Aturan FIFA mengenai kostum hanya diserahkan pada kesepakatan saja jadi tidak ada aturan khusus dan juga enggak ada aturan yang terkait kepada martabat bangsa atau pengakuan kemerdekaan. Padahal oleh promotor sudah dijelaskan semuanya secara jelas bahwa kostum itu diusahakan agar warnanya beda agar bisa dibedakan. Kalo warnanya hampir sama, maka salah satu pihak harus mengalah memilih warna lain.
Memang hal yang biasa kalo satu tim kalah bertanding maka sang pelatih cari2 kambing hitam-nya agar bisa tetap digaji sebagai pelatih tim nasionalnya. > Batara Hutagalung <batara44rh@...> wrote: > tuan rumah berhak menentukan warna kostum timnya, > Promotor yang mengatur pertandingan adalah > Nine Sports membuat kesepakatan dengan > Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) menyetujui tim > nasional Belanda menggunakan kostum dengan warna > tim nasionalnya, yaitu oranye. Alasannya semata-mata > untuk tujuan komersial, Hingga detik ini, 2013, > Belanda tetap tidak mau mengakui de jure > kemerdekaan Republik Indonesia adalah 17.8.1945. > secara simbolis Belanda masih menjadi tuan rumah > di Indonesia. Oleh karena itu, kekalahan tim nasional > RI 0-3 dari Belanda juga berarti kekalahan bangsa > Indonesia 0-3 terhadap Belanda: Kekalahan > sepakbola, Kekalahan politis dan KEHILANGAN > MARTABAT BANGSA!. Pada 16.8.2005 Menlu > Belanda Ben Bot di Jakarta mengatakan, bahwa kini > (2005) pemerintah Belanda menerima de facto > proklamasi 17.8.1945 Pertama si Batak sundel ini bilang Belanda sampai detik ini belum mengakui kemerdekaan RI, tapi kemudian dia bilang bahwa pada 2005 Belanda sudah mengakui proklamasi 17.8.1945. Betul2 idiot si Batak satu ini. Batak satu ini memang enggak tahu malu, udah kalah sebaiknya jangan banyak omong kosong !!! Menangilah dulu pertandingannya baru kemudian bicara soal martabat bangsa !!! Jadi enggak ada hubungannya antara warna kostum dengan martabat bangsa, juga enggak ada hubungannya antara warna kostum dengan pengakuan kemerdekaan, juga enggak ada hubungannya antara warna kostum dengan tuan rumah. Warna kostum yang beda warnanya sangatlah penting untuk penyiaran TV, dan ini menyangkut teknis penyiaran. Apalagi masih banyak negara yang menggunakan TV hitam putih sehingga warnanya sama sekali tidak bisa dibedakan tim tuan rumah dan tim lawannya, dan hal ini bukan menyangkut pihak Belanda melainkan justru pihak Indonesia sendiri yang memang berusaha secara professional menyiarkan gambar keseluruh RI yang masih didominasi TV hitam putih. PSSI berusaha menyajikan tontonan bagi rakyat bangsanya sendiri yang enggak ada kaitannya dengan Belanda. Tujuannya memang komersial karena rakyat RI harus bayar pajak TV, dan ini tidak ada dinegara lain karena cuma di Indonesia yang nonton TV harus dipungut pajak. Jadi sekali lagi, janganlah disalahkan Tim Belanda yang cuma sebagai undangan saja, karena Belanda tidak dibayar untuk hal2 seperti begini. Jadi warna kostum tim RI ini hanyalah sebatas kebijaksanaan saja dari pihak tuan rumah bersama perusahaan2 penyiaran di Indonesia termasuk TVRI. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
