Migran Tionghoa yang ada di Eropa - dan juga di negeri lain - jarang, if ever, bikin kacau dinegeri yang mereka diami.
Diberbagai kota di Eropa ada "China Town" yang sering jadi obyek turis. Begitu senangnya kotapraja Den Haag dengan kehadiran migran Tiinghoa itu misalnya hingga nama jalan di "China Town" dikota itu ditulis dengan huruf latin dan huruf Tionghoa. Dan, disamping ada gerbang khas Tionghoa di ujung jalan China Town itu, jalan-jalannya juga dihiasi lampion. Tidak berarti bahwa tidak ada kejahatan dikalangan mingran Tionghoa yang punya tradisi triade itu, tapi yang dipalak hanyalah pemilik restoran dan pemilik toko Tionghoa. Sekarang tengok kelakuan migran Islam di Eropa: tidak henti-hentinya mereka bikin onar. Bon. Buduh. Bakar. Nyata benar bedanya bukan? [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
