--- In [email protected], Mira Wijaya Kusuma 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Mohon Dukungan
>   Petisi 2005 
>   Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Perjuangan Rehabilitasi Korban Rezim 
Orde Baru (DPP LPR-KROB), Lembaga Penelitian Korban Pembunuhan 65 
(LPKP 65) dan Paguyuban Korban Orde Baru (Pakorba) pada tanggal 13 
Desember 2005 telah menyampaikan Petisi 2005 pada Presiden RI Susilo 
Bambang Yudhoyono (SBY) dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik 
Indonesia (DPR RI) dengan disertai 23.925 tanda tangan korban orde 
baru atas nama 20 juta korban diskriminasi dan stigmasi. 
>   Atas nama 3 organisasi tersebut.
>   Hormat kami,
>   Sumaun Utomo                                            Mudjayin




Dengan hati nurani yang se-dalam2nya, sesungguhnya saya menyesal atas 
jatuhnya korban2 penjagalan 1965 yang dilakukan oleh tangan2 Allah 
yang tidak adil ini dengan bantuan TNI dan dukungan Amerika.  Namun 
dukungan saya hanya sebatas mulut atau tulisan saja tidak lebih dari 
itu.  Namun bukanlah berarti saya maupun organisasi2 dunia lainnya 
tidak bisa membantu lebih daripada itu.  Namun tidak mungkin kami 
bisa bekerja sama selama pemahaman anda terhadap kejadian itu hanya 
sebatas memanipulasi dan memanfaatkan korban se-mata2 untuk tujuan 
atau kepentingan keuntungan pribadi maupun kelompok yang sama sekali 
tidak mewakili para korban2 itu sendiri.  Menghadirkan korban2 dimuka 
umum se-mata2 untuk menipu dunia dan masyarakat Indonesia.

Tentu tulisan saya disini sama sekali bukan asal2an tuduh karena 
semua organisasi sosial manapun punya kriteria dalam meneliti 
representative2 yang mengatas namakan korban2 itu sendiri.  Untuk 
mengubah kondisi di Indonesia sama sekali tidak sesulit yang anda 
bayangkan, cukup pemerintah Amerika melakukan tekanan terhadap 
pemerintah Indonesia dalam menangani HAM maka harapan anda untuk 
mencabut UU manapun bisa terlaksana tanpa banyak kerja berat.  Untuk 
hal2 inilah sebaiknya anda mempelajari dulu permasalahannya secara 
mendalam dengan penuh kejujuran maupun bebas dari prasangka buruk 
kepada pihak manapun juga.

Sebaiknya saya mulai dari berakhirnya Perang Dunia II.  Tidak perlu 
saya berpanjang lebar untuk menguraikannya, bahwa Amerika keluar 
sebagai pemenangnya.  Saya akan memberi analogy dimana dalam situasi 
yang chaos, apabila ada satu bangsat yang merampok orang2 yang kaya 
raya yang menyebabkan si bangsat ini menjadi orang yang paling kaya 
karena berhasil mengalahkan dan merampok orang2 kayat tadi.  Disini 
terjadi adu kekuatan secara alamiah, siapa menang dialah yang 
berkuasa dan yang kalah harus tunduk kepada pemenang, harus 
diperbudak oleh pemenangnya.  Demikianlah, si Bangsat yang menjadi 
orang kaya baru secara mendadak ini, juga mendadak dikalahkan oleh 
seorang Pendekar !!!  Tentu tidak diragukan lagi, sekarang semua 
harta si Bangsat menjadi milik si Pendekar, semua tanah2 dikuasai 
oleh si Pendekar.  Tapi si Pendekar yang gagah berani ini bukanlah 
seorang loba melainkan rendah hati, dia bersedia mengembalikan semua 
harta ini kepada masing2 pemiliknya, bahkan si Pendekar ini dengan 
rendah hati tidak menyombongkan kekuatannya melainkan dia memuji 
keberanian korban2 si Bangsat itu yang membantu si Pendekar 
mengalahkan si Bangsat.  Padahal bantuan para korban se-mata2 cuma 
keplok2 tangan saja memberi semangat.

Naah....  Saya harap anda semua bisa memahami analogi saya diatas, 
bahwa sang Bangsat itu saya maksudkan adalah komplotan konspirasi 
Jerman, Italia, Jepang dll.  Sedangkan sang Pendekar saya maksudkan 
adalah Amerika.  Seluruh Negara2 dunia sudah habis dilindas, di-
injak2, dirampok, maupun diduduki sambil membunuh dan menyiksa 
rakyatnya.  Bukan untuk menyombongkan kalo saya menyatakan bahwa 
Amerikalah pemilik dunia ini seperti si Pendekar yang menguasai semua 
harta milik si bangsat dalam analogi diatas tadi.  Namun Amerika 
memang rendah diri seperti juga si Pendekar dalam analogi diatas.  
Amerika tidak menyombongkan kemenangannya seperti juga si Pendekar.  
Amerika tidak menuliskan dalam sejarah bahwa Amerika-lah yang 
memenangkan PD II ini, justru Amerika menyatakan bahwa kemenangan 
Amerika ini dicapai atas kerja sama sekutu.  Padahal anda semua bisa 
membaca disejarah, persekutuan apa yang pernah ditanda tangani 
Amerika dengan negara2 Inggris, Perancis, maupun negara2 lain 
diseluruh dunia ini sebelum PD II ???  Kenyataannya sama sekali tidak 
ada yang disebut persekutuan itu, se-mata2 hanya rendah hati bangsa 
Amerika yang ingin memberi kebanggaan juga kepada negara2 lain untuk 
kemenangan yang sebenarnya diraihnya sendirian.  Sudah jelas bagi 
kita semua, sebelum PD II, Amerika hanya menanda tangani perjanjian 
perdamaian dengan Jerman untuk tidak turut melibatkan diri dalam 
perang yang akan terjadi.  Memang, saya akui, perjanjian itupun 
memang merupakan strategi cemerlang dari pihak Amerika, dengan 
membiarkan dulu semuanya saling menghancurkan dimana akhirnya Amerika 
tinggal memungut kemenangan akhirnya.  Namun yang namanya perang 
bukanlah semudah dan sesederhana yang kita pikirkan, ternyata banyak 
hal yang meleset dari rencana maupun strategi jenderal2 Amerika yang 
hampir2 mencelakakan Amerika sendiri.  Jepang menghajar Pearl Harbor, 
memaksa Amerika untuk terjun dalam PD II, strategi Amerika berhasil 
dihancurkan, kekuatan Amerika diikat oleh Jepang disebelah timur 
sementara dibagian Barat Hitler membuat manuver2 yang mengancam 
keselamatan Amerika.  Demikianlah, secepat kilat, sebelum Amerika 
dihancurkan, seluruh kekuatan Amerika dipecah dan diseludupkan untuk 
ditempatkan diseluruh negara2 Eropah yang sudah hancur itu tanpa 
diketahui pihak Jerman yang sebelumnya yakin bahwa negara2 Eropah itu 
sudah merupakan macan ompong atau macan kertas.  Andaikata, Jerman 
berhasil menduduki Amerika, tetap saja Amerika tidak akan kalah, dan 
tetap keluar sebagai pemenangnya karena kekuatan tentara Amerika yang 
segar bugar sudah mengepung Jerman dari berbagai penjuru, sehingga 
apalah artinya menduduk Amerika namun pusat kekuatan jerman hancur 
lebur ???  Demikianlah meringkas cerita, Amerika berhasil keluar 
sebagai pemenang secara gilang gemilang.  Dengan rendah hati Amerika 
memberitakan kesemua pusat berita dunia bahwa INILAH KEMENANGAN 
SEKUTU BUKAN KEMENANGAN AMERIKA.  Jepang diduduki, sementara saja 
cuma diminta menanda tangani perjanjian perdamaian sebagai tanda 
menyerah, tidak ada dendam, tidak ada kebencian, semua bisa anda 
saksikan sendiri tanpa perlu saya ceritakan.

Kembali dengan Indonesia.  Bung Karno memalsukan sejarah dunia dan 
sejarah Indonesia yang menurut pengakuan beliau demi kebanggaan 
nasional.  Bung Karno bilang kepada Cindy Adam, bahwa sebuah bangsa 
perlu memiliki kebanggaan, perlu memilik pahlawan, perlu memiliki 
perjuangan.  Untuk semua itulah sejaran diputer balik.  Berakhirnya 
PD II dijadikan model se-olah2 ada usaha Belanda untuk kembali 
menjajah, padahal Belanda sendiri sudah hancur lebur akibat 
pendudukan tentara Jerman yang membumi hangus ber-tahun2 melebihi 
bumi hangus yang dilakukan TNI dalam seminggu.  Belanda tidak punya 
kekuatan lagi, Ratu Belanda sempat mengungsi ke Swiss untuk 
menyelamatkan keluarga kerajaannya.  Semua ini tidak pernah 
diceritakan dalam sejarah Indonesia, malah difitnahkan se-olah2 
Belanda berusaha kembali ke Indonesia untuk menciptakan se-olah2 Bung 
Karno melakukan perjuangan untuk kemerdekaan melawan Belanda.  
Amerika seharusnya merasa sebagai pemilik dan penguasa seluruh 
negara2 didunia ini.  Memang hal ini tak mungkin disangkal merupakan 
kebanggaan tersendiri bagi bangsa Amerika, namun hal ini saya yakin 
merupakan hal yang wajar bukan berlebihan.  Moment yang sangat 
penting inilah yang dimanfaatkan Amerika untuk melucuti penguasa di 
Indonesia yaitu tentara Jepang.  Selesai PD II, Amerika mendadak 
membutuhkan banyak sekali tenaga2 ahli untuk dipekerjakan oleh negara 
ini.  Untuk melucuti tentara Jepang di Indonesia inilah, Amerika 
berusaha merekrut bekas tentara2 Inggris, namun angkatan perang 
Inggris memang sudah hancur lebur, sedikit yang bisa diharapkan.  
Demikian juga dari pihak Belanda yang pernah berpengalaman menduduki 
Indonesia dicari orang2 yang tepat dengan pengalaman yang sesuai 
untuk melucuti tentara Jepang dan mengatur negara baru ini.  Dalam 
keadaan kekurangan personil inilah akhirnya Amerika berhasil 
membentuk pasukan campuran yang tdd dari berbagai bangsa dibawah 
pimpinan kolonel keturunan Turki berkewargaan negara Belanda, yaitu 
WESTERLING.  Namun sejarah Indonesia memang penuh dengan manipulasi 
yang diciptakan oleh Bung Karno, tidak ada catatan sejarah yang 
menerangkan siapa sebenarnya Westerling, sejarah hanya menyatakan 
bahwa Westerling adalah orang Belanda yang berusaha menjajah kembali 
Indonesia.  Padahal Westerling bukan dikirim oleh Belanda, juga bukan 
mewakili Belanda, bahkan Westerling tidak digaji oleh Belanda.  Yang 
lebih menarik adalah, Westerling sudah ber-tahun2 tinggal di Turki 
karena Rumahnya di Belanda hancur lebur dijarah tentara Jerman.  
Westerling direkrut Amerika di pangkalan Amerika di Istambul.  Bahkan 
tidak pernah sejarah Indonesia mencatat bahwa Westerling beragama 
Islam.  Westerling gagal dalam tugasnya, dia ditarik balik oleh 
Amerika dan dipensiun selamanya.  Westerling bukanlah orang asing 
bagi semua pejabat2 di Indonesia.  Sukarno kenal baik, demikian 
dengan Hatta, Nasution, dan banyak lagi pejabat2 Indonesia lainnya 
yang punya hubungan pribadi yang sangat akrab dengan Westerling.  
Dalam pengakuan Westerling sebelum mati diRumah Sakit di Turki, dia 
menyatakan, semua pejabat2 Indonesia adalah sahabat karibnya termasuk 
Bung Karno, hubungan paling akrab Westerling adalah dengan Pak 
Nasution.  Apalagi pak Nasution ini juga seorang muslim yang sangat 
saleh sehingga sangat dipercaya oleh Westerling yang juga termasuk 
Islam yang agak fanatis.  Saat2 terakhir sebelum menghembuskan nafas 
terakhir, Westerling mengaku, bahwa orang yang paling dibencinya 
selama hidup hanya satu orang, yaitu Sukarno si orang Jawa licik.  
Demikianlah pesan wasiat terakhir yang keluar dari mulut Westerling 
sebelum akhir hidupnya.  Westerling merasa dikhianati oleh Sukarno, 
Sukarno telah menipu dan mengakali Westerling sehingga terjadi korban 
di Sulawesi.  Atas bujukan Sukarno inilah Westerling menggerakkan 
pasukannya sehingga terjadi pembunuhan massal di Sulawesi terhadap 
pejuang2 disana.  Menurut Westerling, korban2 yang dibunuhnya itu 
semuanya adalah musuh2 Bung Karno.  Siapa yang tidak naik pitam, 
demikian Westerling berteriak dirumah sakit di Turki sewaktu dia 
diwawancara, "saya menangkap kurang dari 200 orang dari nama2 yang 
diberikan Sukarno Jawa licik itu."  Demikianlah desahan Westerling 
dengan suara ter-engah karena marahnya dengan fitnah yang dijatuhkan 
kepada dirinya.  Sehari sehabis membunuh kurang dari 200 orang di 
Sulawesi, di Jakarta sudah diberitakan pembunuhan massal yang 
dilakukan Westerling terhadap lebih dari 10 ribu rakyat Sulawesi.  
Berita ini sudah direncanakan, langsung tersebar ke Belanda dan 
Amerika yang menyebabkan datangnya surat kawat dari Amerika yang 
memerintahkan Westerling balik memberi laporan untuk selamanya tidak 
pernah kembali, dan dia merasa dirinya dipecat sebelum usai 
tugasnya.  Kita tidak bisa percaya dongengan Westerling, namun bukan 
juga mengabaikan keterangan dia mengenai tingkah laku Sukarno.  
Rekord Sukarno tidaklah bersih, dia menikahi nenek2 kaya bernama 
inggit untuk membiayai sekolahnya, juga membiayai ambisi2 perjuangan 
politiknya.  Kita harus ingat, Tan Malaka mendadak hilang, masih ada 
puluhan kasus yang bisa ditudingkan kepada Bung Karno pada menjelang 
kemerdekaan yang lolos dari catatan sejarah Indonesia.  Singkat 
cerita, Sukarno bukanlah sinterklaas, bukan santeri, bukan pendeta, 
dia adalah politikus kotor, penipu siapapun juga termasuk kawan 
seiring seperti Kartosuwiryo, namun dia berhasil.  Lawan2nya gagal 
dan bertekuk lutut.  Saya tidak memiliki bukti2 hitam diatas putih 
untuk semua kejadian2 yang banyak saksi2nya.  Singkatnya dia bukanlah 
pribadi yang terpuji !!!  Kariernya sebagai presiden Indonesia bisa 
anda jajaki terus, setelah meningkirkan banyak sekali lawan2nya mulai 
dengan berbagai fitnah hingga sandiwara rekayasa pembunuhan dirinya 
berulang kali yang merupakan kebanggaan dirinya karena mampu meniru 
apapun yang dikerjakan Hitler selama kekuasaannya.  Kita sama2 tahu 
kalo akhirnya dia mengangkat dirinya sebagai presiden seumur Hidup.

Sebagai orang Indonesia, saya wajar2 saja bangga kepada prestasi 
brilliant Bung Karno, bahkan pribadinyapun sangat menyenangkan, 
pandai bawa diri, bisa merendah, bisa melawak, kelihatan ramah bukan 
pendendam, ringan tangan dalam menolong, tidak kelihatan serakah, 
sangat terbuka dan kelihatan jujur, namun semua itu cuma superficial, 
wajah setan ada dibelakang semua ini.  Mulanya tidak ada yang percaya 
semua dongeng2 kebusukan, dan kelicikan Sukarno ini.  Namun track 
recordnya makin lama makin menjelaskan siapa dirinya yang sebenarnya.

Sikap Amerika, sudah juga jelas, Amerika sudah lama sejak sebelum PD 
II telah ber-cita2 untuk mendirikan badan dunia UN untuk segala 
tujuan2 hegemani yang direncanakan puluhan tahun sebelum PD II.  
Impian Amerika baru tercapai setelah PD II.  Dunia di-pecah2 dalam 
banyak negara2 yang menduduki UN sebagai wakil2 dari negara yang baru 
diciptakan ini dengan premis2 kemerdekaan, perlawanan terhadap 
Imperialisme, dsb, dsb, dimana kesemuanya adalah strategi untuk 
mengambil alih semua konsesi Inggris didunia ini, dan hal itupun 
berhasil, Kerajaan Inggris jatuh miskin ekonominya menghasilkan 
kemelaratan rakyat, akhirnya Inggris mengharapkan belas kasihan 
bantuan Amerika, mulailah Amerika berjaya yang kelanjutannya bisa 
anda cari tahu sendiri.  Namun ada satu hal yang tidak bisa diubah 
dalam rencana Amerika, bahwa untuk mengabadikan hegemony kekuatan 
Amerika didunia, seluruh negara2 didunia harus melakukan pemilihan 
presiden secara periodik seperti yang dilakukan di Amerika.  Hal yang 
sama berlaku dengan Bung Karno.  Bagi Amerika tentunya akan merupakan 
ancaman keamanan yang serius apabila seorang presiden yang sudah tua 
terus menerus menjadi presiden tanpa mempersiapkan suksesi-nya karena 
kalo hal ini terjadi bisa membuat Amerika kehilangan kendali dalam 
mengikat negara2 tsb dalam kubu hegemoni dunia-nya.  Dengan korban 
lebih dari 10 juta, Sukarno akhirnya berhasil dijatuhkan.  CIA 
berkerut kening, terlalu banyak biaya dan korban jiwa dalam meladeni 
ambisi Sukarno ini.  Selama petualangan CIA diberbagai negara belum 
pernah mengalami lawan setangguh dan selicik Sukarno.  Sukarno 
menikahi banyak wanita untuk diperalat untuk tujuan2 politiknya, 
bahkan setelah berkenalan dengan Dewi dan menyelidiki siapa 
dibelakang Dewi, maka dilakukanlah berbagai jebakan hingga akhirnya 
Sukarno berhasil menikahi Dewi.  Dewi adalah agen yang direkrut CIA 
di Jepang untuk mengawasi kebocoran milyardan dollar bantuan Amerika 
kepada Jepang waktu itu dalam menopang pasukan2 Amerika di perang 
VietNam.  Sukarno makin berjaya setelah naiknya presiden Kennedy, dia 
berdua seperti saudara angkat, demikian pandainya Sukarno membawa 
dirinya sehingga benar2 bisa menjatuhkan hati Kennedy untuk mati2an 
membela temannya ini disenat Amerika.  Sukarno harusnya sudah jatuh 
pada tahun 50-an, akibat naiknya Kennedy jadi presiden, Sukarno 
berhasil sukses menjadikan dirinya sebagai presiden seumur hidup.  
Entah konspirasi mana yang ikut bermain, mendadak Kennedy ditembak 
mati, Sukarno bernasib buruk terus setelah kematian Kennedy.  Entah 
disebabkan karma atau memang ada konspirasi yang lebih brilliant, 
Sukarno ditekan habis2an dari Washington, hasilnya nihil, setoran 
uang kepada Angkatan Darat, kepada DI/TII, kepada semua konspirasi 
ketentaraan yang ada di Indonesia ternyata gagal menjegal Sukarno 
ini.  Namun mendadak, nama Suharto masuk nominasi, dia seorang 
jenderal muda harapan dan kepercayaan PKI, ditopang lagi dengan latar 
belakang keluarganya yang banyak sekali anggauta2 politbiro PKI, 
bahkan Sudisman yang mati dibunuh oleh pasukan dibawah Suharto adalah 
pamannya sendiri.  CIA tidak percaya kemampuan jenderal muda yang 
rendah prestasinya, dan tidak menonjol pendidikannya.  Cuma 
membutuhkan waktu 3 bulan bagi CIA untuk memutuskan penunjukkan 
Suharto, tidak banyak biaya yang dikeluarkan, tanpa banyak ngomong 
Suharto menunjukkan prestasinya, Sukarno terguling dalam hanya 8 
bulan, semua biaya yang terbuang sia2 sebelumnya oleh CIA mendadak 
jadi lunas.  Selanjutnya anda tahu sendiri.  Presiden licik sekaliber 
Sukarno tidak mungkin murah biaya untuk menggulingkannya.  Hanya 
jenderal yang licik juga yang mampu menjegalnya, dan orangnya 
bukanlah Nasution, juga bukan Akhmad Yani, juga bukan Omar Dhani, 
ternyata dialah Suharto namanya yang bisa dianalogikan sebagai Ken 
Arok di abad ke 20.  Cerita selanjutnya bisa anda cari sendiri.

Demikianlah sekedarnya urut2an sejarah Indonesia yang se-benar2nya.  
KESIMPULANNYA, TIDAK ADA KEBERHASILAN TANPA PENGORBANAN, TIDAK ADA 
PERJUANGAN YANG GRATIS, TIDAK ADA SUMBANGAN TANPA HARAPAN BALIK.

Sekali lagi, bukanlah hal yang susah untuk mencabut UU yang 
diciptakan Suharto.  Namun satu pertanyaan, maukah anda jujur bahwa 
tanggung jawab kerusakan negara ini bukan se-mata2 berada dipundak 
Suharto, melainkan terutama adalah disebabkan petualangan Sukarno itu 
sendiri.  Kalo saja anda mau mengakuinya, maka pandangan dan 
pengetahuan anda akan jalan sukses akan otomatis jadi terbuka.

Tidak mungkin anda bisa berhasil meskipun terkumpul 100 juta tanda 
tangan seklipun.  Karena keberhasilan itu merupakan perjuangan 
berdarah yang tidak segampang mengumpulkan tanda tangan !!!  
Belajarlah dari Sukarno bagaimana dia bisa sukses dengan cara2 menipu 
kanan kiri, menikahi, merekayasa pembunuhan dirinya, bahkan juga 
mengadu domba jenderal2nya sendiri sementara perdana menteri yang 
diangkatnya bisa mendadak hilang tanpa bekas.  Juga anda harus 
belajar dari Suharto bagaimana dia bisa sukses mendongkel Sukarno 
bukan dengan milyardan dollar, melainkan dengan 10 juta nyawa orang2 
Jawa sebagai pelunasan hutang fitnah untuk 10 ribu korban rekayasa di 
Sulawesi.  Juga bukan Indonesia saja yang bisa anda jadikan contoh 
untuk belajar.  Tetapi contoh dari Cina yang cukup brillian, cuma 10 
ribu nyawa di Tian An Men yang jatuh sudah cukup meyakinkan Amerika 
untuk menanamkan modalnya di Cina.  Hanya penguasa yang tegas dan 
berani saja yang bisa mendapatkan dukungan penuh dari pihak 
Washington.

Amerika selalu belajar dari kesalahan2nya dimasa lalu.  Mulanya 
karena merasa superpower, Amerika main drop pemimpin yang didukungnya 
untuk jadi boneka Amerika, hasilnya, Chiang Kai Shek yang didukungnya 
mahal sekali ternyata sia2 dan tak punya guna dimana China akhirnya 
jatuh ketangan komunis dibawah Mao Tse Tung.  Padahal, sebelumnya 
ketua Mao Tse Tung sudah mengirim utusan untuk minta dukungan Amerika 
dan memohon kepada Amerika dengan ber-iba2 untuk menghentikan 
dukungannya kepada Chiang Kai Shek.  Amerika merasa kuat, tidak mau 
didikte, merasa diancam Mao Tse Tung yang dirasakan sebagai 
kesombongan.  Amerika berkukuh untuk mendukung kegagalannya sendiri 
dalam jumlah ratusan milyard dollar secara sia2 tidak ada perlunya.  
Padahal kalo dulunya Amerika melepaskan dukungan kepada Chiang Kai 
Shek, maka Amerika akan menikmati keuntungan yang luar biasa 
besarnya.  Kegagalan Amerika bukan cuma masalah China, juga masalah 
VietNam, Ho Chi Min dari VietNam Utara sudah mengirim utusannya yang 
sangat dekat hubungannya dengan Washington, namun analis2 Washington 
kembali membuat kesalahan fatal, yang didukung adalah raja2 korup 
dari VietNam Selatan, hasilnya Saigon jatuh, tentara Amerika ter-
birit dengan meninggalkan banyak korban.  Demikianlah, seharusnya 
untuk meraih sukses, anda harus mempelajari apa yang dialami Amerika, 
dan apa yang akan diperbaiki Amerika.

Kalo dimasa perang dingin Amerika dukung satu pemimpin dengan dana 
besar dan hasilnya gagal, mana mungkin setelah belajar begitu banyak 
kegagalan2 yang sama tetap saja Amerika tidak mau mengubah 
strateginya ????  Demikianlah atas dasar kegagalan2 massa lalu 
sekarang Amerika bersikap menunggu sang calon berlaga untuk 
menunjukkan kemampuan memenangkan sayembara.  Hanya pemenangnya saja 
yang didukung, bukan kayak dulu didukung dulu calonnya setelah habis 
banyak biaya hasilnya gagal.

Amerika ibaratnya seorang raja yang mencari menantu yang bermutu 
tinggi.  Tentu saja calon menantu yang bermutu tinggi harus berhasil 
diadu memenangkan sayembara dimedan laga dalam memperebutkan sang 
puteri.  Pemenangnya itulah yang diangkat jadi menantu, bukan 
mendukung salah satu calon yang dipilih dengan cara2 kroni atau kkn 
tanpa diadu dimedan laga, kemudian sang menantu bisa mudah merebut 
sang puteri.

Sukarno termasuk pemenang sayembara, Suharto juga termasuk pemenang 
sayembara, jangan mengharap mendapatkan dukungan Amerika kalo tidak 
mampu memenangkan sayembara.

Kesimpulannya, engga segampang mengumpulkan tanda tangan kalo memang 
mau mencabut UU yang ditanamkan Suharto untuk diledakkan oleh ahli 
warisnya dimasa depan pada waktu yang tepat.  Kalo anda punya 
kemampuan dan berniat mencabut UU tsb, tidak ada lain jalan dengan 
merebut kekuasaan seperti teladan yang dicontohkan Suharto.  Tidak 
satupun yang mau bersimpati dengan perjuangan atau petualangan anda 
yang bermodalkan dana orang lain, anda harus punya modal sendiri 
untuk menang, kalo sudah menang, barulah mendapatkan hadiahnya, bukan 
hadiahnya dulu untuk kemudian tidak pernah mampu menang.

Apakah anda kira dengan bermodal mengatas namakan korban2 Suharto 
anda bisa memancing dana dari luar negeri ataupun dalam negeri ??? 
itu mimpi namanya.  Mampukah anda mendongkel SBY sang penguasa ???  
Jangan cuma ngomong, jangan cuma kritik, dan jangan cuma merengek, 
kerja, kerja, kerja.  Itulah yang dikerjakan Sukarno dan Suharto.  
Gagal mati, menang jadi pahlawan, cuma itu pilihannya.  Kalo UU itu 
dibuat diatas tumbal 10 juta nyawa, masa anda begitu gampangnya 
mencabut UU yang sama dengan hanya mengumpulan beberapa ribu tanda 
tangan ????  Tentu tidak mungkin begitu bukan ????

Pada hakekatnya, negara ini sudah tidak punya harapan, cepat atau 
lambat sayembara perebutan sang puteri akan tiba waktunya, namun kalo 
memang anda punya kemampuan tentu waktunya bisa dipercepat.  Berhasil 
atau gagalnya juga tergantung bagaimana SBY memandang diri anda.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Know an art & music fan? Make a donation in their honor this holiday season!
http://us.click.yahoo.com/.6dcNC/.VHMAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke