Yahudi itupun ngadu ke Kalifah Umar kemudian Al Aqsa akann di bongkar /
dihancurkan Yahudi
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Aku dan Bapa adalah satu." (Yoh 10:30)  <http://solusinews.blogspot.com/>
Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yoh
10:34-38)<http://solusinews.blogspot.com/>
Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu
oknum<http://solusinews.blogspot.com/>

"Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat
daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di
dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada
Allah)”.(QS.3:45) <http://solusinews.blogspot.com/>

*YESAYA 28:16*
16 sebab itu beginilah Firman TUHAN ALLAH: "Sesungguhnya, AKU meletakkan
sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru
yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!
<http://solusinews.blogspot.com/>


---------- Forwarded message ----------
From: Tawangalun <[email protected]>
Date: 2013/5/18
Subject: [islam-kristen] Yahudi itupun ngadu ke Kalifah Umar
To: [email protected]


**


Pada masa Khalifah Umar bin Khattab r.a. ada seorang Gubernur Mesir yang
bernama Amr bin 'Ash dan dia berniat untuk membangun sebuah masjid di
samping istananya yang megah itu. Namun keinginannya itu terbentur dengan
adanya lahan atau rumah yang harus digusur dan rumah tersebut ternyata
dimiliki oleh seorang Yahudi tua.

Gubernur Amr bin 'Ash lalu memanggil orang Yahudi itu dan meminta agar dia
mau menjual tanahnya. Akan tetapi orang Yahudi itu tidak berniat untuk
menjual tanahnya. Kemudian gubernur Amr bin `Ash memberikan penawaran yang
cukup tinggi dengan harga lima belas kali lipat dari harga pasaran, tetapi
tetap saja orang Yahudi itu menolak untuk menjual tanahnya.

Gubernur Amr bin `Ash kesal dan akhirnya karena berbagai cara telah
dilakukan dan hasilnya buntu, maka sang gubernur pun menggunakan
kekuasaannya dengan memerintahkan bawahannya untuk menyiapkan surat
pembongkaran dan akan menggusur paksa lahan tersebut, suatu cara yang tidak
Islami. Sementara si Yahudi tua itu tidak bisa berbuat apa-apa selain
menangis dan kemudian dia berniat untuk mengadukan kesewenang- wenangan
gubernur Mesir itu pada Khalifah Umar bin Khattab.

Akhirnya orang Yahudi itu pergi ke Madinah untuk mengadu kepada Khalifah
Umar bin Khattab, walaupun dengan menempuh perjalanan yang cukup panjang.
Begitu tiba di Madinah, orang Yahudi itu merasa takjub, karena Khalifah
Umar bin Khattab tidak memiliki istana yang megah seperti istananya Amr bin
'Ash dan bahkan dia diterima Khalifah Umar bin Khattab hanya di halaman
Masjid Nabawi di bawah naungan pohon kurma. Selain itu penampilan Khalifah
Umar bin Khattab amat sederhana untuk ukuran pemimpin yang memiliki
kekuasaan begitu luas.

" Ada keperluan apa kakek datang kesini, jauh-jauh dari Mesir ? " tanya
Umar bin Khattab.

Setelah mengatur detak jantungnya karena berhadapan dengan seorang khalifah
yang tinggi besar dan penuh wibawa, si kakek itu mengadukan kasusnya. Dia
bercerita pula tentang bagaimana perjuangannya untuk memiliki rumah itu,
dimana dia sejak muda bekerja keras sehingga dapat membeli sebidang tanah
dan membuat gubuk di atas tanah tersebut.

" Akan tetapi, wahai Khalifah Umar, sungguh sangat menyedihkan. Harta
satu-satunya yang aku miliki sekarang telah sirna, karena telah dirampas
oleh Gubernur Amr bin 'Ash ". kata orang Yahudi itu tanpa rasa takut.

Laporan tersebut membuat Khalifah Umar bin Khattab marah dan wajahnya
menjadi merah padam. Setelah amarahnya mereda, kemudian orang Yahudi itu
diminta untuk mengambil tulang belikat unta dari tempat sampah, lalu
diserahkannya tulang itu kepada Khalifah Umar bin Khattab.

Khalifah Umar bin Khattab kemudian menggores tulang tersebut dengan huruf
alif yang lurus dari atas ke bawah dan di tengah goresan itu ada lagi
goresan melintang menggunakan ujung pedang, lalu tulang itu pun diserahkan
kembali kepada orang Yahudi tersebut sambil berpesan :
" Bawalah tulang ini baik-baik ke Mesir dan berikanlah kepada Gubernur Amr
bin 'Ash ". jelas Khalifah Umar bin Khattab.

Si Yahudi itu kebingungan ketika diminta untuk membawa tulang yang telah
digores dan memberikannya kepada Gubernur Amr bin `Ash. Gubernur Amr bin
'Ash yang menerima tulang tersebut, langsung tubuhnya menggigil kedinginan
serta wajahnya pucat pasi. Saat itu juga Gubernur Amr bin 'Ash mengumpulkan
rakyatnya untuk membongkar kembali masjid yang sedang dibangun dan
membangun kembali gubuk yang reot milik orang Yahudi itu.

" Bongkar masjid itu! " teriak Gubernur Amr bin Ash gemetar.

Orang Yahudi itu merasa heran dan tidak mengerti tingkah laku Gubernur.
" Tunggu! " teriak orang Yahudi itu.

" Maaf Tuan, tolong jelaskan perkara pelik ini. Berasal dari apakah tulang
itu? Apa keistimewaan tulang itu, sehingga Tuan berani memutuskan untuk
membongkar begitu saja bangunan yang amat mahal ini. Sungguh saya tidak
mengerti! ". kata orang Yahudi itu lagi.

Gubernur Amr bin Ash memegang pundak orang Yahudi itu sambil berkata : "
Wahai kakek, tulang ini hanyalah tulang biasa dan baunya pun busuk ".

" Mengapa ini bisa terjadi. Aku hanya mencari keadilan di Madinah dan hanya
mendapat sebongkah tulang yang busuk. Mengapa dari benda busuk tersebut itu
gubernur menjadi ketakutan? " kata orang Yahudi itu.

" Tulang ini merupakan peringatan keras terhadap diriku dan tulang ini
merupakan ancaman dari Khalifah Umar bin Khattab. Artinya, apapun pangkat
dan kekuasaanmu suatu saat kamu akan bernasib sama seperti tulang ini,
karena itu bertindak adillah kamu seperti huruf alif yang lurus. Adil di
atas dan adil di bawah. Sebab kalau kamu tidak bertindak adil dan lurus
seperti goresan tulang ini, maka Khalifah tidak segan-segan untuk memenggal
kepala saya ". jelas Gubernur Amr bin 'Ash.

Orang Yahudi itu tunduk terharu dan terkesan dengan keadilan dalam Islam.

" Sungguh agung ajaran agama Tuan. Sungguh aku rela menyerahkan tanah dan
gubuk itu. Bimbinglah aku dalam memahami ajaran Islam! ".

Akhirnya orang Yahudi itu mengikhlaskan tanahnya untuk pembangunan masjid
dan dia sendiri langsung masuk agama islam......

Shalom,
Tawangalun.

 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke