيمََ
>
>
> " Wahai ahlul-kitab! Mengapa kamu bersi/ang-sengketa tentang
Ibrahim?" (pangkal ayat 65).
>
> Menurut riwayat Ibnu Abbas, seketika utusan-utusan Nasrani Najran itu
masih di Madinah, suatu kali ada kesempatan pertemuan segi tiga, yaitu Nabi
saw. dan beberapa pendeta Yahudi. Ketika itu sampailah pembicaraan tentang
Nabi Ibrahim. Maka berkatalah pemuka Yahudi bahwa Nabi Ibrahim itu adalah
Yahudi, tetapi utusan-utusan Nasrani itu berkata pula bahwa Nabi Ibrahim
adalah
> Nasrani.
>
> Maka turunlah ayat ini. Mengapa kamu bersengketa tentang Ibrahim? Yang
Yahudi mengatakan bahwa dia Yahudi dan yang Nasrani mengatakan dia Nasrani?
>
>  وَما أُن�'زِلَتِ التَ�`و�'راةُ وَ ال�'إِن�'جيلُ إِلاَ�` مِن�' بَع�'دِهِ
>
>
> " Padahal tidaklah diturunkan Taurat dan Injil melainkan sesudah dia ? "
>
> Sedang kamu orang Yahudi mengatakan kitab peganganmu ialah Taurat dan
Nasrani mengatakan kitab peganganmu ialah Injil?
>
>  أَفَلا تَع�'قِلُون
>
>
> "Apakah kamu tidak berfikir ? " (ujung ayat 65).
>
> Jika kamu pikirkan itu dengan baik, tentu kamu tidak akan sampai berkata
demikian. Ibrahim adalah nenek yang jauh di atas Nabi Musa dan Nabi Isa as.
>
> هاأَن�'تُم�' هؤُلاءِ حاجَج�'تُم�' فيما لَكُم�' بِهِ عِل�'مٌ َ
>
>
> "Ingatlah! Kamu ini adalah orang-orang yang pernah berbantah-bantahan
dari hal yangada pengetahuan kamupadanya." (pangkal ayat 66).
>
> Artinya, sedangkan hayang kamu ketahui, yang terjadi di hadapan mata kamu
telah kamu perbantahkan, dan tidak ada yang betul.
>
> فَلِمَ تُحَاجُ�`ونَ فيما لَي�'سَ لَكُم�' بِهِ عِل�'مٌ وَ اللهُ يَع�'لَمُ
وَ أَن�'تُم�' لا تَع�'لَمُون
>
>
> " Tetapi (sekarang) mengapa kamu berbantah-­bantahan dalam hal yang tidak
ada pengetahuan kamu padanya? Dan Allah itu mengetahui, sedangkan kamu
tidaklah mengetahui."  (ujung ayat 66).
>
> Nabi Isa Almasih as. telah lahir ke dunia, dan kamu sendiri telah
mengetahui sejelas-jelasnya bahwa dia lahir menempuh jalan luarbiasa,
dikandung secara suci oleh gadis suci, dengan tidak perantaraan bapa. Hal
yang terang dan nyata kamu ketahui ini telah kamu perbantahkan. Setengah
kamu (Nasrani) mengatakan sebab dia lahir ke dunia tidak memakai
perantaraan bapa, maka Allah sendirilah bapanya, dan kamu tuhankan dia.
>
> Dan setengah kamu
> (Yahudi) mengatakan dia anak di luar nikah atau nabi palsu sehingga kamu
mungkiri kerasulannya. Demikian kamu telah bersengketa tentang yang kamu
ketahui, sekarang kamu bersengketa pula tentang Ibrahim yang tidak kamu
ketahui pasti agama dia. Niscaya persengketaan kamu itu lebih kacau lagi.
Allahlah yang lebih tahu apa pendirian Ibrahim, dan apakah agamanya.
>
> ما كانَ إِب�'راهيمُ يَهُودِيً�`ا َ
>
>
> " Bukanlah Ibrahim itu seorang Yahudi;"  (pangkal ayat 67).
>
> Nama Yahudi sajapun baru dikenal setelah zaman cucunya, setelah dia tidak
ada lagi.
>
> وَلا نَص�'رانِيً�`ا
>
>
> "Dan bukan pula seorang Nasrani,"
>
> yang menganggap seorang anak yang dilahirkan oleh perempuan yang bernama
Maryam,
> sebagai Tuhannya atau anak Allah. Ibrahim sekali-kali tidak ada
berpendirian demikian.
>
> وَ لكِن�' كانَ حَنيفاً مُس�'لِماً
>
>
> "Akan tetapi dia adalah seorang yang bersih dari kesesatan, lagi muslim."
>
> Artinya, di tengah bangsanya yang telah tersesat penyembah berhala,
beliau tegak sendiri dengan pendirian sendiri (Hanif), lagi
> muslim, yaitu menyerahkan diri kepada Tuhan Allah Yang Maha Esa.
>
>  وَما كانَ مِنَ ال�'مُش�'رِكين
>
>
> "Dan tidaklah dia dari seorang yang mempersekutukan." (ujung ayat 67).
>
> Bagaimana kamu akan mengatakan dia Yahudi atau Nasrani, padahal kedua
agama yang kamu dakwakan itu baru ada sesudah beliau lama meninggal dunia?
> Bagaimana dia akan kamu katakan Yahudi atau Nasrani, padahal pendirian
dan pegangannya berbeda lebih daripada perbedaan siang dengan malam dengari
kedua agama yang kamu katakan itu?
>
> Ibrahim sebagai nenek dari dua cabang bangsa Samy (Semit). Bani Israil
dan Bani Ismail (Arab), diakui kebesarannya dan kenenekannya oleh kedua
belah pihak. Sebab itu masing­masing hendak meraih Ibrahim ke pihak dia.
Yahudi hendak membawanya ke Yahudi, Nasrani hendak membawanya ke Nasrani,
bahkan orang Arab yang menyembah berhala pun mengakui beragama Hanif, agama
Nabi Ibrahim, tetapi pada Ka'bah peninggalan Nabi Ibrahim mereka tegakkan
beratus-ratus berhala. Dengan ayat ins Rasulullah s.a.w, disuruh
menjelaskan siapa sebenarnya Ibrahim, baik dari hitungan sejarah, atau dari
hitungan pendirian yang jauh berbeda dengan apa yang mereka dakwakan itu.
Seumpama misalnya di negeri kita ini, ada orang mengusulkan agar Patih
Gajah Mada dari Majapahit supaya diakui
> sebagai "Pahlawan Nasional Indonesia", padahal gerakan nasional dan nama
Indonesia baru muncul di abad ke-20, sedang Gajah Mada hidup di abad
keempatbelas, 300 tahun sebelum bangsa Belanda datang.
>
> إِنَ�` أَو�'لَى النَ�`اسِ بِإِب�'راهيمَ لَلَ�`ذينَ اتَ�`بَعُوهُ َ
>
>
> "Sesungguhnya manusia yang paling dekat kepada Ibrahim, adalah
orang-orang yang menurutkan dia." (pangkal ayat 68).
>
> Di kala beliau hidup, tidak ada yang menerima pendiriannya sehingga
beliau pernah dibakar karena meruntuhkan berhala, pernah meninggalkan
negeri tumpah darahnya karena tidak menyukai mempersekutukan yang lain
dengan Allah. Sampai beliau mendirikan Ka'bah di Makkah untuk pemusatan
kiblat dari manusia-manusia yang percaya hanya kepada Allah Yang Esa, tiada
bersekutu yang lain dengan Dia. Maka yang mengikut ajaran itu, waktu beliau
hidup dan memegang teguhnya, setelah beliau meninggal, itulah yang paling
dekat kepada beliau.
>
> وَ هذَا النَ�`بِيُ�` وَ الَ�`ذينَ آمَنُوا
>
>
> "Dan Nabi ini , dan orang-orang yang beriman."
>
> Yaitu Nabi Muhammad s.a.w. dan ummat yang beriman, karena diapun
menegakkan Tauhid, tidak menuhankan yang selain dari Allah, menyerahkan
diri kepada Tuhan (Muslim) dan menentang segala penyembahan kepada berhala,
patung dan menuhankan manusia. Inilah orang yang paling dekat kepada
Ibrahim. Dan kamu sendiripun, meskipun sekarang mengakui Yahudi atau
Nasrani, kalau kamu memang ingin dekat dengan Ibrahim, baru akan tercapai
kalau kamu kembali kepada ajaran Ibrahim yang asli, yaitu ajaran yang asli
yang masih terdapat di dalam Taurat dan Injil yang kamu pegang itu.
>
> وَ اللهُ وَلِيُ�` ال�'مُؤ�'مِنين
>
>
> "Dan Allah adalah pembela dari orang­orang yang beriman." (ujung ayat
68).
>
> Dengan ujung ayat ini Tuhan menjamin bahwasanya apabila orang telah
beriman benar-benar kepadaNya, tidak lagi menduakan hati kepada yang lain,
tidak memandang ada yang memberi manfaat atau mudharat dalam alam ini
selain Allah,
> orang-orang yang demikian pasti dibela oleh Allah, sebab orang beriman
tidak mencari perantaraan dengan yang lain buat mendekati Allah, baik
dengan berhala atau patung ataupun dengan manusia yang masih hidup atau
sesudah mati atau kuburnya. Kalau masih bercabang tujuan dengan yang lain,
tandanya belum beriman dan tidaklah Tuhan Allah akan memberikan
pembelaanNya.
>
> Dengan ayat ini dapat hendaknya kita fahamkan bahwa yang dimaksud dengan
Islam Ibrahim itu ialah pokok ajaran Tauhidnya. Sebab menyerahkan diri
kepada Allah, menolak persembahan kepada berhala adalah dasar pertama
segala agama. Dengan sebab itu dapatlah difahamkan bahwasanya bukan Ibrahim
saja yang Islam; Musa dan Isa Almasih pun Islam. Adapun syariat dan
peraturan-peraturan yang mengenai pelaksanaan, bisa berubah karena
perubahan zaman dan kaum Rasul yang diutus.
>
> Oleh sebab itu pula maka Yahudi dan Nasrani yang kembali kepada pokok
ajaran kitabnya yang sejati, disebut oleh
> Islam dengan Ahlul-Kitab.
>

    



-- 
"Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat
daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di
dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada
Allah)”.*(QS.3:45)*

*YESAYA 28:16*
16 sebab itu beginilah Firman TUHAN ALLAH: "Sesungguhnya, AKU meletakkan
sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru
yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke