Bagi yang lupa: (Shahih Muslim No.1518) "Tatkala terjadi gerhana matahari di masa Nabi saw., beliau bangkit terkejut, takut terjadi kiamat sampai beliau menuju mesjid. Beliau melakukan salat dengan rukuk dan sujud yang lama sekali. Tidak pernah aku melihatnya melakukan salat seperti itu. Kemudian beliau bersabda: Sesungguhnya ini adalah tanda-tanda kebesaran yang dikirimkan Allah, gerhana ini terjadi bukan karena kematian atau kelahiran seseorang, tetapi Allah yang mengirimkannya untuk menakut-nakuti hamba-hamba-Nya. Oleh sebab itu, bila kalian melihatnya, maka bersegeralah ingat kepada-Nya, berdoa dan mohon ampunan-Nya.
Dan tahun 2013 orang Islam Indonesia yang dungu-dungu kayak anjing itu masih saja bersedia mengikuti contoh dungu nabi mereka yang tololnya nggak ketulungan itu... ... http://www.malang-post.com/religi/66706-sambut-gerhana-matahari-salat-kusuf- Sambut Gerhana Matahari, Salat Kusuf Kamis, 09 Mei 2013 16:35 Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan pada 9-10 Mei 2013 akan terjadi Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang dapat diamati dari Samudra Pasifik, Australia, Singapura, Indonesia (kecuali Sumatera bagian Utara) dan Filipina bagian Selatan. Di Australia dan Pasifik akan mengalami Gerhana Matahari Cincin. Sementara di Indonesia (kecuali Sumatera bagian Utara) akan berupa Gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada 10 Mei 2013 pagi hari ini. Untuk negara kita, Indonesia bagian timur memiliki kesempatan melihat fase gerhana sejak mulai hingga berakhir. Seperti wilayah Kupang, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Marauke, Jayapura, Kendari, Palu, dan Makasar. (sumber: www.jpnn.com, 07/05/2013, dari penjelasan Kepala BMKG Sumsel, Muhamad Irdham) Wilayah Indonesia bagian barat hanya dapat melihat fase gerhana berakhir; seperti wilayah Semarang, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Bandar Lampung, Bengkulu, Palembang, dan Padang. Bahkan sebagian keterangan, untuk kota Padang dan sekitarnya, praktis secara kasat mata tidak akan menyadari adanya gerhana seperti hari-hari biasa. Menurut Pakar astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, wilayah Jawa bagian barat akan menyaksikan gerhana sangat sebentar. Karena Pukul 06.30 WIB, gerhana sudah benar-benar berakhir. Untuk wilayah Papua, gerhana bisa disaksikan lebih dari satu jam. Bahkan dia berani memastikan, gerhana bisa disaksikan kecuali terdapat awan atau hujan yang mengganggu pandangan ke langit. Gerhana Matahari Bagian dari Tanda Kebesaran Allah Fenomena gerhana (matahari dan bulan) merupakan tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Terjadi bukan karena lahirnya seseorang, sembuh dari sakit parahnya, atau karena kematiannya. Namun keduanya terjadi semata-mata karena kehendak Allah untuk menunjukkan kebesaran dan kekuasaan-Nya dan untuk menakut-nakuti hamba-Nya. Diriwayatkan dari Al-Mughirah bin Syu'bah Radliyallah 'Anhu berkata: "Terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bertepatan dengan meninggalnya Ibrahim (putra beliau). Lalu orang-orang berkata, "Terjadinya gerhana matahari karena kematian Ibrahim." Kemudian Nabi saw bersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula karena hidupnya seseorang. Maka jika kalian melihatnya bersegeralah berdoa kepada Allah dan shalat sehingga kembali terang." (Muttafaq 'alaih). Terjadinya gerhana menjadi sebab turunnya adzab kepada manusia. Allah hanya akan menakut-nakuti hamba-Nya dengan sesuatu ketika mereka durhaka kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. Lalu Rasulullah saw memerintahkan untuk melakukan sesuatu yang bisa menghilangkan rasa takut dan mencegah turunnya musibah, yaitu beristighfar, berdzikir, bertakbir, bershadaqah, membebaskan budak, dan salat gerhana. Para ulama menjelaskan tentang hikmah sabda Nabi tersebut, bahwa sebagian kaum jahiliyah yang sesat mengagungkan matahari dan bulan. Lalu beliau menerangkan, keduanya merupakan dua tanda kebesaran Allah Ta'ala dan dua makhluk-Nya yang tak punya kuasa berbuat apa-apa. Tetapi keduanya sebagaimana makhluk lainnya, memiliki kekurangan dan bisa berubah seperti yang lain. Sebagian orang sesat dari kalangan ahli nujum dan selainnya berkata, tidak terjadi gerhana matahari dan bulan kecuali karena kematian orang besar atau semisalnya. Kemudian Nabi saw menjelaskan bahwa perkataan mereka ini adalah batil sehingga tidak boleh diyakini. Begitu juga saat terjadinya gerhana yang bebarengan dengan meninggalnya Ibrahim, putra Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. (Lihat: Syarah Muslim li Al-Nawawi) Disyariatkan Shalat Saat Terjadi Gerhana Matahari Tanda-tanda kebesaran Allah yang dinampakkan di muka bumi tidak semuanya disikapi dengan salat. Berbeda dengan kejadian gerhana, karena di dalamnya terdapat sesuatu yang menimbulkan rasa takut pada diri manusia, maka Nabi saw memerintahkan untuk mendirikan salat dengan sifat khusus. Beliau bersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian salah seorang manusia. Tapi keduanya adalah bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah, maka jika kamu melihat keduanya segeralah berdiri lalu shalat." (Muttafaq 'Alaih). Waktu Pelaksanaannya Waktu salat gerhana matahari dimulai saat terlihat gerhana sampai gerhana selesai, yakni matahari tersingkap seluruhnya. Dasarnya adalah hadits Nabi saw: "Maka apabila kalian melihat keduanya (gerhana matahari dan bulan), maka berdoalah kepada Allah dan shalatlah sampai gerhana selesai." (HR. al-Bukhari) Sementara waktu lewatnya salat gerhana matahari adalah sudah tersingkap seluruh matahari. Apabila langit berawan dan ia ragu apakah gerhana sudah selesai atau belum, maka masih dibolehkan untuk mengerjakan shalat, karena pada asalanya gerhana itu masih berlangsung." (Dinukil dari Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik Kamal: II/98) Ringkasan Tatacara Salat Gerhana Tidak ada perselisihan di antara ulama, salat gerhana dikerjakan dua rakaat. Pendapat yang masyhur dari pelaksanaannya adalah pada setiap rakaatnya dua kali berdiri, dua kali bacaan, dua kali ruku', dan dua kali sujud. Ini adalah pendapat Imam Malik, Imam al-Syafi'i, dan Imam Ahmad rahimahumullah. Berikut ini ringkaskan tata cara pelaksanaan salat gerhana berdasarkan hadits-hadits shahih: Bertakbir, membaca istiftah, Isti'adzah, al-Fatihah, kemudian membaca surat yang panjang, setara surat Al-Baqarah. Ruku' dengan ruku' yang panjang (lama). Bangkit dari ruku' dengan mengucapkan Sami'Allahu Liman Hamidah, Rabbanaa wa Lakal Hamd. Tidak langsung sujud, tetapi membaca kembali surat Al-Fatihah dan surat dari Al-Qur'an namun tidak sepanjang pada bacaan sebelumnya. Ruku' kembali dengan ruku' yang panjang tapi tidak sepanjang yang pertama. Bangkit dari ruku' dengan mengucapkan, Sami'Allahu LIman Hamidah, Rabbanaa wa Lakal Hamd. Sujud, lalu duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali. Kemudian berdiri untuk rakaat kedua, dan caranya seperti pada rakaat pertama tadi sehingga di akhiri dengan duduh tasyahhud dan salam. Disunnahkan pelaksanaan shalat gerhana di masjid, tidak ada adzan atau iqomah sebelumnya, hanya panggilan "Al-Shalatul Jami'ah." Dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha, "Bahwa telah terjadi gerhana matahari di zaman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu beliau mengutus seorang untuk menyeru "Al-Shalatul Jami'ah," maka mereka berkumpul dan beliau maju bertakbir dan shalat dua rakaat dengan empat ruku' dan empat sujud." (HR. Muslim). Disunnahkan Imam untuk memberikan nasihat kepada manusia dengan berkhutbah setelah salat, memperingatkan mereka agar tidak lalai dan memerintahkan mereka supaya memperbanyak doa, istighfar, dan amal shalih. Hal ini didasarkan pada hadits 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha, "Ketika Nabi saw sudah selesai dari salat, beliau berdiri dan berkhutbah kepada jama'ah. Beliau memuji Allah dan menyanjungnya. Kemudian beliau mengatakan, "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula karena hidupnya seseorang. Maka jika kalian melihatnya bersegeralah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah. Kemudian beliau bersabda: Wahai Umat Muhammad, demi allah, tidak ada seorangpun yang lebih pencemburu daripada Allah. (Dia cemburu) hamba sahaya laki-laki dan hamba sahaya perampuan-Nya berzina. Wahai umat Muhammad, demi Allah kalau saja kalian tahu apa yang aku ketahui niscaya kalian sedikti tertawa dan banyak menangis." (HR. Al-Bukhari) Maknanya, tidak ada yang lebih banyak mencela perbautan keji (zina) daripada Allah Ta'ala. Yang ini mengindikasikan, bahwa Allah akan menghukum pelaku zina di dunia dan akhirat, atau di salah satunya. Ini memiliki korelasi dengan perintah untuk memperbanyak istighfar, zikir, doa, shalat dan shadaqah, karena maksiat adalah sebab utama datangnya bala' dan musibah, dan maksiat yang paling hina adalah berzina. (Diringkaskan dari ketarangan Ibnul Hajar dalam Fath al-Baari, Bab Shadaqah fi al-Kusuf). Penutup Bagi seorang muslim, wajib meyakini bahwa alam raya tidak berjalan dengan sendirinya. Ada Dzat, Maha Kuasa yang mengaturnya. Sehingga dalam melihat berbagai perubahan di alam raya, ia tak menilainya semata fenomena alam semata. Tapi lebih dari itu, ada Tuhan yang memerintahkan dan menghendakinya. Tentu dengan hikmah yang diinginkan oleh-Nya. Karena itu, menyikapi gerhana matahari atau bulan, bukan hanya dijadikan sebagai keta'ajuban akan fenomena alam sehingga dijadikan sebagai media rekreasi semata. Tapi seharusnya ditumbuhkan keimanan terhadap ke-Mahakuasa-Nya. Dibuktikan dalam bentuk amal nyata, berupa mendirikan salat, berdoa, dan banyak beristighfar kepada-Nya. Wallahu Ta'ala A'lam. (*) ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
