Muslim sangat suka berita dengan subject diatas, dan moslem akan merasa
bangga dengan berita hebatnya Islam.
Tetapi mayoritas Islam tutup mata dengan Korupsi dan teror bom diseantero
dunia seperti yang disampaikan oleh [email protected] di milist ini.

Moslem mengetahui hanya kulitnya saja tetapi didalamnya moslem dunia tidak
tahu
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Aku dan Bapa adalah satu." (Yoh 10:30)  <http://solusinews.blogspot.com/>
Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yoh
10:34-38)<http://solusinews.blogspot.com/>
Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu
oknum<http://solusinews.blogspot.com/>

"Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat
daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di
dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada
Allah)”.(QS.3:45) <http://solusinews.blogspot.com/>

*YESAYA 28:16*
16 sebab itu beginilah Firman TUHAN ALLAH: "Sesungguhnya, AKU meletakkan
sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru
yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!
<http://solusinews.blogspot.com/>


---------- Forwarded message ----------
From: mas <[email protected]>
Date: 2013/5/18
Subject: [mediacare] Re: Warga Indonesia di Jerman simpati berat sama PKS
To: [email protected]


**


Warga Hanover ggak tahu
apa yang dilakukan para petinggi PKS di Jakarta
Kalau sudah tahu transkip di bawa ini,
pasti akan berubah pikiran

Transkrip percakapan ini antara nomor HP +62816940797 (Luthfi) dan HP
bernomor 628118003535 (Fathanah), pada 9 Januari 2013.

Sebagian percakapan antara Fathanah dan LHI ini menggunakan bahasa Arab.

Salah satunya mengenai skenario meminta tambahan kuota impor sapi untuk PT
Indoguna Utama kepada Menteri Pertanian.

Ada juga percakapan mengenai fee Rp 5.000/kg dari kuota 8.000 ton yang akan
diajukan. Jika skenario berhasil, maka Fathanah dan LHI akan mendapat Rp 40
miliar.

"Ee tsamaniya (tertulis khamaniya-Red) alaf alheim ee huwa hiya ta I dunna
kullu annukhud arbain milyar cash," kata Fathanah.

Berikut petikan cuplikan percakapan Fathanah-Luthfi

0797 Assalamualaikum
3535 Waalaikum salam ya ayuhal rais
0797 Ayyuha sakhfarat
3535 Khoir alhamdulillah.. afwan pertama istri-istri antum sudah menunggu
semua ini
0797 Hah?
3535 Istri-istri antum sudah menunggu semua
0797: Waduh
3535: Hahaha (Tertawa)
0797: Yang mana aja
3535: Ada semuanya
0797: Yang pustun pustun apa jawa sarkia?
3535: Pustun
0797: Hehehe (Tertawa)

sumber : http://news.detik..com/read/2013/05/...9922022#bigpic

istri2 antum mksdnya apa? istri2 sah apa ce bispak?
istri2 antum emang ada brp istri LHI????siapa istri lhi yg pustun?

kalau ternyata yang dimaksud LHI adalah :
pustun?? ce pakistan = krn bahenol2, sangat merangsang buat berhubungan sex
jawa sarkia?? ce jawa timuran = krn konon, katanya kalau berhubungan sex
sama ce jawa timur, ibarat gelas yang muter bukan sendoknya yg muter

berarti bener kata farhat abbas : LHI dan AF 11-12

Hai kaum Keder PKS,
Anda telah di BRAINWASH oleh Fahri Hamzah,
coba gmn logikanya nih :
"AF bukan kader PKS, tp AF lah mengatur kampanye2 PKS di Makasar......
dan DEMI TUHAN, LHI adalah Presiden PKS saat itu"

benang merahnya : Anis Matta dan AF sama2 dari Makassar....
jam tangannya anis matta mereknya sama2 Rolex, sm dengan jamnya Vita

KAUM KEDER PKS, kalian sibuk mubazir waktu, tenaga dan biaya dengan
kekederan kalian membabi buta membela qiyadah pks...

eh qiyadah2nya, sibuk otaknya mikirin tahta, hartadan wanita

--- In [email protected], "fai" <abu_jundi@...> wrote:

>
http://politik.kompasiana.com/2013/05/15/pks-mencuci-otak-para-kadernya-560398.html
>
>
> PKS Mencuci Otak Para Kadernya?OPINIÂ | 15 May 2013 |
12:37Â Dibaca:Â 4220Â Â Â Â Komentar:Â 64Â Â Â Â Nihil
> Oleh: Jaharuddin
>
> Pemerhati Ekonomi Islam, Entrepreneurship, Sosial & Budaya. Mukim di
Hannover, Jerman.
>
> Beberapa hari ini, berita tentang PKS dimedia kembali menghangat,
lanjutan dari episode sinetron kasus LHI, semakin menarik karena salah
seorang artis dipaksakan untuk dikaitkan, akhirnya semakin seksi untuk
dikomentari. Saya mengikuti berita melalui media online, dan juga ikut
membaca beberapa komentar dibawahnya, pro dan kontra muncul, bahkan ada
yang berkomentar bahwa perlu diwaspadai PKS melakukan cuci otak terhadap
kader-kadernya, karena kader-kader PKS diduga semakin militan saat
pimpinannya ditangkap dan dizhalimi.
>
> Entah mengapa, saya agak terusik dengan frasa “cuci otak†ini, padahal
saya bukan siapa-siapanya PKS, bukan pengurus PKS, cuma simpatik berat
dengan PKS, karena kader-kadernya sejak awal kuliah membina saya. Saya
mendapatkan pencerahan dan manfaat yang sangat besar, ketika Allah
mempertemukan saya dengan para kader PKS.
>
> Semoga saya dan keluarga bisa istiqomah, berjuang dalam barisan
orang-orang yang mengutamakan Cinta, Kerja dan Harmoni ini. Amin ya robbil
alamin.
> Nah, pertanyaan selanjutnya adalah, apakah saya dan keluarga merasakan
otak saya dicuci oleh kader-kader PKS, sehingga buta mata hati dan fikiran
serta membela membabi buta ketika PKS dipojokkan, pimpinannya ditangkap,
dibully dimedia, dan seterusnya.
>
> Untuk menjawabnya, izinkan saya bercerita pengalaman saya dengan
kader-kader PKS wabil khusus pertemuan-pertemuan saya dengan
pengajian-pengajian dan acara-acara yang diadakan oleh kader-kader PKS.
Sejak awal kuliah, saya ikut proses pembinaan yang diadakan rutin setiap
pekan, sesekali diadakan Dauroh (pelatihan) dengan berbagai tema, dan juga
dilibatkan dalam mengelola beberapa aktivitas dakwah, Saat itu belum ada
partai.
>
> Begitu telatennya mereka membina kami, setiap pekan didatangi, diberi
arahan, dibantu kuliahnya, dibantu mencarikan rumah, dibantu dalam segala
urusan, bahkan jika uang kiriman dari orang tua terhambat, hal ini juga
bisa dikonsultasikan ke murobbi (pembina).
> Saya punya pengalaman unik, murobbi saya pernah mendatangi saya ke
kost-kostan pada jam sholat shubuh (sebenarnya dia baru pulang dari masjid
sholat shubuh berjama’ah), padahal rumahnya berlawanan arah dengan rumah
saya dari masjid. Sepertinya dia tidak melihat saya sholat shubuh
berjama’ah di masjid, maka dia mengecek saya ke rumah. dan apa yang
terjadi?…saya gelagapan , karena masih tertidur, jadi belum sholat
shubuh…:) :(
>
> Begitulah, salah satu cara mereka dalam membina kami, agar kami sholat
shubuh berjama’ah di masjid, atau paling tidak sholat diawal waktu,
 dengan cara yang tepat mengajak kami untuk melakukan amal sholeh. Ada
pula program tahajud call, dimana sekitar jam 02.00 malam, kami satu
persatu ditelepon oleh murobbi kami, atau teman sekelompok pengajian untuk
dibangunkan agar mudah melaksanakan sholat tahajjud.
>
> Ada pula, ifthor jama’i (berbuka puasa bersama) pada hari Senin dan
Kamis, agar kami terbiasa melaksanakan sunnah, ada pula bertukar hadiah,
tadabur alam, rihlah (wisata), outbound, olah raga …..itu semua dalam
kerangka mentadaburi ayat-ayat Allah yang terhampar dimuka bumi ini.
>
> Dari Jambi saya merantau ke Bogor, proses merantau inipun dikonsultasikan
ke murobbi, sehingga bisa diberikan masukan konstuktif untuk kebaikan
bersama, saya dibekali surat mutasi, sehingga saat sampai di Bogor sudah
ada yang menunggu dan menjemput, dan ajaibnya seolah-olah kita berdialog,
berinteraksi seperti orang yang sudah kenal lama, dan selanjutnya saya
ditempatkan kembali dalam grup pengajian yang telah ditentukan. Budaya yang
dulu saya dapatkan, juga saya temukan di Bogor, kami diminta aktif
dikampus, mengelola dakwah, mengorganisasi aktivitas mahasiswa, asrama,
masjid, dll.
>
> Dari Bogor saya pindah ke Jakarta. Saya kembali dibekali surat mutasi
sehingga langsung bergabung dengan teman-teman di Jakarta. Meneruskan
budaya yang sama dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar. Saat di Jakarta
ini pulalah, ada kenangan special yang tidak bisa dilupakan, dimana murobbi
saya membantu dengan sepenuh hati (moril dan materil) proses pernikahan
saya, padahal saya adalah anak perantauan dari Riau yang tidak mempunyai
keluarga di Jakarta. Namun, percaya atau tidak, teman-teman grup pengajian
saya mengurusi pernikahan saya, seolah-olah saya, adalah saudara kandung
mereka, sampai akhirnya proses pernikahan berjalan lancar.
>
> Di Jakarta saya bekerja, menikah, mempunyai anak-anak dan menetap sekitar
9 tahun, dan sampai pada episode selanjutnya, kami sekeluarga merantau ke
Jerman. dari Jakarta kami dibekali selembar surat “sakti†yang sudah
saya rasakan saktinya ketika pindah ke Bogor dan Jakarta. Ternyata hal yang
sama juga saya rasakan ketika pindah ke Jerman, surat sakti tersebut,
benar-benar sangat sakti dan membantu adaptasi kami dinegeri orang yang
jauh dari keluarga dan muslim adalah minoritas.
>
> Kami diterima seperti keluarga yang sudah lama tidak bertemu, kami
dibantu urusan visa, rumah, sekolah anak-anak, studi dan semua aspek
diurus, dan mereka ini adalah kader-kader PKS. Jadi, kalau ada orang yang
berpandangan tidak relevan PKS disebut sebagai partai dakwah, saya dan
keluarga sudah membuktikan dan merasakan bahwa politik bagi PKS hanya
bagian dari aktivitasnya, dan jauh lebih banyak urusan lainnya yang juga
dikelola dengan baik dan konsisten oleh PKS. bahkan ketika kami sudah
mempunyai anak-anak, ada panduan yang dibuat dengan matang tentang
pendidikan anak-anak, yang diberi nama Tarbiyah Anak Kader, Proses
pembinaan yang dirancang agar anak-anak menjadi pribadi yang sholeh, cerdas
dan bermanfaat bagi orang tuanya, bangsa dan agamanya.
>
> Singkat cerita PKS mengurusi sejak dari anak-anak, remaja, dewasa,
menikah, punya anak, sampai meninggalpun juga diurusi oleh kader-kader PKS.
Coba partai mana yang mempunyai bidang khusus yang mengurusi pernikahan,
keluarga dan anak-anak para kadernya, serta anak-anak muslim lainnya.
>
> Kembali pada topik, benarkah PKS melakukan cuci otak?
> Coba anda tarik sendiri kesimpulan, dari cerita saya diatas, apakah saya
dan keluarga dicuci otaknya?, kalau kita mau berkata jujur, terlihat dengan
jelas, tidak ada proses cuci otak, yang ada adalah jiwa-jiwa kami dicuci
dari kejelekan, dan diajak untuk amar ma’ruf nahi mungkar, dengan rasa
cinta, dilayani secara konsisten oleh kader-kader PKS.Â
>
> Bisa jadi awalnya kami ikut-ikutan, atau terbawa oleh lingkungan, namun
seiring dengan waktu, kami sadar inilah jalan yang baik dan benar, bahkan
kami juga ingin menyebarkan cinta-cinta kami kepada semakin banyak orang,
untuk ikut dalam pengajian-pengajian kami, agar kami bisa berbagi cinta
kepada khalayak ramai, sehingga kami memimpikan orang-orang yang cerdas
yang mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anak bangsa, dan muslim yang
baik.
>
> Saya merasakan proses pembinaan yang dilakukan oleh kader PKS adalah
proses menjadikan orang-orang yang cerdas semakin cerdas, dianjurkan
semakin banyak membaca, semakin banyak tahu, dan saya melihat langsung
kader-kader PKS banyak sekali yang berpendidikan tinggi, apalagi di Jerman,
rata-rata mereka adalah mahasiswa mulai dari S1 sampai S3, ada yang bekerja
secara profesional dengan disiplin ilmu yang dalam dan specifik, bahkan
banyak dari mereka adalah orang-orang yang sangat beprestasi dibidangnya
masing-masing.
>
> Saya ikut dalam pengajian-pengajiannya mereka, saya melihat mereka rela
merogoh kantong untuk membiayai dakwah mereka, juga mengalokasikan waktu
akhir pekan mereka untuk ikut pengajian, mengelola masjid, mengelola
pengajian kota, mengisi pengajian , rapat, dauroh, dan seabrek kegiatan
dakwah dan sosial lainnya, dalam rangka memberikan manfaat yang besar
kepada masyarakat.
>
> Pengajian-pengajian di Jerman, tidak mudah dilaksanakan layaknya di
Indonesia, saya pernah diajak seorang sahabat untuk ikut pengajian, dan
ternyata antar kota, saya tinggal di Hannover (bagian baratnya Jerman), dan
ternyata saya diajak ikut pengajian di kota Dresden (bagian timurnya
Jerman), yang berjarak 373 km dari kota saya, atau kalau naik kereta
ekonomi, lama perjalanannya sekitar +/- 7 jam perjalanan sekali perjalanan,
 dan ternyata lagi, mereka datang ke Dresden, bukan hanya dari Hannover,
tapi juga ada dari kota lainnya, seperti Berlin dan Erfurt. Pengajian ini
mereka adakan setiap dua pekan, Â mereka rutin bertemu, dengan biaya
sendiri.
>
> Saya juga pernah diikutkan dalam dauroh se-Eropa yang diadakan disalah
satu kota di Jerman, pesertanya dari beberapa negara di Eropa, panitia
menyewa hotel untuk tempat acara dan penginapan, dan belakangan saya baru
tahu, panitia merogoh kantongnya  lebih dari 9.000 euro (+/- Rp. 108jt).
Dari mana mereka dapatkan uang sebesar itu?, ternyata para kader yang sudah
bekerja diminta pengorbanan hartanya, sebagian dari gaji mereka diinfaqkan
untuk dakwah, salah satunya untuk dauroh ini. Termasuk juga mengongkosi
sebagian student yang tidak bisa ikut acara karena tidak ada ongkos.
>
> Coba anda bayangkan, mungkinkah mereka, para Associate Profesor, calon
profesor, doktor, master dan orang-orang cerdas ini, bergerak karena
otaknya sudah disalah gunakan PKS?, anda sendiri yang bisa menjawab, bahkan
saking semangatnya mereka, saya pernah mendengar kata-kata “PKS itu hanya
wajihah/kendaraan†, kalaupun PKS dibubarkan, atau dibekukan,  dakwah
kami tetap berjalan, dan tidak akan memudar†.
>
> Begitulah semangat mereka dalam berdakwah, walaupun muslim minoritas di
Jerman, dan terpisah-pisah antar kota, namun mereka, karena cintanya kepada
Allah dan Rasulullah SAW, mereka terus bergerak seolah-olah tidak pernah
capek, untuk menyebarkan cinta kepada ummat muslim dimanapun berada.
>
> Jadi, kalau anda percaya kader-kader PKS telah dicuci otaknya, bisa jadi
benar, PKS telah mencuci hati-hati para kadernya, sehingga Cinta kepada
Allah dan Rasul-Nya, telah mengerakkan hati dan fisik mereka untuk bekerja,
memberi cinta dan mengidamkan terjadinya pribadi, keluarga, lingkungan,
masyarakat, negara bahkan dunia yang harmoni, jiwa-jiwa yang selamat dunia
dan akhirat.Amin ya robbil alamin.
>
> @Hannover, Musim bunga (Cinta) di Jerman, 5052013
>

 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke