PKS merapat ke kafir Amerika dan Yahudi mestinya taat dengan quran bahwa
yang bukan Islam adalah laknatullah dan sekarang PKS bersekongkol dengan
laknatullah.
______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________


Aku dan Bapa adalah satu." (Yoh 10:30)
Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yoh 10:34-38)
Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu oknum

"Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat
daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di
dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada
Allah)”.(QS.3:45)

*YESAYA 28:16*
16 sebab itu beginilah Firman TUHAN ALLAH: "Sesungguhnya, AKU meletakkan
sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru
yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!


---------- Forwarded message ----------
From: Bruno Mars <[email protected]>
Date: 2013/5/26
Subject: [mediacare] Munas PKS Habiskan 10 Miliar
To: Media Care <[email protected]>


**


PKS Merapat ke Amerika,
PKS merapat ke Australia,
PKS merapat ke Yahudi tapi sekarang pura-pura musuhan?
Ada apa dengan PKS?

Berikut saya tampilkan dua berita yang memberi bukti akan dahsyatnya
jebakan lumpur bernama demokrasi. Partai politik yang lahir dari rahim
Ikhwanul Muslimin terjebak di dalamnya, dan tak bisa keluar. Makin lama
makin dalam, dan hampir tenggelam karenanya.
Kita prihatin, dan harus menasehati mereka. Atau minimal menjadikan berita
ini sebagai pelajaran yang berharga.
Orang bijak adalah orang yang bisa mengambil pelajaran dari orang lain.
Sedangkan orang tidak bijak adalah yang hanya mengambil pelajaran jika
dirinya sendiri yang mengalami.

Berikut beritanya:

PKS Dianggap Merapat ke Amerika
Partai Keadilan Sejahtera/TEMPO/Gunawan Wicaksono

TEMPO Interaktif, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera akan menggelar
musyawarah nasional kedua di Hotel-Ritz Carlton. PKS akan mengundang Duta
Besar Amerika Serikat, Cameron R. Hume, sebagai pembicara. Tak hanya itu.
Panitia munas juga akan menggelar lomba menulis surat kepada Presiden
Amerika Barack Obama.
Kalangan pengamat politik membaca gerak PKS merapat ke Amerika sebagai
upaya mengubah citra. Arbi Sanit, pengamat politik dari Universitas
Indonesia, menilai PKS tengah berupaya mengubah citra untuk memperluas
dukungan karena selama ini pemilihnya masih terbatas. “Ini manipulasi untuk
mengakali sikap pemilih pada 2014,” ujar Arbi kemarin.
Pengamat politik dari Center for Strategic and International Studies, J.
Kristiadi, juga menilai PKS tengah mengubah strategi untuk memperluas
konstituennya. “Biar bisa diterima masyarakat lebih luas, termasuk yang
non-Islam,” kata Kristiadi.
Namun Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKS Mahfudz Siddiq membantah anggapan soal
agenda terselubung partainya untuk bermesraan dengan Amerika. “Kami ingin
tahu sikap Obama terhadap Islam,” kata Mahfudz soal alasan mengundang
Cameron R. Hume.
ARYANI K | MUNAWWAROH

http://tempointeraktif.com/hg/politik/2010/06/14/brk,20100614-254931,id.html

Berita kedua diturunkan Kompas, sebagai berikut:
Ada Pesan Politik
PKS Gelar Munas di Hotel Ritz-Carlton
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
Sabtu, 12 Juni 2010 | 11:39 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera atau PKS akan menggelar
Musyawarah Nasional pada 16-20 Juni mendatang. Munas akan digelar di Hotel
Ritz-Carlton, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
Disebut-sebut, biaya untuk perhelatan itu mencapai Rp 10 miliar. Sekjen PKS
Anis Matta mengatakan, ada pesan politik di balik dipilihnya hotel yang
pernah menjadi sasaran bom setahun silam itu.
“Harga hotel itu jauh lebih murah dibanding hotel lain karena habis dibom.
Dengan Munas PKS digelar di sana, nanti bisa mengembalikan citra hotel dan
mengasumsikan negara kita sudah aman,” kata Anis dalam diskusi Radio
Trijaya “PKS di Tengah Pusaran Politik dan Target 2014″ di Jakarta, Sabtu
(12/6/2010).
Hotel yang masih masuk dalam kelompok bisnis Amerika Serikat itu, dikatakan
Anis, juga membawa pesan sendiri mengapa partainya memilih tempat tersebut.
“Kami ingin menyampaikan pesan kepada kelompok Amerika, kelompok Islam
Indonesia beda dengan yang mereka asumsikan. Maka, kami nanti juga akan
mengundang Dubes Amerika Serikat untuk membahas pidato Obama di Kairo. Ada
pesan politik yang lebih besar yang ingin disampaikan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Anis mengatakan, PKS akan menantang Amerika
Serikat melalui dubesnya di Indonesia mengenai cara pandang negara adidaya
itu terhadap Islam. Selama ini, menurutnya, Amerika selalu mengedepankan
bagaimana Islam memandang negara tersebut.
“Kami akan balik bertanya, Anda seperti apa memandang Islam,” ujar Wakil
Ketua DPR ini.
Munas PKS juga akan mengukuhkan susunan kepengurusan tingkat pusat yang
sudah ditunjuk oleh Majelis Syuro. Berbeda dengan partai lain yang selalu
mengadakan pemilihan pimpinan puncak partai pada saat Munas, PKS
melakukannya melalui mekanisme Majelis Syuro.

http://nasional.kompas.com/read/2010/06/12/11391850/PKS.Gelar.Munas.di.Hotel.Ritz.Carlton

Pelajaran yang bisa dipetik:
1. PKS ingin mengambil jarak sejauh-jauhnya dari para teroris (baca:
mujahidin) yang mengebom Rits Carlton. Bahkan dengan cara yang sangat
arogan, dengan menjadikan hotel yang dibenci oleh teroris itu sebagai
tempat acara. PKS seperti menampar dengan sangat keras bahwa tindakan para
teroris itu bertolak belakang dari ideologi PKS.
2. Namun cara PKS membenci teroris keluar dari bingkai wala wal bara. PKS
merangkul musuh untuk menjaga jarak dengan sesama unsur umat Islam. Sungguh
menjijikkan.
3. Alasan bisaya murah di Rits Carlton itu sungguh menggelikan. Orang
bisnis pasti cari untung. Artinya, tetap saja PKS memberikan keuntungan
kepada Rits Carlton yang jelas milik AS. Padahal AS pendukung setia Israel.
Sungguh politik najis khas demokrasi.
4. PKS sudah kehilangan rasa malu dan nalar waras, hanya karena
pertimbangan mencari konstituen yang lebih luas. Padahal dengan melakukan
tindakan konyol seperti ini, konstituen yang sebelumnya loyal akan pergi,
sementara konstituen yang baru belum tentu didapat. Inilah fatamorgana
Demokrasi, yang diterangkan oleh Abdul Ghani ar-Rahhal dengan sangat baik
dalam bukunya yang berjudul al-islamiyyun wa saraab dimiqrathiyyah (aktifis
Islam dan fatamorgana demokrasi).
5. Saya tertegun lama dan tak habis pikir, kok bisa para cerdik cendekia
yang mengendalikan PKS bisa meloloskan rencana super konyol ini. Jumlah
mereka banyak, dan tidak sedikit yang alumni Timur Tengah. Hilang ke mana
ilmu al-wala wal bara yang biasa mereka bahas?
6. “Harga hotel itu jauh lebih murah dibanding hotel lain karena habis
dibom. Dengan Munas PKS digelar di sana, nanti bisa mengembalikan citra
hotel dan mengasumsikan negara kita sudah aman,” kata Anis dalam diskusi
Radio Trijaya “PKS di Tengah Pusaran Politik dan Target 2014″ di Jakarta,
Sabtu (12/6/2010). Hah, Anis Matta yang bergelar LC dari LIPIA menggunakan
dana umat yang terhimpun di PKS hanya untuk mengembalikan citra hotel milik
AS? Inna lillah wa inna lillahi rajiun. Izzah (harga diri) umat mana? Infaq
sepeser demi sepeser yang dikumpulkan dari keringat dan banting tulang dari
warga PKS digunakan untuk mengembalikan citra hotel milik Amerika?
7. Rasanya PKS sudah sangat dalam terjerumus lumpur Demokrasi. Nyaris
mustahil bisa mentas darinya. Masihkah bisa mengharapkan kiprah mereka
untuk membela umat Islam?
8. Wahai kader dan simpatisan PKS, gunakanlah hati nurani Anda membaca
berita ini. Buanglah fanatisme dan taqlid buta kepada para pimpinan PKS
sebelum Anda ikut masuk lobang yang sama.
9. Demokrasi no, Islam yes ! Parpol Islam no, Dakwah wal Jihad yes !

(Sumbe: elhakimi.wordpress.com)

UNTUK AMAL & DAKWAH, SEBARKAN TULISAN INI!!
 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke