> SA <susan_th45@...> wrote: > Itulah sebabnya islam menutup2 > dan melarang pemberitaan. > di negara indonesia ini aja > pasti ada buanyak sekali > pelanggaran seksual di madrasah2 > dan di pesantren2. Tetapi siapa > berani masuk untuk meneliti dan > mengangkat ke media? Lu baru > interpiu aja leher lu udah digolok..
Syariah Islam belum berhasil ditegakkan, perjuangan partai2 Islam pun terhambat oleh Nasionalisme dan oleh Pancasila, cara kekerasanpun tidak mungkin dilakukan, semua pemberontakan Islam dizaman Sukarno dan Suharto gampang ditumpas habis. Semua ini dikarenakan Islam bukan akar agama bangsa Indonesia, juga bukan latar belakang budaya Indonesia sehingga hampir mustahil memaksakan tegaknya Syariah Islam di Indonesia. Oleh karena itu sekarang kelompok2 Islam fanatik radikal mengubah strategi perjuangannya dengan menyusupi partai2 Nasional, menjadi angauta legislatif, menduduki jabatan2 kepala daerah, menyusupi kepolisian dan ABRI, menduduki wakil2nya di badan legislatif untuk menyiasati UU negara agar mengadopsi hukum2 Islam yang salah satunya adalah keharusan wanita memakai "jilbab". Meskipun secara hukum tidak dipaksakan, tetapi melalui peer pressure, melalui budaya, melalui sekolah, melalui kantor2 pemerintah, dan melalui terror2 FPI cs yang menyamakan wanita tanpa jilbab disamakan dengan "daging dijalanan" dimana semua anjing yang lewat boleh memakannya. Memerkosa wanita yang tidak berjilbab halal hukumnya demikianlah fatwa MUI menjadikan banyak perempuan di Indonesia meskipun tidak beragama Islam lebih baik berjilbab daripada menanggung resiko diculik dan diperkosa rame2 dijalanan. Menjadi pelacur adalah juga pekerjaan perempuan untuk mencari nafkah keluarga atau tambahan penghasilan membantu suami. Meskipun begitu, bekerja sebagai pelacur itu banyak bahayanya, bisa ditangkap apparat diperas duitnya dan diperkosa badannya. Namun resiko jadi pelacur sekarang jadi bertambah, yaitu kalo tidak berjilbab bisa boleh diperkosa rame2 dan dibunuh pun bukan pelanggaran hukum. Pelacur juga butuh security, salah satunya adalah memakai jilbab. Jadi agar jangan dicurigai dan ditangkap aparat maka pelacur perlu mengenakan jilbab, dan jilbab ini pun juga melindungi pelacur diperkosa massal atau dibunuh begitu saja. Jadi siapa yang salah kalo pelacur itu juga berjilbab ??? Dari sudut dunia pelacuran sendiri, mengenakan jilbab sangatlah merugikan karena para langganan jadi enggan, jadi segan, bahkan takut terhadap fanatisme masyarakat disekitarnya. Jadi pelacur berjilbab itu bukan karena kemauan pelacur, bukan untuk bersembunyi, bukan untuk ber-pura2 suci, dan juga bukan untuk bertobat, melainkan pelacur membutuhkan jilbab se-mata2 demi security professinya yang selalu terancam oleh manusia2 suci yang munafik, yang meniduri dirinya kemudian pergi tidak bayar dan kalo dikejar minta bayarannya bisa dituduh "pelacur" kemudian diserahkan kepada aparat. Jadi pelacur yang berjilbab bisa ditiduri dan dibayar bukan sebagai pelacur yang tentu harganya pun bisa lebih tinggi, lebih dihargai, dan diperlakukan langganan pun lebih manusiawi. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
