KB Paksaan Myanmar Sungguh kebijakan yg tidak logis penetapan KB ‘paksaan’ hanya 2 anak di Myanmar. Penerapan 2 anak thd suku bangsa rohingya ini menghentak jagad HAM, bahkan Aung San Suu Kyi turut menyuarakan penolakannya.
Myanmar yg mayoritas buddha ini sesungguhnya dihuni oleh berbagai suku bangsa selain Burma yg merupakan suku bangsa pendatang. Terdapat suku bangsa yg lebih dulu mendiami wilayah tsb al Karen, Shan, Rakhine, Kachin, Chin, Rohingya, Mon, dll. Sayangnya data statistik dikontrol oleh penguasa yg merupakan suku pendatang birma. Negara miskin ini terbilang tidak padat, malahan masih lebih padat Timor Leste. Mata pencaharian masyarakat mayoritas di sektor pertanian. Nah, sektor pertanian tradisional ini umumnya mengandalkan Tenaga Kerja Dalam Keluarga. Jadi wajar utk wilayah dgn karakteristik spt ini warga memiliki banyak anak utk mengurangi biaya produksi sektor pertanian. Kebijakan paksaan utk ber KB 2 anak pd Rohingya ini selain melanggar HAM juga berujung memiskinkan warga itu sendiri. Negara yg masih cukup lega ini justru akan menikmati potensinya manakala mengalami transformasi struktural, sayangnya pemerintah terlalu picik dan tak pintar. =arya= ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
