PARAN DAN NUBUAT MUHAMMAD.


Muslim.menjawab

Pengantar

“Dan ia berkata: “Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari 
Seir; Ia tampak bersinar dari Gunung Paran dan ia datang dengan sepuluh ribu 
orang kudus; di tangan kanannya tampak kepada mereka hukum berapi-api.” 
(Taurat kitab Ulangan 33:2 KJV Bible)[1]

Masalah Paran dan Baka telah menjadi perdebatan utama dan penting diantara 
Islam dan Kristen. Muslim meyakini bahwa kawasan/regional Paran terletak di 
Semenanjung Arabia, kota Paran adalah kota Mekkah (bhs Arab, Makkah) yang 
termasuk dalam rangkaian Pegunungan Sarawat.

Sebaliknya Kristen sekarang berpendapat bahwa Paran adalah Semenanjung Sinai. 
Selain masalah Paran, artikel ini juga akan membahas masalah Bakkah yang 
diterangkan oleh al-Qur’an.

“Sesungguhnya Bait yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, 
ialah Baitullah (Bait Allah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi 
petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di 
antaranya) maqam Ibrahim…” (QS Ali ‘Imran 96-97)

Muslim meyakini bahwa Bakkah yang disebutkan al-Qur’an, adalah sama dengan 
Baka dalam Perjanjian Lama kitab Mazmur (Zabur, bahasa Arab)

“…Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat 
mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah Baka…”. (Mazmur 84 LAI 1974)

Namun Kristen menolak mentah-mentah klaim Islam bahwa Baka yang disebut dalam 
kitab Mazmur 84 itu adalah Mekkah. Kristen beranggapan bahwa Baka adalah pohon 
Kertau atau mungkin Lembah Biqa di Lebanon.

Artikel ini akan dibagi kedalam beberapa pokok pembahasan yaitu :
Paran : di Timur Mesir atau di Selatan Mesir?
Makna Paran
Letak geografis Paran (Batas-batas wilayah Paran) adalah Hawila, Syur, dan Asyur
Paran Bukan di Semenanjung Sinai
Baka dalam Mazmur 84 : Palestina, Lembah Biqa di Lebanon, atau Lembah Bakkah di 
Mekkah?

Dibawah ini adalah peta Timur Tengah modern



sumber Peta :http://worldatlas.com/webimage/countrys/meriv.htm

Paran : di Timur Mesir atau di Selatan Mesir?

Pertanyaan Kristen :
Danarah Mesir ke Irak ini adalah Melalui Jazirah Sinai.keturunan Ismail tinggal 
diujung timur Jazirah Sinai dan tidak mungkin di sekitar Mekah, karena :
• Mekah tidak terletak di timur Mesir melainkan di selatan Mesir.[2]
• Mekah tidak terletak di jalur antara Mesir dan Irak, melainkan jalur Mesir 
dan Yaman.
Jawaban Muslim
Ulangan 33:2
ויאמר י×"ו×" ×ž×¡×™× ×™ ×`א וזרח משׂעיר למו ×"ופיע 
מ×"ר פארן ואת×" מר×`×`ת ×§×"שׁ ×ž×™×ž×™× ×• אשׁ×"ת למו׃

Transliterasi : vy`mr yhvh msyny b` vzrh ms‘yr lmv hvpy‘ mhr p`rn v`th 
mrbbt qds mymynv `sdt lmv.

Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa naskah Bible bahasa Ibrani kuno hanya 
mengandung huruf konsonan, dan sama sekali tidak mengenal huruf vokal, dan juga 
tidak mengenal tanda baca “titik” (point) untuk kegunaan dalam melafalkan 
(pronounce). Sejarah mencatat bahwa penambahan vowel (huruf hidup) dan tanda 
titik (point) ditetapkan setelah Masehi (bukan sebelum Masehi).

Ernst Wurthwein mengatakan : “Bukan rahasia lagi bahwa selama berabad-abad 
teks Ibrani dari Perjanjian Lama berwujud sebagai teks konsonan (huruf mati) 
murni. Tanda-tanda vowel (vokal) tidak ditambahkan pada teks ini sampai tahap 
belakangan, ketika teks konsonan telah mapan (established) dengan sejarah 
transmisi yang panjang di baliknya……Teks konsonan yang dipelihara dalam 
manuskrip-manuskrip abad pertengahan dan yang merupakan dasar bagi edisi-edisi 
kita sekarang ini tarikhnya kembali pada kira-kira tahun 100 M. Sebagai bagian 
dari kebangkitan besar bangsa Yahudi yang menandai dekade-dekade setelah 
malapetaka tahun 70 M.”[3]

Selain itu, Louis Cappel, ahli sarjana bahasa Ibrani, menyimpulkan bahwa tanda 
titik dan vokal (the vowel point) dan tekanan logat (accent) adalah bukan 
bagian dari Ibrani yang original, namun telah dimasukkan oleh Sarjana Yahudi 
Masoret dari Tiberias, sekurang-kurangnya abad 5 M…..) [4]

I. Paran terletak di Selatan

Berikut ini adalah vowel yang ditambahkan untuk Taurat kitab Ulangan 33:2
וַיֹּאמַר יְ×"וָ×" ×žÖ´×¡Ö¼Ö´×™× Ö·×™ ×`ָּא וְזָרַח 
מִשֵּׂעִיר לָמֹו ×"ֹופִיעַ מֵ×"ַר פָּארָן 
וְאָתָ×" מֵרִ×`Ö°×`ֹת ×§Ö¹×"ֶשׁ ×žÖ´Ö½×™×žÖ´×™× Ö¹×• 
[אֵשְׁ×"ָּת כ] (אֵשׁ ×§) (×"ָּת ×§) לָֽמֹו׃

Transliterasi : vayyō’mar yəhvâ missînay bā’ vəzārah miśśÄ"‘îr 
lāmōv hōvfî‘a mÄ"har pā’rān və’ātâ mÄ"ribəbōt qōdeÅ¡ 
mîmînōv ’Ä"šədāt ’Ä"Å¡ dāt lāmōv

Ada kata menarik yaitu rangkaian huruf konsonan Ibrani yaitu MYMYNV (×ž×™×ž×™× 
ו), atau bila dalam bentuk vowel (huruf hidup) menjadi “mîmînōv” atau 
“miymiynov” (×žÖ´Ö½×™×žÖ´×™× Ö¹×•)

KJV Bible menerjemahkan MYMYNV (×ž×™×ž×™× ×•) sebagai “from right hand” 
(dari tangan kanan), namun NIV Bible justru menerjemahkan MYMYNV sebagai 
“from the south” (dari selatan).

Ulangan 33:2 NIV Bible
He said: “The LORD came from Sinai and dawned over them from Seir; he shone 
forth from Mount Paran. He came with [a] myriads of holy ones from the south, 
from his mountain slopes.
(Ia berkata: “Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; ia 
bersinar dari Gunung Paran. Ia datang dengan ribuan orang kudus dari selatan, 
dari kemiringan Pegunungannya.)

Bandingkan dengan edisi KJV Bible.
And he said, The LORD came from Sinai, and rose up from Seir unto them; he 
shined forth from mount Paran, and he came with ten thousands of saints: from 
his right hand went a fiery law for them.
(Dan ia berkata: “Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; 
Ia tampak bersinar dari Gunung Paran dan ia datang dengan sepuluh ribu orang 
kudus; di tangan kanannya tampak kepada mereka hukum berapi-api.)

Pertanyaan yang muncul adalah : Benarkah KJV Bible dan NIV kontradiksi? Jawaban 
saya adalah tidak!

Setelah saya perhatikan, kedua terjemahan (KJV dan NIV) itu bisa dibenarkan. 
Dalam arti bahwa YMYN itu memiliki arti lebih dari satu.

Number Strong’s Concordance : <03225>
Sumber : http://www.sabda.org/sabdaweb/tools/lexicon/?w=03225⟨=english
Word: yamiyn <â€"â€" Perhatikan huruf dasarnya (konsonan) adalah YMYN !!
Definition:
1) right, right hand, right side
1a) right hand
1b) right (of direction)
1c) south (the direction of the right hand when facing East)

Jadi YMYN (×™×ž×™× ) itu artinya adalah “tangan kanan”, “arah kanan”, 
dan “selatan”.

KJV Bible menerjemahkan menjadi “tangan kanan”, sedangkan NIV Bible 
menerjemahkan menjadi “selatan”. Dalam hal ini, saya sependapat dengan 
penerbit NIV Bible yang menerjemahkan YMYN menjadi “selatan”!

Jadi Ulangan 33:2 yang lebih tepat adalah :
vayyō’mar (BERKATA) yəhvâ (TUHAN) missînay (SINAI) bā’ vəzārah 
(TERBIT) miśśÄ"‘îr (SEIR) lāmōv hōvfî‘a (BERSINAR) mÄ"har (GUNUNG) 
pā’rān (PARAN) və’ātâ (DATANG) mÄ"ribəbōt (10.000) qōdeÅ¡ (ORANG 
KUDUS) mymynv (DARI SELATAN) ’Ä"šədāt ’Ä"Å¡ dāt lāmōv (HUKUM 
BERAPI-API)

Atau
“Dan ia berkata :”Tuhan datang dari Sinai; Ia terbit di Seir; Ia bersinar 
di Gunung Paran dan datang dengan 10.000 orang kudus dari Selatan dengan hukum 
berapi-api. (Ulangan 33:2)

Selanjutnya saya akan memakai tafsiran diatas untuk Taurat kitab Ulangan 33:2 
dalam penjelasan selanjutnya dalam artikel ini.

-Sinai adalah Tempatnya nabi Musa.
-Seir adalah tempatnya nabi Isa (Yesus) di Palestina. Pegunungan Seir 
membentang dari dekat Laut Mati (Dead Sea) bagian selatan sampai dengan di 
dekat Teluk Aqaba (Teluk Eilat).
-Dan di Paran yang letaknya di Selatan (bukan Timur Mesir seperti penafsiran 
Kristen), Nabi Muhammad SAW memimpin 10.000 orang menaklukkan kota Mekkah 
dengan menegakkan hukum berapi-api.

Mungkin pembaca akan bertanya : Mengapa “10.000 orang kudus” bukan 
“ribuan orang kudus”? Bila pembaca mempunyai pertanyaan demikian, silahkan 
lihat penjelasan artikel saya mengenai 10.000 orang kudus.

Bukhari Volume 5, Book 59, Number 574:
“Narrated Ibn Abbas : The Prophet left Medina (for Mecca) in the company of 
ten-thousand (Muslim warriors) in (the month of) Ramadan, and that was eight 
and a half years after his migration to Medina….” (Diriwayatkan dari Ibn 
Abbas : Nabi meninggalkan Madinah (menuju Mekkah) beserta 10.000 (orang) di 
(bulan) Ramadhan, dan hal ini terjadi setelah 8,5 tahun Nabi hijrah ke 
Madinah…”)

Nubuat Taurat ini benar-benar digenapi pada tahun 8 Hijriah oleh Nabi Muhammad 
SAW yang ditemani oleh 10.000 tentara Islam dalam menaklukkan kota Mekkah.

II. Gunung Paran, Gua Hira, Jabal Nur (Bukit Cahaya) ?

Pertanyaan selanjutnya adalah bahwa dalam Ulangan 33:2 itu tercatat : “….Ia 
bersinar di Gunung Paran.…”. Sedangkan Sejarah Islam mencatat Nabi Muhammad 
mendapat wahyu pertama kali di Gua Hira ?

Jika ada pertanyaan demikian diatas, lagi-lagi kita perlu tahu arti kata Ibrani 
nya.

Number Strong’s Concordance <2022>

http://www.sabda.org/sabdaweb/tools/lexicon/?w=02022⟨=english

har <2022> â€" Hebrew Lexicon
Word: har
Definition:
1) hill, mountain, hill country, mount

Jadi kata “har paran” (×"ַר פָּארָן) dapat diartikan : Gunung 
Paran, Bukit Paran, dan Pegunungan Paran.

Tafsirannya adalah :
-Gua Hira terletak di Bukit Paran (Jabal Nur/Bukit Cahaya) yang termasuk 
rangkaian Pegunungan Paran (pegunungan Sarawat).

Lihat peta kota Mekkah dibawah ini. Tampak bahwa Mekkah terletak di dataran 
tinggi.



Sumber peta : http://worldatlas.com/webimage/countrys/asia/lgcolor/sacolor.htm

Makna Paran

Pertanyaan Kristen :
 * Bilangan 13 : 1 â€" 3 : ‘Tuhan berfirman kepada Musa, “Suruhlah beberapa 
orang mengintai tanah Kanaan yang akan Kuberikan kepada orang Israel …….. 
Lalu Musa menyuruh mereka dari padang gurun Paran, sesuai dengan titah 
Tuhan’Apakah nabi Musa menyuruh mengintai Kanaan dari Mekah yang jauhnya 
sekitar 1400 km dari Kanaan. Tidak masuk akal. Apakah ada ayatnya di Qur’an 
yang menyebutkan nabi Musa dan umat Israel pergi ke Mekah? Sebaliknya jika 
Paran ada di timur jazirah Sinai maka penuturan Alkitab sangat masuk akal.
* 1 Samuel 25 : 1 : Dan matilah Samuel ; seluruh Israel berkumpul meratapi dia 
dan menguburkan dia dirumahnya di Rama. Dan Daud berkemas, lalu pergi ke padang 
gurun Paran.

Apa perlunya raja Daud pergi ke Mekah yang jauhnya sekitar 1400 km dari Rama? 
Tidak masuk akal. Apakah ada ayatnya di Qur’an yang menyebutkan nabi Daud 
pergi ke Mekah? Sebaliknya jika Paran ada di timur jazirah Sinai maka penuturan 
Alkitab sangat masuk akal.

Jadi kutipan 3 ayat diatas, bisa disimpulkan bahwa PARAN TIDAK MUNGKIN MEKAH 
KARENA JARAKNYA TERLALU JAUH.

Jawaban Muslim
Ada salah persepsi dikalangan Kristen mengenai Paran, untuk lebih jelaskan 
perhatikan dibawah ini:

Makna Paran

Bilangan 10:12
“Lalu berangkatlah orang Israel dari padang gurun Sinai menurut aturan 
keberangkatan mereka, kemudian diamlah awan itu di padang gurun Paran.”

Bilangan 12:16
“Kemudian berangkatlah mereka dari Hazerot dan berkemah di padang gurun 
Paran.”

Bilangan 13:3
“Lalu Musa menyuruh mereka dari padang gurun Paran, sesuai dengan titah 
Tuhan; semua orang itu adalah kepala-kepala di antara orang Israel.”

1 Samuel 25 : 1
“Dan matilah Samuel ; seluruh Israel berkumpul meratapi dia dan menguburkan 
dia dirumahnya di Rama. Dan Daud berkemas, lalu pergi ke padang gurun Paran.

Disini (Bilangan 10:12; 12:16; 13:3 dan 1 Samuel 25:1), padang gurun Paran 
adalah barat laut Arabia, yaitu daerah yang meliputi Gurun Negeb, Midian 
(Madyan), dan sekitarnya.

Sedangkan Kejadian 21:21 : “Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan 
ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.” adalah kota 
Mekkah, yang terletak dalam rangkaian Pegunungan Sarawat.

Jadi Paran memiliki arti lebih dari satu :[5]
-kota Paran : kota Mekkah.
-Kawasan/Regional Paran : Semenanjung Arabia.
-Gunung Paran : bagian dari pegunungan Sarawat.
-Bukit Paran : Jabal Nur, tempat Gua Hira berada, termasuk dalam rangkaian 
Pegunungan Sarawat.
-Pegunungan Paran : Pegunungan Sarawat, di Hijaz, Arab Saudi bagian barat.

Paran dalam bahasa Arab adalah Faran (dibaca : Faron) yang artinya adalah dua 
yang bermigrasi, maksudnya adalah migrasi yang dilakukan oleh dua orang yaitu 
Siti Hajar (istri nabi Ibrahim) dan putranya (yang tatkala itu masih bayi yang 
masih menyusui) bernama Ismail.[6]

Taurat (Kejadian 25:12-15) mencatat anak-anak Ismail berdasarkan urutan 
kelahiran yaitu : Nebayot (anak sulung Ismael), Kedar, Adbeel, Mibsam, Misyma, 
Duma, Masa, Hadad, Tema, Yetur, Nafish dan Kedma.[7]

Nubuat Perjanjian Lama kitab Yesaya

Yesaya 21:13-17 (LAI 1974)
“Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai 
kafilah kafilah orang Dedan! Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air 
kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! Sebab 
mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, 
terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab 
beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja 
prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari 
pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil 
saja, sebab Tuhan Allah Israel, telah mengatakannya.”

Note:

Dedan [8] adalah negeri yang lebih dekat dengan kota Madinah daripada negeri 
Tema (Tayma) [9].
Dedan berjarak sekitar 380 km utara Madinah. Dedan adalah nama kuno untuk kota 
Al Ula, Saudi Arabia modern. Dedan (Al Ula) terletak ditengah-tengah antara 
Madinah dan Tabuk.
Tema : Terletak di utara kota Madinah. Tema adalah Tayma dalam bahasa Arab.
Kedar : adalah anak Ismail. Orang Kedar adalah keturunan Kedar.
Dibawah ini adalah Peta Mekkah, Madinah, Dedan, Tayma, dan Tabuk


Dalam peta diatas Dedan tidak tertulis. Dedan kira-kira ditengah-tengah antara 
kota Madinah dan Tabuk.

Dapat kita maklumi bersama, bahwa seringkali nubuat itu mengandung kalimat 
tidak lugas sehingga hanya orang-orang berakal lah yang dapat mengambil 
pelajaran.

Sangat..sangat menarik bila kita menyimak dan memperhatikan kenyataan bahwa 
Perjanjian Lama kitab Yesaya mencatat :

“Hai kafilah orang Dedan” BUKAN “Hai penduduk kota Dedan”
“Hai penduduk tanah Tema”, BUKAN “Hai penduduk kota Tema”.
Dengan melihat peta Tema-Dedan-Madinah diatas serta memperhatikan kitab Yesaya 
21:13-17, maka dapatlah disimpulkan :

Terlihat pada peta diatas bahwa kota Madinah dekat kota Tema. Karena Perjanjian 
Lama kitab Yesaya mencatat sebagai Tanah Tema, maka kita dapat menafsirkan 
bahwa kota Madinah adalah bagian dari Tanah Tema.Alasannya adalah :
Realitas historis hijrah nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah yangmana 
setahun setelah hijrah, nabi Muhammad memenangkan perang (Badar) melawan kota 
yang ditinggalkannya (Mekkah)
kota Madinah dekat dengan kota Tema, sehingga dapat diidentifikasi bahwa 
Madinah adalah bagian dari Tanah Tema sebagaimana yang dimaksud kitab Yesaya
Kitab Yesaya menyebut “Hai kafilah-kafilah orang Dedan”, ini berarti 
Madinah adalah tempat dimana kafilah Dedan bermalam.
Sejarah Islam mencatat bahwa penduduk kota Madinah (Tanah Tema) menyambut 
gembira nabi Muhammad dan umat Islam yang hijrah. Orang-orang Madinah (Tanah 
Tema) memberikan makan, minum, tempat tinggal, dan segala keperluan lainnya 
untuk saudara baru mereka.

Sudah habis masa peperangan di Semenanjung Arabia dengan menggunakan busur dan 
anak panah dan kini telah berganti menjadi senjata api dan mesiu. Dan tidak ada 
orang Arab yang melarikan diri ke Madinah (Tanah Tema) dan sanggup mengalahkan 
musuh (musyrikin Mekkah) hanya dalam tempo satu tahun, kecuali nabi Muhammad 
dalam peristiwa Hijrah nabi Muhammad saw yang setahun kemudian berhasil 
memenangi Perang Badar dan mengalahkan musuh.

Lagi-lagi Perjanjian Lama kitab Yesaya 42:10-12 bernubuat pada kita, ujarnya :

Yesaya 42:10-12
“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan dan pujilah dia dari ujung bumi! 
Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala 
penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan 
dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit 
Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! Baiklah mereka 
memberi penghormatan kepada Tuhan, dan memberitakan pujian kepadanya di 
pulau-pulau.”

Kitab Yesaya 42:10-12 juga mendukung kenyataan bahwa saatnya akan tiba bahwa 
keturunan nabi Ismail dapat memberikan penghormatan kepada Tuhan. Tentu saja 
hal ini hanya bisa dilakukan melalui seorang nabi dari Arab, keturunan nabi 
Ismail, penghuni padang gurun.

Nyanyian baru bagi Tuhan â€"> “nyanyian” adzan, takbir, dan dzikir.
Padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang 
didiami Kedar! : artinya nyanyian “adzan” akan berseru-seru di gurun dan 
tempat tinggal Kedar.
Bukit Batu di Madinah
Sejarah hingga kini mencatat “nyanyian” Adzan, takbir, dan dzikir, bukan 
“nyanyian” Gereja di Arabia (Arab Saudi).
Renungkanlah Nubuat Kejadian, Ulangan dan Yesaya : Jika Ismail menghuni Padang 
Gurun Paran, tempat ia melahirkan Kedar dan Nebayot, yaitu nenek moyang bangsa 
Arab; dan jika pemanah Kedar yang gagah perkasa akan kalah setelah orang itu 
melarikan diri, dan jika orang itu akhirnya dapat menaklukkan Paran dengan 
10.000 orang kudus. Yea, beliau adalah habibullah (kekasih Allah), Nabi 
Muhammad SAW.

kitab Kidung Agung Secara Jelas menyebut Nama Muhammad dan 10.000

Perjanjian Lama kitab Kidung Agung secara jelas menyebut nama Muhammad yang 
dalam bahasa Ibrani adalah Mahamad.

Kidung Agung 5:10.
(Hebrew) ×"ו×"י צח וא×"ום ×"×'ול מר×`×`×"׃
(Hebrew With Vowel) ×"ֹּו×"ִי צַח וְאָ×"ֹום ×"Ö¼Ö¸×'וּל 
מֵרְ×`Ö¸×`Ö¸Ö½×"׃
(Transliterasi) dvōdî sah və’ādvōm dāgûl mÄ"rəbābâ:
(KJV Bible) My beloved white and ruddy, the chiefest among ten thousand.
(Terjemahan Bebas) Kekasihku itu putih dan merah sehat, pemimpin diantara 
10.000 orang.

Kidung Agung 5:16
(Hebrew) חכו ממתקים וכלו מחמ×"ים ז×" ×"ו×"י וז×" רעי 
×`× ×•×ª ירושׁלם׃
(Hebrew With Vowel) חִכֹּו מַֽמְתַקִּים וְכֻלֹּו 
מַחֲמַ×"ִּים זֶ×" ×"ֹו×"ִי וְזֶ×" רֵעִי ×`Ö¼Ö°× Ö¹×•×ª 
יְרוּשָׁלִָֽם׃
(Transliterasi) hikvō mamətaqqîm vəkullvō mahămadîm zeh dvōdî vəzeh 
rÄ"‘î bənvōt yərûšālāim:
(KJV Bible) His mouth is most sweet: yea, he is altogether lovely. This is my 
beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.
(Terjemahan Bebas) Teramat manis tutur katanya, ia adalah mahămadîm. Inilah 
kekasihku dan sahabatku, O puteri-puteri Yerusalem.

Secara signifikan, Kidung Agung 5:10,16 menyebut nama Muhammad yang dalam 
bahasa Ibrani adalah mahămad [10] dengan imbuhan “îm” (agung), pemimpin 
diantara 10.000 orang.

Kisah Seorang Nabi yang ditemani 10.000 orang belum digenapi hingga hingga 
generasi awal Kristen

Perjanjian Baru Epistle (Surat) Yudas 1:14-15 KJV Bible mencatat ramalan dari 
Enoch (Dalam Islam, nabi Idris) yang belum digenapi :

“And Enoch also, the seventh from Adam, prophesied of these, saying, Behold, 
the Lord cometh with ten thousands of his saints. To execute judgment upon all, 
and to convince all that are ungodly among them of all their ungodly deeds 
which they have ungodly committed, and of all their hard speeches which ungodly 
sinners have spoken against him.”

(Juga tentang Enoch, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: 
“Lihat, Tuan [11] datang dengan 10.000 orang kudusnya hendak menghakimi semua 
orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan 
fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan 
orang-orang berdosa yang fasik itu terhadapnya.)

Jadi tafsirannya adalah : Enoch berkata :”Lihat, Tuan Muhammad datang dengan 
10.000 orang kudus hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas 
orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena 
semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu 
terhadapnya.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada 
yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. 
Sekiranya Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) beriman, tentulah itu lebih baik bagi 
mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah 
orang-orang yang fasik.” (QS Ali ‘Imran 110)

Yea, fantastis.

“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri alkitab mengenal 
Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya 
sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka 
mengetahui.” (QS Al Baqarah 146)

Bacalah seluruh sejarah mengenai Padang Gurun Paran, dan Anda tidak akan 
menemukan peristiwa lain selain penaklukkan Mekkah oleh Nabi Muhammad. Yea, 
beliau datang tahun 8 Hijriah bersama 10.000 orang kudus dari Madinah hendak 
memasuki bait Allah di Mekkah. Dan Lihat! Muhammad datang memberikan hukum 
berapi-api kepada dunia dan menghukum orang-orang fasik.

Nubuat Perjanjian lama kitab Habakuk

Habakuk 3:3
God came from Teman, and the Holy One from mount Paran. Selah. His glory 
covered the heavens, and the earth was full of his praise. {Teman: or, the 
south} (KJV -Shoftware Alkitab SABDA)

#Terjemahan Bebas
Tuhan datang dari Teman, dan yang kudus dari gunung Paran. Selah. Kejayaannya 
menyelimuti langit dan bumi pun penuh dengan pujian kepadanya.

Tafsir Kitab Habakuk 3:3 adalah Nabi Muhammad yang kudus datang dari Paran 
(Mekkah). Ini adalah kisah hijrah (migrasi) nabi Muhammad dari Mekkah ke 
Madinah.

Bahwasanya nabi Muhammad telah menyatakan bahwa nenek moyangnya adalah Ismail 
bin Ibrahim dapat kita lihat dari beberapa hadits berikut ini :

Nabi Muhammad SAW telah menyatakan dalam haditsnya bahwa nenek moyangnya yakni 
nabi Ismail adalah seorang pemanah. Dalam hal ini telah terjadi pada satu 
kabilah Aslam beberapa orang dari mereka yang memanah dengan busur, maka Nabi 
Muhammad SAW berkata kepada mereka: “Panahlah wahai keturunan Ismail, 
sesungguhnya bapak kamu (Ismail) adalah seorang pemanah.” (Bukhari kitab 
“Al Jihad Wa Sair”, Ibnu Majah dalam sunan kitab “Al Jihad”).
Dalam riwayat lain dikemukakan ketika Rasulullah SAW thawaf (mengelilingi 
Ka’bah), berkatalah Umar kepadanya: “Ini adalah maqam (tempat shalat) bapak 
kita Ibrahim.” Nabi bersabda: “Benar.” Umar berkata lagi: “Apakah tidak 
sebaiknya kita jadikan tempat shalat?” Maka Allah SWT menurunkan ayat (QS. 
2:125). (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Marduwaih yang bersumber 
dari Jabir.)
Rasulullah SAW bersabda :”Allah memilih Ismail dari keturunan Ibrahim, dan 
memilih bani Kinanah dari keturunan Ismail, dan memilih suku Quraisy dari bani 
Kinanah, dan memilih bani Hasyim dari suku Quraisy, dan memilih saya dari bani 
Hasyim (HR. Muslim)[12]
Allah SWT berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah 
Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan 
berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah 
memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu 
kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai 
kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al 
Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua 
menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah 
zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah.” (QS Al Hajj 78)

Letak geografis Paran (Batas-batas wilayah Paran) adalah Hawila, Syur, dan Asyur

Pertanyaan Kristen :
 Keturunan Ismail tinggal di TIMUR MESIR ke arah ASYUR
* Kejadian 25 : 18 : Mereka mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang 
letaknya di sebelah timur Mesir kearah Asyur.Lokasi Hawila tidak dapat 
ditentukan secara tepat oleh Arkeologi.
Lokasi Syur.
* Keluaran 15 : 22 : Musa menyuruh orang Israel berangkat dari laut Teberau 
lalu mereka pergi ke padang gurun Syur

Setelah keluar dari Mesir, bangsa Israel yang dikejar oleh penguasa Mesir 
menyeberangi laut Teberau untuk mencapai jazirah Sinai. Jadi Syur berada di 
jasirah Sinai.

Lokasi Asyur
* Kejadian 2 : 14 : Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir 
disebelah timur Asyur …..

Jadi Asyur terletak disebelah barat sungai Tigris.

Dan arah Mesir ke Irak ini adalah MELALUI JAZIRAH SINAI.

Dari uraian diatas jelas bahwa keturunan ISMAIL TINGGAL DIUJUNG TIMUR JAZIRAH 
SINAI dan tidak mungkin di sekitar Mekah.

* Kejadian 37 : 25 : “…… kafilah orang Ismail datang dari Gilead …… 
ke Mesir”

Dimana Gilead?
* 2 Raja 10 : 33 : disebelah timur sungai Yordan dengan merebut seluruh tanah 
Gilead …..

Jadi Gilead adalah tanah disebelah timur sungai Yordan (daerah Yordania yang 
sekarang).

Jawaban Muslim
Lokasi Hawila

Kejadian 10:24-30
“Arpakhsad memperanakkan Selah, dan Selah memperanakkan Eber. Bagi Eber lahir 
dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi 
terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan. Yoktan memperanakkan Almodad, Selef, 
Hazar-Mawet dan Yerah, Hadoram, Uzal dan Dikla, Obal, Abimael dan Syeba, Ofir, 
Hawila dan Yobab; itulah semuanya keturunan Yoktan. Daerah kediaman mereka 
terbentang dari Mesa ke arah Sefar, yaitu pegunungan di sebelah timur.”
Note :

http://www.hostkingdom.net/Hebrews.html#Nahor
Joktan, or Qahtan in Arabic, was the father of Almodad, Sheleph, Hazarmaveth, 
Jerah, Hadoram, Uzal, Diklan, Obal, Abimael, Sheba, Ophir, Havilah and Jobab. 
These are associated with the pre-Islamic civilizations of south Arabia, 
including various tribes of Yemen and Hadramaut. The modern Arab tribes of 
Ajman, Harasi, Janibia, Kathri, and al-Murrah claim descent from 
Joktan/Qahtan.(Joktan, atau dalam bahasa Arabnya Qathan, adalah ayahnya 
Almodad, Sheleph, Hazarmaveth, Jerah, Hadoram, Uzal, Diklan, Obal, Abimael, 
Sheba, Ophir, Havilah (Hawila) dan Jobab. Mereka semua diasosiasikan dengan 
peradaban pra-Islam di Arabia Selatan, mencakup berbagai bangsa di Yaman dan 
Hadramaut. Bangsa-bangsa Arab modern dari Ajman, Harasi, Janibia, Kathri, dan 
al-Murrah mengklaim sebagai keturunan dari Joktan/Qathan.
Shoftware Alkitab SABDA:
Mesa adalah daerah di Arabia ketika bani Joktan bermukim di Arabia (Lihat Nomor 
Strongs 04852). Joktan adalah anak Eber keturunan Sem (Sam) bin Nuh. Joktan 
adalah imam bagi berbagai bangsa-bangsa yang tinggal di Arabia.(lihat Number 
Strong’s 03355)
Sefar adalah sebuah tempat di Arabia Selatan (Lihat Nomor Strongs 05611).
Syeba adalah bangsa di Arabia Selatan (Lihat Nomor Strongs 07614).
Jadi dipastikan bahwa Hawila berada di Arabia Selatan, namun tepatnya di daerah 
Arabia Selatan bagian mananya, hal ini masih menjadi bahan perdebatan.[13]

Lokasi Syur

Syur berada di Semenanjung Sinai, namun tepatnya di Semenanjung Sinai bagian 
mana, hal ini masih menjadi bahan perdebatan.

Lokasi Asyur

“..sungai….Tigris….yang mengalir disebelah timur Asyur …..” (Kejadian 
2 : 14)

Jadi berdasarkan Taurat kitab Kejadian 2:14, Asyur terletak disebelah barat 
Sungai Tigris, lihat peta Asyur (Ashur) dibawah ini,



Jadi kalimat
“Mereka (anak-anak Ismail, ed) mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang 
letaknya di sebelah timur Mesir kearah Asyur” (Kejadian 25:18)

NOTE:
Umat Kristen perlu tahu bahwa Pentateuch (Taurat) -sebagaimana Perjanjian Lama 
dan Perjanjian Baru- sama sekali tidak mengenal tanda pemisah kalimat seperti 
tanda koma maupun tanda titik, dan juga tidak mengenal tanda pemisah ayat. 
Dibawah ini adalah halaman dari Leningrad Codex yang memuat naskah kuno Kitab 
Kejadian (Genesis) berbahasa Ibrani, perhatikan tidak ada tanda pemisah koma 
(,) antar kalimat.



Dengan dihapusnya tanda koma (,) pada Kejadian 25:18, maka terbukalah beberapa 
penafsiran.

Penafsiran Kristen
“Mereka (anak-anak Ismail, ed) mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang 
letaknya di sebelah timur Mesir kearah Asyur”(Kejadian 25:18)Para penerjemah 
Bible meletakkan tanda koma diantara kata “Syur” dan “yang”. Sehingga 
ayat tersebut diartikan bahwa anak-anak Ismail berdomisili di sebelah Timur 
Mesir ke arah Asyur.
Bagi kami, jelas penafsiran Kristen ini adalah sangat lemah, karena Hawila 
terletak di Arabia Selatan atau di Selatan Mesir. Hawila bukanlah di Timur 
Mesir.

Yang Benar
“Mereka (anak-anak Ismail, ed) mendiami daerah dari Hawila sampai Syur yang 
letaknya di sebelah timur Mesir kearah Asyur”(Kejadian 25:18)Pada kalimat 
“yang letaknya di sebelah timur Mesir” itu sebenarnya menunjukkan letak 
geografis Syur. Sehingga Kejadian 25:18 seharusnya menjadi,
“Mereka (anak-anak Ismail) mendiami daerah dari Hawila sampai Syur â€" yang 
letaknya (Syur) di sebelah timur Mesir â€" kearah Asyur” (Kejadian 25:18)

atau secara singkat adalah “Mereka (anak-anak Ismail) mendiami daerah dari 
Hawila sampai Syur kearah Asyur”

Alasannya adalah Hawila terletak di Arabia Selatan. Hawila bukanlah di Timur 
Mesir.



Jadi batas-batas Paran adalah:

Selatan : Hawila (Arabia Selatan)
Barat Laut : Syur (Semenanjung Sinai).
ke arah utara menuju Asyur
Kesimpulannya
Bani Ismail tinggal di daerah yang sekarang meliputi Arab Saudi, Yaman, Oman, 
Irak bagian Barat, Yordania, Palestina bagian Selatan dan Timur, dan Suriah.

kisah kafilah bani Ismail dari Gilead Membuktikan Bahwa Bani Ismail tidak 
berdomisili di Semenanjung Sinai

Kejadian 37 : 25
“…..kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari 
Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam 
perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.

Gilead adalah tanah disebelah timur sungai Yordan (daerah Yordania yang 
sekarang). Kedatangan kafilah Ismail dari Gilead, membuktikan bahwa starting 
point bukanlah di Semenanjung Sinai. Artinya bani Ismail tidak bermukim di 
Semenanjung Sinai.



Beberapa hipotesis mengenai keberadaan Bani Ismail di Gilead adalah sebagai 
berikut:

Hipotesis pertama, Gilead adalah tempat persinggahan bani Ismail dari Selatan 
(Arabia) menuju Mesir dengan transit terlebih dahulu untuk berdagang di Syam 
(Gilead). Kelak bangsa Arab era nabi Muhammad mengambil jalur perdagangan dari 
Mekkah ke Syam pada musim tertentu (Musim Panas).
Hipotesis kedua, adalah Bani Ismail dari Gilead yang dimaksud adalah keturunan 
Rehuel bin Basmat bin Ismail bin Ibrahim. Taurat mencatat bahwa Esau [14] 
menikahi 2 orang anak Ismail yakni Basmat (Kejadian 36:3) dan Mahalat (Kejadian 
28:9-10) [15]. Tentu saja keturunan Basmat ini bisa disebut bani Edom (Esau) 
dan bisa pula disebut sebagai bani Ismail. Dari pernikahan antara Esau dengan 
Basmat maka lahirlah Rehuel (Kejadian 36:4). Bani Esau atau Edom menghuni tanah 
Edom (daerah sekitar Palestina timur dan selatan). Dan jarak tanah Edom sangat 
dekat dengan Gilead yakni disekitar Laut Mati. Kelak bani Edom ini berasimilasi 
dengan Arab.
Sejarah Islam mengenai Ibrahim, Ismail, dan Mekkah

Nabi Ibrahim tiba di Mekah dalam rangka melaksanakan perintah Allah SWT, yaitu 
membangun Baitullah. Suatu waktu beliau berkata kepada anaknya, Ismail as, 
“Sesungguhnya Allah telah memerintahkan saya melakukan sesuatu.pekerjaan” 
Ismail as. berkata, “Laksananakanlah perintah Tuhan! ” Beliau berkata, 
“Apakah engkau bersedia membantu melaksanakannya?” Ismail a.s. menjawab, 
“Aku siap membantu.” Beliau berkata, “Sesungguhnya Allah Taala 
memerintahkan saya membangun sebuah rumah di sini,” sambil menunjuk ke 
gundukkan tanah yang agak tinggi dan sekitarnya. Mereka berduapun membangun 
rumah tersebut di atas fondasinya. Ismail as. membawa batu dan Ibrahim as. 
menyusunnya. Ketika bangunan sudah mulai bertambah tinggi, Ismail a.s. membawa 
sebuah batu (Maqam Ibrahim) dan meletakkannya di samping bangunan sebagai 
pijakan buat Nabi Ibrahim a.s. Kemudian Nabi Ibrahim a.s. naik ke atas batu itu 
danNabi Ismail a.s. menyodorkan batu-batu. Mereka berdoa:”Ya Tuhan kami 
terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha 
Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang 
yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat 
yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan 
tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya 
Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, utuslah 
untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada 
mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al-Hikmah 
serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha 
Bijaksana. (QS Al Baqarah 127-129)
“Sesungguhnya bait yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, 
ialah Baitullah (bait Allah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi 
petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di 
antaranya) maqam Ibrahim…” (QS Ali ‘Imran 96-97)
Imam Ahmad recorded that Abu Dharr said; “I said, `O Allah’s Messenger! 
Which Masjid was the first to be built on the surface of the earth’ He said, 
`Al-Masjid Al-Haram (in Makkah).’ I said, `Which was built next’ He replied 
`Al-Masjid Al-Aqsa (in Jerusalem).’ I said, `What was the period of time 
between building the two’ He said, `Forty years.(Imam Ahmad mencatat bahwa 
Abu Dharr berkata; “Saya berkata, “O Rasulullah, masjid manakah yang 
pertama dibangun didunia ini?. Dia berkata, “Al-Masjid Al Haram (di 
Mekah)”. Saya berkata, “Yang manakah yang dibangun setelahnya?”. Dia 
menjawab, “Al-Masjidil Al-Aqsa (di Yerusalem)”. Saya berkata, “Berapa 
jangka waktu antara pembangunan keduanya?” Dia berkata, “Empat puluh 
tahun”)
Menanggapi hadis diatas, orang Kristen akan berkata :

Pertanyaan Kristen :
Menurut perhitungan :Ibrahim dan Ismail hidup sekitar tahun 1900 SM â€" 2000 SM.
Raja Salomo (Sulaiman) yang membangun bait Allah di Yerusalem hidup sekitar 
1000 SM â€" 950 SM.
Jadi ada beda waktu 1000 tahun antara Ismail (yang membangun Masjidil Haram) 
dengan raja Salomo (yang membangun Bait Allah di Yerusalem).
Jadi bagaimana bisa dikatakan beda waktu keduanya hanya 40 tahun?

Menurut sebuah hadits Nabi SAW yg diriwayatkan oleh Abu Zarr al-Giffari dan 
dikutip oleh Syihabuddin Mahmud al-Alusi (mufasir), masjid ini [Majidil Aqsha] 
dibangun oleh nabi Yaqub 40 thn setelah Ka’bah (Baitullah) di Mekkah yang 
dibangun oleh kakeknya, nabi Ibrahim. [16]

Paran Bukan di Semenanjung Sinai

Beberapa perbedaan opini dikalangan Kristen menyangkut lokasi Paran, sebenarnya 
karena beberapa kalangan telah salah menyimpulkan bahwa Paran adalah di 
Semenanjung Sinai. Namun, masalah ini sebenarnya dapat dipecahkan jika kita 
mengingat beberapa pertimbangan berikut ini :

Taurat sendiri membedakan antara Padang Gurun Sinai dan Padang Gurun 
Paran.Bilangan 10:12 (LAI 1974)
“Lalu berangkatlah orang Israel dari padang gurun Sinai menurut aturan 
keberangkatan mereka, kemudian diamlah awan itu di padang gurun Paran.”
Artinya Paran tidak terletak di Padang Gurun Sinai (Semenanjung Sinai).

Seorang Kristiani berkebangsaan Lebanon, Kamal Salibi, menempatkan Paran di 
kota Mekkah.

Dalam bukunya yang berjudul “Bible Came From Arabia” hal. 215 ia mengatakan 
:

“.. the place in question could have been Faran, in the Zahran highlands, 
bordering on the basaltic desert of Harrat Al-Buqum. In any case, this Faran 
was no doubt the Biblical Paran“

(…Faran, di Dataran Tinggi Zahran, dengan perbatasan pada Padang Pasir 
Basaltic Harrat Al-Buqum. Dalam beberapa kasus, Faran tak dapat disangkal 
adalah nama Bible untuk Paran.)

Sebagaimana dimaklumi dari zaman Ismail (sekitar abad 18 SM) hingga saat ini, 
tidak ada sebuah bangsa yang berkuantitas besar di Semenanjung Sinai.Taurat 
mencatat :
“Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, 
Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, 
dan Aku akan membuatnya menjadi sebuah bangsa yang besar.” (Kejadian 17:20 
Alkitab LAI 1974)
“Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat 
dia menjadi bangsa yang besar.” (Kejadian 21:18 Alkitab LAI 1974)

Sejarah mencatat, Semenanjung Sinai adalah wilayah taklukan bangsa Mesir, 
bangsa Romawi, bangsa Arab, dan bangsa Israel. Tak pernah ada yang namanya 
bangsa Sinai, bahkan bangsa Mesir yang zaman kuno begitu terkemuka akhirnya 
berubah identitas menjadi bangsa Arab melalui proses asimilasi setelah 
ditaklukkan oleh Kekhalifahan Islam.

Taurat tidak mencatat bahwa kelak bani Edom akan menjadi bangsa yang besar, dan 
ini memang sesuai realitas sejarah dimana bani edom akhirnya berasimilasi 
menjadi bangsa Arab. Namun bila umat Kristen bersikukuh Paran terletak di 
Sinai, artinya Ismail dan keturunannya pun haruslah di Sinai. Maka saya pun 
berhak bertanya kepada orang Kristen, “Hei Kristiani, dimanakah bangsa Sinai 
yang begitu besar itu”?

Pada zaman nabi Musa (sekitar abad 13 SM artinya sekitar 4 abad pasca wafatnya 
Ismail), Taurat sama sekali tidak mencatat pertemuan/ perjumpaan antara bani 
Israel dan bani Ismail di Paran (baca Bilangan 10:12; 12:16; 13:3). Padahal 
orang Kristen berkata bahwa sekurang-kurangnya 2.000.000 bani Israel 
berkeluyuran di Semenanjung Sinai selama lebih dari 40 tahun. Artinya bani 
Ismail memang tidak bermukim di Semenanjung Sinai.Kita lihat peta Paran versi 
Kristen modern dibawah ini. Pembaca dapat melihat bahwa peta yang diajukan 
Paran versi Kristen adalah daerah sempit, karena bagian dari Semenanjung Sinai.


Sebenarnya ketika Bani Israel melewati Paran (tempat tinggal bani Ismail), dan 
Taurat tidak mencatat pertemuan mereka, ini membuktikan bahwa Paran bukan di 
Semenanjung Sinai, melainkan suatu daerah yang sangat luas yaitu Semenanjung 
Arabia. Jadi Bilangan (10:12;12:16;13:3) menceritakan bani Israel sedang di 
Semenanjung Arabia bagian barat laut. Dan Semenanjung Arabia bagian barat laut 
bukanlah pusat bani Ismail bermukim tatkala itu.

Bani Kedar bin Ismail baru tercatat dalam sejarah mengontrol Semenanjung Sinai 
pada abad 6 SM (artinya sekitar 11 abad pasca wafatnya nabi Ismail leluhur 
orang Kedar).Berdasarkan Sumber Kristen
The Encyclopedia of World History. 2001.
http://www.bartleby.com/67/127.html

THE KINGDOM OF QEDAR. The Qedarites were the most organized of the Northern 
Arabian tribes, and at its height in the 6th century, the organization 
controlled a large region from the Persian Gulf to the Sinai. Ashurbanipal 
allied himself with the King Yauta` (676â€"652), though he later helped depose 
him in favor of Abiyate (652â€"644). After this, nothing is known of Qedar 
until the 5th century, when an Aramaic inscription names Geshem and Qainu as 
kings. The “Geshem the Arab” mentioned in the Book of Nehemiah is possibly 
this person (Neh. 2:19, 6:1).

(KERAJAAN KEDAR. Bani Kedar adalah bangsa yang terorganisir diantara 
bangsa-bangsa di Arabia Utara, dan pada abad 6 SM, kelompok ini mengendalikan 
sebagian besar wilayah yang terbentang dari Teluk Persia hingga Sinai. 
Ashurbanipal beraliansi dengan Raja Yauta’ (676 SM-652SM), , meskipun ia 
kemudian memecat Yauta dan menggantinya dengan Abiyate (652SM-644SM). Setelah 
itu, berita mengenai Qedar tidak diketahui lagi hingga abad 5 SM, ketika 
Inkripsi bahasa Aram menyebut nama Gesham dan Qainu sebagai raja-raja. 
“Geshem Orang Arab” dalam Perjanjian Lama kitab Nehemia (2:19 dan 6:1) 
kemungkinan adalah Geshem yang disebut dalam inskripsi bahasa Aram tersebut”.

Jadi keberadaan bani Ismail (Kedar) di Semenanjung Sinai baru terjadi di abad 6 
SM.

Keberadaan bani Nabat (Nebayot) bin IsmailEncyclopedia Britannica edisi 2003
Topic : Sinai Peninsula
After the decline of the Egyptian empire, Nabataeans from Petra controlled the 
trade routes of the Sinai for two centuries until they were defeated by the 
Romans in AD 106. The region then became part of the province of Arabia in the 
Roman Empire.

(Setelah melemahnya kerajaan Mesir, Nabataean (yang diyakini keturunan Nabat 
bin Ismail) dari Petra mengontrol rute perdagangan di Sinai selama 2 abad 
hingga mereka dikalahkan oleh Romawi pada tahun 106 M. Daerah ini kemudian 
menjadi bagian dari propinsi Arab dari kekaisaran Romawi.)

Lagi-lagi keberadaan bani Nabat di Semenanjung Sinai baru terjadi di tahun 94 
SM (106 M dikurangi 2 abad). Artinya kira-kira 17 abad pasca wafatnya nabi 
Ismail bin Ibrahim.

Asal Usul Nabataean

Sumber Kristen: http://nabataea.net/nab1.html

About 300 years before Christ, an Arab tribe of merchants moved out of the 
deserts of Arabia into the ancient land of Edom. Most of the Edomites had left, 
due to the migration of peoples during the reign of Nebadcadnezar in Babylon. 
As the Nabataeans slowly expanded their realm, they became the masters of the 
Negev and the ancient Edomite homeland. Soon this area became known as 
Nabataea, and from this new base, the Nabataeans began acquiring wealth and 
building a merchant empire.

(Sekitar 300 tahun SM, sebuah bangsa Arab pedagang bermigrasi dari Padang Pasir 
Arabia menuju Tanah Edom. Mayoritas bani Edom telah beranjak dari Tanah Edom, 
karena migrasi penduduk selama pemerintahan Raja Nebukadnezer di Babylonia. 
Lambat laun Nabataean memperluas kerajaannya, sehingga mereka menjadi penguasa 
Gurun Negeb di Palestina Selatan dan tanah air bani Edom kuno. Kelak wilayah 
ini dikenal sebagai Nabataea, dan dari basis baru mereka inilah, Nabataean 
mulai memperoleh kemakmuran dan membangun sebuah Kerajaan Dagang.”

Jadi Nabataean itu asal usulnya dari Padang Pasir Arabia, bukan Semenanjung 
Sinai.

Bahasa dan tulisan Nabataean berhubungan dengan Bahasa dan tulisan Arab

Sejarawan Barat dan kaum Misionaris Kristen menyatakan adanya “bahasa 
Nabataean”, dan “bahasa Arab adalah bagian dari bahasa Nabataean”. Jelas 
ini pandangan prejudice yang disulut oleh kaum Misionaris Kristen yang gencar 
mencari kelemahan Arab dan Islam. Sungguh pun demikian, Al-Azami dengan 
berbagai penjelasan disertai foto-foto tulisan Nabataean membawa kesimpulan 
bahwa “bahasa Nabataean” ibarat “bahasa Australia”, artinya bahasa Arab 
dialek Nabataean, seperti halnya bahasa Inggris dialek Australia. Jadi bahasa 
Nabataean adalah bagian dari bahasa Arab, dan bukan sebaliknya.

Baca : Sejarah Teks Al-Qur’an Sejak Turunnya Wahyu Hingga Kompilasi.” by 
Al-A’zami.
Bab 9 hal. 132-136

atau download buku tsb di http://www.pakdenono.com

Wilayah Kekuasaan Nabataean
Sumber Kristen:http://nabataea.net/who.html

At its peak, the Nabataean Empire stretched from modern-day Yemen to Damascus 
and from western Iraq into the Sinai Desert … at least, according to some 
historians. No one is really sure how large their empire really was. That is 
how illusive and mysterious the Nabataeans were.

(Pada puncak kejayaannya, Kerajaan Nabataean membentang dari (selatan yaitu 
wilayah) Yaman hingga (ke utara yaitu) kota Damaskus (di Suriah) dan disebelah 
barat adalah Irak Barat (dan sebelah timurnya) hingga Padang Pasir Sinai….. 
Menurut sebagian ahli sejarah. Sebenarnya tidak diketahui pasti seberapa luas 
sebenarnya wilayah kekuasaan Nabataean. Kisah Nabataean hingga kini masih 
diselimuti misteri.)

http://nabataea.net/who.html
However, I now believe that the Nabataeans were living in Edomite territory 
long before this, and it was only when the Edomites left that the Nabataeans 
gained enough prominence to obtain a homeland that they could call their own. I 
also believe that Nabataeans lived in other places in the Middle East at the 
same time, setting up their small tent communities on the outskirts of the 
ancient cities of Arabia.

(Namun, saya sekarang percaya bahwa Nabataean bermukim di wilayah bani Edom 
jauh sebelum ini, dan ini terjadi hanya ketika bani Edom pergi dari Tanah edom 
sehingga cukup bagi Nabataean untuk menjadi yang terkemuka dan menguasai tanah 
air Edom yang dapat juga disebut tanah air Nabataean. Saya juga percaya bahwa 
Nabataean bermukim di tempat-tempat lainnya dikawasan Timur Tengah pada saat 
yang sama. Men-set komunitas kemah kecil Nabataean dipinggiran kota-kota kuno 
Arabia.)

Kesimpulan : Sebenarnya kisah Nabataean ini masih diliputi misteri. Sejarahnya 
gelap, meskipun eksistensinya dahulu pernah ada.

Meskipun Taurat kitab Kejadian 17, 21, dan 22 terbukti telah diedit, namun ada 
indikasi dalam Taurat bahwa Nabi Ibrahim pernah berkunjung Ke Arabia. 
Kesimpangsiuran cerita Taurat, oleh sebab Taurat bukanlah kitab yang ditulis 
oleh Nabi Musa, sebagaimana yang diyakini kaum fundamentalis Kristen.
Orang Kristen justru mengabaikan apa yang Bible katakan mengenai Arab, padahal 
Bible (Alkitab) mencatat di berbagai tempat:1 Raja-raja 10:15
“belum terhitung yang didapat dari saudagar-saudagar dan dari 
pedagang-pedagang dan dari semua raja Arab dan bupati-bupati di negeri itu.”
2 Tawarikh 9:14
“belum terhitung yang dibawa oleh saudagar-saudagar dan pedagang-pedagang; 
juga semua raja Arab dan bupati-bupati di negeri itu membawa emas dan perak 
kepada Salomo.”

Yesaya 21:13
“Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai 
kafilah-kafilah orang Dedan!”

Yeremia 25:24
“kepada semua raja Arab yang tinggal di padang gurun;”

Yehezkiel 27:21
“Arab dan semua pemuka Kedar berdagang dengan engkau dalam anak domba, domba 
jantan dan kambing jantan; dalam hal-hal itulah mereka berdagang dengan 
engkau.”

Manakah yang disebut bangsa Sinai itu?

Kejadian 21:17-18 (LAI TB 1974)
“Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit 
kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? 
Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia 
terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan 
membuat dia menjadi bangsa yang besar.”

Sinai ==> wilayah yang sedikit penduduknya, wilayah taklukan bangsa-bangsa lain.
Mesir ==> bangsa yang besar yang akhirnya ditaklukkan kaum Muslimin dari Tanah 
Arab. Identitas Mesir berubah menjadi Arab Mesir, termasuk bahasa Mesir yang 
berubah menjadi bahasa Arab logat Mesir.
Arab ==> bangsa yang besar, sang penakluk.

Silahkan Anda pikirkan, Kejadian 21:17-18 untuk bangsa Sinai, Mesir, atau Arab?



-- 
Tuhannya Yesus Memberkati




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke