Penipu sedang menipu dirinya.......VOC agamanya apaya?

======================================

Pada masa Pemerintahan VOC, setelah kompeni dapat meredakan Mataram, 
dalam perjanjian yang dipaksakan kepada Sunan Pakubuwono II di Mataram, 
seluruh daerah di sebelah Timur Pasuruan (termasuk Banger) diserahkan 
kepada VOC pada tahun 1743. Untuk memimpin pemerintahan di Banger, pada 
tahun 1746 VOC mengengkat Kyai Djojolelono sebagai Bupati Pertama di 
Banger, dengan gelar Tumenggung. Kabupatennya terletak di Desa Kebonsari Kulon. 
Kyai Djojolelono adalah putera Kyai Boen Djolodrijo (Kiem Boen), Patih 
Pasuruan. Patihnya Bupati Pasuruan Tumenggung Wironagoro (Untung 
Suropati). Kompeni (VOC) terkenal dengan politik adu dombanya. Kyai 
Djojolelono dipengaruhi , diadu untuk menangkap/membunuh Panembahan 
Semeru, Patih Tengger, keturunan Untung Suropati yang turut memusuhi 
kompeni. Panembahan Semeru akhirnya terbunuh oleh Kyai Djojolelono. 
Setelah menyadari akan kekhilafannya, terpengaruh oleh politik adu domba 
kompeni, Kyai Djojolelono menyesali tindakannya. Kyai Djojolelono 
mewarisi darah ayahnya dalam menentang/melawan kompeni. Sebagai tanda 
sikap permusuhannya tersebut, Kyai Djojolelono kemudian menyingkir, 
meninggalkan istana dan jabatannya sebagai Bupati Banger pada tahun 
1768, terus mengembara/lelono.
Sebagai pengganti Kyai Djojolelono, kompeni mengangkat Raden 
Tumenggung Djojonegoro, putra Raden Tumenggung Tjondronegoro, Bupati 
Surabaya ke 10 sebagai Bupati Banger kedua. Rumah kabupatennya 
dipindahkan ke Benteng Lama. Kompeni tetap kompeni, bukan kompeni kalau 
tidak adu domba. Karena politik adu domba kompeni, Kyai Djojolelono yang tetap 
memusuhi kompeni ditangkap oleh Tumenggung Djojonegoro. Setelah 
wafat, Kyai Djojolelono dimakamkan di pasarean “Sentono”, yang oleh 
masyarakat dianggap sebagai makam keramat.
Di bawah pimpinan Tumenggung Djojonegoro, daerah Banger tampak makin 
makmur, penduduk tambah banyak. Beliau juga mendirikan Masjid Jami’ (± 
Tahun 1770). Karena sangat disenangi masyarakat, beliau mendapat sebutan 
“Kanjeng Djimat”. Pada tahun 1770 nama Banger oleh Tumenggung 
Djojonegoro (Kanjeng Djimat) diubah menjadi “Probolinggo” (Probo : 
sinar, linggo : tugu, badan, tanda peringatan, tongkat). Probolinggo : 
sinar yang berbentuk tugu, gada, tongkat (mungkin yang dimaksud adalah 
meteor/bintang jatuh). Setelah wafat Kanjeng Djimat dimakamkan di 
pasarean belakang Masjid Jami’.


________________________________
 From: itemabu2 <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Monday, June 24, 2013 3:28 PM
Subject: Re: [proletar] Pemkab Probolinggo dan MUI, Meminta Untuk Membongkar 
Patung Dewi Sri - Srikandi di Desa Ganting Kec. Maron. Kab.Probolinggo
 


  
Islam akan menghancurkan budaya dan adat di Indonesia, menggantinya
dgn adat dan budaya Islam yg biadab, rendah dan konyol.

On 6/24/13, Bukan Pedanda <[email protected]> wrote:
>
>
> FYI
>
>
> http://www.bromofm923.probolinggokab.go.id/2013/05/pemkab-probolinggo-dan-mui.html
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>

 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke