Pak Ki,

Mnrt pengetahuan terkini janin (embryo) itu terjadi karena adanya: Pembuahan 
sel telor perempuan oleh sperma. Sel telor yg sudah dibuahi itu akan segera 
terbagi dua (split) secara beruntun sampai akahirnya terjadi bayi. Proses ini 
terjadi secara otomatis dan seamless atinya tanpa 'tahap2'.

Semua kode2 yg ada dlm embryo itu akan menjadi bagian2 tubuh sesuai dengan 
instruksi yg tercantum dlm bagian2 dari sel2 yg ada. Dengan pengetahuan terkini 
dalam hal genes, maka sifat2 dan pembawaan yg tertulis dlm sel2 itu juga akan 
terwujud. Antara lain,misalnya kode ttg warna kulit, warna mata, & rambut, 
bentuk hidung bahkan penyakit2 yg diturunkan oleh orang tua si bayi.

Perhatikan ayat Al Qur'an berikut ini:

Allah Swt Berfirman:
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) 
dari tanah  (12)Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) 
dalam tempat yang kokoh (rahim) (13) Kemudian air mani itu Kami jadikan 
segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami 
jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang 
belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian 
Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, 
Pencipta Yang Paling Baik (14)"( Al-Muminun: 12-14)

Jelas dapat kita baca bahwa: 1). Penulis ayat ini tidak sadar bhw air mani saja 
tidak mungkin menghasilkan janin. 2). Karena pada waktu itu belum ada mikroskop 
sehingga penulis ayat ini tidak mendusin bhw air mani itu harus membuahi 
sel-telor perempuan (yg kecil sekali tidak kelihatan tanpa mikroskop). 3). 
Penulis ayat tersebut juga mengatakan bhw ada tahap2. Hal ini tentunya karena 
observasi keguguran janin (binatang ataupun manusia) yg kelihatannya spt 
'segumpal darah', 'segumpal daging'.dst. 4). Perhatikan dg jeli bhw mnrt ayat 
tsb. ada tahap dimana tulang-belulang sudah lengkap terbentuk tapi belum 
dibungkus dengan daging! Ini jelas sekali menunjukkan ignorance dari penulis 
ayat. Kalau seandainya dlm pertumbuhan janin itu ada tahap dimana seluruh 
tulang-belulang sudah rapi terbentuk (tapi belum dibungkus dengan daging dan 
kulit) maka dalam sejarah manusia pasti pernah ada perempuan mengandung yg 
keguguran dan mengeluarkan tulang-belulang yg lengkap
 tapi belum dibungkus daging! 

Sekedar berbagi pengetahuan: di abad ke-3 Masehi seorang tabib Yunani bernama 
Galen mencetuskan teori perkembangan janin. Teori dia populer sekali sampai 
abad ke-9. Teori Dr. Galen ini sangat mirip dengan apa yg tertulis dalam ayat 
Al Qur'an di atas. Dengan penemuan mikroskop dan penelitian medis selanjutnya 
maka teori Tabib Galen itu punah. Lebih2 dengan kemajuan ilmu pengetahuan ttg 
biologi maka dongeng spt yg disebut ayat di atas tidak lagi dipercayai orang 
(kecuali sebagian umat Islam yg berkaca-mata kuda).

Salam sains,

Gabriella


________________________________
 From: ki gondrong <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Wednesday, 22 May 2013 8:51 AM
Subject: [hakekatku_00]  Tokoh ‘Pintar’ Aristoteles : Embrio Berasal dari 
Darah Haid ; Islam : Embrio Be
 


  
Home » Peradaban » Mukjizat Quran & Sunnah » Tokoh `Pintar' Aristoteles : 
Embrio Berasal dari Darah Haid ; Islam : Embrio Berasal dari Air Mani
Tokoh `Pintar' Aristoteles : Embrio Berasal dari Darah Haid ; Islam : Embrio 
Berasal dari Air Mani
Redaksi – Jumat, 17 Mei 2013 10:28 WIB
Berita Terkait
        * Kinerja Otak Berkurang Pada Umur 40 tahun
        * Internal Wave dalam Al-Quran
        * Bukti Ilmiah "Bulan Terbelah" dari Manuskrip Kuno, Raja India, dan 
Ilmuwan NASA
        * Fakta Buktikan Sabda Nabi Muhammad SAW : Akhir Zaman, Tanah Arab 
Kembali dipenuhi Tumbuhan dan Banyak Sungai
        * Dan Bumi yang Memiliki Retak….
Oleh Khairul Amri H
Bagian-1 (Sejarah Embriology)
Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap 
Tuhanmu Yang Maha Pemurah * Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan 
kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang * dalam bentuk apa saja 
yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu * ( Al-Infitahaar 6-7)
Terdapat berabad –abad durasi, serta upaya-upaya penafsiran di balik 
sejarah Embriologi, Misteri tentang proses penciptaan pembetukan Manusia 
sebelumnya telah tertulis di lembaran-lembaran sejarah, menujukkan 
bahwa hasrat Manusia untuk mengetahui hal itu sangat kuat.
Ù…ÙÙ†Ù' Ø£ÙŽÙŠÙÙ` Ø´ÙŽÙŠÙ'ء٠خَلَقَه
"Dari apakah Allah menciptakannya (Manusia) ?"  (عبس:18)
Dari pertanyaan mendasar inilah sejarah merekam segalah upayah-upayah Manusia 
dalam mengungkap hal itu, berdasarkan hasil akumulasi data dari para ahli 
sejarah dalam sebuah konferensi (1), sejarah Embriologi dapat kita ringkas 
dalam beberapa Tahapan sejarah berikut :
A. Fase deskriptif (Penggambaran) :
Tahap pertama ini juga disebut sebagai `Embriologi deskriptif` di 
mana fase ini muncul pada enam abad SM yang lalu, dan berlanjut hingga 
abad kesembilan belas. Dalam periode ini fenomena tentang perkembangan 
janin hanya sebatas dugaan-dugaan Manusia pada waktu itu, seperti yang 
terdapat dalam Manuskrip Mesir Kuno di Zaman keturunan Firaun keempat, 
kelima dan keenam bahwa janin diibaratkan sebagai plasenta atau ari-ari, yang 
kala itu dinamakan Plasenta Raja yang dibawakan ke hadapan raja 
Firaun oleh beberapa orang layaknya sebuah Panji. Mereka juga menyakini 
bahwa plasenta Raja tersebut menyimpan kekuatan sihir gaib, hal tersebut terus 
mereka yakini hingga memasuki periode Yunani kuno dan setelahnya.  Dalam 
periode ini juga terdapat Manuskrip terkuno yang menunjukkan 
tentang `Pencegahan Kehamilan` tertulis dalam bahasa Alheira (bahasa 
Mesir kuno sebelum hieroglif) pada papirus yang diindikasikan antara 
 tahun 2000 dan 1800 tahun sebelum masehi. 
 
Gambar panji  Firaun Kleiss atau disebut "Plasenta Raja".
Ketika Ilmu pengetahuan dan Logika Mulai bersanding dan saling 
melengkapi, kaitan janin dengan hal-hal Khurafat seperti kekuatan magis 
pada era Firaun tidak lagi dianggap pada Zaman Yunani Kuno, namun 
terkadang kekuatan Logika hanya sebatas spekulasi , yang tak selamanya 
konsisten di atas kebenaran fakta, hal demikian juga terdapat di zaman 
kita sekarang. Seperti yang dijelaskan dalam salah satu konsep penting 
dalam sejarah Embrio (di zaman Yunani kuno) yang disebut dengan `Evolusi 
berangsur`, teori yang banyak diuraikan dalam tulisan-tulisan 
Aristoteles  ( yang sangat berpengaruh di Zamannya dan 
Setelahnya) pada bagian pertama dari catatan sejarah , dan sejak 
berlalunya  200 tahun setelah Masehi hingga memasuki Abad ke Keenam 
belas, sama sekali belum terdapat pengetahuan mengenai embriologi dalam 
literatur ilmiah Barat. Kalaulah tanpa usaha dan perhatian para penulis 
Muslim menggali peninggalan pengetahuan-pengetahuan Yunani Kuno, maka 
bisa dikatakan informasi tulisan-tulisan Kuno tersebut akan terkubur 
selamanya.
Para Abad ke tujuh belas tepatnya pada tahun 1604, setelah membuahkan hasil 
dari perdebatan dan penelitian Ilmiah, Fabricios berhasil 
menyusun gambar dari proses evolusi embrio ayam.
Menjelaskan gambar tahapan evolusi embrio Ayam (diambil dari buku: Permission 
from De Formatione ovi Fabrius Meyer 1939)
Perlu digaris bawahi bahwa pada masa tersebut para peneliti masih 
mengekor kepada pemahaman Arsitoles bahwa embrio berasal dari Darah 
haid. Dan mereka pun meyakini bahwa proses evolusi embrio manusia hanya 
sebatas penambahan ukuran bentuk.
Gambar penambahan ukuran tubuh bentuk pada embrio manusia 
(Permission from Neddham 1959)
Ketika kesimpulan embriologi ini mulai tersebar luas dan diimani 
kebanyakan Dokter pada waktu itu, para Ulama muslim justru membantahnya 
dan mengatakan bahwa embrio berasal  dari air mani bukan berasal darah 
haid dengan argument dari Firman Allah Swt:
Ø£ÙŽÙ„ÙŽÙ…Ù' ÙŠÙŽÙƒÙ Ù†ÙØ·Ù'Ùَةً Ù…ÙÙ†Ù' Ù…ÙŽÙ†ÙÙŠÙÙ` ÙŠÙÙ…Ù'Ù†ÙŽÙ‰
Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim) 
[القيامة:37]
Dan beberapa riwayat dalam Hadist Rasulullah (2), yang 
tentunya para peneliti Non Muslim tidak menggangap hal itu. Di antara 
Para Ulama Muslim yang membantah hal tersebut Ibnu Hajar Al-Asqlany 
dalam Fathul Bary (852 H atau 1449 Masehi) (3)
Pada tahun 1673 beranjak dari penemuan mikroskop, Van Leeuwenhoek akhirnya 
sampai pada pengetahuan mengenai sel sperma.
A. Gambar Mikroskop pertama, B. menunjukkan cara penggunaannya di mana tubuh 
manusia diletakkan di depan lensa berspilaar. Leeuwenhoek 1673
Kemudian berhasil menemukan beberapa bentuk  sel sperma yang disebarkan pada 
tahun 1701.
Gambar betuk Sperma Mani pada Masa Leeuwenhoek (Permission from Meyer, 1939)
Pada tahun 1694, Hartsoeker sempat menemukan gambaran yang 
cukup jelas tentang pembentukan sel Sperma, kemudian para Ilmuwan 
meneliti dan memperjelas kembali lalu menyimpulkan bahwa : kesempurnaan 
dari proses pembentukan Manuisa terjadi di dalam tubuh Sperma.
 
Gambar yang menjelaskan bentuk manusia dalam sel sperma, diambil dari 
karangannya Hartsoeker 1694 Hartsoeker Essay de Dioptrique 1694 
(Permission from Meyer 1939)
Dengan kata lain mereka belum mengetahui bahwa Bentuk sempurna dari 
evolusi Manusia terjadi pada Rahim Ibu dengan melalui berbagai tahapan 
dan pembentukan seperti yang dijelaskan dalam Al-Quran bahwa proses 
pembentukan Manusia sempurna tidak terbentuk setelah melalui beberapa 
Fase dalam Rahim Ibu, dalam Firman-Nya:
                     ….بَعÙ'د٠خَلÙ'Ù‚Ù ÙÙÙŠ ظÙÙ„Ùمَات٠
ثَلَاثÙÙŠÙŽØ®Ù'Ù„ÙÙ‚ÙÙƒÙÙ…Ù' ÙÙÙŠ Ø¨ÙØ·Ùون٠أÙÙ…ÙŽÙ`هَاتÙÙƒÙÙ…Ù' 
خَلÙ'قًا Ù…ÙÙ†Ù'…
…Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga 
kegelapan…( Az-Zumar: 6) 
Salah seorang Ilmuwan yang bernamaMarcello Malpighi(yang saat dianggap sebagai 
bapak Ilmu Embriologi) Setelah melalui studi 
tentang telur pada tahun 1086 H – 1675 M, berkesimpulan bahwa Bentuk 
tubuh Ayam kecil telah ada sebelum terbuatnnya telur pada Ayam.
Pada saat itu  muncul anggapan sebagian Ilmuwan Bahwa tahapan 
sempurnanya pembentukan manusia terjadi pada Ovum (Sel telur pada 
perempuan), dan di sisi lain terdapat anggapan bahwa bentuk manusia utuh tejadi 
dalam tubuh sel Sperma. Kontroversi teori dari kedua belah pihak tersebut terus 
belanjut hingga memasuki tahun 1186 H -1775 M, ketika 
Lazzaro SpallanzaniMengungkapkan  kaitan mendasar yang sangat 
penting antara Spermatozoid (sel Sperma) dan  Ovum  dalam proses 
pembentukan Manusia, dan mengenai permasalahan itu ternyata telah 
dirincikan dalam Al-Quran dan Hadist:
يَاأَيÙÙ`هَا النَÙ`اس٠إÙÙ†ÙŽÙ`ا خَلَقÙ'نَاكÙÙ…Ù' 
Ù…ÙÙ†Ù' ذَكَر٠وَأÙنثَى…
 Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan 
seorang perempuan (Al-Hujuraat: 13)
Dari Ibnu Mas'ud bahwa :….Seorang Yahudi bertanya kepada Rasulullah 
Saw, wahai Muhammad dari manakah Manusia Diciptakan ?, Maka Beliau 
bersabda: Wahai yahudi,(diciptakan) dari setiap Air mani Laki-laki dan 
Perempuan (HR. Muslim) (2)
 
B. Fase Eksperimental (Percobaan)
Ovum Mamalia belum diketahui secara jelas kecuali pada akhir abad ke 
Sembilan belas, dan pada masa tahapan ujicoba dalam  embriologi ini di 
mana Buku-buku karya Von Baer dan Darwin sangat terkenal (sejak akhir 
abad kesembilan belas sampai empat puluhan dari abad kedua puluh). Pada 
saat itu Von Baer dianggap sebagai Ilmuan Besar yang telah melonjak 
pengetahuan tentang embrio dari percobaan dan pengamatan menuju 
perumusan konsep embrio yang tidak bertentangan.
Pada Fase ini juga  konsep mengenai mekanisme makhluk hidup mulai 
dibahas, dan studi mengenai embrio mulai berkembang  dari tahapan 
pengamatan ke tahapan  penanganan organisme.
 
C. Fase penggunaan teknologi
Pada Fase ketiga (modern) ini bermula pada tahun empat puluhan sampai zaman 
kita sekarang, di mana pada Fase ini telah tersedia berbagai Alat teknologi 
canggih yang sangat membantu  dalam proses penelitian, 
seperti mikroskop elektronik, kamera, komputer, dan alat deteksi 
protein, asam nukleat, karbohidrat kompleks, dan sejenisnya. Jika tanpa 
perlengkapan tersebut eksperimen- eksperimen para ilmuwan biologi terus 
akan mengalami kelumpuhan dalam menemukan kebenaran Ilmiah dan misteri 
mengenai Emriologi selamanya akan tetap menjadi  mimpi aneh bagi 
Manusia.
Dan sekarang kita dapat meliahat bentuk jelas Embrio yang dahalu tidak dapat 
disaksikan pada zaman Malpighi.
 
Hasil gambar elektronik embrio tikus(Permission from GGG)
Bahkan kita bisa melihat lebih dalam lagi pada bagian ini, untuk memahami 
mekanisme normal dan abnormal dengan lebih baik.
 
Gambar organ jantung pada embrio tikus (courtesy of Dr. A. Fazel) permission 
from GGG
 
Gambar bagian dalam jantung pada embrio Tikus  (courtesy of Dr. A. Fazel) 
permission from GGG
Informasi embrio dalam Quran dan Sunnah
Tetapi bagaimana halnya dengan Al-Quran dan As-Sunnah yang 
diturungkan 1400 tahun silam ketika berkaitan mengenai Embriologi ?, di 
Abad ke ketujuh Masehi Al-Quran dan Hadist dangan gaya literatur yang 
Eksklusif  nan mengagumkan telah menjelaskan penemuan-penemuan yang luar bisa 
tersebut. Seperti yang ditemukan ilmu pengetahuan modern melalui 
teknologi mutakhir. Tentang informasi mengenai tahapan-tahapan 
pembentukan Manusia dalam janin sudah tercantum dalam Al-Quran, mulai 
dari tahapan segumpal darah, segumpal daging, tulang belulang dan 
pembentukan otot, Dan dalam hadist menjelaskan masa dimana pembentukan 
jenis kelamin, Janin, dan tahapan sempuran dalam penbentukan Manusia 
terjadi.
Jika kita melihat perjalan sejarah Embriologi dapat kita katakan 
bahwa perhatian Manusia terdapat hal tersebut sangat tinggi, beranjak 
dari fase penggambaran, percobaan, hingga penggunaan teknologi pun 
Masalah tersebut masih terus dibahas. Sebelum diturungkannya Al-Quran, 
catatan-catanan detail mengenai tahapan penciptaan Manusia belum ada, 
dan sebelum ditemukannya Mikroskop penemuan ilmiah tentang sel sperma 
belum dapat disentuh oleh Manusia.
Allah Swt Berfirman:
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) 
dari tanah  (12)Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) 
dalam tempat yang kokoh (rahim) (13) Kemudian air mani itu Kami jadikan 
segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami 
jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang 
belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian 
Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, 
Pencipta Yang Paling Baik (14)"( Al-Muminun: 12-14)
Rasulullah Saw Bersabda:
" Jika Sperma (Air Mani) telah berumur 42 malam, Allah Swt 
mengutus Malaikat untuk membentuknya kemudian memberikannya pendengaran, 
penglihatan, kulit, daging ,dan Tulang-belulang"(H.R Muslim) (4)
 
Referensi:
Al-Quran
Fath Al-Bari: penerbit Darul Marifah, Beirut
Sahih Muslim: Darul Ihyau Thurast Arab, Beirut.
Abu Dawud: Darul Hadist, Suriah
Tabraani: Ibnu Taimiyah Press, Mesir.
Diambil dari tulisan G C Geornger, Syaikh Abdul Majeed al-Zindany, 
dan Mustafa Ahmed, pada Bab: Sejarah Embriologi dalam Buku  Embriologi 
dalam Al-Quran dan As-Sunnah: 
http://kenanaonline.com/files/0061/61915/ar_Embryology_in_the_Quran_and_Sunnah.pdf
http://www.jameataleman.org/main/articles.aspx?article_no=1481
1. Penelitian ini disampaikan dalam Konferensi Dunia Pertama 
tentang Mukjizat Ilmiah dalam Al-Quran dan Sunnah di Islamabad, Pakistan (Safar 
1408 H. bertepatan dengan Oktober 1987).
2. hadist tentang Sperma:
عن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه أنه قال : 
"مر يهودي 
برسول الله صلى الله عليه وسلم وهو يحدث 
أصحابه Ùقالت قريش : يا يهودي إن 
هذا يزعم أنه نبي Ùقال لأسألنه عن شئ لا يعلمه 
إلا نبي ØŒ قال ÙØ¬Ø§Ø¡ حتى جلس 
ثم قال : يا محمد مم يخلق الإنسان ØŸ Ùقال رسول 
الله صلى الله عليه وسلم : 
"يا يهودي من كل٠يخلق من Ù†Ø·ÙØ© الرجل ومن Ù†Ø·ÙØ© 
المرأة"
HR. Muslim 1: 422, Musnad Imam Ahmad 3: 166
3. berkata Imam Ibnu Hajar Al-Asqlany:
"زعم كثير من أهل التشريح أن منى الرجل لا أثر 
له ÙÙ‰ الولد إلا ÙÙ‰ عقده. وأنه إنما يتكون من دم 
الحيض وأحاديث الباب تبطل ذلك"
Fathul Bary jilid 11
 
4. Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, dan Tabraani, dan Jaafar Algriabi dan 
disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fath 11:48.
 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke