Tapi belum ada peperangan yg diikuti Nabi kok kalah itu belum pernah,padahal 
musuh selalu lebih kuat(3kali jumlahnya),hanya sekali perang Uhud itupun akibat 
anak buah ada yg melanggar pesannya Nabi.Ya itulah hikmahnya. Ulama ada yg 
bermubahalah dg Gulam Ahmad,dg berakir si Gulam was dead.Ini Nabi juga 
bermubahalah:

Rasulullah Menjawab Nasrani (turunnya Ayat Mubahalah)
Agama samawi yang masih ada saat ini antara lain Yahudi, Katholik, Protestan,  
dan Islam sebagai penutup. Yahudi dan nasrani adalah agama yang disampaikan 
nabi Musa as. dan nabi Isa as. kepada umatnya sedangkan islam dibawa oleh 
Rasulullah Muhammad saw. dengan kewajiban menyampaikan untuk ummat manusia 
seluruhnya. Maka dalam pandangan saya seharusnya sudah tidak ada lagi agama 
samawi selain islam, saat ini.

Berikut ini adalah tulisan mengenai sebab turunnya surat Ali-Imran: 59-60 dan 
ayat mubahalah (sumpah saling melaknat) Ali Imran: 61, yang saya ringkas dari 
buku Biografi Ali bin Abi Thalib karya Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi, hal. 
113-115 dengan mengutip dari As-Sirah An-Nabawiyah karya Abu Syuhbah.

* * *

Rasulullah menulis surat kepada penduduk kristen Najran sebagai berikut: "Amma 
ba'du. Sesungguhnya saya mengajak kepada kalian menuju kepada penyembahan Allah 
dari penyembahan kepada hamba. Dan saya juga mengajak kalian kepada kekuasaan 
Allah dari kekuasaan hamba. Jika kalian menolak ajaran tsb, atas kalian wajib 
membayar jizyah. Dan jika kalian menolak membayar jizyah, maka saya nyatakan 
perang terhadap kalian. Wassalam."

Setelah Uskup membaca dan memusyawarahkannya, maka diputuskan untuk mengirim 
utusan sebanyak 14 orang tokoh mereka (ada yang menyebutkan 60 orang). Dari 
mereka ditunjuk 3 orang sebagai kepercayaan dan diserahkan urusan kepadanya. 
Mereka adalah Al-Aqib; pemimpin dan penasehat yang dipercaya mewakili pendapat 
mereka, Sayid; pemimpin perjalanan, dan Abu Al-Harits; uskup dan pemimpin 
lembaga pendidikan mereka.

Sebelum datang pada Rasulullah, mereka melepas baju musafir mereka dan 
menggantinya dengan pakaian kebesaran yang megah dan memakai cincin-cincin 
emas. Mereka lalu datang pada rasulullah dan mengucapkan salam, namun beliau 
tidak menjawab salam mereka. Mereka mengulangnya kembali hingga lama namun 
tetap tidak dibalas.

Mereka lalu pergi dan menemui Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf yang 
saat itu tengah berada di kumpulan orang-orang Anshar. Di zaman jahiliyyah 
keduanya sering pergi ke Najran untuk membeli gandum dan buah-buahan mereka. 
Mereka bertanya "Hai Utsman dan Abdurrahman, nabi kalian telah mengirimkan 
surat pada kami sehingga kami datang kemari. Kami telah mengucapkan salam namun 
tidak dijawab, bahkan kami telah lama menunggu jawaban hingga lelah. Apakah 
sebaiknya kami pulang saja ?"

Mereka berdua bertanya pada Ali bin Abi Thalib (yang ada pada perkumpulan tsb) 
tentang ketiganya. Ali menjawab, "Sebaiknya mereka melepas baju mewah mereka 
lalu berganti busana yang mereka kenakan di dalam perjalanan, baru kemudian 
datang pada baginda Rasulullah."

Mereka melaksanakan anjuran Ali dan saat datang pada Rasulullah, salam mereka 
dijawab dan kehadiran mereka diterima. Rasulullah mengajak berdiskusi dalam 
waktu cukup lama; masing-masing pihak saling bertanya tentang berbagai masalah.

Mereka berkata kepada Rasulullah, "Kami telah terlebih dahulu muslim sebelum 
kalian."
Rasulullah menimpali, "Kalian tidak mau mengikuti kebenaran Islam disebabkan 3 
hal. Pertama, karena kalian menyembah Salib. Kedua, karena kalian memakan 
daging babi. Dan ketiga, karena anggapan kalian bahwa Allah memiliki anak."
Mereka berkata "Mengapa engkau mencela Tuhan kami (`Isa) dan engkau 
mengatakannya sebagai hamba Allah!"
Rasulullah menjawab, "Betul. Dia adalah hamba Allah, rasul-Nya, dan kalimat-Nya 
yang ditiupkan kepada Maryam."
Mereka semakin murka dan berkata, "Apakah engkau pernah melihat ada manusia 
tanpa memiliki bapak? Jika engkau benar-benar seorang nabi maka tunjukan kepada 
kami contohnya!"
Maka kemudian Allah menurunkan kepada Rasulullah ayat Al-Qur'an untuk menjawab 
pertanyaan tersebut, firman-Nya:

"Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti 
(penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman 
kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (Apa yang telah Kami 
ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Rabbmu, karena itu 
janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu." QS. Ali Imran: 59-60
Ayat ini menjadi hujjah yang telak bagi mereka yang semakin meragukan keyakinan 
mereka. Saat mereka tidak mampu menghadapi hujjah dan perdebatan yang ada 
dengan cara bijaksana dan nasehat yang baik, maka mereka pun menentang 
Rasulullah dengan bermubahalah (sumpah saling melaknat). Sebagaimana firman 
Allah:

"Siapa yang membantumu tentang kisah `Isa sesudah datang ilmu (yang 
meyakinkankamu), maka katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak 
kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan 
diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta 
supaya la'nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta." QS. Ali Imran: 61
Selanjutnya Rasulullah keluar dengan mengajak Hasan, Husain, dan Fathimah. 
Beliau berkata, "Jikalau saya membacakan doa, maka katakanlah aamiin!". Melihat 
sikap Rasulullah, mereka lalu bermusyawarah untuk menentukan sikap. Mereka 
takut akan kehancuran yang akan menimpa mereka karena sebenarnya mereka 
meyakini kebenaran nubuwah Rasulullah. Mereka pun tahu bahwa setiap kaum yang 
pernah bermubahalah dengan nabinya pasti hancur, akhirnya mereka menolak 
bermubahalah. Mereka memilih jalan damai dengan membayar 2000 Hullah kepada 
kaum muslimin. Seribu dibayarkan di bulan Rajab dan seribu lagi dibayarkan di 
bulan Shafar.

Paulus Anak Wedus.

--- In [email protected], itemabu2 <itemabu2@...> wrote:
>
> Hehehe... kalo nabi betul ga pernah nyumpahi musuhnya spy mati, knp
> orang2 Islam pd nyumpahin musuhnya spy mati? Ngelawan sunnah nabi?
> 
> Faktanya adalah nabi lu itu doyan nyumpahin musuhnya spy mati, tp ga
> ada hasil. Makanya orang2 Islam jg doyan nyumpahin musuhnya minta ke
> auloh spy musuhnya mati, tp jg ga ada hasil sama spt yg dialami nabi
> lu. Nunjukin auloh lu itu emang maha impoten.
> 
> auloh lu itu emang ga becus, makanya butuh cecunguk2 kayak orang FPI
> unt melakukan pekerjaan kotornya.
> 
> Apa lu sendiri ga pernah minta ke auloh lu unt ngebunuh gua? Si Abbas
> Amin kayaknya udh minta tuh, cuma sampe sekarang ga ada hasil. Malahan
> kayaknya si Abbas AMin itu yg koit, krn dia ngilang dr milis ini,
> hehehe...
> 
> 
> 
> On 6/27/13, Tawangalun <tawangalun@...> wrote:
> > Wong jaman nabi aja pakai perang bukan hanya dg cara musuhnya didongani ben
> > tahu2 mati.Kalau kamu pengin mati seranglah kantor FPI lalu kamu bakar
> > kantornya sambil teriak2 FPI anjing FPI anjing,selamat mencoba.Jangan lewat
> > internet ini gak bisa.
> >
> > Paulus Anak Wedus.
> >
> > --- In [email protected], itemabu2 <itemabu2@> wrote:
> >>
> >> Harusnya, krn orang2 Islam udh minta ke auloh unt ngeazab gua, maka
> >> gua udah mati dr dulu. Gua ga minta perlindungan siapa2 selain anjing
> >



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke